Kezia Story

Kezia Story
BAB 13



Selir Chu Min membawa beberapa prajurit dan pelayan menuju ke tempat Lie Mey Yui. Ia marah karena rencananya untuk membunuh Lie Mey Yui tidak berhasil dan sekarang anak kesayangannya terluka. Selir Chu Min sebenarnya seorang kultivator ranah bumi level 7 namun ia pandai menyembunyikannya.


Rombongan bergegas menuju ke belakang kediaman utama di sanalah tempat Lie Mey Yui.


"Keluar kau gadis sialan! berani-beraninya kamu melukai anak kesayanganku, besar juga nyalimu!” teriak selir Chu Min.


Karena tidak ada respon dari dalam, Selir Chu Min mengkode dengan tangannya menyuruh prajurit segera bertindak


"Bruakak!"


Pintu ditendang oleh seorang prajurit


Selir Chu Min dan para pelayan masuk ke dalam sambil berteriak memanggil dan memaki Lie Mey Yui.


Sementara dengan santai Lie Mey Yui di dalam kamar bersama Phu-phu yang sedang berbaring menunggu mereka masuk ke kamar phu-phu.


“Aku sudah tidak sabar memberi pelajaran iblis betina ini,” gumamnya dalam hati.


Phu-phu ketakutan mendengar teriakan dan suara pintu yang di tendang.


“Jangan kuatir,kak! Aku akan mengatasi iblis betina itu, yang terpenting kakak istirahat untuk memulihkan badan. Percayakan padaku!” kata Lie Mei menenangkan Phu-phu yang gemetaran karena takut.


Pintu kamar di tendang dan diiringi teriakan Chu Min.


"Anak pelacur sialan tak tau diuntung! Aku menyesal tidak membunuhmu bersama dengan ibumu yang pelacur itu!” amarah selir Chu Min memuncak melihat Lie Mey Yui yang acuh tak acuh tidak menganggap keberadaannya.


Deg…


Lie Mey Yui mendengar ucapan selir Chu Min mengenai ibunya, “menyesal tidak membunuhmu bersama ibumu” pasti akan aku selidiki kematian ibunda pikirnya dalam hati.


“Bibi Ong, tampar dan pukul pelacur kecil itu, agar dia sadar dengan siapa dia berhadapan,” teriak selir Chu Min memerintah pelayan setianya.


Bibi Ong memberikan kode para pelayan yang ikut melalui matanya, para pelayan segera mendatangi Lie Mey Yui dan memegangi tangannya agar mudah untuk di pukuli. Ada yang sudah membawa tali dan alat pemukul yang sengaja dibawa sebelum datang ke tempat kediaman Lie Mey Yui.


Melihat hal itu, Phu-phu berusaha bangkit dan bersimpuh memohon belas kasihan pada selir Chu Min.


“Hamba mohon ampuni nona Mey Yui, nyonya. Biarlah hamba yang menggantikan hukumannya,” Phu-phu memohon sambil bersimpuh membentur-benturkan kepalanya di lantai.


Tanpa rasa kasihan bibi Ong menendang tubuh Phu-phu, kondisi Phu-phu masih lemah sehingga tidak mampu menahan tendangan bibi Ong dan dia pun terjungkal.


Awalnya Lie Mey Yui ingin bermain-main drama dulu dengan mereka, namun melihat phu-phu berusaha minta pengampunan pada selir Chu Min. Ia menaikkan alisnya dan mengibaskan tangannya, seketika para pelayan yang telah memeganginya terlempar jatuh. Ia segera menolong Phu-phu untuk berdiri dan memapahnya ke dipan kayu.


Melihat aksi Mey Yui yang menghempaskan para pelayannya, selir Chu Min langsung mengerutkan wajahnya.


“Besar juga nyalimu, berani melawanku,” teriaknya.


Bibi Ong yang tak mau kalah, ia yang merasa memiliki kultivasi Bumi Level 2 memberikan pukulan ke arah Mey Yui yang sedang memapah phu-phu.


"Wuushh!"


Tanpa melihat ke arah bibi Ong, Mey Yui mematahkan serang tersebut, ia mengibaskan kipas naga airnya dengan santai seolah sedang mengipasi dirinya.


Mereka pikir Mey Yui kepanasan, ternyata kipasan itu mengandung serangan yang mematikan. Bibi Ong tak pernah menduga sebelumnya akan mendapat serangan balik. Serangan tersebut membuatnya muntah darah dan ia memegang dadanya yang sakit dan tersungkur jatuh ke tanah. Ia mengalami luka dalam yang sangat parah.


Emosi selir Chu Min Sampai ke ubun-ubun dan langsung marah melihat bibi Ong jatuh ke tanah dengan luka dalam yang parah.


“Prajurit serang pelacur kecil itu! patahkan kedua kaki dan tangannya agar pelacur itu tau dengan siapa dia berhadapan,” teriak selir Chu Min


Ruang kamar terlalu sempit dengan munculnya Selir Chu Min dan antek-anteknya.


Mey Yui memutuskan melesat keluar tanpa mengucapkan kata-kata., mengetahui hal tersebut, mereka pikir Mey Yui ingin kabur dan melarikan diri dengan meninggalkan pelayan setianya yang terluka.


Selir Chu Min tertawa.


“Hahaha…!”


"Pengawal kejar pelacur itu!” perintah Selir Chu Min pada pengawalnya.


Mereka melesat keluar mengejar Mey Yui.


Sementara Mey Yui menunggu mereka keluar di halaman,dengan santai duduk sambil mengipasi wajahnya.


“Kalian lama sekali, seperti siput! Mengejar aku keluar saja perlu berapa menit,” ejek Mey Yui.


Para pengawal yang rata-rata kultivasinya di ranah bumi level 3-4, sangat marah mendengar ejekan Mey Yui.


“Dasar pelacur jelek, kamu telah melukai nona kami yang sangat cantik. Wajahmu yang jelek tidak sebanding dengan nona kami, pasti kamu iri dengan kecantikan nona kami, sekarang rasakan serangan kami ucap pemimpinnya.


Mereka bersiap bertarung bersama dengan mengambil kuda-kuda, sementara yang mau di serang masih santai dengan kipas-kipas.


"Serang!" teriak pemimpin mereka.


Suara ledakan-ledakan dari serangan pengawal terdengar, kepulan asap putih terlihat. Mereka merasa menang diatas angin, selain menang jumlah mereka mengetahui jika Mey Yui sangat lemah dan tidak bisa berkultivasi.


Bahkan selir Chu Min tertawa puas melihat ledakan dan asap putih mengepul yang berasal dari serangan para pengawalnya.


Asap putih mulai memudar nampak seorang gadis bercadar masih melayang di udara tanpa ada tanda-tanda terluka.


" Hai, aku di sini! Kalian tadi sedang apa? Mengipasi aku dengan mengirimkan angin semilir,” ejek Mey Yui sambil menaruh tangannya di dagu.


Para pengawal terkejut dan heran, seharusnya Mey Yui terluka parah namun tidak ada tanda-tanda jika ia terluka. Mengetahui hal itu mereka bersiap untuk menyerangnya kembali.


“Kalian sudah menyerangku bersama dan gagal, sekarang ganti giliranku” teriaknya.


“Aku juga ingin kalian merasakan angin sepoi-sepoi dari kipasku ini,” Mey Yui mengibaskan kipasnya sambil berteriak kencang.


"Rasakan ini!"


Hembusan kipas naga air mengeluarkan angin yang mengandung kekuatan dahsyat, menyerang para pengawal.


“Mampus lo!” gumamnya dalam hati melihat hasil dari serangannya.


Para pengawal terlempar beberapa meter kena hempasan angin, luka dalam mereka sangat parah. Semua pingsan tak sadarkan diri.


Melihat hal tersebut selir Chu Min geram


“Sialan prajurit pengawal tak berguna, mati saja kalian,” makinya.


“kamu jangan merasa senang karena bisa mengalahkan semua pengawalku, nantikan pembalasanku,” setelah itu ia meninggalkan halaman kediaman Mey Yui.


Mey Yui bergegas masuk ke rumah dan melihat kondisi Phu-phu yang masih berbaring di dipan kayu dengan wajah pucat, Ia memberikan air surgawi yang diambilnya dari ruang dimensi.


“Mey Yui, maafkan kakak yang tidak bisa melindungimu. Seharusnya aku yang melindungi dan menjagamu justru bukan sebaliknya,” ucap Phu-phu dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.


“Kakak, percaya padaku! poin utama saat ini, kakak harus cepat pulih kembali. Jangan memikirkan hal-hal yang tidak berarti,aku masih bisa mengatasi iblis betina itu,” ucapnya dengan tenang.


“Baiklah aku akan berusaha secepatnya agar sehat dan pulih kembali,” balas Phu-phu.


“Sekarang istirahatlah, aku akan ke hutan bambu yang jaraknya agak jauh dari rumah ini,” kata Lie Mei pada Phu-phu.


Mendengar itu, ia langsung duduk tidak jadi berbaring.


“Mei Yui, kenapa kamu akan ke hutan bambu? Hutan itu sangat berbahaya dan angker hampir sama dengan hutan kematian, jangan kesana,” Phu-phu berusaha menghalangi Mey Yui


Lie Mei menghela nafas sambil berdiri menghampiri Phu-phu.


“Kakak tidak perlu kuatir, aku ke hutan bambu untuk berlatih. Jika kakak sudah sembuh kita akan berlatih bersama di sana,” jawab Lie Mei menyakinkan Phu-phu.


“Baiklah! tapi kamu harus berjanji untuk berhati-hati dan jangan sampai terluka,” akhirnya dengan berat hati phu-phu membiarkan Mey Yui pergi ke Hutan bambu untuk berlatih.