
''Kebahagia'an menyelimuti hati lio, begitu mengetahui benih nya kembali tumbuh di rahim sang istri. meski dirinya harus mengalami mual dan muntah sepanjang hari, tak jarang lio absen tidak pergi ke kantor dikarenakan sakit di kepalanya yang terus mendera,
''Sedang Bella tidak merasakan nya sama sekali, keada'an nya biasa saja sama seperti sebelum hamil, meski begitu lio bertambah posesiv, bella di larang ini dan itu semua pekerja'an yang membuat nya capek, seakan menggantikan moment si sulung yang hilang,
''Sayang di rumah lama ada pohon mangga kan, tanya lio tiba tiba,
''Rumah lama, di desa maksud nya. lio mengaguk,
''Ada memang nya kenapa, tanya bella tidak mengerti,
''Sekarang apa ada buah nya, tanya lio lagi,
''Mana aku tau. jawab bella singkat,
''Kita kesana Bel, aku mengingin kan nya, lio berkata seraya mengusap perut sixpac nya,
''Disini ada banyak kenapa harus jauh jauh kesana, ucap bella lagi,
''kan yang ingin ini, kini lio berganti mengusap perut istrinya yang masih rata,
''Alasan,,,! ucap bella lagi,,
Ini benaran anak mu yang menginginkan kan nya, kalau tidak kenapa juga harus jauh jauh kesana, sungut lio tak terima di bilang hanya alasan,
"dulu waktu aku hamil real apa kamu juga seperti ini tanya bella,
"Tidak, lio membuang muka.
"Lalu kenapa sekarang seperti ini, tanya bella tidak mengerti
"Mana ku tau, kamu yang hamil kamu juga yang minggat, aku tidak tau kan real dulu ngidam nya apa, kamu juga tidak pernah cerita, kesal lio masih membuang muka,
"Bella yang sadar air muka suaminya berubah berumuran durja, segera melunak kan hatinya,
"Kita mintak pak salim, anterin kita kesana ya mau, ucap bela lembut,
"Beneran,,,! wajah yang tadinya muram kini berubah berbinar,
"Seharusnya kan aku yang seperti itu kenapa jadi dia, batin bella sembari memicingkan sebelah matanya.
"tapi kalau tidak ada buah nya bagai mana, tanya bella hati hati,
"Aku tetap mau pergi, keinginan lio tidak bisa di bantah,
"pak salim siap kan mobil, titah lio sesampainya di bawah,
"Pakai lif, jangan naik turun tangga, teriakan lio menggema di ujung tangga, sedang bella yang ingin melangkah kan kakinya menuruni tangga kaget mendengar teriakan suami ya,
"Bella mendengus kesal, berjalan menuju lif, seraya mengusap dadanya,
"Bik rima dan yang lain tersenyum geli melihat tingkah tuan muda nya,
"Bik, siap kan bumbu untuk bikin rujak mangga muda. ucap bella sembari memilih buah di kulkas untuk menemani rujak mangga mudanya,
"Bik rima, dan tambah lagi dua orang, tolong ikut ya, titah lio, di tidak ingin istrinya capek,
"Untuk apa, aku ada kan, ucap bella tidak mengerti kenapa suami ya ini membawa banyak orang,
"Sudah jangan membantah ikuti ucapan ku, ucap lio tidak ingin di bantah,
"Hah,,! terserah cuma mau mengambil buah mangga saja, kenapa mesti bawa banyak orang sih, ucap Bella lagi,
''Nona muda semua sudah, pelayan baru bik jumi datang melapor.
''Kamu siapa, tanya lio sarkas.
''Saya jumi tuan muda, saya pelayan baru yang di minta nyonya besar zahra, terang bik jumi,
''kalau begitu bik jum saja yang ikut, sama bik rima, titah lio lagi,
''Bik jum, isteriku sedang hamil tolong bantu dia. jangan sampai isteriku kelelahan, ucap lio lagi,
"Bella tersenyum geli melihat tingkah bik jum, orang nya humoris,
"Lucu, gumam Bella,
"siang itu lio membawa istrinya mendatangi rumah yang ada di desa, sayang real tidak bisa ikut, karna semenjak bella hamil putra nya itu lebih banya tinggal sama oma nya, karna real juga sudah mulai sekolah, terkadang juga menginap di rumah kakek nenek nya, orang tua bella, lio tidak membiarkan bella menyentuh sedikit pun pekerja'an meski itu hanya, sekedar memungut baju kotor dari kamar mandi nya.
''sepanjang perjalanan lio tidak pernah melepas kan tautan tangan nya, perutnya merasa nyaman sa'at berdekatan dengan istrinya,
''satujam perjalanan mobil yang di kemudikan pak salim sudah sampai di desa, bella tampak senang bisa kembali datang ke desa tempat ia membesarkan putra nya, yang begitu banyak menyimpan kenangan,
''Kamu pasti berat, dulu sa'at hamil real, di tempat seperti ini yang menurut ku fasilitas kurang memadai, kalau ada apa apa harus ke kota dulu, ucap lio pelan, ekor matanya melirik sang istri,
''Tidak apa apa, buktinya aku bisa, jawab bella, lio mendesah pelan berjanji dalam hati, akan selalu menjaga dan memenuhi semua kemauan sang istri sa'at dia hamil anak kedu nya, berjanji menggantikan moment sa'at hamil putra sulung nya,
''tampak pak iman membuka pintu gerbang menyambut bella dan suaminya datang, tetangga nya yang dulu sekarang merawat dan menjaga, rumah nya
''Dari balik jendela maria melihat mobil siapa yang berhenti di depan rumah bella,
''Bella gumam maria begitu melihat mobil mewah itu berhenti menunggu pintu gerbang terbuka sempurna,,
''Mami apa adek real yang datang, tanya putra maria. bocah kelas dua SD itu rupanya sudah kangen ingin bermain dengan sahabat nya,
''Sepertinya begitu sayang, jawab maria pada putra nya,
''Nanti saja kita kesana, mereka juga baru datang, ucap maria pada putra nya,
''Sedang di rumah Bella, lio yang sudah tidak sabar ingin segera memakan rujak mangga muda, bergegas kebelakang, melihat pohon mangga itu ada buah nya atau tidak,
''Lio tampak menepuk dada nya, melihat pohon mangga itu tampak ada buah nya meski tidak banyak, ia segera duduk di saung belakang rumah bella,
'' Sayang, teriak lio sudah tidak sabar,
''Bella datang dengan bik rima dan juga bik jumi di belakang nya,
''Apa,,? kenapa teriak teriak, kita masih menurunkan barang dari mobil. sabar sedikit kenapa sih, ucap bella menghampiri sang suami,
''bik rima dan bik jumi,menyiapkan kan bahan untuk rujak sedang pak salim dan pak iman memanjat pohon mangga,
''Sayang caranya mau berapa. tanya bella,
''Jangan terlalu pedas, yang penting terasa, jawab lio
''Bik buat bumbu dua, ada yang pedas, dan pedas sedang, titan Bella,
''Kamu mau makan yang mana Sayang, tanya lio,
''Aku yang pedas, jawab bella membuat lio melotot kan matanya,
''Tidak, ingat Sayang ada anak ku di sini, nanti dia kepedesan bagai mana, ucap lio kuatir,,
''Hah mana ada, orang dia masih sebesar buji jagung, jawab bella,
''Bibik rasa jangan terlalu pedas non, karna kehamilan nona masih muda, rentan dengan menguguran, sela bik jumi, hati hati
''Itu dengerin, bik jumi lebih pengalaman, ucap lio membenarkan ucapan bik jumi,
''Pengalaman sih belum tuan muda, menikah saja belum, ucap bik jumi sambil nyengir,
''Hah, yang benar bik, tanya bella tidak percaya, bik jumi mengaguk pelan Sambil menunduk,
''membuat Bella dan yang lain tersenyum, sedikit tidak percaya,
'' sudah sekarang makan dulu rujak nya. bapak si bayi sudah tidak sabar, ucap bik jumi mengalihkan kan pembicara'an,
''kekasih ya bik, ucap bella pelan,
bersambung