
Di dalam kolam air emas, Mey Yui sendang berendam dengan posisi lotus untuk mengembalikan kondisi tubuhnya.
Setelah ia merasakan tubuhnya kembali seperti semula, ia membuka matanya kemudian keluar dari kolam tersebut untuk mencari Yuyu.
"Kakak mencariku," yuyu datang mengejutkannya.
"Copot jantungku jika kamu tiba-tiba nongol di depan wajahku", omelnya sambil mengguncang-guncangkan yuyu.
"Ampun,kak! jangan goncangin yuyu! Pusing, kak" ucapnya sambil merajuk.
"Hahaha…! Maafkan kakakmu ini, sayang!” ledeknya.
"Apa ada yang ingin kakak tanyakan padaku? Jika pertanyaan kakak tidak sulit, aku pasti akan menjawabnya,” ucap Yuyu
"Apakah bisa jika aku ingin memindahkan kolam air emas ini ke dalam dimensi?” tanya Mey Yui sambil memegang dagunya.
“Bisa, kak! Pindahkan saja ke dalam dimensi, seperti kakak memindahkan lempengan batu giok,” jawab Yuyu.
“Mantap! aku bisa kaya raya air emas, air surgawi. Jika aku membuat pil dan elixir dan kemudian aku akan menjualnya di rumah lelang,” pikirnya dalam hati.
“Nanti akan aku pindahkan setelah kak Ming Se sadar dan menyuruh berendam di air emas ini,” kata Mey Yui.
“Aku ingin melihat kondisi kak Ming Se, racunnya hilang namun datian dan meridiannya rusak parah. Saat sadar kak Ming Se pasti sedih mengetahuinya, aku pasti akan menyembuhkan kak Ming Se,” ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju ruangan gua tempat Ming Se dan pengawal setianya.
Saat sampai di tempat Ming Se berbaring, Mey Yui mengecek nadinya.
"Harusnya kakak sudah sadar, kenapa belum sadar ya?" Ia memikirkan kondisi kakaknya yang belum sadar.
Tanpa disadarinya mata Ming Se perlahan terbuka perlahan dan seperti linglung.
“Aku berada di mana ini ? kenapa ada di sini? bukankah seharusnya aku ada di rumah sakit?” Batinnya.
"Ya.. Ia adalah jiwa Kenzo yang masuk ke dalam tubuh Ming Se, saat masuk ke dalam gua ia telah mati dan jiwanya tergantikan oleh jiwa Kenzo.
Ia mengamati gadis yang sedang memeriksa pria yang berbaring tak jauh darinya.
"Siapa gadis itu, kenapa aku merasa dekat dan ada ikatan batin dengan gadis itu? Apakah dia kekasih atau saudara pemilik tubuh ini. Pakaiannya seperti pakaian jaman kuno, apakah aku terdampar di jaman kuno?” batinnya.
"Bagaimana dengan papa,mama dan Kezia?" Kenzo mengingat keluarganya tanpa terasa air matanya keluar.
“Aku harus merahasiakan dan mencari tahu siapa gadis itu, jika ia kekasih atau saudaranya pemilik tubuh asli pasti akan sedih mengetahui kalo aku jiwa yang terdampar,” tekadnya dalam hati.
Kenzo yang berada di tubuh Ming Se berusaha bangun namun ia kesakitan tak sadar ia berteriak
"Aaarrhhh"
Lie Mei menengokkan kepalanya dan melangkahkan kakinya menuju ke kakaknya.
"Kakak jangan bangun dulu!" perintah Mey Yui.
Deg… deg…
“Suara itu.. Seperti suara Kezia yang kesal saat menunggu ku ketika aku sedang sakit,” batinnya.
“Hhhmm.. Maaf, kamu siapa?” tanya kenzo.
Mey Yui langsung menaikan alisnya dan melotot pada Ming se.
“Kak Ming Se setelah bangun kenapa jadi tidak ingat adiknya, jangan-jangan ia juga bukan kak Ming Se yang asli seperti aku yang terdampar di tubuh nona Mey Yui,” batinnya namun ia berusaha menepis pikiran tersebut.
"Kakak melupakanku?” Omelnya sambil berkacak pinggang dan menggembungkan kedua pipinya.
Melihat hal itu air mata Kenzo yang bersemayam di tubuh Ming Se berkaca-kaca, gaya bicara gadis bercadar di depannya mengingatkan pada adik kesayangannya.
“Aku Mey Yui adikmu yang cantik, lucu dan imut, masa kakak melupakanku,” menjawab pertanyaan Ming Se dengan gaya centil, seperti saat di jaman modern saat ia bermanja-manja dengan Kenzo.
Kenzo bengong dan tiba-tiba potongan ingatan pemilik asli bermunculan seperti film, membuat kepalanya mau meledak.
Ia memegangi kepalanya dan teriak.
"Aaaccchhhh!".
“Kak Ming Se maafkan Mey Yui yang memaksa ingatan kakak,” ucapnya panik.
“Mungkin kepala kak Ming Se terluka saat bertempur sehingga tidak mengingat apapun,” batinnya.
“Kepalaku sakit sekali, maafkan aku tidak bisa mengingatmu,” kata Kenzo merasa bersalah pada adik pemilik tubuh asli.
“Kak Ming Se kalo tanya satu per satu, jangan semua di borong semua. Ini bukan big sale.. Ups..” Mey Yui tersadar langsung menutup mulutnya, kelepasan menggunakan bahasa inggris.
Deg.. Deg..
Kenzo terkejut dengar samar ucapan Mey Yui mengucapkan kata "Big sale? kamu mengatakan big sale?” tanya Kenzo.
“Kak Ming Se salah dengar apa itu big sale?” Mey Yui mengelak dan menirukan kata big sale dengan kata yang di salah-salahkan.
Kenzo hanya manggut-manggut, “aku belum tuli tadi aku mendengar Mey Yui mengucapkan kata big sale, biarkan saja jika dia mengelak. Mungkin belum saatnya kita saling jujur” batinnya..
“Aku sudah terbiasa menggunakan cadar jadi lupa di depan kakak masih memakai cadar,” ucapnya kemudian perlahan ia membuka cadarnya.
Deg.. Deg..
"Wajahnya…"
Mata Kenzo merah dan menangis,"Kezia.." Tak sadar ia memanggil nama adiknya yang di jaman modern. Air mata kenzo semakin deras ketika semua cadar terbuka dan menampilkan wajah Mey Yui.
Mey Yui mendengar Ming se memanggilnya dengan sebutan Kezia, ia tersentak kaget. Jantungnya berdetak kencang, keringat dingin keluar.
"Kak.. kamu panggil aku apa?" suara Mey Yui bergetar menahan tangisnya.
Kenzo mengusap air matanya dan menghelakan nafas panjang.
"Kamu salah dengar,” balasnya tak mau kalah.
“Kakak, aku belum tuli masih bisa mendengar perkataanmu dengan jelas! sambil mengorek-ngorek telinganya,” kesalnya tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan.
Gaya khas Kezia setiap kesal dengan Kenzo, tanpa pikir panjang Kenzo menarik tangan Kezia dan memeluknya erat. Kenzo mengelus-elus rambut di kepala Mey Yui, seperti kebiasaan Kenzo saat menenangkan Kezia jika ia sedang kesal atau sedih.
“Kenapa kak Ming se seperti kak Kenzo?” batinnya namun ia tak berani bertanya.
Begitu juga dengan Kenzo merasa Mey Yui seperti Kezia.
“Biarlah seperti ini! jika Mey Yui bukan Kezia, aku tetap akan menyayanginya seperti Kezia adik yang paling aku sayangi. Aku akan menjaga dan melindungi Mey Yui sebagai ucapan terima kasih kepada pemilik tubuh asli ini, yang telah memberikan berbaik hati memberikan tubuhnya padaku,” pikirnya dalam hati.
"Hmmm, kak! Lepasin pelukan kakak,” ucapnya sambil berusaha melepas tangan Ming Se
"Maafkan kakak!" ucap Kenzo
"Sebenarnya apa yang telah terjadi,kak?" tanyanya pada Ming Se.
"Ceritakan padaku,kak! Jangan kau tutupi, berbagilah dengan adikmu ini. Aku sangat terkejut saat menemukan kakak di dalam gua,” kata Mey Yui sambil menggandeng tangan Ming Se dan mengajaknya duduk.
Ming se menurut saat digandeng oleh Mey Yui, ia merasakan seperti moment-moment dengan Kezia yang manja sedang menggandeng tangannya.
“Sebelum kakak cerita padamu, kakak ingin bertanya padamu. Apakah kamu yang mengobati kakak dan dia?”tanyanya sambil menunjukkan tangan ke arah A sen.
“Ya,kak! Aku yang mengeluarkan racun pada tubuh kakak dan orang itu, tapi racun kakak dan racun orang itu berbeda,” jawab Mey Yui.
“Di dalam tubuh kakak ada tiga jenis racun yang ganas, racun pertama adalah racun kaki seribu, racun ini sama seperti orang itu yang berarti kalian terkena racun saat bertempur.”
“Racun kedua adalah racun dingin, racun ini bersarang di tubuh kakak sudah sangat lama. Namun racun tidak diberikan secara langsung, mungkin diberikan melalui makanan sedikit demi sedikit sehingga tidak terlalu kelihatan.”
“Racun dingin ini bereaksi di saat malam hari dan sangat menyiksa, seluruh tubuh kakak akan merasakan dingin hingga ke tulang-tulang kakak. Pasti tiap malam kakak menggunakan tenaga dalam untuk menahan hawa dingin itu.”
“Sedangkan Racun ketiga ini yang paling ganas, racun ini bereaksi pada saat malam bulan purnama.
Tubuh kakak akan merasakan terbakar dan kakak seperti kehilangan akal sehat, karena sangat panas di dalam tubuh mengakibatkan hilangnya kesadaran kakak dan menjadi liar seperti monster yang akan membunuh siapapun yang ada di dekat kakak,” Mey Yui menjelaskan secara terperinci sehingga membuat Ming Se terkejut.
“Siapa yang begitu tega meracuni pemilik tubuh ini,” batin Kenzo.
“Jahat sekali orang yang meracuniku, aku akan mencari tahu siapa orangnya dan membunuhnya,” geramnya sambil mengepalkan tangannya.
“Saat ini racun yang ada di tubuh kakak sudah bersih, namun datian dan meridian kakak rusak.
Kakak bagaikan orang cacat yang tidak bisa berkultivasi,” kata Mey Yui sambil mengusap-usap punggung Ming Se memberikan dukungan.
Kenzo yang masih bingung dengan situasi ini, ia masih belum paham dengan kondisi tubuhnya.
“Apa yang harus aku lakukan, bahkan aku tidak ingat di mana rumah kita, siapa nama ayah dan ibu kita,” ucap Ming Se sambil memandang Mey Yui.
Mendengar hal itu Lie Mei sangat bersimpati, ia pernah merasakan di posisi Ming Se. Yang membedakan adalah ia jiwa dari zaman modern yang menggantikan jiwa pemilik tubuh asli kalo Ming Se amnesia.
Padahal sebenarnya mereka kakak adik di jaman modern, namun mereka masih belum mengetahuinya.