Dear, Gavin

Dear, Gavin
Bab 109



"APA? kenapa, kenapa anda harus memecat saya? Selama ini saya sudah bekerja keras. Anda tidak bisa memecat saya begitu saja pak Raxel. Tanpa ada alasan yang jelas!"


Shina dengan berani masuk ke ruangan bos perusahaan tersebut bahkan menggebrak meja pria itu. Ia tidak peduli. Ia butuh penjelasan. Pria itu tiba-tiba menurunkan jabatannya di perusahaan dan kini malah memecatnya tanpa alasan. Siapa coba yang akan terima.


Dan kini Shinta tak peduli lagi sekalipun laki-laki dihadapannya ini adalah bos perusahaan. Sedang Raxel didepannya tampak tenang. Namun pandangannya ketika menatap balik Shinta begitu menusuk.


"Pertama, aku mengeluarkan surat perintah untuk menurunkanmu dari jabatan ketua tim dan memintamu mengundurkan diri dari kantorku. Aku yakin kau bisa membedakan bahwa memintamu mengundurkan diri berbeda dengan dipecat secara langsung." Raxel menjeda sebentar perkataannya.


"Kedua, aku tidak memerlukan perempuan licik sepertimu untuk bekerja di perusahaanku. Aku bebas menyingkirkan siapa saja yang tidak menguntungkan perusahaanku. Tentu saja salah orang itu adalah dirimu," tambahnya santai.


Rahang Shinta mengeras. Perempuan licik? Tidak menguntungkan perusahaan? Huh! Jadi pekerjaannya selama ini tidak dianggap? Sedang Yaya yang baru beberapa bulan ini bekerja malah dianggap berbeda. Jelas sekali ini diskriminasi.


"Katakan apa kesalahanku? Sebelum kau memberitahuku, aku tidak akan pernah menerima keputusanmu. Dan aku akan melapor perusahaan ini atas perlakuan diskriminasi karyawan." ujar Shinta dengan nada mengancam. Raxel tersenyum sinis. Menatap wanita itu lagi lekat-lekat.


"Kau yakin tidak tahu apa kesalahanmu? Pikirkan baik-baik kejahatan apa yang telah kau lakukan sebelum melaporkan perusahaanku. Harusnya kau bersyukur karena aku tidak memasukanmu ke dalam penjara. Kalau tidak mau berakhir seperti Lini bosmu itu, sebaiknya kau menghilang dari hadapanku sejauh mungkin." nada bicaranya datar namun sarat akan peringatan.


Shinta terdiam. Nama Lini berhasil membuatnya gugup. Raxel tahu kalau dirinya bekerja dibawah Lini? Dia gelagapan seketika. Ia sudah mendengar berita penangkapan Lini. Oh ya ampun, bagaimana bosnya ini bisa tahu kalau dirinya bekerja untuk perempuan kejam seperti Lini? Padahal hubungannya dengan wanita jahat itu sangat rahasia.


"A... Apa yang anda katakan, siapa Lini? Aku tidak kenal." ucapnya gelagapan. Raxel tersenyum remeh.


"Pak Raxel, aku mohon. Tolong jangan pecat aku. Aku janji aku akan bekerja keras untuk perusahaan ini," pintanya penuh permohonan.


"Membuatmu mengundurkan diri dari perusahaan ini adalah keputusan yang paling ringan mengingat semua tindakan kotor yang kau lakukan terhadapku dan Yaya." Raxel masih ingat seminggu yang lalu bagaimana orang-orang bergosip tentang dirinya yang menjadi pacar gelap Yaya. Dan dalang dibalik gosip palsu itu ternyata adalah Shinta.


Tapi Raxel bersyukur untuk itu. Karena berkat itu Raxel akhirnya melakukan tindakan dengan memeriksa latar belakang wanita itu dan apa yang dia lakukan akhir-akhir ini. Kalau tidak, pria itu tidak akan pernah tahu Shinta memiliki pekerjaan kotor lainnya.


"Tapi aku ..., Bagaimana aku harus menghidupi keluargaku kalau kehilangan pekerjaan ini?" Shinta sungguh-sungguh menyesali perbuatannya. Harusnya dia tidak gelap mata dan mau saja menjadi anak buah Lini.


"Namamu Shinta bukan?" ujar Raxel, Shinta mengangguk. Raxel melanjutkan.


"Begini Shinta, kau harus tahu tiap hal yang kau lakukan, baik itu hal baik atau buruk, semua ada konsekuensinya. Saat kau salah melangkah, kau harus menerima konsekuensinya." pria itu sudah memutuskan. Seseorang seperti Shinta memang tidak cocok bekerja di perusahaannya.


"Tapi..."


"Pergilah. Aku tidak akan pernah berubah pikiran dengan semua keputusanku." Raxel sudah memutuskan. Mau tak mau Shinta keluar dengan wajah tertunduk. Percuma juga ia menyesali perbuatannya saat ini, nasi sudah menjadi bubur.


Jangan lupa like, kasih komen dan vote aku ya!😇