BELLA

BELLA
dendam



lio' tesenyum simpul sebentar lagi lio' juga punya senjata. untuk membungkam mulut clara,, dan menukar video itu dengan bukti yang selalu clara pakai untuk mengancam lio''


''dengan video itu pasti dia takut, selama ini mereka juga tidak terlalu berbuat macam macam selain hanya minta uang,, selanjut nya aku bisa mendepak nya dari rumah ku,,


batin lio tersenyum puas,


lio keluar dari ruang kerjanya,, lalu masuk ke kamarnya,, dan menuju kamar mandi,, terlihat di kamar mandi sudah tersedi semua kebutuhan nya,, rupanya gadis itu sudah menyiap kan semua, tiga pukuh menit kemudian lio sudah selesai dengan ritual mandinya, seperti biasa bela sudah menyiapkan semua kebutuhan nya,, kemeja putih dan jas abu abu celana warna senada menjadi pilihan bella, setelah selesai lio segera turun kebawah untuk sarapan,,


''tuan anda ingin sarapan pakai apa ini ada nasi goreng,, ucap bella sopan,


'boleh nasi goreng sedikit saja, ucap lio' bella melayani majikan nya dengan sepenuh hati,, lio menik mati makanan nya dengan tenang,, setelas selesai lio' segera berangkat ke kantor, bella membersih kan bekas piring sarapan tuan nya,, lalu bergabung dengan teman nya yang lain menik mati sarapan di meja makan belakang,,


''bel tuan muda sudah berangkat, tanya tina,,


''sudah mbak tina,, jawab bella sambil duduk


''makan lah bel' yang banyak isi tenaga, lalu kita lanjut bertempur lagi,, ucap tina,


''iya mbak,, jawab bella singkat,


''tadi tuan muda makan nya habis bel, tanya bik inah si tukang masak,,


''habis bik, tapi tuan makan nya hanya sedikit, ucap bella lagi,,


''bik rima datang dengan senyum mengembang di bibir keriputnya,,


''lelamat pagi semua rekan seperjuangan ku,, ucap bik rima lantang,,


''wihh bik rima seperti nya punya kabar bagus, ucap ani yang memang sudah mengerti hari ini tanggal satu waktunya gajian,,


benar saja bik rima mengeluarkan amplop, dari tas yang di selipkan di ketiak nya,,


''semua menyabut gembira tak terkecuali bella, bik rima memanggil satu persatu rekan nya berdasarkan nama yang tertera diamplop coklat itu,,


''warni' bik warni maju menerima gajinya,, tika. lanjut bik tika yang maju.. tina. ani. lastri, asiah dan bik inah.. nama bella di panggil paling ahir dan bella,, kedelapan pelayan rumah itu menerima gajinya dengan suka cita,,


ini aku bayar utang ku, dan ini dan itu,, riuh nya ruang belakang dengan para pelayan yang baru saja menerima gajinya,, bella menarik tangan bik rima menkauh dari rekan nya yang lain bik rima sudah faham dengan maksud bella menarik nya. menjauh dari yang lain,,


bella me


buka amplop coklat milik nya,, dan tanpa menghitungnya terlebih dulu,,


''bik ini aku titip kasi ke ibuk, biar bisa buat kebutuhan ibuk di rumah ucap bella yang hanya menyisih kan beberapa lembar untuk dirinya sampai satu bulan kedepan,,


''iya nanti bibik sampaikan,, kamu memang anak yang baik bel,,ucap bik rima lembut, dan anak baik selalunya dapat yang terbaik,, ucap bik rima


''amiiinn..ucap bella menginkan ucapan bik rima,,


''yang terbaik apa bel, ucap bik rima sedikit menggoda bella,,


''yang terbaik semua, bik... kehidupan ku yang seperti ini juga sudah yang terbaik,, dapat rekan kerja semuanya juga yang terbaik , ucap bella


''semoga alloh kelak memberimu jodoh yang terbaik bel, ucap bik rima lagi amiiin bik,, ya sudah lanjut kerja sana,, ucap bik rima lagi,,


''tunggu bel, aku ada titipan dari nyonya besar zahra,, ucap bik rima


''titipan apa bik ucap bella bingung tidak mengerti,


''karna kamu anak yang baik, ini ada kebaikan untukmu bonus dari nyonya besar zahra ucap bik rima,,


''ini apa bik, tanya bella sambil membuka aplop dari bik rima,


''bik, apa ini benar, bibik tidak salah kan, bella mngeluarkan sejumblah uang dari dalam amplop, sebanyak satu bulan gajinya,,


''ini tambahan bel, yang lain juga pernah dapat bukan hanya kamu, ucap bik rima lagi,,


''ya, alloh terimakasih, atas kemurahan mu, ucap sukur bella kala mendapat tambahan rezki dari tuhan nya melalui nyonya besar zahra,,


'bik yang ini aku simpan boleh, aku mau beli henfon bik yang biasa aja, biar bisa beli dua, nanti aku satu sama buat caca di rumah satu,, ucap bella


''terserah kamu bel itu uangmu, selesaikan dulu pekerja'an mu, nanti siang kamu bisa keluar beli poncel baru,, ucap bik rima,,


''bel ini jas tuan muda sudah di gosok tinggal bawa ke kamarnya. jangan lupa ya bel, ini besok pagi mau di pakai katanya,, ucap bik warni yang datang tiba tiba,,


bella meletakan jas tuan nya itu di atas meja di samping tempat tidur nya, lalu bella menyimpan uangnya terlebih dulu, setelah selesai langsung keluar melupakan jas tuan nya yang masih di atas meja,,


......................


''yo'' malam ini jadi pertemuan mu dengan jimi cho, tanya kevin melihat sahabat nya ini kelelahan kevin sedikit kuatir,,


''jadi vin, kita langsung ke apartemen saja, bersiap dari sana, aku juga bisa beristirahat sebentar,, kamu sudah siap kan semuanya untuk nanti malam,, tanya lio''


''sudah,, jawab kevin singkat,, sambil melajukan mobil nya,


tak berapa lama kemudian mobil yang kevin kemudikan sudah sampai di lobi apartemen kevin,, sebelum pertemuan nanti malam dengan jimi cho, masih ada waktu intuk lio menyegarkan diri kembali setela lelah dengan aktivitasnya hari ini,,


kevin membiarkan sahabatnya itu untuk tidur sebentar,, di apartemen nya,, sambil menunggu lio terbangun kevin menghubungi orang nya untuk segera bersiap, antisipasi dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti,, semua sudah di persiapkan dengan matang, sesuai arahan dari ega, yang juga ikut mengerahkan orang orang nya, mengawasi gerak gerik anak buah jimi cho..


di lain tempat hendro dan jimi cho sedang tertawa membayangkan kemenangan yang belum tentu terjadi,,


bagai mana kamu sudah siap kan kamar nya untuk nanti malam,, tanya hendro,,


''soal itu tidak usah kuatir, aku sudah meletak kan camera di berbagai sudut,, di kamar mewah itu,


satu kali tembak dua burung akan mati,, airlangga wirayudha nantikan kehancuran mu yang sebentar lagi datang menjemput,,


jimi mengusap rangnya, rasanya rasa sakit yang dulu pernah ia dapat kan dari bogeman ega masih terasa hingga kini,,


hanya karna tangan nya menyentuh sedikit pipi mulus istrinya kala itu, bogeman ega mengakibatkan rahangnya retak dan berahir di rumah sakit beberapahari waktu itu,,


dedam kesumat,,


itulah yang jimi rasakan sa'at ini,,


''putrimu di mana hen'' persiap kan dia,, ucap jimi kepada hendro,,


''itu dia datang ucap hendro yang melihat, putrinya berjalan menhampirinya dengan pakaian minim,, memperlihatkan lekuk tubuh nya yang ramping,


membuat mata mesum jimi tidak berkedip,


clara sama sekali tidak mengetahui bahwa kamar yang akan di pakai untuk menjebak lio' nanti sudah terpasang banyak kamera,,


''hai,,pa.. sapa clara sesa'at sudah bergabung dengan papa nya dan jimi,,


''kenalkan cla ini teman papa yang papa ceritakan hari itu namanya om jimi,, ucap hendro


''hai om'' aku clara,, ucap clara sambil mengulurkan tangan nya, jimi menerima uluran tangan clara sambil mencium lembut punggung tangan clara,, clara hanya tersenyum manis,,


''nice...ucap jimi sekilas,


''hen..sebaik nya kamu tungulah di kamar mu aku sudah menyiap kan sesuatu untuk menyenangkan mu mereka pasti sudah lama menunggu. ucap jimi sedikit mengusir hendro dengan halus, hendro sudah mengerti dengan maksud jimi, kesenangan yang ia siap kan untuk nya, sudah pasti pucuk daun muda dengan pakaian minim nya,,


'sedang clara matanya memindai sahabat papa nya ini,


''ini pasti duit nya banyak, dan royal tetunya batin clara tersenyum seperti mendapat mangsa,,


''cantik.. ucap jimi sekilas,,


''terimakasih,, balas clara dengan senyum manisnya,,


''masih dua jam lagi,, pertemuan itu, masih ada waktu bagaimana kalau kita ngobrol di kamarku saja ucap jimi,, tanpa berkata lagi clara langsung mengaguk setuju,, clara dan jimi. menuju kamar jimi,, tanpa basa basi, jimi sudah menduduk kan clara di atas pahanya, sesa'at sudah sampai di kamarnya,, clara sudah sangat hafal pria macam jimi,,


sebelum pertemuan dengan lio dan rencana yang akan menjebak nya kembali, clara mencervis jimi terlebih dulu,,


''hendro luar bisa punya putri sehebat dirimu, ucap jimi sambil meremas bokong clara,, sea'at setelah olah raga panas mereka,,


'berikan rekeningmu,, ucap jimi tanpa basa basi,,


wanita muda seperti clara mau melayani pria tua seumuran papa nya, apa lagi kalau bukan karna uang,,


''ting..notic di poncel clara


senyum mengembang di bibir clara,, limaratus juta gumamnya,, ini fantastis,,


''terimakasih om'' ucap clara,


''terimakasih kembali balas jimi sambil tersenyum,,


''''


bersambung