Kezia Story

Kezia Story
BAB 14



Lie Mey Yui keluar rumah, ia melihat bayangan hitam melesat ke arah kediaman selir Chu Min. Ia mengikuti orang tersebut melesat dengan menggunakan qigong. Sampailah di atap kamar selir Chu Min, perlahan dia membuka genting atap kamar selir Chu Min untuk mendengar percakapan mereka.


“Mengapa kamu datang kemari, sangat berbahaya jika di ketahui oleh para penjaga!” terdengar suara selir Chu Min marah pada orang itu.


“Saya diberi perintah oleh tuan besar, beliau menginginkan nyonya membunuh tuan muda Lie Ming Se. Karena markas yang ada di hutan sunyi dekat perbatasan telah di ketahui oleh tuan muda Lie Ming Se.


“Mengapa tiba-tiba ayah menyuruhku untuk membunuh Ming se? Bukankah lebih mudah ayah memerintahkan pembunuh bayaran.” ucap Selir Chu Min.


“Menurut informasi dari mata-mata kita, tuan muda Lie Ming Se akan kembali untuk melapor kepada kaisar Tang. Kami telah berhasil menggagalkan surat rahasia yang akan dikirim ke istana, jawab pria itu.


“Tuan muda Lie Ming Se saat ini melakukan perjalanan dan di perkirakan satu mingguan akan sampai di pintu gerbang ibukota. Tuan besar sudah mengatur pembunuh bayaran untuk menghadangnya saat memasuki area hutan kematian.


Untuk mengantisipasi kegagalan rencana pertama, tuan besar sudah menyiapkan rencana kedua. Di saat tuan muda Lie Ming Se terluka, nyonya harus membunuhnya dengan menggunakan racun yang sudah disiapkan.”


“Tuan besar juga sudah menyiapkan jebakan untuk pangeran Tang Yi Bo agar segera menikah dengan nona kedua. Saat waktunya sudah tepat tuan besar akan memberitahu,” lapor pria itu


"Sialan! mengapa ayah melibatkan aku untuk membunuh Ming Se. Terlalu berbahaya jika dia mati di kediaman, suamiku akan marah besar dan mencurigai aku,” umpat selir Chu Ming.


“Jika nona tidak mau melakukan perintah tuan besar, maka tuan besar akan membunuh tuan Bo Xin Yan,” balas pria tersebut


"Brengsek! Kenapa tua bangka itu mengancamku dengan menggunakan Xin Yan,” maki selir Chu Min


Lie Mei yang mendengar itu langsung dahinya berkerut.


“Siapa Bo Xin yan? kenapa selir Chu Ming marah dan ketakutan, bikin orang penasaran saja. Setelah selesai berlatih aku akan mencari tahu,” kata Lie Mei dalam hati.


Setelah merasa cukup mendengar pembicaraan mereka berdua. Ia melesat pergi sebelum ketahuan.


“Siapa itu! teriak selir Chu Min saat Lie Mei melesat pergi, ia merasakan ada seseorang yang mencuri dengar pembicaraan mereka.


“Pergi cari orang itu dan bunuh dia! jangan sampai pembicaraan kita bocor keluar,” perintah selir Chu Min


Pria itu melesat keluar dan mencari keberadaan Lie Mei, namun tidak ada tanda-tanda ada orang di sekitar rumah. Ia pun kembali untuk melapor kepada selir Chu Min.


"Maaf nyonya, saya tidak menemukan siapa-siapa. Jika ada orang yang mencuri dengar pembicaraan kita, saya pasti merasakan kehadirannya,” katanya sambil menundukan kepalanya dan pamit untuk kembali.


Sementara Lie Mei yang sudah meninggalkan kediaman selir Chu Ming melesat menuju hutan bambu yang letaknya agak jauh dari kediamannya. Meski sedikit jauh ia tetap menuju ke sana untuk berlatih.


Sesampainya di hutan bambu, Mey Yui mencari tempat untuk berlatih. Ia menyusuri hutan bambu dan tak terasa ia sudah masuk ke dalam hutan tersebut.


Dari atas pohon ia melihat sebuah gua, ia melompat turun ke tanah dan masuk ke dalam gua.


Mey Yui masuk ke dalam gua dan merasakan sesuatu yang menariknya untuk masuk lebih dalam lagi.


“Ada apa ini, kenapa seperti ada magnet yang menarikku untuk masuk ke dalam lagi. Semoga tidak terjadi apa-apa, kok ngeri-ngeri sedap, ya!” katanya dalam hati.


Semakin masuk ke dalam ia merasakan energi yang sangat kuat.


"Apa ini? Emas berbentuk seperti bulat telur, ia mendekati emas tersebut dan meraba emas tersebut. Saat jari tangannya menyentuh batu tersebut, tiba-tiba batu tersebut bergetar kemudian melayang mengitari kepalanya.


"Eh.. Copot jantungku, kaget", teriaknya saat merasakan getaran tersebut.


"Selamat datang, tuan,"ucap batu emas tersebut.


“Kamu batu ajaib yang bisa bicara dan melayang,” serunya.


“Saya bukan batu emas tuan, saya adalah telur phoenix,” jawab telur itu.


“Benar tuan, saya adalah Phoenix binatang spiritual tingkat abadi,” jawabnya


“Aku tidak percaya, mana mungkin phoenix yang agung kenapa jadi telur emas? kamu pasti berbohong padaku,” goda Mey Yui.


“Saat ini saya masih berupa telur karena ada sesuatu hal,” sanggah telur emas tidak mau kalah.


“Ya sudah sekarang apa mau kamu, jangan bawel bikin sakit kepala,” kata Mey Yui


“Saya ingin tuan menjadikan saya sebagai hewan kontrak tuan, dan memberikan nama pada saya,” kata telur phoenix.


"Kalau aku tidak mau bagaimana? saat ini kamu bukan phoenix tapi telur emas gendut. Bagaimana kalo aku jual di rumah lelang pasti dapat uang banyak dan bisa membuatku jadi kaya?” goda Mey Yui.


" Jangan jual aku, tuan! banyak kulitivator yang mencariku hanya ingin menjadikanku hewan kontraknya,” jawab si telur.


“Beruntung tuan telah saya pilih menjadi master saya, kenapa justru akan menjual saya?” gerutunya sambil menggosok-gosokan kulitnya ke pipi Lie Mei.


"Hahaha…! kamu lucu sekali jika merajuk, imut jadi pengen cubit tapi bagaimana mau cubit kamu,” kata Lie Mei sambil mengelus-elus telur.


“Baiklah aku setuju menjadikan dirimu sebagai hewan kontrakku, asalkan kamu harus kuat jika kamu lemah,maka kamu akan aku masukan ke air panas lalu kucabuti bulu-bulumu dan kubakar untuk makan malamku,” godanya.


“Jangan lakukan itu! Telur phoenix sangat panik.


“Saya sangat kuat, tuan! tunggulah saatnya akan tiba, sekarang teteskan darah tuan ke cangkang telur,”ucap telur phoenix


Mey Yui menusuk jari tangannya dengan jepit lalu meneteskan darahnya dan muncul sinar kuning keemasan melesat ke dahinya.


"Mulai sekarang nama kamu Yuyu! dan jangan panggil aku, tuan! kamu bisa panggil Mei Yui atau kakak,” kata Mei Yui.


“Terima kasih, kak Mei” jawab yuyu


“Kak Mei, mari kita masuk ke dalam. Akan aku tunjukan sebuah kolam air emas surgawi yang bisa membantu memperbaiki datian yang rusak atau tersegel dan membantu meningkatkan level kultivasi kakak,” ucap Yuyu


Yuyu terbang masuk lebih dalam lagi di dalam gua untuk menunjukan arah letak kolam air emas surgawi, Mey Yui mengikuti dari belakang.


"Indah sekali airnya, berkilau jika terkena sinar!" kagum melihat keindahan kolam tersebut.


“Berendam lah ke dalam kolam dengan posisi lotus,kak” perintah Yuyu


"Sebelumnya perlu kakak ketahui! setelah melakukan meditasi, kakak akan merasakan sakit dan kak Mey Yui harus menahan rasa sakit yang sangat kuat itu. Jika kakak bisa menahannya maka kakak bisa naik ke ranah langit bahkan bisa lebih tinggi lagi, semua bergantung pada usaha kakak sendiri. Aku sarankan sebelum masuk ke dalam kolam, akan lebih baik jika kakak makan pil pemurnian jiwa dan minum air surgawi yang ada di dimensi,” Yuyu memberikan informasi kepada Mey Yui.


Mey Yui terkejut karena yuyu mengetahui jika ia memiliki dimensi ruang dan waktu.


"Yuyu, kamu tahu jika aku memiliki ruang dimensi?” serunya


“Aku mengetahui apapun tentang kakak,” jawabnya.


“Oke.. kamu menang!” kata Mey Yui.


“Silahkan masuk ke kolam dan berendam, aku menjagamu di sini,” yuyu menyuruh Mey Yui untuk meditasi di kolam.


" Baiklah!" Lalu ia mengambil dan menelan pil pemurnian jiwa dan air surgawi aku akan berendam ke dalam kolam.


Tanpa menunggu lama Mey Yui masuk ke kolam untuk berkultivasi.