
Akhirnya rombongan dari Jenderal Jun Ho telah tiba di istana kerajaan Tang Kereta kuda Jun Ho berhenti dan mereka keluar dari kereta. Jun Ho memegang tangan putrinya yang hendak turun.
“Hati-hati, nak!” Ucap Jun Ho sambil memegang tangan putrinya.
“Terima kasih, ayah!” Ucap Mey Yui kepada ayahnya.
Seluruh Chu Min dan Mey Fang menghampiri mereka dengan wajah cemburu melihat Jun Ho sangat perhatian pada Mey Yui.
Jun Ho tidak mengatakan apa pun saat melihat mereka. Jun Ho mengandung tangan putrinya dan berjalan memasuki istana.
Suasana di istana sangatlah ramai dan dekorasinya sangatlah meriah. Ketika Jun Ho dan rombongan akan memasuki istana, terdengar suara teriakan dari seorang kasim yang memberitahukan kedatangan mereka.
“Jenderal Lie Jun Ho dan keluarga telah tiba....!” Teriakan kasim memekakkan telinga.
“Ayah, telinga Yui’er sakit mendengar suara teriakan dari kasim!” bisikan Mey Yui.
Jun Ho tersenyum mendengar bisikan putrinya, kemudian mereka berjalan bersama dan diikuti oleh seluruh Chu Min dan rombongan.
Semua mata memandang ke arah Jenderal Jun Ho dan Mey Yui yang belum di ketahui identitasnya oleh semua orang yang ada. Mereka penasaran dengan gadis bercadar yang berjalan di samping Jun Ho.
Selir Chu Min dan Mey Fang berjalan dengan pakaian dan riasan yang menor, berjalan mengikuti di belakang mereka.
“Hamba Lie Jun Ho memberi hormat kepada yang mulia kaisar,” Ucap Jun Ho sambil membungkukkan badan.
Kaisar Tang Luoyan turun dari di singgasananya menghampiri Jun Ho. Jun Ho adalah sahabat terbaiknya, ia menemukan bahu sahabatnya.
“Jika tidak aku paksa seperti ini, kau tidak akan mau bergabung untuk menghadiri pesta di istanaku,” Ucap Kaisar Tang.
“Mohon ampun, baginda Hamba terlalu sibuk di pembatasan. Sehingga tidak mempunyai waktu untuk menghadiri setiap acara pesta di istana,” balas Jun Ho dengan hormat.
“Baiklah... yang penting sekarang kau sudah datang. Nikmati dan bersenang-senanglah,” Ucap kaisar Tang.
Kemudian kaisar Tang melirik Mey Yui dan bertanya,” siapakah gadis yang ada di samping kamu, Jun Ho?”
“Hamba adalah Mey Yui, baginda!” sebelum ayahnya menjawab Mey Yui menjawabnya sambil membungkukkan badan.
“Bagus.. bagus... akhirnya kamu datang bersama ayahmu ini,” Ucap kaisar Tang sambil tertawa.
Kaisar Tang kembali ke singgasananya sambil tertawa, dia bahagia karena sahabatnya mau menghadiri pesta yang dia adakah, sejak istrinya meninggal Jun Ho menutup diri tidak pernah menghadiri acara pesta.
Acara pesta sangat meriah, yang menghadiri dari berbagai kalangan. Mereka yang memiliki putra dan putri sangat menanti acara seperti ini. Seperti ajang mencari jodoh bagi para jomblo.
Sejak kedatangan Jun Ho dengan keluarga, banyak para gadis dan pria penasaran dengan Mey Yui.
“Bukankah Mey Yui putri yang tidak diinginkan oleh Jenderal Lie Jun Ho, kenapa dia bisa datang bersama dengan ayahnya,” Ucap gadis A kepada temannya.
“Mana aku tahu, itu yang dikatakan oleh Mey Fang!” Balas temannya.
“Kita lihat saja apa yang dikatakan oleh Mey Fang.
Saat kumpulan para gadis sedang hibah tiba-tiba di hampir oleh seorang gadis yang sangat menor menggunakan pakaian berwarna merah.
“Ternyata pelacur jelek itu adalah Mey Yui yang cacat dan tak pantas bertentangan dengan putra mahkota,” Ucap Wei Lan putri menteri keuangan yang pernah bertarung dengan Mey Yui.
“Wei Lan...! Kamu kalo bicara jangan asal saja, janganlah membuat masalah di istana! Jika kamu dan keluargaku tertimpa musibah,” Ucap gadis A
“Bener, kamu jangan menimbulkan kekacauan. Kamu bisa dalam bahaya,” Ucap temannya.
“Dasar kalian, penjilat dan pengecut sangat cocok jika bersama,” sindir Wei Lan kemudian dengan sombong meninggalkan mereka.
Ia duduk di meja yang paling jauh letaknya dari kerumunan orang. Mey Yui mengamati orang-orang yang hadir di acara pesta. Ia sangar malas dengan keramaian.
“Boleh aku duduk di sini, nona?” tanya seorang pria tampan.
Dengan malas Mey Yui menjawabnya,” kalo mau duduk.. ya.. duduk saja, jangan menganggu diriku! Tanpa melihat pria tersebut.
Pria tersebut tersenyum dan langsung duduk di sampingnya
“Aku tidak dianggap oleh gadis ini! Apakah pesonaku sudah memutar? Bahkan oleh gadis yang di kabarkan berwajah jelek dan cacat, tak bisa berkultivasi,” batin pria tersebut.
“Kamu sehat?” tanya Mey Yui dengan cuek. Ia bosan dan ingin mengusili pria yang sksd ( sok kenal, sok dekat)
Merasa ada respon dari Mey Yui, pri tersebut senang. Dengan percaya diri yang tinggi ia mengusap rambutnya.
“Aku sangat sehat nona! Nona tidak perlu mengkhawatirkan aku,” jawabnya dengan percaya diri.
Mey Yui mengejutkan darinya mendengar kenarsisan pria tersebut.
“Aku tidak mengkhawatirkan! Kenapa aku harus kuat? Kenal saja tidak! Aku tanya padamu, apakah kamu sehat? Karena aku melihatmu senyum-senyum sendiri tanpa sebab. Aku pikir kamu kurang waras,” jawab Mey Yui dengan santai.
Hancur sudah pesona pria tampan itu dikatai kurang waras.
“Nona.. apakah kamu tidak melihatmu yang begitu memesona ini kau katakan tidak waras. Apakah kamu tahu jika banyak gadis yang tergila-gila padaku dan ingin menikah denganku,” protes pria tampan itu.
“Oh gitu...! Banyak gadis yang tergila-gila padamu! Pantas saja saat aku di pasar sepertinya pernah melihatmu yang banyak di kerumunan dan di lihat oleh para gadis,” balas Mey Yui dengan cueknya.
“Benar itu adalah aku, baru ingat jika banyak di gadis tergila-gila denganku,” ucapnya dengan percaya diri.
“Oh jadi itu kamu...! Saat kamu lewat banyak gadis teriak-teriak!” belum lagi Mey Yui menyelesaikan Ucapannya sudah di potong oleh pria tersebut.
“Benar itu... aku!” potong pria itu.
Mey Yui mengangguk...
“Pantas sekali banyak gadis melihatmu pada berteriak-teriak... Awas ada orang gila.. gila... pergi.. pergi... orang gila yang mesum... !” Ucap Mey Yui santai namun menahan tawa.
“Kena kau!” Dalam hati Mey Yui menahan tawa.
Bagaikan terjatuh dari atap, pria tampan tersebut wajahnya merah dan menahan malu. Namun dia tidak marah, pria tampan itu menemukan gadis yang berbeda. Bisa membuatnya tak berkutik, biasanya dengan mudah dia melayu para gadis.
“Hahaha... kau... kau sangatlah menarik! Aku mengaku kalah denganmu,” Ucap pria tersebut.
Akhirnya mereka berbicara dengan santai, pria tersebut juga merasakan hal yang sama dengan Mey Yui. Bosan dan jenuh dengan acara pesta.
Saat mereka berbicara Mey Fang dan teman-temannya menghampiri mereka.
“Ternyata kamu memang tidak bisa menjaga diri dengan baik. Kau telah bertentangan dengan putra mahkota namun kau menemui pria lain,” Ucap Mey Fang dengan keras sehingga semua orang melihat ke arah Mey Yui.
“Drama sudah di mulai!” batin Mey Yui
Pria yang bersama dengan Mey Yui ingin berbicara namun di cegah oleh Mey Yui. Dan pria tersebut hanya bisa menuruti teman barunya. Teman yang baru ia kenal namun sudah membuatnya nyaman.
*****
Terima kasih sudah mampir membaca, jangan lupa like dan komen