
setelah menunggu beberapa waktu ahirnya pesanan mereka sudah terhidang di atas meja, satu persatu menikmati makanan nya dengan pesanan masing masing,
''Bella menikmati nasi goreng seafood, sepiring berdua dengan suaminya, porsinya lumayan banyak, bella tidak mampu mengabadikan nya sendirian,
''Dikota kecil seperti ini ternyata ada cafe yang masakan nya lumayan enak, dan cara menyajian nya menurut ku juga berkelas, Seperti di restoran mewah saja, ujar lio, yang memuji.rasa masakan di cafe clara, dan juga cara menyajian nya. tidak seperti cafe pada umum nya cara penyajian nya biasa saja,,
''Mungkin memiliki nya ingin pelanggan merasakan makan berasa di restoran mewah tetap harga cafe biasa, sela maria yang mendengar percakapan lio dan bella,
''Iya itu benar sepertinya seperti itu, ucap lio membenarkan ucapan maria.
''Ayah budi,, terdengar suara anak kecil yang sedang memanggil seseorang yang di duga ayah nya,
''Maria sangat mengenal suara itu,
''Clarissa, gumam maria melihat anak itu namun hanya punggung nya saja, tetapi maria sangat bisa mengenal suaranya terlebih lagi alif,
''Mami itu seperti suara dek rissa, alif juga bisa mengenal suara adik nya,
''Setelah pertemuan maria dan Clara beberapa waktu lalu. kedua sepakat mengenal kan alif dan clarissa sebagai adik kakak karna memang kebenaran nya seperti itu, maria dan Clara takut jika suatu sa'at putra putri mereka bertemu ketika dewasa dan saling jatuh cinta,
''Iya sayang tapi del rissa lagi kesana, habiskan makanan mu dulu setelah ini kita temui dek rissa, maria berkata sembari mencari keberada'an Clara, tidak mungkin Bocah itu berada di tempat ini sendiri,
'' Mbak maria kenal anak tadi tanya bella tiba tiba,
''Rissa jangan lari lari, teriak budi memanggil putri nya Clara yang sudah ia anggap seperti putrinya.
''Iya benar itu dek rissa, gumam alif lagi,
'' Iya aku kena...! ucapan maria mengantung kala seorang pria memanggil
"Tuan lio" ucap budi tak percaya bertemu dengan mantan majikan nya dulu,
"Lio yang sedang makan sontak menghentikan gerakan tangan nya lalu mendongak melihat siapa yang memanggil nya,
" Budi, gumam Bella bik rima, dan lio bersama'an,
"Nona Bella, bik rima ,budi berganti menyapa Bella dan bik rima,
"Dunia memang sempit ya, kita bertemu di sini. suara tiba tiba mengaget kan semua orang,
"Clara, ucap semua yang mengenal nya serentak,
"Hi lio" bella" apa kabar bik rima, ucap Clara ramah,
"His kami sehat, ucap lio masih dengan keterkejutan nya,
"Manah, clarissa datang menghambur memeluk kaki Clara,
"Clara mengernyit melihat, maria ada di antara rombongan mantan suaminya,
"Maria, seru Clara, tatapan nya seakan meminta penjelasan,
"Iya aku dan orang tuanya Bella, Kami ber tetangga, jelas maria.
"Oh, Clara tersenyum mendengar penjelasan maria,
"Bik rima menelisik wanita di depan nya itu, raut wajah nya tak tampak seperti dulu, riasan nya tampak natural tidak semenor dulu,
"Apa wanita ini sudah berubah, batin bik rima ternya tanya,
"Nona Clara apa anda tinggal di sini, tanya bik rima mengulik rasa penasaran nya,
"Iya bik, saya tinggal di sini, ceritanya panjang, akan tetapi saya mensukuri kehidupan saya yang sekarang, ucap Clara pelan,
"Dari nada biasanya bik rima yakin wanita di depan nya itu sudah berubah.
"Lalu, budi apa dia juga tinggal di sini, tanya bik rima lagi. Clara tersenyum dan mengaguk
"Kami membuka cafe ini bik, dan budi yang mengelola nya, ini lah penghasilan Kami sekarang, terang clara,
''Tidak mengapa ini sudah lebih dari cukup, yang penting halal, ucap bik rima,
Hidup akan jauh lebih bahagia Indah, jika mau mensukuri apa pun keada'an nya, Clara tampak mengaguk kan kepalanya, memang yang dua rasa juga Seperti itu setelah memutuskan berubah dan bertobat,
''Apa padamu sudah keluar dari penjara, tanya lio tiba tiba,
''Sudah bulan lalu, jawab clara,
''Anda tidak perlu takut papa ku juga sudah berubah, kehidupan di penjara sudah mengubah, nya, jelas Clara,
mendengar ucapan Clara, bahwa papa nya hendro sudah keluar dari penjara, sepertinya keputusan nya pindah memang tepat, maria tidak ingin bertemu kembali dengan orang orang di masa lalu nya,
''Bagus, aku ikut senang mendengar nya, pasti ada hikmah di setiap coba'an, tutur lio'
''Bella apa kamu sedang sakit, sepertinya kamu sedikit pucat, tanya Clara,
''Istriku sedang hamil anak kedua kami, karna itu tampak sedikit pucat, jelas lio
''Oh.. selamat, Bell, aku turutin senang mendengar nya, lalu di mana putra kalian, tanya Clara lagi,
''Tidak ikut mbak, di rumah sama mommy, jelas Bella,
''Kak alif, seru clarissa, datang dari dalam,,
''Dek rissa, seru alif, lio mengernyit kan kening nya.
''Ini clarissa putriku, ucap Clara dengan bangga memperkenal kan putrinya.
''Kak alif kakak ku, kata mama kita sodara, jelas clarissa,
''Maksud nya tanya bella,
''Ayah mereka sama, Bell, jelas maria.
''Benarkah, maria dan Clara mengaguk bersama'an,
''Seperti itulah sepertinya aku dan maria harus berdamai dengan masa lalu, demi mereka, jika kita tidak memberi tuanya sekarang takut nya mereka bertemu ketika dewasa dan jatuh cinta, terang Clara,
''Itu benar kalian sudah melakukan yang terbaik demi putra putri kalian, mereka masih anak anak tidak mengerti apa apa. tutur bik rima,
''Lagi maria dan Clara mengaguk bersama'an,,
''apa kamu sekarang sudah menikah dengan budi tanya bik rima,
''Tidak bik, budi sudah punya istri. budi lah yang menyadar kan ku tentang semua di masa lalu. ucap Clara pelan,
''datang lah ke rumah Clara, pintu rumah tuan muda akan selalu terbuka jangan sungkan, bukan kah begitu tuan muda, ucap bik rima,
''Iya, lio mengaguk pelan,
''Terimakasih masih mengagap ku, ada terlepas dari Semua perbuatan ku di masa lalu, aku menyesal dan minta ma'af, ucap Clara sendu,
''Kita lupakan yang sudah berlalu, mbak Clara, semua orang punya masa lalu, terlepas itu baik atau buruk, yang terpenting sekarang
ada anak anak yang memerlukan McIntosh yang baik dari orang tuanya, ucap Bella,
''Berapa semuanya. tanya lio menanyakan total pesanan nya,
''Tidak usah, biarkan saja ucap Clara menolak uang dari lio,
''Tidak bisa begitu, ini rizki jangan di tolak, ucap lio lagi.
''Saya tau. jarang jarang anda makan di tempat kecil seperti ini, jadi tidak apa apa kan, seperti yang anda bilang tadi jangan menolak rizki,
''Tidak ini jika kamu tidak Mau menerimanya berikan saja ini pada karyawan mu, ucap lio memberi kan sejumblah uang, Clara tersenyum dan mengaguk,
''Baiklah, terimakasih ucap Clara,
''Bersambung