
Pintu dibuka, mereka berdua masuk ke dalam ruangan tersebut. Kezia melihat ke seluruh ruangan, banyak sekali bahan tanaman untuk pembuatan obat dan ia melihat sebuah tungku berwarna hitam dan kotor. Ia melangkahkan kakinya ke arah tungku tersebut dan mengusapnya.
Tiba-tiba tungku tersebut melesat dan berputar ke atas di depannya.
“Tungku sialan! bikin jantungku copot”, teriak Kezia marah karena terkejut.
"Tuan, kamu membangunkan aku dari tidur panjangku, apakah ada yang bisa saya bantu?" kata tungku hitam.
" Eh..! kamu bisa bicara? Keren banget seperti lampu jin aladin saja, digosok langsung muncul jinnya”. Hahaha…, ia berkata dan terkekeh.
“Apa maksud tuan, saya adalah tungku surgawi bukan lampu jin”, balas tungku hitam tidak terima dibilang lampu ajaib.
“Masa tungku ajaib kok hitam seperti arang, seperti gak pernah dicuci saja”, balasnya tak mau kalah.
“Saya memang tungku surgawi, warna saya hitam karena tuan belum melakukan kontrak denganku. Teteskan darah tuan ke badan tungku sebagai tanda kontrak denganku”, jawab tungku hitam.
"Ok, siapa takut!. Sini turun dan mendekat padaku”, Kezia melambaikan tangannya menyuruh tungku mendekat agar mudah untuk meneteskan darahnya.
Tungku hitam mendekat dan Kezia pun segera menusuk jarinya dengan jepit dan meneteskan darahnya ke tungku hitam..
Wuuusss!
Angin menerpa sangat kencang, tungku pun berputar dengan cepat. Diiringi asap putih mengepul, asap menghilang muncullah sinar kuning keemasan yang sangat menyilaukan mata dan menyinari tungku tersebut.
Perlahan tungku berubah menjadi keemasan dan bersinar terang.
"Woow luar biasa…"
Kezia kegirangan melihat apa yang terjadi pada tungku tersebut, setelah meneteskan darahnya dan terikat kontrak.
“Tuan, saya sudah berubah tampilan dan silahkan memberikan saya nama”. Tungku surgawi minta kepada Kezia untuk memberikan nama padanya.
“Masa iya.. Tungku minta di kasi nama?. Lalu dikasih nama apa,coba?" batinnya.
Baiklah mulai sekarang kamu, aku beri nama Ting Tong. Agar memudahkan aku mengingatmu dan nama itu sangat lucu”, katanya kepada tungku surgawi.
“Terima kasih, tuan”ucap Ting tong
“Ting tong, aku ingin membuat pil pemurnian jiwa untuk menyempurnakan kultivasiku. Dengan pil itu akan membantuku mempercepat terobosan, agar aku bisa cepat keluar dari ruang dimensi ini dan mencari pengalaman di dunia luar”, kata Kezia sambil memilih bahan-bahan tanaman yang akan digunakan untuk pembuatan pil-pil dan elixir.
“Ambilah air surgawi yang ada di kolam kemudian campurkan air surgawi ke dalam ramuan. Hasilnya akan sangat bagus”, Ting tong menyarankan pada Kezia untuk mengambil air surgawi untuk menambahkan campuran pil pemurnian jiwa.
Setelah semua bahan siap termasuk air surgawi, Kezia mengeluarkan api dan mengontrolnya, kemudian mulai mengekstrak. Tak lama aroma harum menguap ke udara,
"Padatkan!"
Terdengar gemuruh di dalam tungku dan detingan pil-pil beradu. Tiba-tiba tutup tungku melesat ke udara kemudian tak lama 7 pil juga ikut melesat berputar di atas tungku.
Ia menangkap pil dengan menggunakan dalam botol giok yang sudah di siapkannya.
Percobaan pertama telah berhasil dan menghasilkan 7 butir tingkat 3 pil pemurnian jiwa, pencapaian yang luar biasa untuk tahap pemula.
Pada umumnya bagi para pemula yang melakukan percobaan pertama dalam pembuatan pil, bisa dipastikan gagal beberapa kali pembuatan pastinya akan menyia-nyiakan bahan.
Kezia loncat-loncat kegirangan karena berhasil dengan pencapaiannya.
“Ting-tong, aku berhasil membuat pil pemurnian jiwa tingkat 3. Dengan bahan dasar yang biasa tanpa menggunakan bahan tanaman yang berumur ribuan tahun. Hanya dengan menambahkan beberapa tetes air surgawi sudah menghasilkan pil tingkat 3. Apalagi aku menggunakan bahan yang berumur ribuan tahun”, kata Kezia kegirangan.
“Pembuatan pil akan lebih bagus jika tuan menggunakan api biru surgawi, tingkatan pil bisa mencapai tingkat 8, itupun tergantung dengan kemampuan tuan”, jawab Ting tong.
“Nona Mey bisa melatih semuanya secara perlahan agar mencapai tingkat yang lebih tinggi”, tiba-tiba Mao-mao ikut bicara.
“Aku bahagia mempunyai kalian berdua yang akan selalu mendampingi dan membantuku.
“Tuan, jangan bersedih kami akan selalu bersama tuan”, kata Ting Tong.
“Kalian jangan panggil aku Tuan atau nona, panggil aku kakak!”, perintahnya pada Ting tong dan Mao-mao.
“Baiklah kami akan memanggil kakak!”, Mao-mao mewakili menjawab.
“Makanlah pil itu, lalu kakak bisa mulai kultivasi lagi, tapi kali ini kakak kultivasi di lempengan batu giok dengan posisi lotus”, mao-mao menyuruh Kezia agar makan pil buatannya dan segera melakukan kultivasi untuk menaikan levelnya.
Kezia langsung mengambil pil dalam botol giok dan memakannya. Pil meleleh di mulut dan merasakan sensasi dari pil tersebut.
“Sebelum melakukan kultivasi, aku akan mencoba membuat beberapa pil, racun dan elixir”, ucapnya
Setelah beberapa saat Kezia menyelesaikan pembuatan beberapa pil, racun dan elixir.
Ia melangkah keluar dari ruang laboratorium, dengan menggendong Mao-mao diiringi oleh Ting tong yang melayang di belakangnya.
Sampailah mereka di batu giok, Mao-mao turun dari gendongan dan sementara Kezia langsung naik ke batu giok dan melakukan posisi lotus.
***
Sementara kita tinggalkan Kezia yang sedang meditasi di ruang dimensi.
Di rumah sakit tempat Kenzo dan Kezia dirawat sampai saat ini belum ada tanda-tanda sadar dari koma panjangnya.
Sementara Radit, Joseph dan ardi masih setia menjaga mereka berdua secara bergantian.
Saat ini Radit dan Ardi sedang menjaga kedua kakak adik yang sedang koma, Ardi hampir tidak pernah pulang ke rumahnya. Hanya pada saat ada jam mata kuliah yang ia ambil, baru meninggalkan rumah sakit.
Tanpa diketahui oleh Radit, Joseph dan kenzo. Ardi sebenarnya orang bawah tanah, keluarganya selain seorang pebisnis juga keluarga Mafia besar yang ditakuti di negaranya maupun luar. Ia sudah menjabat sebagai ketua Mafia sejak usia muda, saat ia masih duduk di bangku SMA.
Musibah kecelakaan yang dialami oleh keluarga Kezia sangat mencurigakan, mereka dan keluarga utama papa Kenzo berusaha menyelidiki kecelakaan itu.
Dalam keheningan di dalam kamar, terdengar suara pintu dibuka dan ternyata Joseph datang dengan membawa bungkusan makanan untuk Radit dan Ardi.
“Kalian makanlah dulu!. Biar aku yang menjaga jika ada dokter yang berkunjung”, kata joseph sambil menyerahkan bungkusan plastik kepada Radit.
Tanpa menjawab Radit menerima bungkusan tersebut dan menoel bahu Ardi untuk makan bersama. Mereka berdua makan tanpa ada suara
Setelah selesai makan mereka bertiga duduk di sofa, mereka bertiga berdiskusi mengenai hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh paman Joseph. Paman Joseph seorang detektif yang handal, banyak jaringan bawah tanah yang ia kenal.
Joseph meminta bantuan pamannya untuk melakukan penyelidikan kecelakaan yang disengaja. Sebelum datang ke rumah sakit, Joseph mengirimkan pesan pada ardi mengenai video kecelakaan yang berasal dari rekaman mobil yang milik keluarga Kenzo.
“Seph, kita sudah melihat video rekaman yang kamu kirimkan. Truk itu sengaja melaju kencang ke arah mobil Kenzo dan sengaja menabrakkan diri”, ucap Radit kepada Joseph.
“Ya, supir mati di tempat!. Truk sudah di cek ternyata, itu truk curian, pemilik truk 2 bulan yang lalu sudah melaporkannya ke kantor polisi. Plat nomornya palsu dan sopir itu adalah mantan napi yang baru keluar dari penjara 2 minggu sebelum kejadian”, balas Joseph.
"Napi kasus apa?", tanya Radit.
“Kasus perampokan dan pembunuhan”, jawab Joseph.
“Napi itu tidak mungkin kenal atau punya dendam dengan sama om Robert, bisa jadi napi ini di suruh orang yang menaruh dendam dengan om Robert. Kemungkinan orang yang menaruh dendam sama om Robert, mengetahui latar belakang kehidupan napi yang akan keluar beberapa minggu ke depan. Orang itu tidak mungkin mengunjungi napi di penjara, pasti ada perantara”, ucap ardi.
“Kemungkinan itu bisa terjadi!. Saat pamanku menyelidiki keluarga napi, mereka tidak mengetahui jika napi sudah meninggal. Mereka hanya tau jika napi dapat pekerjaan di luar negeri dan sempat memberikan sejumlah uang pada istrinya”, jelas Joseph.
“Penyelidikan tidak hanya di keluarga napi saja, tapi juga di penjara. Siapa saja yang mengunjunginya dalam penjara beberapa bulan sebelum napi dibebaskan. Hasilnya tidak di temukan hal-hal yang mencurigakan. Napi hanya dikunjungi oleh istri dan ibu napi saja”, joseph memberitahukan informasi dari pamannya.
“Kita harus mulai penyelidikan di dalam penjara, beberapa bulan sebelum napi bebas. Pasti ada yang mendekati napi, jika perantara itu dari dalam penjara akan sedikit sulit ditemukan. Karena sesama napi berinteraksi tanpa menimbulkan kecurigaan. Berbeda jika order pembunuhan di luar penjara, napi pasti mudah terdeteksi. Di dalam penjara hanya orang-orang tertentu yang bisa menelusuri”, kata Ardi sambil berpikir bagaimana bisa mendapatkan informasi dari dalam penjara. Yang pasti harus seorang napi juga.
Berbagai analisa mereka ucapkan, untuk memecahkan kasus kecelakaan keluarga Kezia.