Kezia Story

Kezia Story
BAB 19



Mey Yui merengkuh bahu Ming Se, ia merasakan suatu ikatan batin yang sangat kuat. Seperti saat Ia dan Kenzo di jaman modern, yang saling mendukung.


Ming Se yang mulai mengingat kejadian yang dialami oleh pemilik tubuh asli, ia mulai menceritakan kejadian yang menimpanya pada Mey Yui.


“Berawal saat aku berburu hewan yang akan dijadikan hewan kontraknya di hutan sunyi dekat perbatasan. Tanpa sengaja aku menemukan markas para pemberontak yang selalu membuat onar di desa-desa yang jauh dari perbatasan.”


“Mereka merampok, memperkosa dan membunuh penduduk desa, dan banyak kekacauan terjadi di desa-desa tersebut.”


“Ayah dan aku sering kali menumpas kejahatan para perampok tersebut, awalnya kami tidak mencurigai jika mereka adalah kawanan pemberontak yang sengaja membuat kekacauan dan meresahkan penduduk.”


“Setelah menemukan markas mereka aku langsung kembali ke perbatasan untuk memberitahu ayah.”


“Ayah langsung menyuruh pengawal untuk mengantar surat kepada kaisar, akan tetapi sampai batas waktu yang kami tentukan, pengawal itu tidak kembali dan menghilang begitu saja.”


“Kami curiga ada mata-mata, ayah mulai mengatur strategi untuk mengecoh lawan dengan membagi beberapa kelompok untuk kembali melapor ke istana.”


“Rombongan pertama ayah dan beberapa prajurit berangkat terlebih dahulu, kemudian menyusul menteri penasehat dan yang terakhir aku.”


“ Rencana awalnya aku berangkat terakhir, satu minggu setelah ayah dan menteri penasehat. Tapi ayah merubah strategi, aku berangkat dulu bersama ayah. Kami berangkat bersama tapi ayah menggunakan kereta kuda bersama ratusan prajurit yang akan mengawalnya. Sedangkan aku mengendarai kuda dan didampingi oleh A sen beserta pengawal bayangan. Jalur yang kami lalui berbeda meski kami berangkat di hari yang sama. Perubahan ini hanya diketahui oleh aku dan pejabat di perbatasan.”


“Di tengah perjalanan saat aku memasuki area hutan kematian, aku dan A sen di sergap oleh beberapa orang. Kami melakukan perlawanan yang tidak seimbang, jumlah mereka terlalu banyak sedangkan kami hanya 7 orang termasuk pengawal bayangan.”


“A Sen menyuruhku untuk menyelamatkan diri, aku menolak namun ada hal yang sangat penting harus kami laporkan ke kaisar.”


“Dengan terpaksa aku meninggalkan pengawalku yang berusaha menghadang para pembunuh. Mereka berhasil mengejarku sampai di hutan bambu, A Sen berhasil menyusul dan kami pun bertarung dan pada akhirnya kami terdesak dan jatuh ke jurang hutan bambu.”


“Kami jatuh tak sadarkan diri, aku sadar dan mencari A sen yang jatuh bersamaku. Dengan susah payah aku bangun dan menyeret tubuh A Sen untuk mencari tempat berlindung. Akhirnya menemukan gua ini dan aku tidak tahu apa yang terjadi, ketika aku bangun sudah berpindah tempat dan melihatmu sedang mengecek kondisi A Sen.”


Mey Yui manggut-manggut mendengar cerita Ming Se.


“Kak, bolehkah aku jujur denganmu,” kata Mey Yui


Deg… deg..


“Kenapa kamu bicara seperti itu? meski kakak telah meninggalkanmu sejak ibu meninggal dan kita baru bertemu kembali. Di hati kakak, kamu adalah orang yang paling kakak sayangi. Katakanlah jangan ada batasan dengan kakak, kita mulai dari awal lagi, saling terbuka dan saling membantu,” kata Ming Se yang merasa seperti berkomunikasi dengan Kezia.


"Apapun itu, kakak tidak akan marah dan membenciku,” tanya Mey Yui.


“Ya, apapun itu katakanlah! Kakak tidak akan membiarkan kamu menanggung beban sendiri. Mari kita berbagi dan membalaskan dendam pada siapapun yang telah menyakiti dan melakukan kejahatan pada kita,” jawab Ming Se


“Semoga kamu tidak kecewa dan marah saat mengetahui jika aku bukan adikmu, batin Mey Yui.


Dengan ragu Mey Yui mulai bicara, "Sebenarnya aku bukan Mey Yui adik kesayangan,kak!"


Deg.. Deg..


Jantung Ming Se berdetak mendengar ucapan Mey Yui.


“Aku jiwa yang berasal dari zaman modern, belum lagi Mey Yui melanjutkan ucapannya. Tiba-tiba Ming Se memeluk erat tubuh Mey Yui dan menangis.


"Kezia sayang! kamu pasti Kezia, adikku” dengan bergetar memanggil nama adiknya dari jaman modern.


"Kak Kenzo.. Benarkah ini kamu!” sambil menangis mempererat pelukan mereka berdua.


“Kak Ken akhirnya aku menemukanmu, Kezia takut tidak bisa bertemu kakak lagi.” derai air matanya semakin deras.


"Iya, sayang! Kakak juga tidak tahu kenapa bisa ada di sini, dari awal kakak sadar sudah curiga dan merasakan bahwa Mey Yui adalah kamu’” ucap kenzo sambil menghapus air mata Kezia.


Mereka melepas menangis bersama melepas rindu.


“Sekarang kita berada di zaman kuno,kak! Meski tubuh ini bukan tubuh kita yang asli tapi kita harus membalaskan dendam pemilik tubuh asli ini,” kata Kezia


“Kasian pemilik tubuh asli Ming Se, ia telah diracuni sejak lama. Kita harus mencari dan membalaskan dendam untuknya,” kata Kezia menggebu-gebu.


Kenzo tersenyum mendengar adiknya berbicara.


“Jangan panggil aku Kezia lagi, ntar pada bingung semua. Hahaha..,” ucapnya


“Iya.. Iya… kamu juga jangan panggil kak Kenzo lagi,” balas Kenzo


“Oh ya, kamu belum cerita bagaimana kamu bisa di sini,” tanya Kenzo


“Ceritanya hampir sama dengan kakak, tapi aku datang lebih dulu dan banyak menemukan hal-hal baru. Ia langsung menceritakan apa yang telah dialaminya kepada Ming Se, dari awal sampai akhirnya mereka bertemu kembali di dalam gua.


“Kak, aku lapar! Aku akan ajak kakak ke ruang dimensiku, kita bisa masak dan makan bersama,” kata Mey Yui.


“Kamu punya ruang dimensi, seperti di cerita novel,” tanya Ming Se terheran-heran.


"Helloo, kak!" kakak lupa ini zaman apa?” Ia tertawa melihat reaksi Ming Se.


“Adik kulang ajal!” canda Ming Se.


“Oh iya hampir lupa! aku punya hewan kontak tapi yang satu masih berupa telur, aku kenalin sama kakak,” ucapnya sambil tengak-tengok mencari keberadaan Yuyu.


Ming Se belum bereaksi mendengar perkataan Mey Yui., ia masih belum bisa mengerti dengan kondisi dan lingkungan barunya.


"Yuyu.. Kemarilah,” panggil Mey Yui


Mendengar panggilan dari Mey Yui, Yuyu yang dari tadi hanya diam melihat interaksi mereka berdua langsung melayang menuju ke mereka.


“Kak, ini Yuyu dia Phoenix yang masih berbentuk telur,” ucap Mey Yui.


"Hormat pada tuan Ming Se, hamba Yuyu” ucapnya sambil melayang di depan Ming Se.


“Jangan terlalu sopan, aku adalah kakak Mey Yui! samakan aku dengan Mey Yui saat kamu berbicara,” jawab Ming Se.


"Baiklah, kak Ming Se” Jawab Yuyu


Mey Yui menggandeng tangan Ming se, “pejamkan mata kakak.”


Ming Se menurut dan langsung memejamkan matanya. Mereka langsung menghilang seketika dan masuk ke ruang dimensi.


"Buka mata kakak,"perintahnya


Perlahan Ming Se membuka matanya dan melihat sekeliling ruang dimensi. Matanya berbinar bahagia, Ini seperti di zaman modern.


Ming Se melangkahkan kaki ke ruang yang ada di depannya,” Ini barang-barang dari zaman modern semua ada di sini juga,” ucapnya dalam hati.


Silahkan kakak melihat-lihat, aku akan masak dulu.


Belum sempat mereka beranjak pergi, tiba-tiba datang dua makhluk kecil melompat ke arah Mey Yui.


Ming yang mengetahui hal itu langsung terkejut spontan menarik tangan Mey Yui agar tidak terjengkang kebelakang.


"Mao-mao,Xio-xio, kalian bikin kaget aku dan kak Ming Se,” ucap Mey Yui di iringi dengan tawa canda dengan kedua hewan kontraknya.


“Baru aku tinggal berapa bulan, kalian sudah tumbuh besar,” ucap Mey Yui sambil ngelus-elus kedua hewan tersebut.


“Ibu.. Ibu.. Xio-xio kangen sama ibu, kenapa lama sekali tidak mengunjungiku?” tanya xio-xio sambil bermanja-manja di pangkuan Mey Yui.


“Sejak kapan adik kakak punya anak seekor rubah?” goda Ming Se sambil mengelus rambut di kepala Mey Yui.


“Aku menyelamatkan ibu rubah yang sedang terluka parah dan akan melahirkan. Ibu rubah menyerahkan anaknya padaku, sehingga xio-xio menganggap diriku sebagai ibunya.


“Aku juga baru bertemu kembali sekarang, setelah dia dilahirkan dan diberikan padaku. Tak lama aku menyuruh Mao-mao membawanya ke ruang dimensi,” ia menjelaskan pada kakaknya.


“Adikku memang yang terbaik,” ucap Ming Se.


“Baiklah kalian temani kak Ming Se melihat-lihat, aku akan memasak dulu. Setelah masakan sudah siap aku akan memanggil kalian untuk makan bersama,” kata Mey Yui sambil berjalan meninggalkan mereka menuju dapur untuk menyiapkan makan siang.