
''Hari berganti minggu berlalu kehamilan bella semakin besar, tidak ada petanda apapun tentang keberada'an bella dimana, semenjak bertemu bella hari itu lio sering mendatangi hotel itu, rasa sesal di hatinya semakin bertambah besar,
''Delapan bulan, gumam lio sambil menandai kalender kecil di meja kerjanya.
''Sebulan lagi batin lio' sambil membaca kembali buku kia milik bella, tertera tanggal hpl di sana, lio sudah menadai juga di kalender nya. tidak ada lagi yang lio lakukan selain menghitung kapan bella melahirkan, hanya bisa berdoa semoga kelahiran nya lancar tidak ada halangan apa apa. mengingat lio tidak ada di samping bella, air mata itu tidak pernah kering untuk membasahi wajah tampan nya,
''Selanjut nya hari hari lio hanya di sibuk kan dengan berkerja dan bekerja. tidak ada senyum di bibir nya meski senyum tipis setidak nya dulu pernah menghiasi bibir nya sewaktu ada bella,
''Sedang bella, di kehamilan nya. yang sudah menginjsk delapan bulan hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah sambil belajar merajut baju baju bayi, dari benang wold, untuk menutup rasa bosan nya.
''Di tempat lain clara semenjak mengasingkan diri ke kota kecil meninggal kan kota besar, menjalani hidup sederhana dan tidak semewah dulu, ia tinggal kan dunia kelam yang membawa nya terjerumus ke kubangan dosa, kehamilan clara juga telah memasuki hpl, sedari malam tadi perut nya sudah terasa mulas dan sakit,
''Bagai mana keada'an mu, ma'af aku harus meninggal kan mu, dan baru datang, karna aku juga harus mengurus cafe, ucap budi, sesa'at sudah sampai di ruang rawat clara,
''Aku tidak apa apa bud, hanya saja aku sendirian sedikit bosan, ucap clara,,
''Oh ya ini perkenal kan, aleta dia teman ku, dia yang akan menemani mu di sini, ucap budi memper kenalkan aleta,
''Hai aku clara, ucap clara mengulur kan tangan nya,,
''Aleta,,! jawab aleta sambil tersenyum,
''Clara sedikit meringis kala rasa sakit di perut nya kembali datang,
''Kenapa kamu kamu tidak berbaring saja cla' ucap budi sedikit kuatir, melihat clara berjalan sambil menahan sakit nya,
''Dokter menyaran kan untuk, sering berjalan bud, tidak apa apa aku masih bisa, ucap clara sambil tersenyum,
''Dokter bilang sudah pembuka'an berapa mbak, tanya aleta.
''Dokter bilang masih lima, untuk menunggu pembuka'an genap sepuluh bisa jadi, sampai malam nanti terang clara,
''kalau masih lama, bagaimana kalau saya bawa mbak clara, ketaman saja, biar tidak bosan di sini, ucap aleta memberi saran,
''Iya..itu sepertinya ide bagus, ucap clara setuju,
''Kalau begitu biar saya ambilkan kursi roda, ucap aleta namun langkah kaki aleta di hentikan oleh budi,
''Biar aku saja, ucap budi lalu melangkah pergi meninggal kan ruang rawat clara, setelah beberapa sa'at, budi datang dengan membawa kursi roda,
''Mari mbak ucap aleta mempersilah kan clara untuk duduk di kursi roda.
''Apa tidak apa apa aleta, ucap clara tidak enak hati,
''Tidak apa apa mbak silahkan, aleta meyakin kan clara untuk tidak sungkan, aleta mendorong kursi roda clara menuju taman rumah sakit, meninggal kan budi sendiri di ruang rawat clara sendiri,
''Sesampainya di taman clara tampak sedikit lebih baik, bisa mengobati rasa bosan nya. sambil menahan rasa kakit di perut nya,
''Aleta terimakasih ya, sudah mau menemaniku, ucap clara sambil tersenyum, aleta gadis. berhijap itu hanya tersenyum menampilkan lesung pipinya yang manis.
''eleta kamu sudah lama kenal sama budi, tanya clara penasaran,
aleta tersenyum lalu menjawab,
''Lumayan lama mbak, kami satu sekolah sedari sma. ujar aleta,
''Oh..berarti kalian sangat dekat. tanya clara lagi, aleta mengaguk, clara terdiam apa gadis di samping nya ini. kekasih budi, batin clara,
''Memang nya kamu mau kemana. tanya clara,
''Itu saya hanya ingin beli camilan, di minimarket di depan, ucap aleta sambil menujuk mini market di sebrang jalan,
''Pergilah hati hati, ucap clara, aleta mengaguk dan tersenyum,
'Clara terdiam sesekali meringis menahan sakit di perut nya sa'at kontraksi itu datang,
''Clara' panggil seseorang membuat clara menoleh ke sumber suara,
''Oh.. rupanya kamu mengasingkan diri disini, sedang hamil dan bersembunyi. aku kira kamu ikut membusuk di penjara bersama papa mu, ucap dita mengejek, ya..orang itu adalah dita,
''Apa mau mu, aku tidak ada urusan dengan mu, sudah cukup kamu dan vero sudah menipuku, ucap clara nada bicaranya terlihat biasa.
''Kita tidak pernah menipumu kamu saja yang bodoh, ucap dita sinis,
''Terserah kalian aku tidak perduli lagi dengan kalian, ucap clara, datar,,
''Ngomong ngomong, itu bayi dalam perut mu siapa bapak nya. anak siapa, aku yakin kamu sendiri tidak tau siapa bapak nya, ucap dita masih mengejek,
''clara hanya diam tidak menanggapi ucapan dita.
''Tidak usah menghinaku mengatai ku, karna itu sama saja kamu mengatai dirimu sendiri, karna aku dan kamu tidak jauh berbeda, ucap clara telak, dita tampak geram dan mengepalkan tangan nya,
''Aku sama seperti mu, paling tidak aku hanya bermain dengan kekasih ku, aku tidak pernah menjadi penghangat ranjang pria tua seperti kebanyakan pelanggan mu, ucap dita sambil tersenyum sinis,
''Semoga vero meninggal kan mu karna wanita lain, sama seperti yang dia lakukan padaku, pada maria juga,,,! maria kening dita mengkerut,
"Maria siapa dia' tanya dita penasaran,
''Kamu tidak tau kan, siapa maria, dia kekasih vero, maria bahkan sudah melahirkan seorang anak dari hubungan nya dengan vero, apa kamu pikir vero pria baik baik, ucap clara lagi.
''Aku tidak perduli dengan masa lalu vero, asal kamu tau, sebejat bejat nya lelaki dia akan mencari wanita baik baik untuk menjadi ibu dari anak anak nya, bukan wanita seperti kalian berdua, ucap dita dengan senyum mengejek,
''Justru wanita sepertiku dan maria lah, yang sudah memberi vero keturunan, dan semoga tidak ada wanita lain lagi yang bisa memberi vero keturunan, sekalipun itu wanita baik baik, menurutmu, ucap clara telak, seperti sudah mengetahiu, hasil diagnosa dokter tentang dita yang di fonis tidak bisa hamil, karna ada kelainan di rahim nya,,
''Kamu,, ucapan dita menggantung, kala aleta datang menghampirinya dan clara,
''Mbak clara ma'af ya aku lama. ucap aleta dengan tersenyum lalu tersenyum juga kearah dita yang masih tampak menahan amarah nya, dita pun meninggal kan clara dan aleta dengan amarah nya yang masih menggebu,
''Mbak clara wanita tadi siapa tanya aleta yang heran melihat dita tampak marah dengan clara,
''Bukan siapa siapa lupakan saja, ucap clara sambil menatap aleta lekat, teringat ucapan dita seberengsek apapun lelaki dia akan mencari wanita baik baik untuk menjadi ibu dari anak anak nya,
''Apa mungkim budi juga seperti itu, meski begitu budi masih ada sisi baik nya, yang menyadarkan clara dengan cepat, apa yang di lakukan nya selama ini salah. hingga tumbuh bayi di perut nya.
''Mbak clara mau minum apa. itu aku ada beli beberapa mbak clara pilih sendiri. ucap aleta lembut, clara bersukur tuhan masih mengirimkan orang orang baik seperti budi dan kini aleta. clara tersenyum,
''Terima kasih aleta, ucap clara,,
bersambung,,
''