
''Seminggu telah berlalu, bak pengantin baru,, yany baru saja merasakan nikmat nya jatuh cinta sikap bella mulai manja, tidak ada lagi rasa canggung yang melanda seperti sebelum nya,
''Meski selimut sudah tebal, tak lantas membuat tubuh bella menghangat, ia semakin mencari kehangatan lewat sentuhan kulit sang suami, beberapa kali bergerak mencari posisi ternyaman,,
''Pergerakan yang sedari tadi aktif, membuat lio terbangun dari tidur nya. namun karna kantuk yang masih melanda, lio diam saja,,
''Tumben ac nya dingin sekali, biasa nya enggak, gumam bella pelan,
''Kenapa gerak terus bel, lio berkata sembari masih memejam kan matanya,
''Dingin..! jawab bella cepat. lio juga merasakan hal yang sama ac di kamar nya lebih dingin dari biasa nya, lio teringat ia menaikan suhu ac di kamar nya semalam, sa'at pergulatan panas itu terjadi suhu di kamarnya pun ikut panas, karna itu lio menaikan suhu kamar nya menjadi lebih dingin,
''Perlahan lio meraba remot di atas meja nakas, menetral kan suhu ac kembali normal,
''Tubuh bella perlahan menghangat dalam pelukan suaminya,
''Hah..! ini pas rasanya sudah tak sedingin tadi, gumam bella, lio tak bereaksi. meski sebenar nya ia mendengar gumaman sang istri. entah lelah karna olah raga panas semalam atau memang masih mengantuk,
"Lio kembali terbuai di alam mimpi, menikmati sisa pagi sebelum memulai aktivitas nya kembali,,
''Berbeda dengan bella, yang tak lagi bisa memejamkan matanya kembali,
''Lama bella memandangi wajah tampan sang suami, pria yang dulu menjadi majikan nya, kini menjadi suami nya, tidak pernah terpikir di benak bella, bisa menikah dengan pria tampan nan kaya, rasanya seperti itu hanya ada di cerita dongeng atau novel saja,
''Kenapa memandangiku seperti itu bel, aku tau suami mu ini memang tampan, lio berkata sembari membuka sedikit matanya,
''Bella hanya tersenyum tipis menanggapi kenarsisan suaminya,
''Diam lah bel jangan banyak bergerak, kenapa kamu sedari tadi banyak tingkah. lirih lio menghentikan pergerakan bella,
''Lengan ku capek aku mau menghadap ke sini, ucap bella
''Kamu tau pergerak kan mu, membangunkan yang di bawah sana. lio berkata pelan,
''Bella terdiam mengingat peristiwa semalam bella hampir subuh baru tidur, rasa nya masih capek,
''Bella sedikit menjauh dari suaminya.
''Kenapa,, tanya lio heran melihat istrinya, bergerak menjsuhi dirinya,
''Tidak apa apa aku masih capek, jawab bella cepat, lio terkekeh,
''Apa kamu takut aku melakukan nya lagi,,,!
''hemn..! jawab bella
''Huuff..! lio menghembuskan nafas nya pelan,
''Bangun lah bel, segera lah bersiap kita akan menjemput ayah dan ibu, lio berkata sambil menyibak selimut bella,
''Benarkah, tanya bella tidak percaya, lio mengaguk sembari menatap tubuh polos bella,
''Sekalai lagi. ucap lio tersenyum mesum,
''Tidak, jawab bella cepat sembari menaikan selimut nya kembali,
''Dengan gerakan cepat bella turun dari ranjang dengan membawa serta selimut nya untuk menutupi tubuh polos nya,
''Bel selimut untuk ku mana, protes lio karna kini dirinya yang polos tanpa tertutup apa apa,,
''Lio mendengus, sambil terkekeh kecil, lalu berjalan mengambil handuk yang tergeletak di lantai, sembari menunggu bella mandi lio mengambil ponsel nya, dan menghubungi kevin,
''📲
''vin,,! panggil lio..
"Hem..! jawab kevin dari sebrang,,
''Hendel kantor hari ini ya,,! sepertinyang ku bilang kemarin, ucap lio mengingat kan sahabat nya itu,,
''Hemm...! jawab kevin lagi,,
"Vin..! kamu dengar aku kan,, seru lio mengerut kan keningnya,,
''Ya..! jawab kevin singkat, lalu mematikan sambungan..!
''Dasar tidak sopan berani sekali dia memutus sambungan terlebih dulu, grutu lio kesal,
📲
''Mommy sudah di depan rumah mu, seru zahra bersama'an itu ia juga mematikan sambungan putra nya,
''Lio mengernyit kan dahinya, lalu mengintip dari balik gorden, benar saja mobil mommy nya baru saja melewati pintu gerbang,
''Tampak bella juga sudah sudah selesai mandi,
''Bel..! cepat sedikit mommy sudah datang, bawa real, ucap lio lalu bergegas masuk kekamar mandi,,
''Sedang bella bergegas masuk ke ruang ganti memakai pakaian nya tak lupa menyiap kan pakaian sang suami,,
''Baru selesai bella bersiap terdengar pintu kamar nya di ketuk dari luar, dengan cepat bella mbuka pintu kamar nya,
''Tampak real putranya, dan zahra mertuanya.
''Mommy,,! bella terkesiap melihat mertuanya berdiri di depan pintu, tidak enak hati mengingat kondisi kamarnya tampak seperti baru saja terkena badai sunami,,
''Bola mata zahra menjarah setiap sudut kamar putra dan menantunya, masih sangat berbekas sisa sisa olah raga panas perjuangan putra nya, demi memberinya cucu kedua.
''Bell lanjutkan bersiap mommy tunggu di bawah, ujar zahra memilih diam tidak ingin bertanya, karna zahra sudah sangat faham,
''kemudian zahra membawa cucu nya kembali turun kebawah, sedang bella dengan cepat memunguti pakaian nya yang bertebaran di mana mana, tidak enak juga dengan pelayang nanti yang membersihkan kamar nya,
''Rima..! pangil zahra pada bik rima.
''Ya nyonya,,! jawab bik rima cepat,
"Kita harus mencari pengasuh untuk real, zahra berkata sambil menjatuh kan bobot tubuh nya di sofa,
"Ya menurut saya itu memang harus nyonya, mengingat sebentar lagi nona bella akan masuk universitas, jawab rima,
"Anak nya sedikit pemalu, jika bersama orang yang baru, tapi di rumah dia tampak akrab dengan siti, apa siti saja ya, zahra tampak berfikir,
"Saya setuju nyonya, tapi apa nona ella mengijin kan siti di bawa kemari. mengingat siti pelayan nona ella, rima juga tampak berfikir, apa nona mudanya mengijinkan pelayan kesayangan nya di bawa kemari,,
"Nanti aku bicara kan dulu sama ella, tapi apa real aku bawa saja tinggal dirumah ya,, rima,, biar tidak mengganggu pengantin baru, ucap zahra,,
"Rima sangat mengerti maksud dari nyonya besar nya itu,,
"mom..! panggil lio sesa'at sudah sampai di bawah,,
''Zahra tersenyum ke arah putranya, sedang bella terus menuju meja makan menyiap kan sarapan suaminya,,
''Bagai mana kak, apa real masih perlu di ungsikan, tanya zahra tanpa basa basi,
''Tidak usah mom, lio mau kedesa, menjemput mertua lio, kebetulan lio juga mamu meninjau pembangunan di sana, tolak lio''
''Oh..! ya sudah. mommy pikir kamu masih mau mengungsikan putramu mommy siap menjaga nya,
"real hanya diam mendengar obrolan kedua orang dewasa itu, tanpa tau apa yang di bicarakan persengkokolan antara oma dan papa nya yang akan mengungsikan dirinya,
"Sedang bella sibuk menyajikan hidangan di meja di bantu beberapa pelayan, yang dulu adalah rekan kerjanya,
"Sudah selesai non, tanya tina sambil membawa semangkuk sup yang masih mengepul,,
"Sudah mbak, terimakasih sudah bantuin bella, ucap bella,,!
''
gengss dukung juga novel author yang ini, tak kalah seru dari bella,
kalau ada devil model kek gini mau gak, mau lah pasti,,
''BTW terimakasih love you all
bersambung