
Tak terasa waktu berlalu sudah dua minggu Lie Mei Yui Berada di dalam kolam, setiap hari yuyu keluar mengecek kondisi kedua pria tersebut.
Sementara di dalam kolam air bergejolak seperti ada gelombang dari dasar, tanda -tanda Lie Mei Yui akan menyelesaikan kultivasinya.
Dalam posisi lotus, Lie Mei Yui mulai merasakan kembali aliran darah mengalir dalam tubuhnya dan ada bagian-bagian yang tersebut mulai terbuka. Lebih tepatnya ada sesuatu yang tersegel di dalam tubuhnya, aliran darah menerjang untuk membuka paksa segel yang ada dalam tubuhnya. Datian emas di dalam tubuhnya yang tersegel berhasil terbuka dan darah berubah menjadi emas.
Saat segel di terjang paksa Lie mei merasakan kesakitan yang tiada tara.
"Aaaaarrrrhhhh… ! Sakit…! Ia berusaha menahan rasa sakit yang sangat besar, benar kata yuyu sakitnya sangat kuat,” batinnya
“Aku harus kuat jika mau menjadi lebih kuat di jaman ini, hanya orang kuat yang mampu bertahan. Sekarang aku hanya bisa berharap pada diriku sendiri, tidak ada keluarga atau siapapun yang melindungiku,” ucapnya dalam hati.
Lie Mei menahan rasa sakit dan berusaha bersemangat, kemudian dia merasakan terobosan yang akan meledak pada dirinya.
"Duuuaaarrr!"
"Duuuaaarrr!"
Beberapa kali terdengar ledakan Lie Mey Yui hampir tak kuat menahan rasa sakitnya.
Ia bersandar di batu menahan sakit darah emas keluar dari semua pori-porinya bercampur air kolam yang tiba-tiba mendidih menjadi panas.
"Aaaarrrrhhhh! Panaass..!” teriaknya. Ia merasakan panas di seluruh tubuhnya.
Terobosan di awal dia sudah masuk ke tingkat langit level 4 dan kini ia merasakan lonjakan lagi.
"Duaaarrr!"
Suara ledakan menggelegar lebih keras dari yang sebelumnya, rasa sakit yang lebih kuat dan menyiksa.
Lie Mey Yui sempat tak sadarkan diri setelah ledakan pertama namun tak lama ia tersadar kembali. Kemudian disusul dengan ledakan kedua dan ledakan ketiga, ia langsung jatuh pingsan lagi di dalam air.
Melihat hal tersebut Yuyu sangat kuatir, dan mengerahkan tenaga dalamnya untuk mengangkat keluar Lie Mey Yui dari dalam kolam.
Tubuh Lie Mey Yui terangkat oleh sinar kuning keemasan dari dalam kolam dan diletakkan di atas lempengan batu. Yuyu mengeringkan pakaian Lie Mei dengan menyalurkan tenaga dalamnya.
Setelah mengecek kondisi Lie Mey Yui dan dirasa tidak berbahaya, Yuyu dengan setia menunggunya sampai ia sadar.
Perlahan Lie Mey Yui membuka matanya dan mencari keberadaan Yuyu.
“Kak Mey Yui! syukurlah kamu sudah sadar, kau membuatku sangat kuatir,” kata Yuyu.
“Apa yang telah terjadi? Kenapa aku tidur di batu ini, bukannya aku tadi masih di kolam?” tanya Mey Yui
Setelah ledakan dari terobosan kedua dan disusul dengan ledakan yang ketiga, kakak tak sadarkan diri. Jatuh ke dalam kolam dan aku membawamu ke batu dengan kekuatanku,” jawab Yuyu.
“Selamat kak, sekarang kakak menembus ranah dewa tingkat 2, pencapaian yang sangat luar biasa dari terobosan yang sebelumnya,” ucap Yuyu sambil mengitari kepala Mey Yui.
Sementara Mey Yui hanya terbengong dan menghela nafas mendengar ucapan Yuyu.
"Oh iya, hampir lupa! Di tengah gua ada dua pria yang sedang terluka, salah satu wajahnya mirip denganmu. Ku pikir dia saudara laki-laki kakak, mereka terkena racun kaki seribu yang ganas. Sementara aku menahan racun agar tidak menyebar ke jantung, namun perkiraan waktu mereka bertahan hanya dua hari lagi,kak” lapor Yuyu.
“Apakah kakak ingin melihat mereka?” tanya Yuyu.
“Benarkah apa yang kamu katakan? Mey Yui bangkit dari duduknya, pikirannya berkelana mengingat memori pemilik asli tubuh mempunyai seorang kakak lelaki yang sangat disayanginya.
“Apakah Lie Ming Se sang kakak yang sedang terluka karena rencana jahat keluarga selir Chu Min?” batinnya dalam hati.
"Ayo antar aku melihat mereka,” katanya pada Yuyu. Kemudian mereka keluar menuju dua lelaki yang tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi tubuh terluka dan di penuhi darah yang sudah mengering.
Mey Yui melihat seseorang yang wajahnya mirip dengan pemilik tubuh asli.
Hhhhmmm…!
Dia memang Lie Ming Se sang kakak lelakinya.
Ia lantas mengecek nadi kakaknya dan dahinya berkerut, kemudian menoleh ke Yuyu.
“Gunakan jarum akupuntur, kak. Sebelum menggunakannya basuh jarum dengan air surgawi dan air kolam emas,” jawab Yuyu.
Tak menunggu lama Mey Yui mengambil air tersebut dan merendam jarum akupuntur ke dalam wadah yang ia ambil dari ruang dimensinya.
“Kondisi lelaki yang di samping kakakku lebih parah, semua organ tubuhnya terluka dan meridiannya rusak, jika ditunda pengobatannya dia akan cacat seumur hidup. Aku harus menolong dia terlebih dahulu,” katanya tanpa menunggu jawaban dari yuyu.
Dengan telaten ia membersihkan darah yang sudah kering dan membuka pakaian luar pria itu, pakaian yang sudah tidak layak pakai karena robek semua. Kemudian menelungkupkan badan pria itu dan mulai menusukan ribuan jarum ke titik vital di sekujur tubuh pria tersebut.
Semua jarum sudah tertancap lalu ia menyalurkan tenaga dalam untuk mengeluarkan racun yang hampir menyebar. Kemudian mencabut jarum secara bersamaan dengan menggunakan tenaga dalamnya.
Tubuh pria itu bergetar dan sekujur tubuhnya mengeluarkan darah hitam yang berbau busuk dari seluruh pori-porinya. Kemudian pria itu terbatuk mengeluarkan darah hitam yang banyak, karena posisinya tengkurap darah berhamburan. Ia menyuruh Yuyu untuk membersihkan darah hitam tersebut.
Setelah darah hitam keluar dan lukanya berangsur-angsur mengering begitu juga wajah dan sekujur tubuh pria itu mulai memutih seperti aslinya. Tanda racun sudah terdetox namun pria tersebut masih belum sadar kembali.
“Satu orang sudah selesai, kini giliran kakakku,” batinnya sambil mengelap peluh keringat di dahinya.
“Lebih baik kak Mey Yui beristirahat dulu dan jangan memaksakan diri,” yuyu memperingatkannya.
Mey Yui tersenyum ke arah Yuyu dan berkata,“aku baik-baik saja, nyawa kakakku harus segera diselamatkan karena dia yang aku sayangi.”
“Kak ming se mengingatkanku pada sosok kak Kenzo,” pikirannya sambil menerawang mengingat Kenzo.
Tak terasa air matanya keluar di sela-sela matanya, melihat Mey Yui mengeluarkan air mata, yuyu bergegas mendekatinya.
“Maafkan yuyu,kak! Bukan maksudku menghalangi kakak untuk segera menolongnya, tapi aku kuatir dengan kondisi kakak,” hibur Yuyu yang merasa bersalah.
“Jangan merasa bersalah hanya karena hal sepele, bantu aku mengobati kakakku,” ucapnya dengan lembut.
Ia segera membersihkan luka Ming Se dan membuka pakaian luarnya. Dan memeriksa Ming Se lebih teliti lagi. Karena tadi saat ia mengecek nadi Ming Se, ia merasakan racun ganas yang bersarang di tubuh kakaknya lebih dari satu.
"Racun yang ada di tubuh kakak berbeda dengan racun pada tubuh pria di sampingnya. Ada tiga racun dalam tubuh kakak, dua racun yang sudah lama bersarang pada tubuh kakak yang sengaja diberikan sedikit demi sedikit,” batinnya
“Siapa yang telah memberikan racun pada kakak, jahat sekali orang itu. Racun dingin dan racun iblis betapa mengerikan racun itu, racun dingin bereaksi malam hari. kakak akan merasakan dingin seperti berendam di dalam es.
Betapa tersiksanya menahan hawa dingin, ia pasti menggunakan tenaga dalam untuk menahannya. Belum lagi racun iblis yang akan kambuh di saat bulan purnama tiba, pantas kakak mengalami kemacetan dan tidak bisa melakukan terobosan lagi. Jika dipaksakan, kakak akan menjadi orang cacat yang tidak berguna,” gumamnya dalam hati
“Jahat sekali orang yang sudah meracuni kakak,” teriak Mey Yui
“Aku akan membalaskan dendam pada orang yang mencelakai, orang-orang yang aku sayangi dengan berkali-kali lipat,” umpatnya sambil mengepalkan tangannya.
"Yuyu, kamu pasti mengetahui racun yang sudah bersarang pada tubuh kakakku. Apakah cara pengobatan kakak sama dengan pria itu?” tanyanya sambil menunjuk ke arah pria di samping kakaknya.
“Ambillah pil pemurnian jiwa dan pelebur racun sumsum yang ada di ruang obat dimensi,kak. Jangan lupa minumkan air surgawi dan air kolam emas,” jawab Yuyu.
“Reaksi dari proses penyembuhan lebih menyakitkan daripada pria di sampingnya,” jelas Yuyu.
Mei Yui segera melakukan apa yang dikatakan Yuyu dan mulai meminumkan pil pemurnian jiwa dan pil pelebur racun sumsum. Kemudian mulai menusukkan ribuan jarum akupuntur ke titik vital dan menyalurkan tenaga dalam.
Kondisi Mey Yui yang kelelahan setelah pria yang bersama Ming Se, ia merasakan sesak pada dadanya dan keringatnya bercucuran. Namun Ia tidak bisa menghentikan pengobatannya di tengah jalan dan ia memaksakan diri untuk menekan ketiga racun tersebut.
Melihat hal tersebut Yuyu yang dari tadi berjaga-jaga, jika ada sesuatu hal di luar kendali dia akan segera membantu menolong Mey Yui dengan menyalurkan tenaga dalamnya.
Sinar kuning keemasan menyelimuti tubuh Mey Yui yang sedang menyalurkan tenaga dalamnya untuk menekan ketiga racun yang ada di tubuh Ming Se.
"Aaaarrrgghh….!”
Teriak Ming Se dalam kondisi tak sadarkan diri, saat semua jarum ditarik keluar dengan kekuatan tenaga dalam Mey Yui yang dibantu oleh aliran sinar kuning keemasan dari Yuyu.
Tubuhnya bergetar dan kemudian ia terbatuk mengeluarkan darah hitam pekat yang sedikit menggumpal dan baunya sangat busuk. Setelah darah hitam bercampur racun keluar, berangsur-angsur sekujur tubuh kakaknya kembali normal.
Tubuh Mey Yui limbung karena kelelahan dengan cekatan Yuyu menahan dengan sinar emasnya dan membawa ke kolam air emas untuk berendam mengembalikan kondisi.
Mereka meninggalkan tubuh kedua pria tersebut dan tak lupa Yuyu menyapu bersih darah hitam di ruangan gua dan menggantikan pakaian kedua pria tersebut dengan tenaga dalamnya.