Kezia Story

Kezia Story
BAB 69



Mey Yui tidak memedulikan apa pendapat orang padanya, ia sangat senang proses pembatalan pertunangannya lancar tidak perlu membuat drama yang aneh-aneh.


“Ayah janganlah marah, ini jauh lebih baik daripada harus menghadapi drama pembatalan pertunangan dengan heboh,” bisikan Mey Yui kepada ayahnya.


Jun Ho membenarkan ucapan putrinya, namun ia merasa kasihan terhadap putrinya yang harus dipermalukan oleh Yi Bo.


“Sialan kau Yi Bo! Bahkan kau tidak ada apa-apanya dengan calon menantuku,” geramnya.


“Ayah memang benar kak Yuan yang terbaik untukku,” balas Mey Yui menenangkan ayahnya.


Jun Ho mengangguk dan mengelus kepala putrinya.


“Sekarang kita melihat pertunjukan dari para gadis yang sudah pada mulai menunjukkan bakatnya,” Ucap Mey Yui.


Jun Ho tidak menjawab hanya mengangguk.


Tanpa mereka sadari dari awal drama yang dilakukan oleh putra mahkota hingga interaksi antara Mey Yui dan ayahnya tidak lepas dari penglihatan pria tampan yang mengatasinya.


“Benar-benar gadis yang menarik, bodoh sekali putra mahkota melepas berlian sepertinya. Pasti banyak yang dia sembunyikan,” gumam pria tersebut dan kemudian mengalihkan perhatiannya ke pertunjukan bakat.


Para gadis sedang menampilkan bakat mereka satu per satu. Pertunjukan menari, menyanyi, memainkan alat musik, mereka tampilkan.


Wei Lan akan menampilkan tariannya, dengan sombong ia menaiki panggung. Ia memerintahkan para pemain musik untuk memulai memainkan musik. Wei Lan mulai menari dengan gaya yang sedikit erotis.


Mata semua pria memandang dengan tahapan seperti ingin memakannya. Para gadis dan terutama para wanita tua mulai membicarakannya.


Musik telah berhenti, Wei Lan telah menyelesaikan tariannya. Ia turun dari panggung, kemudian di susulan dengan penampilan Mey Fang.


Mey Fang akan menampilkan permainan kecapi. Namun sebelum naik ke panggung ia menghampiri Mey Yui, kemudian memberi hormat kepada kaisar dan permaisuri.


“Hormat hamba kepada baginda kaisar Tang dan permaisuri. Hamba adalah Mey Fang putri ke dua Jenderal Lie Jun Ho akan menampilkan bakat hamba bermain kecapi, namun hamba ingin kakak hamba juga menampilkan bakatnya,” Ucap Mey Fang.


Jun Ho sangat geram melihat tingkah Mey Fang yang ingin memperlakukan Mey Yui. Namun Mey Yui menggelengkan kepalanya saat mereka bertahap mata.


“Bagus... bagus... Yui’er akan menampilkan bakatnya!” Ucap kaisar senang karena ia sangat menyayangi Mey Yui sejak kecil.


Semua orang menunggu apa yang akan di tampilkan oleh Mey Yui. Karena mereka semua tahu jika Mey Yui adalah putri yang tidak berguna dan tak mempunyai bakat apa pun.


“Apa yang akan kamu tampilkan, Yui’er?” tanya kaisar Tang.


“Hamba akan mencoba memainkan guzheng, baginda!” jawab Mey Yui.


“Bagus... bagus... setelah adikku memainkan kecapi, kau mainkan guzheng untuk menghiburku!” Ucap kaisar sambil tertawa senang.


Sebelum naik ke panggung Mey Fang tersenyum meledak kepada Mey Yui. Dia senang karena sebentar lagi Mey Yui akan menjadi bahan tertawaan semua orang.


Dengan percaya diri Mey Fang naik ke panggung dan memainkan kecapi dengan dan indah. Sementara Mey Yui tak terpengaruh sedikit pun dengan cueknya ia mengobrol dengan ayahnya.


Jun Ho sangat kuatir dengan Mey Yui, sudah lama putrinya tidak memainkan guzheng. Sejak istrinya meninggal, putrinya merusak guzheng nya.


“Ayah tenang saja, jangan mengawatirkan Yui’er,” Ucap Mey Yui pelan.


Jun Ho mengangguk dan menepuk bahu putrinya dengan pelan.


“Mey Yui... jika kau memainkan guzheng tidak akan menarik jika ada yang menari. Permainan guzheng yang kamu mainkan akan lebih indah jika aku dan Mey Fang menari,” teriak Wei Lan dengan lantang.


Semua orang mendengar teriakan Wei Lan yang ingin menari dengan diiringi permainan guzheng yang akan di mainkan oleh Mey Yui.


Semua bersorak senang, terutama para pria yang merasa acara akan lebih menarik jika dua gadis cantik menari bersama, jarang-jarang mereka mendapat hiburan seperti ini.


Mey Yui dengan santai menjawab,” siapa takut? Lakukan lah sesuka hatimu!”


Kemudian Mey Yui mendatangi para pemain musik dan membisikkan sesuatu kepada ketua pemain musik. Lalu ia menuju ke tengah panggung dan mulai memainkan guzheng. Ia memainkan lagu Mang Zhong dari jaman modern.


Suara alunan dari guzheng yang di mainkan oleh Mey Yui dan diiringi oleh pemain musik dari istana membius seluruh orang yang ada di sana.


Lagu yang sangat indah dan bersemangat, kaisar pun sangat senang mendengar petikan guzheng yang di mainkan oleh Mey Yui. Bahkan tanpa sadar Wei Lan dan Mey Fang sangat bersemangat menari.


Musik yang di mainkan oleh Mey Yui sangatlah berbeda. Tanpa dasar semua orang ikut menggoyangkan badannya. Yang tua-tua tanpa sadar memgangguk-anggukan kepalanya.


“Sialan kenapa jadi seperti ini, semua orang memuji Mey Yui. Tak bisa di biarkan, aku harus membuatnya malu. Aku akan membuka cadarnya, agar semua orang tahu betapa menjijikkan wajahnya!” Batin Mey Fang.


Alunan musik guzheng Mey Yui telah selesai. Orang-orang masih terbius bengong. Tak lama mereka semua bertepuk tangan bahkan kaisar dan permaisuri berdiri sambil bertepuk tangan.


“Bagus... bagus...!” Teriak kasar Tang senang.


Ketiga gadis membungkuk memberi hormat dan mereka akan kembali menuruni tangga. Baru saja Mey Yui akan membalikkan badannya. Tiba-tiba Mey Fang menarik cadangan dan tertawa dengan kencang.


“Lihatlah wajah asli Mey Yui yang cacat dan menjijikkan,” ucapnya tanpa melihat wajah Mey Yui setelah menarik cadar Mey Yui.


Semua mata terpesona memandang wajah Mey Yui yang sangat cantik. Para gadis pada iri melihat kecantikan wajah Mey Yui. Seorang pria berteriak kepada Mey Fang.


Mey Yui sangat terkejut dengan kelakuan adik tirinya. Ia sangat kesal karena semua orang yang ada di sana melihat wajah aslinya.


“Jika wajah yang seperti itu kau anggap cacat dan menjijikkan, bagaimana dengan wajahmu dan wajah para gadis lain?” teriak nya.


Putra mahkota sangat terpesona melihat kecantikan mantan tunangannya. Ia menyesal telah membatalkan pertunangannya. Jika ia mengetahui wajah cantik Mey Yui, ia tak akan membatalkan pertunangannya.


Mey Fang terkejut dengan ucapan pria tersebut.


“Dia memang menjiji...!” Mey Fang menoleh dan menghentikan ucapannya saat melihat wajah Mey Yui.


Wajahnya merah menahan malu dan marah. Niatnya membuat Mey Yui malu namun semua menjadi terbalik. Dirinya lah yang malu karena wajah Mey Yui sudah sembuh dan sangat cantik.


“Sialan kenapa wajahnya jadi sangat cantik?” batin Mey Fang.


Jun Ho yang dari tadi geram dan menahan emosi, ia sudah tidak dapat menahan lagi. Ia melesat naik ke panggung dan menampar Mey Fang.


“Anak kurang ajar! Di mana sopan santunmu!” bentak Jun Ho.


Kemudian Jun Ho membantu Mey Yui menggunakan cadarnya dan menuntun Mey Yui menuruni panggung.


Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa memberi Like dan komentar.