
Setelah dari sekolah tadi perasa'an lio tidak tenang ada sesuatu yang aneh mengganghu pikiran nya,,
mata bilan anak kecil itu mengingat kan lio pada mata bella, mata bulat nan teduh,, sedang gadis yang mengaku bibik dari bocah itu wajah nya juga tak asing bagi lio, mirip sekali dengan bella, ingin sekali tadi lio bertanya, tapi, mengingat situasinya tidak memungkin kan,
''Ada apa yo, tanya kevin yang menyadari gelagat aneh sahabat nya itu, lio melitik sekilas kevin di samping nya
''Tidak apa apa, aku hanya...! aneh saja bocah sebesar itu tidak memiliki nama. ucap lio sedikit heran,
''Oh anak tadi, ucap menanggapi santai ucapan lio''
''Apa anak ku juga seperti itu vin, bella tidak memberinya nama. bocah tadi juga mengatakan menunggu ayah nya, tapi sayang ucapan nya terpotong lantaran tangan bibi nya menutup mulut bocah itu. ucap lio lagi,
''Matanya bulat vin, persis seperti mata nya bella. dan bibik bocah itu juga mirip sekali dengan bella, apa jangan jangan itu adik nya bella vin, ucap lio tiba tiba, kevin mengkerut kan keningnya,
''Apa kamu tidak pernah bertemu dengan adik nya bella yo' tanya kevin,
''Pernah cuma sekali, itu pun aku tidak memperhatikan nya, ucap lio
''Aku yakin dengan kedua orang tua bella, kamu pasti juga tidak akan mengenalinya jika bertemu di jalan, pantesan bella kabur, ucap kevin,
''Sialan..! kamu tau sendiri kan, aku baru mau mendekatinya bella sudah kabur duluan, lagian ini sudah empat tahun aku mana bisa mengenali keluarga nya lagi,, ucap lio''
''Kamu harus selidiki anak itu dan bibi nya vin, filing ku sedari tadi sudah tidak enak, ucap lio lagi,
''Kenapa harus aku, kenapa kamu gak selidiki sendiri, seru kevin,
''Ya kan kamu bisa menyuruh orang vin, tidak harus kamu juga yang turun tangan, ucap lio sedikit ketus, kalau orang itu bukan adik nya bella bagai mana, tanya kevin
'' ya tidak apa apa, tidak salah kan kita menyelidikinya.
''tapi kamu sudah mengganggu privasi orang yo',,,!
''Terus kalau dia adik nya bella, itu artinya bocah itu anak ku vin, teriak lio, membuat kevin menutup sebelah telinganya,
''Pelan pelan, kenapa sih aku masih bisa dengar, grutu kevin sambil mengusap telinganya,,
''Bagai mana kalau bocah itu beneran anak ku vin, ucap lio pelan
''Kalau beneran anak mu itu akan menjadi kado terindah di hari ulang taun nya yo''..! lio menatap kevin lekat,
''Kamu benar vin, filing ku tidak pernah salah, hanya untuk memastikan kita harus menyelidikinya, lanjut lio'',
mereka sudah sampai di tempat yang mereka tuju, yaitu sebuah resort yang belum selesai pembangunan nya tepat di desa bella,
'Selamat datang pak kevin, pak lio ucap menejer resort itu menyambut kedatangan kevin dan lio,
''Lio dan kevin langsung berkeliling,
''Yang belum selesai sebelah sini pak, dan ini pak lukman meminta di buat kan pondok pondok tempat berteduh mengingat di sebelah sana ada sungai, yang rencana nya akan di pakai untuk bermain arum jeram, terang menejer itu,
''Lio sudah faham dan mengerti maksud nya, akses jalan menuju sungai taman dan juga cafe tentunya. semua sudah ada di otak lio,,
'Tempat ini sangat indah vin, hamparan sawah padang rumput sungai menjadi satu di tempat ini, lio memandang takjup tempat itu,,
'tak terasa hari sudah sore matahari mulai condong kebarat, segrombolan anak anak masih asik bermain layang layang,, lio berjalan menghampiri mereka
'Kamu pernah bermain layang layang vin tanya lio pada asisten nya itu,
''Dulu, jawab kevin cepat,
''Aku tidak pernah sekalipun masa kecil ku habis untuk belajar dan belajar, terang lio sambil tersenyum tipis,
''Kak alif punya adek gak bisa terbang, lio mengerak kan ekor matanya dan melihat bocah yang tadi di jumpai di sekolah.
''Boleh om yang terbangin layang layang nya ucap lio menawar kan diri, namun bocah yang menyebut dirinya abang atau adek itu berdiam diri tidak menjawab,
''kak alif, pangil abang pada alif mengingat kata kata bibik nya caca untuk tidak bicara sama orang asing,
''Sini dek, teriak alif masih fokus dengan layang layang nya,,
''Adek sini sama om,,! om yang terbangin layang layang nya ya, ucap lio lembut,
''Anda siapa, tanya sasa yang tidak mengenali lio'
''Ma'af nona saya hanya kebetulan saja di tempat ini. saya lihat bocah ini tidak bisa menerbangkan layang layang nya, ucap lio jujur,
''Biarkan saja sebentar lagi bibik nya juga datang, ucap sasa ramah.
''Adek sini sama tante, ucap sasa
''Alif' adek' capek gak seru maria yang baru saja datang,
''Maria sedikit mengerut kan keningnya melihat sosok lio berada di tempat itu,
''Bukan kah anda tuan wirayudha, tanya maria sedikit ragu,
''Iya betul, apa anda mengenal saya nona. tanya lio yang tidak mengenali maria, tepat nya sudah lupa.
''Saya maria, saya yang memberikan anda barang bukti sebuah video waktu itu. apa anda mengingat nya, ucap maria
''Oh.. iya..! ma'af jika saya lupa, rupanya anda di sini, tanya lio..
''Ya saya tinggal disini semenjak hari itu sudah hampir lima tahun yang lalu, terang maria,
''Apa anda mengenal anak ini nona, tanya lio menanyakan bocah yang dalam gandengan tangan sasa,
''Itu anak tetangga saya, ucap maria ramah,
''Kenapa orang tuanya tidak menyemat kan nama pada anak itu,
''Apa perduli anda tentang nama keponakan saya,,! karna saya merasa itu bukan urusan anda, dan kenapa anda mengikuti kami sampai kesini tuan wirayuda, ucap caca sedikit marah,
''Jangan salah faham nona saya kesini karna memang ada pekerja'an, bukan mengikuti anda, ucap lio jujur,
''Caca terdiam, lalu meraih tangan keponakan nya dan ingin membawanya pulang,
''kalau begitu kerjakan pekerja'an anda bukan, jangan kepo tentang keponakan saya,
''Saya tidak kepo nona, hanya aneh kenapa anak sebesar ini, tidak di beri nama. ucap lio lagi,
''Sudah saya bilang ini bukan urusan anda, ucap caca ketus,
''cacaaa...! bawa abang pulang cha, teriakan bella membuat lio mematung suara yang selama ini lio rindukan, hari ini menggema di telinga lio,
''Bella,, ucap lio sepontan, membuat maria mengerut kan kening nya,
''Tunggu tuan, caca menghentikan langkah kaki lio yang ingin menghampiri bella, dari kejauha samar terlihat, namun suara nya sangat jelas di telinga lio itu adalah bella,
''Anda mau kemana, pergilah tuan ini bukan tempat anda, jauhi kakak saya dia sudah cukup menderita selama ini, itu karna ulah anda ucap caca lantang, lio menatap lekat manik mata caca, sedang maria semakin bungung mendengar ucapan caca'
''Kakak,,,! bella kakak mu, jadi dia putraku.. ucap lio pelan tubuh kekar nya lemas serasa tak bertulang lio lio terduduk lemas bertumpu dengan kedua lutut nya air mata nya mengalir begitu saja tangan nya mencoba meraih tangan kecil di samping caca,,
gengss sekian terimakah
bersambung