
zahra menggeliat dari tidur nya tapi tubuhnya terasa berat, tertimpa badan kekar suaminya,, waktu sudah menujuk kan hampir jam enam pagi,, sudah terlambat untuk membuat sarapan,, anak anak pasti sebentar lagi juga turun,
''lang bangun nanti kamu bisa terlambat, ega tak bergeming malah makit mengerst kan pelukan nya,,
lang,, zahra memanggil nya sekali lagi,,
''nanti saja sayang, biarkan seperti ini dulu,, ucap ega suaranya serak,, zahra terdiam membiarkan suaminya memeluk nya seperti ini, dalam waktu yang cukup lama,, ela tiba tiba datang dan membuka pintu kamar mommy nya,,
''mom..kenapa daddy belum bangun,, ucap ela sesa'at sudah berada di kamar mommy nya,,
''apa daddy tidak kekantor, tanya ela' yang melihat daddy nya masih memeluk erat mommy nya,
''daddy kepingin libur princes, ucap ega, sambil bangun lalu masuk kekamar mandi,, zahra ikut bangun lalu duduk di samping putrinya,,
''daddy gak kekantor mom, tanya ela' lagi
''gak tau daddy mu,, ucap zahra,, sesa'at kemudian ega keluar dari kamar mandi,,
''kakak mu elo' sudah berangkat ke kantor sayang tanya ega,,
''sudah dad,, daddy tu malas malasan,, ega terkekeh mendengar ucapan putrinya,,
''daddy hanya ingin di rumah hari ini,, lagian di kantor sudah ada kakak mu, om rendi, diego' ucap ega yang sebenarnya alasan dia tidak kekantor hari ini ingin menemani putri dan istri tercintanya, sa'at kabar itu nanti datang,,
di kediaman lio''
''bik rima sedang mencari bella di lantai bawah, hari ini ada titipan dari ibunya,, namun bik rima tak kunjung menemukan bella,,
''mungkin bella sudah keatas bik dari tadi kita belum melihat nya, bersama tina, penghuni rah yang lain belum ada yang tau kejadian semalam,,
''ya..sudah aku cari saja di atas, bik rima melangkah kan kakinya menaiki anak tangga,, sesa'at sudah di atas bik rima berjalan menuju kamar tuan mudanya lio'' bik rima heran melihat tina dan kevin duduk bersandar di depan kamar lio,,
''kalian ngapain duduk disini,, ucap bik rima heran tidak seperti biasanya,, suara bik rima mengaget kan kevin dan juga tina,,
''tina'' bella di mana,, tanya bik rima,, tina mendongak menatap bik rima wajahnya sembab air matanya kembali mengalir deras begitu juga kevin pun sama semakin membuat bik rima tambah heran dan bingung,,
''ada yang mau kalian jelaskan padaku tina, nak kevin, ucap bik rima lagi namun keduanya tetap diam membisu,
''bella, ucap tina pelan..
''ada apa dengan bella tina,, cepat katakan,, ucap bik rima mulai panik sadar akan sesuatu yang tidak baik baik saja,,
'bik rima punya kunci kamar lio' tanya kevin suaranya terdengar bergetar dan pelan, tanpa menjawab bik rima langsung membuka pintu kamar lio' begitu pintu terbuka, pemandangan yang pertama bik rima lihat sobekan baju bella, dan dalaman wanita berserak di lantai,, mata bik rima perlahan melihat ke arah ranjang tampak bella, duduk meringkuk bersandar di kepala ranjang dengan selimut menutup tubuh polosnya, matanya sembab dan bengkak, bekas airmata yang mengering memenuhi pipinya, tampak lio masih tertidur, efek obat itu masih melelapkan nya,,
''bel,, bik rima memangil bella pelan suaranya hampir tidak kedengeran, bella masih terdiam tatapan matanya kosong,, bik rima mencoba menyibak sedikit selimut bella, lalu memeluk tubuh polos bella yang berbalut selimut,
''bel, panggil bik ra lagi,,
''vin angkat bella bawa dia kekamar tamu sebelah,, tina ambilkan selimut lagi untuk tuan muda, kevin membawa tubuh bella kekamar tamu di sebelah kamar. lio''
''bik rima dan tina nengekor di belakang kevin yang membawa tubuh bella,
''dengar vin tina, jangan sampai ada yang tau tentang hal ini, hanya kita bertinga, kita tunggu keputusan nyonya dan tuan besar, ucap. bik rima, sambil duduk memandangi wajah bella yang sedari tadi diam seperti mayat hidup,,
''tina ambilkan pakaian bella, di bawah ingat pesan ku,, dan sebaiknya cuci dulu wajah mu,, bik rima berusaha bersikap setenang mungkin,,
''bel.. bella.. panggil bik rima, air mata bla kembali menetes,, membasahi wajah cantik nya bik rima segera membawa bella kedalam pelukan nya,,
tangis bella pecah,,
''menangis lah bel,, tumpahkan tangis mu,, bibik di sini ada untuk mu,, ucap bik rima memberi kekuatan kepada bella sampai bella sedikit merasa tenang,
''nak kevin ada yang mau kamu jelaskan kenapa kejadian ini terjadi,, ucsp. ik ra sambil masih memeluk bella,,
kevin terlihat memejamkan matanya lalu menghembuskan nafasnya,,
''seseorang mencoba menjebak lio kembali bik, dengan mencampurkan obat perangsang kedalam minuman nya, tujuan nya agar lio meniduri seseorang,, aku berhasil membawa lio pulang dan lolos dari jebakan mereka, sa'at aku membawa lio kekamarnya aku tidak tau bella juga ada di dalam,, aku meninggal kan lio di kamarnya untuk mengambil es batu, dan segera merendam tubuh lio dengan air es tujuan nya untuk menetralisir, sedikit efek obat itu,, terang kevin,,
ya sudah vin kamu urus dulu tuan muda, biar aku urus bella di sini,, tina datang membawa pakaian bella, kevin keluar dari kamar tamu, ber papasan denga clara,,
''heh kamu wanita uler, dengar sekuat apa usahamu untuk menjebak lio' tidak akan pernah berhasi, aku tau tadi malam itu ulah papamu ucap kevin sambil mencengram leher clara, yang membuat clara sedikit meringis,,
''heh kamu cuma asisten lio adalah suamiku, apapun yang kulakukan dengan dirinya aku berhak atas diri suamiku,, ucap clara lantang,
''dasar perempuan tak tau diri, jangan mimpi kamu bisa menjadi istri lio' sepenuh nya. dengan cara yang kotor sekalipun kamu tidak akan pernah bisa, lio' tidak akan pernah sudi menyentuh mu. ini yang ada di dalam dirimu semuanya bekas orang,, ucap kevin lagi enyah lah kamu perempuan sialan,, ucap kevin sambil mendorong bahu clara,, hingga membuat clara terjengkang kebelakang,,
''clara masih tidak tau dengan siapa lio' menuntaskan hasrat nya tadi malam,,
'lio duduk di ranjangnya menatap nanar kamarnya, kamar yang biasa nya rapi, kini seperti baru terkena sunami,, dalaman wanita berserak di lantai,, lio mengusap wajah nya kasar,, kevin datsng menghampirinya,,
''vin dimana gadis itu,, tanya lio' yang memang sudah tau, di habis medodai seorang gadis tadi malam,,
''gadis itu di kamar sebelah yo,, ucap kevin pelan,,
''siapa gadis itu vin, tanya lio' lagi
''apa kamu tidak tau siapa yang tadi malam kamu nodai yo'' lio terdiam mengingat kejadian semalam
''apa gadis itu bella yo' pelayan di rumah ini karna hanya dia yang ku beri ixin masuk kekamar ku yang ku ingat dia muncul dari ruang ganti pakaian, dan aku sudah tidak bisa mengontrol diriku,, ucap lio lagi,,
''bersihkan dirimu dulu, ucap kevin, lio berjalan menuju kar mandi,, dengan membawa serta selimut nya,, mata kevin mengkap noda darah di seprei putih di atas ranjang lio, noda darah yang belum sepenuh nya mengering bercampur dengan susu kental manis milik lio''
''ya tuhan lio benar benar menodai seorang gadis ting ting gumam kevin pelan,,
sedang lio di kamar mandi,, melihat tubuh nya di pantulan cermin banyak nya luka bekas cakaran, di punggung bahu dan lengan, bahkan di lehernya kulit nya yang putih bersih itu membuat luka cakaran itu semakin jelas terlihat,,
lio menunduk melihat juniornya ada noda darah memenuhi kulit juniornya, bahkan noda darah itu terlihat kental dan sedikit mengeras di ujung pangkal juniornya,,
''ma'af kan aku dia pasti kesakitan semalam gumam lio'' lalu menyiram tubuh nya di bawah guyuran shower,,
hampir satu jam lamanya lio' di kamar mandi,, lalu keluar dan memakai pakaian nya,,
''vin panggil lio' kevin yang duduk membelakangi noda darah itu, berdiri sontak mata lio menatap nanar noda itu,,
''vin di mana bella aku ingin bicara,, ucap lio' pandangan nya tak teralih dari noda itu,,
kevin berdiri membawa lio' ke kamar tamu sebelah,,
terlihat bella masih meringkuk, di temani bik rima,
''den lio' ucsp bik rima sontak bella memejkan matanya tak ingin melihat tuan nya itu''
''bisa tinggal kan kami sebentar bik, ucap lio pelan matanya menatap sendu wajah bella,, bik rima berdiri dan keluar dari kamar itu dan kevin yang madij berdiri di depan pintu,,
''lio duduk di lantai dengan bertumpu kedua lutut nya,
''bel,, panggil nya pelan, aku minta ma'af, semua di luar kendaliku, aku dalam pengaruh obat, seseor ucap lio' menggantung kala bella menyelanya,,
''pergilah tuan aku ingin sendiri,, kata ma'af tuan tidak akan pernah mengembalikan milik ku yang hilang terenggut oleh tuan,, ucapan bella mampu me
buat lio' tidak bisa berkata lagi,,
''aku tau bel, aku salah, kamu juga harus tau itu semua diluar kendaliku,, aku akan bertanggung jawab atasmu, apa yang telah ku renggut aku akan mengembalikan kehormatan mu, sebagai istriku,, ucap lio lalu pergi meninggal kan bella,,
''bik tolong jaga bella untuk ku aku akan bicarakan ini sama daddy dan mommy,, ucap lio lalu meninggalkan bik rima yang berdiri di depan kamar tamu,,
''vin kamu beristirahat lah, aku pergi sendiri kerumah utama, dan satulagi bik rima, biarkan kamarku seperti itu jangan di bersih kan, ucap lio lali meninggalkan kevin dan bik rima,,
''nak kevin istirahat lah, di kamar ini, ucap bik rima sambil membuka kunci pintu kamar tamu satunya lagi untuk kevin istirahat,,
''terimakasih bik aku memang sudah sanngat lelah,, ucap kevin,
bersambung