
Mey Yui memandangi wajah Yuan dari dekat, entah kenapa perasaanku begitu nyaman dengannya. Ada perasaan asing yang dia sendiri tidak mengetahui, ia selalu menepis dan berusaha mengabaikan. Namun di saat ia mengabaikan perasaannya, semakin perasaan itu selalu terngiang-ngiang tak mau hilang.
Tanpa sadar tangannya bergerak ingin membelai wajah Yuan, akal sehatnya dan tangannya serasa tak mau bekerja sama.
“Stop..! Jangan belai wajahnya, jika kak Yuan terbangun dan mendapati wajahnya di belai gadis yang baru dikenal, apa yang akan dipikirkan olehnya? Kak Yuan pasti menganggapku gadis yang tak baik,” gumam Mey Yui sambil memegang dan menahan tangan kanannya.
Sementara Yuan yang sudah bangun mendengar ucapan Mey Yui merasa senang dan tak berani membuka matanya. Ia takut Mey Yui akan malu, dalam pikirannya ia gemas dengan tingkah Mey Yui.
Saat Mey Yui akan beranjak dari duduknya Yuan membuka matanya dan meraih pinggang Mey Yui dan menyentakan untuk menahan Mey Yui.
Mey Yui yang terkejut dan tidak ada persiapan ia terjatuh di pangkuan Yuan dan memeluk pinggang Mey Yui, merekapun saling tatapan mata.
Deg…
“Aduh.. kenapa jadi seperti ini? Jangan-jangan kak Yuan tahu kalo aku memandangi wajahnya dan ingin membelai wajahnya.. Aku malu… Mana topeng… Rasanya segera kabur dengan menggunakan topeng dan menyembunyikan wajah ke dalam ember,” ucapnya dalam hati dengan wajah merah menahan malu
“Suatu kebahagian bagiku saat aku membuka mataku, aku mendapatkan pemandangan yang sangat luar biasa dari seorang gadis cantik yang mencuri hatiku. Jika boleh meminta bisakah setiap hari jika aku bangun dari tidurku orang pertama yang aku lihat adalah dirimu, hmm!” ucap Yuang dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
Mendengar ucapan Yuan, Mey Yui wajah merah seperti kepiting rebus. Ia sangat malu.
“Maaf, kak. Aku tidak bermaksud apa-apa.. aku..aku…hanya kuatir dengan kak Yuan yang tertidur di kursi,” ucap Mey Yui malu.
“Kamu mengkhawatirkan aku?” tanya Yuan sambil tersenyum.
Mey Yui jadi salah tingkah dengan ucapan Yuan, dan terbata-bata berbicara.
“Aku.. aku.. Oh ya, kak, ayo kita segera mengobati naga penjaga. Aku mengkhawatirkan naga itu,” ucap Mey Yui mengalihkan pembicaraan.
Yuan tersenyum, ia gemas melihat Mey Yui salah tingkah dan berusaha kabur dari pertanyaannya.
“Hmm…. Apakah kamu sengaja menghindari pertanyaanku? Apakah begitu sulit menjawab pertanyaanku, sehingga kamu sengaja menghindar?” tanya Yuan, ia tak mau melepaskan Mey Yui dengan mudah.
Mey Yui berusaha melepaskan tangan Yuan yang melingkar di pinggangnya agar ia bisa berdiri dan kabur.
“Maaf, kak.. lepasin tangan kakak dulu, baru aku jawab” ucap Mey Yui
“Aku tidak akan melepas pelukanku, karena aku tahu jika aku melepaskan pelukanku kamu akan kabur,” balas Yuan yang sengaja tidak mau melepaskan pelukannya, ia sangat senang menggoda Mey Yui.
“Kak Yuan… aku tidak akan kabur.. hanya saja aku tidak nyaman duduk di pangkuanmu,” balas amey yui yang tak mau kalah.
“Kamu harus membiasakan diri duduk di pangkuanku, karena nanti kamu akan sering duduk di pangkuanku bahwa di pelukanku, “ balas Yuan sambil tersenyum ia sangat senang melihat wajah merah Mey Yui yang sangat malu.
“Kenapa harus seperti itu, kak? Tidak baik bagi seorang gadis yang belum menikah duduk di pangkuan dan di pelukan seorang pria yang bukan suaminya,” ucap Mey Yui menahan malu, ia tidak bisa berpikir untuk melawan ucapan Yuan. Padahal ia sangat jago berdebat dan paling jago bermain kata, ia merasa bodoh di depan Yuan.
“Apakah ini bisa aku artikan sebagai kode?” jawab Yuan senang
“Mak.. sud..kak Yuan kode apa? aku tidak mengerti maksud kak Yuan?” uca’ Yuan.
Mey Yui tidak sadar dengan ucapannya sendiri yang akan membuat dirinya terjebak dengan ucapannya.
“OMG, bodoh sekali diriku dimana otak jenius yang aku miliki? Bisa-bisanya aku terjebak dengan ucapanku sendiri,” ucapnya dalam hati.
“Maksud aku tidak seperti itu kak! Jika di lihat orang hal ini tidak bagus! Seorang pria dan wanita tanpa ikatan berada di dalam kamar dalam posisi aku duduk di pangkuan kakak, “ balas Mey Yui.
Yuan tersenyum, dalam hatinya berkata,” kamu kena lagi, sayang! Semakin kamu menghindari , aku semakin tak akan melepaskanmu. Ucapanmu akan berbalik menyerangmu kembali.”
Dengan berlagak polos Yuan membalikan ucapan Mey Yui.
“Jadi maksud kamu jika ada ikatan tidak masalah jika kita di kamar berdua dengan posisi ini bahkan lebih?” balas Yuan sambil tersenyum dan memainkan rambut Mey Yui.
“kak… sudahlah aku nyerah… jangan godain aku.” ucap Mey Yui.
“Apakah kamu tidak merasakan sesuatu terhadap diriku? sehingga kamu harus menghindari pertanyaanku?” ucap Yuan.
“Kadal buntung ini ngulangi lagi pertanyaan, bolak balik di ulang-ulang. Kapan aku bisa kabur kalo gini caranya? Kak Yuan ternyata pandai merayu dan membuat gadis tak berkutik. Apakah dia sering melakukannya pada setiap gadis yang baru ditemui? Eh… kenapa aku cemburu? pikirnya dalam hati”.
“Apa yang kak Yuan katakan aku tidak mengerti. Ayo kita jemput naga penjaga dan membawanya ke ruang dimensi ku,’’ ucap Mey Yui.
Yuan tersenyum dan gemas dengan Mey Yui.
“ Baiklah.. ! Aku tidak akan mengganggumu lagi tapi aku akan selalu memperjuangkan perasaanku padamu. Entah sejak kapan aku merasakan perasaan yang selalu ingin dekat denganmu.”
“Saat kamu tersenyum aku merasakan bahagia hanya dengan melihat senyumanmu. Senyummu membuatku melupakan segala kesedihan dan permasalahan yang terjadi padaku”
“Senyummu adalah penawar racun bagiku, racun rindu yang sangat ganas, tidak ada yang bisa membuat penawarnya dan hanya kau satu-satunya penawar racun rindu yang paling ampuh.”
“Apakah kamu mau menjadi penawar racun ganas pada diriku, yang bukan hanya penawar racun rindu. Tapi segala racun yang ada pada diriku, agar aku bisa bertahan hidup maka jadilah penawar racun untuk ku seumur hidupmu agar aku bisa tetap hidup,” ucap Yuan dengan tatapan mata penuh kasih sayang.
“Keren.. ternyata aku bisa mengeluarkan kalimat manis juga. Maafkan aku..! aku tak tau mengapa di hadapan Mey Yui aku tidak bisa menahan perasaanku. Aku yang selama ini sangat menjaga hatiku untukmu.. entah mengapa pertahanan diriku bisa jebol dengan gadis bernama Mey Yui.”
“ Semakin aku menghindar… semakin aku sulit dan tersiksa,”ucap Yuan dalam hati.
“Kak Yuan jangan seperti ini! Apakah kakak sudah terbiasa merayu seorang gadis? Jika kakak hanya ingin bermain-main jangan pernah kakak lakukan padaku. Jangan memberikan kata-kata manis untukku,” ucap Mey Yui.
“Asal kamu tahu! Kamu satu-satunya gadis yang menerima segala perilaku dan kasih sayang dariku.,” jawab Yuan.
“Deg…
Wajah Mey Yui sangat malu mendengar ucapan Yuan menyembunyikan wajahnya di dada Yuan.
“Aku tidak tidak memaksamu untuk menjawabnya aku akan dengan sabar menunggumu, karena aku tahu ini terlalu cepat bagimu. Namun jangan kamu halangi aku untuk mendekatimu, setelah kakakmu datang aku akan minta izin padanya. Aku akan minta ijin untuk mendapatkan hatimu, uca’ Yuan.
Mey Yui tak bisa berkata-kata, mulutnya terasa terkunci tidak bisa mengeluarkan kata- kata. Ia hanya menganggukkan kepalanya.
Melihat Mey Yui memberikan respon baik, Yuan langsung memeluk Mey Yui bahagia.