
Tiada kata yang bisa menggambarkan hati yang sedang terluka, tiada kata yang bisa menggambarkan hati yang sedang merindu, rasa sesak itu bercampur menjadi satu,
''Bella duduk di batu besar di tepi sungai, angin yang berhembus menerpa wajah cantiknya, menerbangkan rambut pendek sebahunya,
''Wahai angin mampukah kamu menghantarkan rasa ini padanya, air mata bella menetes tanpa di pinta, di genggam nya erat saputangan yang sedikit bisa mengobat rasa yang terpendam dalam hati yang terdalam,
''Mbak bella, suara caca menyadarkan bella dari lamunan nya,
''Mbak bella nangis, tanya caca sambil duduk di samping kakak nya itu,
''Tidak..! bohong bella,
''Mbak gak usah bohong, caca sudah sering lihat mbak bella nangis bahkan di malam hari hampir setiap malam, apa mbak bella pikir aku tidak tau, jika tidak bisa jauh kembali saja, sama tuan dan besar kan anak mbak bella bersama tuan bersama, tidak ada yang salah kan kalian berdua suami istri, ucap caca enteng,
''Tidak semudah itu cha, apa kamu tidak lihat, siapa tuan siapa mbak mu ini, perbeda'an itu sangat jauh cha, sangat tidak mungkin biarkan seperti ini lama lama pasti akan hilang dengan sendirinya,
''Ya kalau seperti itu sekarang tersenyum lah mbak, lihat ini aku dapat ikan, ucap caca menujuk kan dua ekor ikan hasil tangkpan nya,
''Dari mana kamu dapat ikan ini cha, tanya bella penasaran,
''Tu lihat banyak anak kecil di sana, tadi aku pinjam pancing, mereka juga sedang cari belut sawah, ucap caca.
''Pantesan lihat kakimu berlumpur cuci dulu sana, ucap bella menyuruh adik nya mencuci kakinya yang penuh lumpur, caca bergegas mencuci kakinya di sungai yang jernih,
''Air nya seger mbak rasa nya seperti pengen mandi, seru caca.
''Cepetan cha' keburu sore, Jawab bella,
''Iya,, caca segera mencuci kakinya yang penuh lumpur, setelah selesai caca dan bella bergegas pulang dengan berjalan kaki karna jarak sungai dan rumah mereka cukup dekat,,
'Sepanjang berjanlan kaki tak sedikit warga desa yang menyapa adik kakak itu, termasuk para pemuda desa yang terkesima dengan kecantikan caca dan bella, warga desa yang baru pindah dua bulan lalu,, caca dan bella sudah mendekati rumah nya. di depan tampak sasa sedang bermain dengan alif,,
''Alif mandi sudah sore, seru caca sambil melambaikan tangan nya,
''Iya sebentar mbak caca, ucap sasa menirukan suara anak kecil,,
''Mari mbak, ucap bella sopan,
''Sasa kamu lihat. itu bella jika di lihat seperti orang lagi hamil muda, ucap maria yang datang tiba tiba,
''Masak sih, di lihat dari mana nya, aku gak faham, kalau perut nya sedikit buncit bisa jadi habis makan banyak dan kenyang, uvap sasa yang tidak faham,,
''Coba lihat perbeda'an nya dari sini ucap maria sambil meraba pinggang sasa,
''Emang apa bedanya. tanya sasa lagi,,
''Pinggang orang hamil berubah jadi lebar rata dari sini ke sini, berbeda dengan pinggang yang tidak lagi hamil, lihat pinggang bella dan pinggang caca, mereka sama sama memiliki tubuh yang mungil ramping, berbeda kan terang maria panjang lebar,
''Eh..diam diam ada bu jannah, ucap sasa sambil menyuruh maria diam.
''Kita bicara pelan pelan mereka tidak mungkin dengar, ucap maria lagi,
''Tapi jika bella hamil mana suaminya. tidak pernah terlihat laki laki lain selain pak harun,, ucap sasa penasaran,
''mungkin suaminya sedang bekerja di luar kota, tapi coba kamu lihat cincin di jari manis bella itu cincin harganya tidak murah, dari kemarin aku sangat penasaran dengan cincin itu, ucap maria sangat penasaran,
''Sok tau kamu mungkin itu cincin imitasi ucap sasa lagi,
''Jika imitasi itu terlalu sempurna, ucap maria
tapi bella masih sangat muda masak iya sudah menikah, ucap maria lagi,,
''Aku tidak tau maria sudah lah jangan ngomongin orang, tujuan kita pindah kesini selain menghindar dari ayah nya alif, kita juga belajar menjadi manusia lebih baik lagi untuk kedepan nya.
''Iya kamu benar yuk kita masuk, ucap maria sambil menggendong putranya,,
sedang di rumah bea bujannah sedikit kuatir dengan putrinya bella,
''Bel lain kali jika sedang keluar pakailah jaket nak, perut mu sudah mulai membuncit ibu takut omongan orang, ucap bu jannah,
''Bella tau bu tapi sampai kapan kita menyembunyi kan nya, lambat laut mereka juga pasti tau, jika mereka tau pasti nanti yang di tanya suami bella, ucap bella sendu,
''Biar kan saja, mereka mau bicara apa, jika mereka tanya di mana suamimu, bilang saja suami mu sedang bekerja di luar negeri, kita masih punya bukti jika kamu memang bersuami dan menikah sah secara hukum dan agama, kalau mereka tidak percaya ya terpaksa kita tunjuk kan buku nikahmu. sela pak harun yang baru saja tiba dari bekerja, bella dan ibunya tampak tersenyum. membenarkan ucapan ayah nya,
''Sedang di kamar caca sibuk melihat media sosial intagram milik lio' tidak ada postingan lain selain lio sedng ngejim. dan juga postingan tentang bangunanl mewah hasil tangan dingin nya,, mata caca melihat tuan muda lio' suami kakak nya itu masib memakai cincin pernikahan nya.
''Tuan muda masih memakai nya, di tidak melepas nya batin batin caca, jelas caca melihat nya itu cincin yang bella semat kan setelah akan pernikahan nya,,
''Apa tuan muda mencintai mbak bella, jika tidak kenapa masih memakai cincin itu, bahkan tuan tau kalau pernikahan ini hanya sarat untuk mbak bella menjadi janda. dan tidak ada seorang pun yang tau tentang pernikahan ini, guma caca pelan,
''Cha kamu ngapain, tanya bella yang datang tiba tiba membuat caca kaget,
''Gak ngapa ngapain cuma lagi balas chat temen bohong caca,,
''Kamu mandi dulu gih gantian, ucap bella,
''Mbak bella saja duluan aku masih balas chat temenku dulu,
''Ya sudah, ucap bella sambil menyambar handuk beserta baju gantinya, lalu bergegas masuk kekamar mandi tiga puluh menit kemudian, bella sudah selesai dengan ritual mandi nya dan bergantian dengan adik nya,, setelah selesai bella keluar dari kamarnya membantu ibunya, memasak untuk makan malam,
''Bella bantu cuci piring ya bu, ucap bella, pada ibunya,
''Terserah kamu kalau tidak capek kalau capek duduk saja di depan sama ayah mu,
''Bella capek ngapain bu, seharian cuma makan tidur, ucap bella,
''Ya sudah terserah kamu, ibu cuma memberi saran, dan terakasih sudah di bantuin ucap bu jannah...
bersambung