BELLA

BELLA
rapuh



Manusia tempat nya dosa. manusia tempat nya hilaf. manusia tempat nya salah. tidak ada manusia sempurna di dunia ini, manusia hanya bisa berencana balik lagi tuhan yang menentu kan,


Terlepas dari semua kita hanya manusia biasa, tamak iri dengki itu wajar sudah menjadi hal lumrah yang melekat pada sifat manusi, yang tidak wajar itu yang tidak mau menyadari kesalahan, yang masih terlena di kubangan dosa padahal sudah tau itu salah,


''Terlepas dari semua, kini nama putra sulung keluarga wirayudha sudah bebas dan bersih dari tuduhan yang sebelum nya, terlepas dari itu, nyatanya tak membuat lio bisa tersenyum, justru hatinya seakan sudah mati rasa, senyum yang kemarin sempat menghiasi wajah tampan nya kini hilang entah kemana, wajah tampan itu kembali datar dan dingin. bahkan lebih dingin,


''Sebulan ini lio selalu duduk di balkon kamarnya terus memikirkan kemana bella pergi, lio membaca buku diary bella berulang ulang hampir setiap malam, setiap kali membaca tulisan tangan bella yang menggabarkan hati dan perasa'an gadis itu, lio selalu meneteska air matanya rasa bersalah itu sakan menghujam tepat di jantung nya,, bella pergi membawa cinta yang baru saja tumbuh dan calon buah hatinya, pria tampan cerdas gagah itu nyatanya rapuh oleh cinta, jika di kantor sikap nya cendrung dingin dan tegas, di malam hari lio tumbang oleh rasa bersalah yang sudah,


''Sedang di tempat lain, bella pun merasakan hal yang sama, setiap malam akan memikirkan tuan mudanya ayah dari bayi yang bella kandung, rasa rindu itu selalu menyelimuti hati bella,


''Kenapa semua baru terasa sa'at aku sudah pergi meninggal kan mu tuan, batin bella, perlahan air mata itu menetes tanpa di pinta. di genggam nya erat saputangan milik lio' yang bella ambil sebelum meninggalkan kediaman lio' saputangan yang masih menyimpan aroma maskulin khas seorang lio',


'Sebulan pergi meninggal kan tuan muda sekaligus suaminya, membuat bella semakin merasa sesak oleh rasa yang tak pernah di sadari nya,


''Mbak bella belum tidur, tanya caca, mendengar suara adik nya buru buru bella menghapus air matanya wajah nya yang sembab iatutupi dengan selimut,


''Belum. tidur lah dulu cha, jawab bella,


''Kenapa masih mikirin tuan, tanya. caca lagi,


''Gak usah sok tau, ucap bella sarkas,


''Besok sepulang aku sekolah kita jalan jalan mau mbak. ucap caca,


''Lihat besok ca, aku pengen nya cari kerja'an, ucap bella lagi,


''Tapi kan mbak bella sedang hamil, ucap caca lagi,,


''Ya kan kalau sekedar bekerja aku masih bisa cha.! bella berniat mencari pekerja'an agar tidak membebankan hudup pada ayah nya, sebelum nya bella juga sudah membicarakan hal ini dengan sang ibu,


''Tidur lah cha aku sudah ngatuk, ucap bella, sengaja agar adik nya ini berhenti bertanya, perlahan bella mematik lampu kamarnya dan bersiap untuk menjemput mimipu,,


……………


Ke esokan harinya di pagi yang cerah..


''Alif, seru bella kala adik nya caca dari luar membawa alif serta.


''Cha, sudah pamit kamu bawa alif kesini, tanya bu jannah caca hanya nyengir sambil menggaruk rambut nya,


''Tu kan kamu ini selalu bikin orang bingung, bel kamu bilang dulu sana sama sasa, nanti mami nya alif sama sasa nyari'in. ucap bu jannah baru saja bella hendak melangkah sasa sudah di ambang pintu sambil tersenyum membawa botol susu alif,,


'Tidak usah bel, mbak juga sudah tau tadi sa'at caca ngambil alif, ucap sasa menghampiri alif,,


''Mami nya alif di mana mbak kok sudah dua hari ini tidak kelihatan, tanya bella, basa basi,


''Maminya alif ada sedang tidak enak badan, jawab sasa jujur,


''Mbak mami nya alif kan bekerja jadi menejer restoran hotel, apa di sana tidak ada lowongan mbak, cuci piring juga tidak apa apa bella mau, tanya bella,


'bu jannah menatap putrinya lekat. seakan mengerti tatapan ibunya bella...!


''Bu bella bosan di rumah. seharian gak ngapa ngapain,, ucap bella sendu, bu jannah mendesah pelan,


''Saya pamit pulang dulu bu, bella..ucap sasa pamit pulang, seakan mengerti bella dan ibunya butuh privasi untuk bicara,,


''Bel kamu sedang hamil, ucap bu jannah sambil menatap putrinya lekat.


''Tunggulah sebulan lagi bel, ayah tidak ingin terjadi apa apa dengan kandungan mu, ini masih tiga bulan apa kamu tidak ingat pesan dokter di usia tiga bulan kandungan mu rentan dengan kegugura, sahut pak harun, buk jannah sedikit bernafas lega bisa mengulur waktu, memenuhi ke inginan putrinya yang ingin bekerja,


''Baik lah ucap bella' sedikit banyak membenarkan ucapan ayah nya, ahirnya menurut, meski hatinya teringin sekali bekerja,


 


sedang di kantor lio, ke ada'an sedikit mencengkam,


''Kamu tau jika perusaha'an ku punya kariawan sepertimu dua lagi bisa di pastikan perusahaan akan gulung tikar, berbaiki kinerkerjamu jika ini terulang akan ku pastikan kamu keluar dari perusaha'an ku, lio terlihat marah pada salah satu kariawan nya,


''Yo.. ada ini bisa di bicarakan baik baik kan, ucap kevin sedikit berbisik,


''Apa yang mau di bicarakan baik baik vin, ini sudah kali ke empat dia membuat kesalahan, dan kamu tau dia bekerja di bagian apa, bagian IT pengendali sever perusaha'an. menyangkut semua data perusaha'an, jika sampai data perusaha'an bocor aku tidak mau lihat wajahnya di kantorku lagi. kamu nengerti ucap lio tegas sorot matanya tajam rahang nya pun tamapak mengeras jelas terlihat amarah menguasai dirinya


'Tampak seoarang kariawan wanita datang membawa map di tangan, menghampiri lio dan juga kevin,,


''Kamu kembalilah bekerja ingat jangan buat kesalahan lagi, ucap kevin pada tio kariawan yang baru kena semprot presdirnya itu,


''Tuan ini ada beberapa berkas yang mau di tandatangani, ucap mona. alih alih menjawab, lio memindai pakaian karyawan wanita itu. tidak ada yang salah sih sebenarnya dengan setelan kantor yang di kenakan mona, cuma sedikit ketat dan pendek di bagian rok sepan nya.


''Kamu tau ini kantor, ucap lio datar,


''Tau tuan. jawab mona santai,


''Jika sudah tau kenapa masih pakai rok segini, apa kamu pikir kantor ini ajang pamer paha, ucap lio dingin,, mona terperangah mendengar ucapan presdir nya. lalu menunuduk menahan malu, sambil sedikit menurunkan rok sepan nya,


''Semua dengar khusus nya karyawan wanita. dilarang memakai rok pendek seperti ini, pakailah yang sopan hargailah diri kalian,, jika tidak ada yang suka dengan peraturan ini, kalian boleh mengundurkan diri ucap lio lagi, lalu meninggal kan kariawan nya yang masih tercengang tidak percaya. presdir nya ini memang terkenal dingin, tapi tidak seperti hari ini,


''Heh.. kamu tau aku kerja di kantor ini hampir empat tahun, baru hari ini liat presdir bertindak sendiri, jika biasanya hanya menegur dan tidak seperti tadi,


''Iya kamu benar, biasanya juga cuma pak kevin, presdir tidak pernah turun tangan sendiri seperti tadi, desas desus kariawan membicarakan pimpinan mereka,


''mona' ini aku ada rok kamu bisa pakai dulu kemarin aku beli lupa bawa pulang ganti lah dulu rok mu itu, ucap rekan kerja mona


''Aku ganti saja uang nya ya, terimakasih rok nya, ucap mona



bersambung