
Semua orang melihat ke arah Mey Yui dan pria tampan tersebut. Mereka berbisik-bisik membicarakan mengenai pria tersebut dan Mey Yui.
“Aku heran denganmu adikku tersayang! Kau selalu sibuk mengurus urusanku saja, apakah kamu tidak lelah?”
“Bukankah lebih baik kau urusan dirimu sendiri! Jika kau mempermasalahkan dan menyayangkan mengenai perjodohanku dengan putra mahkota yang menurutmu aku tidak pantas. Kenapa kamu tidak memprotes baginda kaisar Tang.”
“Janganlah kau mencari alasan dengan mencari-cari kesalahanku untuk membuktikan bahwa aku tidak pantas. Kemudian kau mengambil keuntungan dariku. Hal itu tak perlu kamu repot-repot memutar otak licikmu. Langsung saja kamu protes dan bilang jika kamu lebih pantas dariku untuk menjadi tunjangan putra mahkota,” Ucap Mey Yui dengan santai.
Semua orang yang mendengarkan membenarkan apa yang dikatakan oleh Mey Yui. Tapi siapa yang berani memprotes keputusan dari kaisar. Itu namanya bunuh diri jika memprotes keputusan dari kaisar.
“Kau...! Dasar pelacur! Beraninya kau memfitnah aku di hadapan banyak orang,” teriak Mey Fang yang sangat malu tangannya mencengkeram pakaiannya menahan emosi.
“Aku memfitnah? Lalu apa tujuan kamu selalu mencari-cari kesalahanku dan selalu mengatakan jika aku tidak pantas untuk putra mahkota?” tanya Mey Yui.
Mey Fang mati kutu gak bisa menjawab pertanyaan balik dari Mey Yui. Jika dia mengatakan sama saja membenarkan ucapan Mey Yui jika dia menyukai putra mahkota dan ingin menggantikannya. Ia sangat malu sekali banyak para gadis yang berbisik-bisik.
“Kurang ajar kau! Semua orang akan mengetahui keburukan, kau sering keluar secara diam-diam untuk menggoda banyak pria,” maki Mey Fang tak mau kalah.
“Benar! Kau pelacur murahan yang selalu menggoda pria di luar. Aku pernah bertemu denganmu bersama pria,” teriak Wei Lan dari kejauhan berjalan menghampiri Mey Fang, sambil menunjuk ke arah Mey Yui.
“Benar...! Aku juga pernah melihatnya bersama pria tampan bertopeng,” teriak Bao Su Li berjalan dengan gaya bagaikan gadis seksi.
Seorang pria tampan dengan menggunakan jubah kebesaran berwarna hitam dan bersulam emas mengerutkan dahinya dan mengepalkan tangannya menahan marah dan malu. Dia adalah Tang Yi Bo putra mahkota
“Sialan gara-gara gadis cacat dan jelek itu membuatku di permalukan! Aku akan memohon kepada ayahanda untuk membatalkan pertunangan ini. Sungguh memalukan,” batin Tang Yi Bo dan kemudian meninggalkan tempat itu.
Sementara Mey Yui bertepuk tangan dan tertawa saat ketiga gadis bersatu menyerang dirinya dengan kata-kata.
“Wah.. ini kumpulan pemain opera pada berkumpul membuat persekutuan,” batin Mey Yui.
“Adikku...! kau sangat hebat sekali memiliki antek-antek yang setia padamu. Bahkan tujuan mereka sama semua. Kau sungguh luar biasa.”
“Nona Wei Lan yang bertemu denganku saat aku menyelamatkan seorang anak kecil yang akan ditabrak oleh kereta kudanya! Bukannya minta maaf tapi justru menyombongkan diri sebagai putri seorang menteri keuangan kerajaan Tang. Semua orang yang melihat kejadian itu menyaksikan bagaimana angkuhnya nona!”
“Di mana aku bertemu dan menggoda seorang pria? Apakah orang-orang yang menyaksikan kejadian itu kau anggap aku menggoda mereka?” Ucap Mey Yui dengan santai.
“Kau nona Bau Su Li yang cantik, bukankah saat itu kamu mencoba merayu teman kak Ming Se yang secara tak sengaja bertemu di sebuah kedai? Bukannya kamu juga menyukai putra mahkota sama seperti mereka berdua? Jadi sekarang kalian bertiga bersama untuk membuktikan jika aku tidak layak menjadi tunangan putra mahkota?”
“Kalian sebaiknya segera melakukan protes pada baginda kaisar, ayo aku antar,” Ucap Mey Yui dengan cuek mengabaikan semua orang.
Ketiga gadis tersebut dibuat malu oleh Mey Yui. Perasaan mereka bertiga tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Sementara pria tampan yang sedari tadi hanya memperhatikan cara Mey Yui menghadapi ketiga gadis yang memfitnah dirinya, hanya tersenyum.
“Mey Yui sangat menarik dan cerdas, ia bisa menghadapi lawan hanya dengan ucapan bisa membalikkan keadaan,” batin pria tampan itu.
“Acara pertunjukan bakat dimulai....! Para gadis yang akan menampilkan bakat silakan berkumpul!” teriak seorang kasim terdengar sangat keras.
Mendengar pemberitahuan dari kasim, para gadis beramai- ramai menuju tempat yang telah di tentukan.
Mereka semua meninggalkan tempat di mana Mey Yui dan ketiga gadis berdebat.
“Nona Mey Yui apakah kamu tidak ingin ke sana juga,” tanya pria tampan tersebut.
“Aku malas, lebih baik aku mencari tempat yang lebih tenang!” balas Mey Yui.
Sejenak Mey Yui berpikir dan kemudian memutuskan untuk melihat pertunjukan bakat dari para gadis putri pejabat maupun bangsawan.
Akhirnya Mey Yui ikutan mendatangi tempat itu. Nampak kaisar Tang duduk di singgasana di temani oleh permaisurinya dan para selir Agung.
Para pejabat istana, para bangsawan dan para tamu undangan dari kerajaan tetangga telah berkumpul untuk menyaksikan bakat dari para gadis.
Tiba-tiba Tang Yi Bo memberi hormat dan bersimpuh kepada ayahandanya. Dia sudah bertekad untuk memohon peradaban ayandanya untuk membatalkan pertunangannya dengan Mey Yui.
“Salam hormat hamba, ayahanda! Hamba mohon sesuatu kepada ayahanda, agar mengabulkan permohonan Hamba,” Ucap Tang Yi Bo.
“Katakanlah jika aku bisa mengabulkan keinginan pasti akan aku kabulkan!” balas kaisar Tang
“Hamba ingin membatalkan pertunangan hamba dengan putri Jenderal perang Lie Jun Ho. Hamba tidak mencintai Lie Mey Yui, Hamba mohon ayahanda mengabulkan permohonan hamba,” Ucap Tang Yi Bo.
Semua yang menghadiri acara tersebut seketika diam, tak ada yang mengeluarkan suara.
Wajah kaisar merah menahan marah, putra mahkotanya dengan bodohnya memintanya untuk membatalkan pertunangannya.
“Apa yang kau lakukan putra mahkota!” bentuk kaisar Tang. Apakah kau tahu apa yang kau katakan!” bentuk kaisar Tang.
“Hamba mengerti, ayahanda! Hamba sudah memikirkan sejak lama, Mey Yui tidak bisa berkultivasi dan buruk rupa. Bagaimana mungkin dia akan mendampingi hamba? Sebagai calon putri mahkota haruslah memiliki kekuatan yang bisa membantu dan melindungi diri sendiri jika suatu saat ada kejadian yang tidak diinginkan,” jawab Yi Bo.
Kaisar sangat geram, di satu sisi ia membenarkan alasan dari putra mahkota namun di sisi lain bagaimana dia menjelaskan kepada sahabatnya. Kaisar harus memikirkan nama baik Mey Yui, jika pertunangan ini batal maka Mey Yui akan sulit mendapatkan jodoh.
Mey Yui menghampiri ayahnya yang nampak menahan emosi. Ia mengedipkan matanya mengode ayahnya untuk tenang. Ia maju menghadap kaisar dan memberi hormat.
“Hormat hamba kepada baginda kaisar Tang! Mohon maaf sebelumnya, hamba sangat setuju dengan putra mahkota untuk membatalkan pertunangan kami. Mohon kabulkan permohonan putra mahkota, baginda!” Ucap Mey Yui sambil membungkukkan badan memberikan hormat.
Kaisar menaikkan alisnya mendengar permohonan Mey Yui.
“Apakah kamu sadar dengan ucapanmu! Jika pertunangan kalian dibatalkan, orang yang akan dirugikan adalah kamu! Kau akan kesulitan mendapatkan jodoh!” jelas kaisar Tang sambil menggelengkan kepadanya.
“Hamba sadar dan akan menerima apa pun akibatnya. Hamba tidak akan menyesali keputusan hamba. Sebagai permintaan saya, jangan menjodohkan hamba dengan siapa pun. Hamba akan memilih calon suami hamba sendiri,” balas Mey Yui.
Putra mahkota yang berada di sampingnya mengerutkan dahinya. Ia merasa aneh terhadap Mey Yui yang dengan mudah menyetujui pembatalan pertunangan mereka.
Kaisar Tang menghela napas panjangnya dan beranjak dari singgasananya untuk menghampiri Mey Yui. Ia sangat menyesal telah membuat anak dari sahabatnya diperlakukan seperti ini oleh putranya. Ia pernah mencintai ibunda Mey Yui saat ia masih menjadi putra mahkota. Namun Xio Lan mencintai sahabatnya, dan ia pun menyerah.
“Bangkitlah, nak!” Ucap kaisar Tang membantu Mey Yui berdiri dan menepuk-nepuk bahu Mey Yui dengan pelan.
“Baiklah....! Aku menyetujui keinginan putra mahkota. Mulai saat ini Pertunangan antara putra mahkota Tang Yi Bo dan Lie Mey Yui telah dibatalkan. Dan tidak ada yang bisa memaksa Mey Yui untuk menikahi siapa pun. Mey Yui berhak memilih calon suaminya sendiri!” perintah kaisar Tang.
“Untuk putra mahkota sekarang kau sudah bebas dari pertunangan kalian. Jangan pernah menyesal dan minta kembali bertunangan dengan Mey Yui kembali!” tegas kaisar Tang kepada putranya.
“Hamba tidak akan pernah menyesal dan tidak akan ingin kembali bertunangan dengan Mey Yui,” jawab Yi Bo dengan percaya diri dan sombong.
“Baiklah... sekarang kita lanjutkan acara penampilan bakat dari para gadis!” Ucap kaisar dengan keras.
Semua yang menghadiri acara tersebut berbisik-bisik setelah mendengar keputusan kaisar Tang. Ada yang bersimpati dengan nasib Mey Yui dan ada juga yang senang dengan batalnya pertunangan tersebut. Hal tersebut merupakan peluang untuk anak gadisnya
Terima kasih sudah mampir membaca, jangan lupa memberikan like dan komentar