Kezia Story

Kezia Story
BAB 12



Sementara Lie Mey Fang yang marah mencari ibunya untuk melaporkan apa yang terjadi.


Selir Qian Chu Min sedang bersantai duduk sambil di pijit oleh pelayan setianya bibi Ong, di paviliun Anggrek yang sebelumnya sebelumnya adalah kediaman ibunda Lie Mey Yui


Lie Mey Fang datang sambil berteriak-teriak, membuat kaget selir Qian Chu Min.


“Fang'er, ada apa denganmu dan siapa yang telah membuatmu terluka?”. Kaget melihat kondisi anaknya yang terluka dan berdiri menghampirinya.


Fang'er nama panggilan selir Qian Chu Min pada anak kesayangannya.


“Ibu, pelacur itu belum mati dan lihat apa yang telah dia lakukan padaku. Dia melukaiku dengan cambuk kesayanganku dan membuatku malu, ibu harus membalaskan dendamku padanya. Bunuh dia, bu! Ibu juga harus menghukum para pengawal yang melihat punggungku,” rengek Lie Mey Fang pada ibunya.


Selir Chu Min membelalakan matanya dan berseru, “maksud kamu Lie Mey Yui si jelek anak pelacur sialan itu belum mati? Bukankah kamu sudah mendorongnya ke jurang hitam? Kenapa bisa seperti ini, siapa yang telah menolong anak ****** itu,” geramnya.


“Fang'er tidak tahu, bu! Kenapa dia masih hidup, waktu itu sudah aku dorong dan memastikan kalo dia jatuh ke dasar jurang. Tapi tadi dia pulang ke rumah dan mencambuk aku dan membuat banyak pengawal terluka,” Mey Fang mengadu pada Selir Chu Min


“Ibu harus memberikan racun yang lebih ganas lagi agar wajahnya membusuk dan cepat mati. Dia tidak pantas bertunangan dengan pangeran Tang Fu Yen. Hanya aku yang pantas menjadi permaisurinya,” Mei Fang merajuk sambil menggoyang-goyangkan tangan ibunya.


“Kurang ajar, ternyata ****** jelek itu belum mati! Aku akan membuatnya menderita dulu sebelum mati,” ujar selir Chu Min.


“Pelayan panggil tabib untuk anakku,” perintahnya pada pelayan bibi Ong.


“Fang'er obati dulu lukamu, ibu akan mencari perhitungan pada anak sialan itu” kata selir Chu Min dengan lembut


Mey Fang meninggalkan kediaman selir Chu Min dan menuju ke paviliunnya. Setelah anaknya pergi, selir Chu Min memanggil penjaga rahasianya.


Tiba-tiba muncul di hadapannya 5 orang berpakaian hitam-hitam dengan muka di tutup dan membungkuk memberikan hormat.


Tanpa basa basi selir Chu Min melambaikan tangan tanda hormat di terima.


“Antarkan surat ini ke ayahku dan bawa racun yang diberikan ayahku ke sini. Jangan sampai gagal, jika gagal aku akan membunuhmu,” kata Chu Min pada salah satu pengawal rahasianya yang ditunjuk untuk mengantar surat pada ayahnya.


Ayah Chu Min adalah perdana menteri tua yang sudah pensiun di Kerajaan Tang. Tapi kekuatan tersembunyinya sangat besar.


Setelah menerima perintah pengawal rahasia menghilang menyisakan empat orang .


“Kalian awasi anak pelacur itu dan laporkan apa yang sudah dia lakukan,” perintahnya pada 4 pengawal rahasianya


Selir Chu Min kesal, baru kali ini rencana yang telah ia susun gagal. Selama ini dia tidak pernah mengalami kegagalan.


Pikirannya menerawang mengingat kejadian 15 tahun yang lalu saat dia pertama kali memasuki kediaman jenderal Lie Jun Ho.


Selir Qian Chu Min anak dari selir kesayangan perdana menteri Qian Bun Yu. Sejak saat pertama bertemu dengan jenderal Lie Jun ho yang saat itu masih menjabat jenderal muda. Ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama, namun sayangnya Lie Jun Ho tidak memandangnya bahkan tidak tergoda. Sebagai nona kesayangan meski lahir dari seorang selir, ia adalah anak kesayangan dari perdana menteri. Apa yang dia inginkan harus tercapai, penolakan secara tak langsung dari Lie Jun Ho membuat harga dirinya terluka.


Chu Min meminta kepada ayahnya untuk dinikahkan dengan Lie Jun Ho, pada saat itu keluarga Qian dan Lie bermusuhan karena ambisi dari perdana menteri yang berencana memberontak. Keinginan memberontak itu diketahui oleh ayah Lie Jun Ho yang saat itu adalah seorang jenderal besar yang menjabat menteri pertahanan.


Selain keluarga mereka bermusuhan, Lie Jun Ho telah memiliki istri yang sangat ia cintai meskipun bukan dari keluarga bangsawan dan mempunyai anak laki-laki yang bernama Lie Ming se,.


Namun hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk menikah dengan Lie Jun Ho. Keinginan tersebut ditentang oleh perdana menteri Qian Bun Ho karena akan membahayakan rencana pemberontakannya. Dengan kegigihan Chu min dan di bantu oleh ibunya dengan mengubah pendirian ayahnya, dengan merencanakan menjadikan sekutu keluarga Lie. Jika mereka berbesan dan bisa mengajak keluarga Lie untuk bergabung dalam pemberontakan, kekuatannya pasti akan sangat besar.


Berbagai cara untuk mendekatkan Chu Min dengan Lie Jun Ho tidak berhasil. Jalan satu-satunya adalah dengan menjebak Lie jun Ho, dengan licik mereka menjebak Lie Jun Ho pada acara pesta panen rakyat, pada saat itu Lie Jun Ho datang sendiri tanpa membawa istrinya yang bernama Xiao Xio lan karena sedang hamil muda. Karena pada saat itu tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jarak jauh dari barak tempat dia tinggal pada saat itu.


Jenderal Lie Jun Ho di jebak dengan menggunakan bubuk pesona yang dimasukkan ke dalam minuman dan dupa pemikat di kamar yang sengaja mereka siapkan. Jenderal Li Jun Ho yang sudah terkena pengaruh bubuk pesona dan dupa pemikat tidak menyadari bahwa orang yang di hadapannya bukalah Xiao Xio Lan, melainkan Qian Chu Min yang sengaja berperan sebagai Xiao Xio Lan.


Meski terkena pengaruh bubuk pesona dan dupa pemikat namun di dalam ingatannya hanya ada nama Xiao Xio Lan.


Saat mereka melakukan hubungan terlarang Lie Jun Ho sering mengucapkan nama istrinya, hal ini membuat Chu Min sakit hati dan marah. Ia semakin bertekad untuk menjadi istri Lie jun Ho meski harus menjadi selir. Ia berencana kedepannya akan memisahkan Lie Jun Ho dan Xiao Xio Lan.


Saat tersadar dari pengaruh obat perangsang yang sangat kuat, Lie Jun Ho kaget, marah dan menyesal. Akan tetapi dia harus tetap bertanggung jawab pada Chu Min yang telah di nodai.


Akhirnya Chu Min berhasil masuk ke kediaman Jenderal muda Lie Jun Ho.


Mengetahui Lie Jun ho membawa selir dari keluarga Qian, sebagai istri sah Xiao xio lan sangat terpukul dan terpuruk. Suaminya yang telah berjanji setia telah mengkhianatinya di saat dia hamil muda, namun apalah daya dia hanya seorang wanita dari keluarga biasa.


Keinginannya tercapai berhasil memiliki Lie Jun Ho, akan tetapi Chu Min kecewa dan sakit hati. Lie Jun Ho sama sekali tidak pernah datang ke tempatnya, hari demi hari dia menunggu berharap suaminya mengunjunginya tapi hasilnya tetap sama. Bahkan saat pengantin wanita harus pulang ke rumah orang tuanya Lie Jin Ho tidak mau menemaninya dia lebih memilih menemani istri tercintanya. Kebenciannya memuncak, nafsu untuk menyingkirkan Xiao xia Lan mendarah daging. Akhirnya dengan bantuan ayahnya Chu Min berhasil membunuh Xiao Xio Lan dengan menggunakan racun secara perlahan sehingga tidak diketahui jejak kematiannya.


Rahasia ini hanya dia, ayah dan bibi Ong pelayan setianya yang mengetahuinya, karena bibi Ong lah yang memberikan racun itu ke dalam makanan Xiao xio Lan sedikit demi sedikit.


Selir Chu Min menghela napas panjang


“Haaahhh….! Sudah bertahun-tahun aku selalu menemani mu bahkan dengan kematian Xio Lan pun hatimu masih saja tidak bisa berpaling darinya. Kamu tidak pernah memberikan hatimu sedikit saja padaku, andai aku tidak menggunakan Lie Mei Fang untuk mengikatmu, mungkin kamu tidak akan mau menoleh padaku,” gumam selir Chu Min setelah mengingat kejadian di masa lalu.