
Setelah Mey Yui menyelesaikan semua pil dan racun yang ia buat, ia keluar dari ruang laboratorium setelah berpamitan dengan Ting tong.
“Ting tong, aku akan keluar dari ruang laboratorium ini. Apakah kamu akan ikut bersamaku?” tanya Mei Yui
“Aku di sini saja! Jika kamu mau keluar silakan,” jawab Ting tong
“Baikalah aku akan keluar,” ucap Mey Yui dan kemudian meninggalkan ruang laboratorium.
Mey Yui meninggalkan ruang laboratorium kemudian ia mencari keberadaan Yuan yang telah ia tinggalkan bersama dengan Xio-xio dan Mao-mao.
Dari kejauhan Yuan melihat Mey Yui berjalan mendekatinya, Yuan langsung menghampiri Mey Yui dan memeluknya
“Sayang, kamu sudah menyelesaikan pil penawar?” tanya Yuan basa basi, ia senang Mey Yui sudah menyelesaikan pil penawar racun.
Mey Yui tersenyum kepada Yuan yang terlihat sangat antusias saat melihat kedatangannya.
“Aku sudah menyelesaikan pil penawar racun dan aku akan segera mengobati naga penjaga,” ucap Mey Yui.
“Mari kita mencari naga penjaga agar kamu bisa cepat mendetok racun yang bersarang di tubuhnya,” balas Yuan.
“Kak Yuan... kenapa kamu tidak memberi nama pada naga penjaga agar memudahkan kita untuk memanggilnya?” Ucap Mey Yui
“Sebenarnya aku ingin menjadikan naga penjaga menjadi hewan kontrakku dan memberinya nama. Namun naga itu menolak karena masih terluka, dia kuatir jika sampai tidak mendapatkan penawar racunnya dia akan mati dan aku pun sebagai tuannya akan ikut mati,” jawab Yuan.
“Naga penjaga itu sangat baik terhadapmu, dia tidak mau jika tuannya mengalami nasib yang tidak baik seperti dirinya. Karena racun yang masih bersarang pada tubuhnya. Jika kakak melakukan ikatan kontrak dengannya kakak akan merasakan kesakitan juga seperti yang dia rasakan,” balas Mey Yui.
“Kamu benar sayang, dia tidak mau aku ikut merasakan apa yang dia rasakan. Jika dia sembuh, dia baru mau menjalin ikatan kontrak denganku,” ungkap Yuan.
“Baik sekali dia! Ayo kak kita cari naga itu agar bisa segera mengobatinya,” ucap Mey Yui.
Mereka berdua melangkahkan kaki ke kolam surgawi diikuti kedua hewan kontrak Mey Yui.
Sesampainya di kolam surgawi tampak Yuyu yang sedang berada di tepi kolam sedangkan naga penjaga terlihat melingkar di dalam air kolam surgawi.
“Yuyu... bagaimana keadaan naga penjaga? Tanya Mey Yui kepada Yuyu.
“Kak Mey Yui, keadaannya kurang bagus. Air surgawi belum bisa mengeluarkan semua racun yang bersarang pada tubuhnya,” jawab Yuyu.
“Baiklah, aku akan menyuruh kak Yuan untuk membangunkan naga penjaga yang sedang meditasi,” jawab Mey Yui
Mey Yui menoleh kepada Yuan dan mengisyaratkan padanya agar membangunkan naga penjaga dari meditasinya.
Yuan segera membangunkan naga dengan mengirim suara melalui tenaga dalamnya.
Perlahan naga penjaga membuka matanya dan meluncur keluar dari air kolam surgawi menuju kedua manusia yang ada di tepi kolam.
“Kalian sudah datang?” tanya naga penjaga sedikit lemah.
“Ya.. aku sudah menyelesaikan pembuatan pil penawar racun untukmu. Aku akan segera mengobatimu,” ucap Mey Yui.
“Baiklah!” jawab naga penjaga.
“Aku akan memberikan pil penawar racun padamu setelah itu aku akan melakukan akupuntur,” Mey Yui menjelaskan pada naga penjaga.
“Lakukan saja!” jawab naga penjaga
“Makanlah pil penawar racun ini,” ucap Mey Yui sambil memberikan pil penawar racun ke mulut naga.
Naga penjaga langsung membuka mulutnya dan menelan pil penawar racun tersebut.
“Bersiaplah! Aku akan memasukkan jarum akupuntur pada tubuhmu. Kamu akan merasakan sakit yang sangat kuat,” jelas Mey Yui kepada naga penjaga.
“Lakukanlah, aku akan menahan semua rasa sakitnya,” balas naga penjaga.
Mey Yui mengeluarkan jarum peraknya dan mulai menancapkan ribuan jarum pada tubuh naga tersebut dengan menggunakan tenaga dalamnya dan setelah menancap semua ia menyalurkan energi tenaga dalamnya.
Selang beberapa waktu Mey Yui mulai menarik semua jarum yang menancap di tubuh naga penjaga.
Jarum-jarum di keluarkan secara bersamaan oleh Mey Yui dengan tenaga dalamnya. Ribuan jarum melesat keluar dari tubuh naga penjaga.
“Goooaarrrr....!” Auman naga penjaga yang kesakitan terdengar sangat kencang.
Suara tersebut mengandung tenaga dalam yang sangat besar. Jika makhluk yang tidak memiliki kekuatan yang tinggi pasti akan terlempar jauh dan berakhir dengan kematian.
Melihat hal tersebut Yuan segera membersihkan darah hitam tersebut dengan sekali hempasan tenaga dalamnya.
“Buuuummm!
Suara dentuman terdengar akibat robohnya naga penjaga setelah mengeluarkan darah hitam bercampur racun.
“Semua racun sudah berhasil di detok, beruntung naga sudah berendam di air surgawi. Sebelumnya kerusakan di organ vitalnya sudah mengalami kerusakan. Dengan bantuan air kolam surgawi yang memperbaiki kerusakan organ vitalnya meski belum sempurna membaik, hal itu sangat membantu naga,” ucap Mey Yui.
“Setelah dia siuman bawa kembali ke air kolam surgawi dan kolam air emas. Agar dia bisa memperbaiki dan memulihkan kultivasinya,” ucap Mey Yui lagi.
“Biarkan naga dijaga oleh hewan kontrakmu. Mari kita mencari makan, aku sudah sangat lapar, sayang” ucap Yuan
“Mari kita keluar dari ruang dimensiku,” ucap Mey Yui.
“Baiklah, mari kita keluar dan mencari makan di resto yang mempunyai menu makanan yang lezat,” jawab Yuan.
Dalam sekejap mereka menghilang dari pandangan makhluk yang ada di ruang dimensi.
“Kenapa ibu tidak berpamitan pada kita, kak Mao-mao?” tanya Xio-xio yang merasa diabaikan oleh ibunya.
“Mungkin ibu ada keperluan mendesak hingga tidak sempat berpamitan,” jelas Mao-mao menenangkan rubah kecil.
“Sejak ayah kembali! Ibu melupakan kita, kak. Ibu tidak sayang lagi dengan kita.” Hikz..hikz.. tangis Xio-xio meledak.
“Xio-xio jangan menangis, diam.. diam.. jika urusan ibu sudah selesai pasti akan kembali. Ibu masih akan mengecek keadaan naga itu,” Mao-mao kebingungan menenangkan Xio-xio yang menangis.
“Aku mau ibu, kak.” Ucap Xio-xio.
“Kita tunggu ibumu, jangan menangis. Nanti jika ibumu tahu kamu menangis, dia akan sedih dan kecewa. Apakah kamu melupakan nasihat ibumu?” ucap Mao-mao
“Maafkan Xio-xio, kak. Xio-xio mengingat nasihat ibu, agar Xio-xio tidak nakal dan menurut dengan kak Mao-mao,” jawab Xio-xio.
“Anak pintar, ayo kita membantu kak Yuyu menjaga naga itu” ucap Mao-mao.
Xio-xio hanya mengangguk dan mengibas-ngibaskan ekornya.
Sementara Yuan dan Mey Yui yang telah berada di dalam kamar penginapan, mereka bersiap untuk mencari makan.
“Sayang, kamu ingin makan di penginapan atau mencari makan di luar penginapan?” tanya Yuan sambil membenarkan cadar Mey Yui yang sedikit berantakan.
Meskipun Yuan belum melihat seluruh wajah Mey Yui namun ia tidak ambil pusing. Ia merasa lebih baik jika Mey Yui menggunakan cadarnya. Karena ia tak rela wajah calon kekasihnya di nikmati pria lain.
“Kita cari makan di luar saja, kak. Aku ingin jalan-jalan melihat keramaian di ibukota,” jawab Mey Yui.
“Baiklah sayang, aku akan menuruti keinginanmu,” balas Yuan.
Mereka keluar kamar sambil bergandengan tangan dan menuruni anak tangga. Sesampainya di lantai dasar mereka di sambut oleh pelayan penginapan.
“Selamat siang, tuan dan nona! Apakah tuan akan makan siang di resto penginapan?” Tanya pelayan dengan sopan.
“Kami akan makan di luar kebetulan istriku ingin melihat keramain ibukota,” jawab Yuan.
Wajah Mey Yui merah menahan malu, mendengar Yuan menyebutnya dengan istri kepada pelayan.
“Baiklah tuan dan nyonya, selamat menikmati keindahan dan keramaian ibukota” ucap pelayan sambil membungkukkan kepalanya.
Yuan menggandeng tangan Mey Yui meninggalkan pelayan tersebut.
Pelayan A dan pelayan B saling berpandangan kemudian mereka membuka mulut mulai menghibah.
“Mereka pasangan yang sangat serasi, meski wajah mereka di tutup dengan topeng dan cadar. Aku yakin di balik wajah mereka pasti tampan dan cantik,” ucap pelayan A.
“Kamu memang benar, aku juga merasa mereka sangat tampan dan cantik,” balas pelayan B.
“Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita, nanti bos akan marah jika mengetahui kita sedang mengobrol,” ucap pelayan A mengajak temannya kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
Yuan dan Mey Yui berjalan menyusuri jalan besar untuk mencari restoran yang akan mereka datangi. Mereka berjalan sambil bergandengan, Yuan tidak melepaskan tangan Mey Yui sedetikpun.
Banyak orang melihat kemesraan mereka berdua. Tak luput dari para gadis yang iri dengan Mey Yui, karena Yuan nampak menyayanginya.
Namun mereka cuek dan tetap berjalan dengan santai sambil mengobrol. Mereka tak peduli dengan tatapan mata yang melihat mereka, selama tidak mereka.