BELLA

BELLA
heboh



Kehamilan bella sudah semakin besar, membuatnya, semakin sulit bergerak, kaki nya juga bengkak, lio semakin over protektif melihat ke ada'an istrinya lio,


''Kehebohan sudah terasa di rumah lio semenjak bella hamil,


''Apa kamu tidak bisa melahirkan sekarang sayang, tanya lio tidak sabar,


''Masih seminggu lagi sayang, jawab bella kesal hampir setiap hari lio tanya kapan istrinya melahirkan,


''Kan bisa maju, juga bisa mundur, ucap lio lagi,


''Kita tunggu saja ya, bukan cuma kamu yang ingin segera bertemu dengan anak kita, tapi semua aku juga, ucap bella,


''Hem aku tau, tapi filing aku mengatakan kamu melahir kan tidak sampai minggu depan, ucap lio yakin,


''Sayang tolongin, bella kesulitan berdiri, semenjak bella hamil hampir dua puluh empat jam lio berada di samping istrinya, bella selalu ikut kemanapun suaminya pergi bahkan sa'at meeting,


''mau kemana, tanya lio kuatir,


''Aku mau ke kamar mandi, ucap bella pelan,, lio mengikuti istrinya sampai di kamar mandi,


''Ngapain ikut, ucap bella,


''Aku bantuin, kamu pasti kesulitan melepas celana mu, ucap lio lagi,


''Gak, ah..! biasa nya aku bisa sendiri, tolak Bella,


"Cepat lah, jangan banyak bicara,, ucap lio kekeh ingin membantu istri nya,


"bella memutar bola mata nya jengah,


"Perlahan lio membantu istrinya, alangkah kaget nya lio mendapati ada bercak darah di celana da*lam istrinya,


"Sayang lihat ini, bella juga melihat apa yang di tujuk suaminya,


"Hah, ini seperti nya aku mau melahirkan sayang, ucap bella sedikit panik,


"Beneran kamu tidak nohong kan, ucap lio tidak percaya,


"Iya dahulu juga seperti ini, jelas bella.


"Kita kerumah sakit dekarang, titah lio,


"Iya aku mau pipis dulu, ucap bella meneruskan niat awal ia ke kamar mandi,


"Setelah selesai ke kamar mandi, lio membawa istrinya ke rumah sakit,


"Bik, teriak lio, suaranya menggema di setiap sudut rumsh nya,


"beberapa pelayan, datang menghampiri, dengan panik dan penuh tanda tanya,


"Tuan muda ada apa. tanya bik jumi heboh,


"Siap kan mobil bik kita kerumah sakit sekarang, istri ku mau melahir kan, ucap lio tak alah heboh,


"bik rimaaa,, nano muda mau melahirkan, teriak bik sumi semakin heboh, buat pelayan lain ikut geboh dan panik,


"Sedang bella tampak santai, ia juga belum merasakan kontraksi, pengalaman dari kelahiran nya yang dulu, membuat bella berfikir tenang dan santai,


"Kenapa heboh skali sih, ucap bella heran melihat suaminya,


"Nona bella, apa yang anda rasakan, tanya bik rima.


"Aku belum merasakan apa apa bik, jangan panik kita masih sempat ke rumah sakit, tidak usah terburu buru, ucap bellapelan,


"Iya non, bibik mengeti jawab bi rima. ucap wanita paruh baya itu sembari menyiap kan segala keperluan bella di rumah sakit,


"Sedang lio di ruang kejanya sibuk menghubungi mommy nya, dan juga ibu mertuanya, kepanikan dan kehebohan melandanya. meski ini kelahiran kedua anak nya akan tetapi ini pengalaman pertama buat lio,


Semua sudah siap, Bella sudah turun kebawah, bersiap pergi ke rumah sakit, akan tetapi lio masih sibuk dengan ponsel nya. dan masih mengenakan piyama tidur nya,


"Sayang, terdebgar suara zahra dari arah depan,


Bella belum merasakan apa apa mom,, hanya sedikit sakit di bagian pinggang, jelas bella pelan,


"Di mana suamimu, tanya zahra lagi,


"Masih di atas, jawab bella


"Ngapain sih dia di atas, gerutu zahra, sembari menaiki tangga melihat apa yang di lalukan putra nya,


"Kak, kamu kok belum siap, Bella sudah di bawah lho. ucap zahra sedikit kesal,


"Sebentar mom, aku sedang menghubungi rumah sakit untuk menyiap kan semua, ucap lio masih fokus dengan pincel nya.


"Ngapain tidak usah, kalian kan sudah jauh jauh hari konsultasi dengan dokter kandungan bella, uang pasti nya pihak rumah sakit sudah menyiap kan keperluan ustrimu, kita tinggal pergi saja, terang zahra,


"kalau rumah sakit tidak di brifing dulu takut nya, kita datang tidak langsung di tangani malah menangani pasien lain mom, ucap lio lagi,


"Dasar ngeyel, cepetan bersiap kita tunggu di bawah, atau mommy saja yang bawa istrimu ke rumah sakit, ucap zahra,


"Mommy jangan macam macam, seru lio,


"Makanya cepetan gak pakek lama,, ucap zahra,,


"tak berapa lama lio turun sudah rapi dan bersiap untuk membawa istrinya ke rumah sakit,


"Tuan muda, tadi yang paling heboh dan panik, sekarang yang paling santai, ucap bik jumi sedikit berani mengkritik bos nya,,


"jum, bik inah menyenggol lengan bik jumi,


''Tidak apa apa aku tidak marah, minta doanya semua ya bik, semoga kelahiran anak ku berjalan lancar, ucap lio meminta doa dari seluruh penghuni rumah nya,


"Pak salim kita berangkat sekarang titah lio, wajah yang tadi panik, kini tidak tampak lagi melihat istrinya, masih tenang, lio pun sedikin ikut tenang, meski sebenarnya hati dan perasaan nya dekdekan,


''tiga puluh menit mobil yang pak salim kemudikan sudah berada di lobi rumah sakit, lio mbantu bella turun, pak salim datang membawakan kursi roda,


''Terimakasih pak ucap bella sembari menaiki kursi rodanya.


''Bella di bawa ke ruangan tempat nya di rawat, bella tercengang meliahat sekeliling ruangan, mewah bak hotel bintang lima,



''Sayang apa kamu suka, tanya lio pelan,


''Aku suka, jawab bella,


''Aku tidak mendekor kamar nya dengan warna, pink atau blue, karna kita juga tidak tau anak kita cowok apa cewek, ucap lio lagi,


''Tidak apa apa. begini saja aku sudah senang, ini sangat mewah, ucap bella,


''dua perawat dan dokter datang untuk meriksa kada'an bella, setelah di periksa, keada'an bella semua baik dan normal, siang nanti bella akan menjalani oprasi cesar nya, sekarang bella di suruh beristirahat


''Kak Bell, kenapa kak bela tidak memilih lahir normal saja tanya Ella,


''Kakak mu susah pernah oprasi sa'at melahirkan real dulu, jadi sekarang juga harus di oprasi, terang lio, jawab zahra menjawab pertanya'an putri nya,


''Mommy dulu pernah dua dua nya. menurut mommy mana yang lebih sakit, tanya ella lagi,


''Dua dua nya sakit sayang, normal atau sesar sama saja, yang penting ibu dan bayinya sehat, jawab zahra,


''Ella tampak mengaguk kan kepalanya sembari mengusap perut nya yang mulai membuncit,


''jangan takut dek, itulah kdrat seorang wanita, karna itu wanita sangat istimewa, ucap lio menimpali,


''Aku tidak takut kak, justru aku tidak sabar ingin menggendong bayiku sendiri, ucap ella,


Terimakasih sayang, kamu sudah mau mengandung dan melahirkan calon anak ku kembali, ucap lio,,


bersambung