BELLA

BELLA
calon bayi



Hari ini lio tidak kekantor dia berniat akan mencari bella, tapi tidak tau di mulai dari mana, sejak pagi lio hanya mondar mandir di kamar nya, memikirkan keada'an bella, dan menyayangkan keputusan bella, lio buru buru keluar dari kamarnya, melangkah kan kaki panjang nya turun kebawah.


''bik rima bagai mana, tanya lio' tidak sabar,, lalu menarik bik rima ke tempat sedikit sepi


''Tuan muda, bibik sudah bertanya ke tetangga dan sekitar nya tidak ada yang tau, tapi ayah nya bella ada berpamitan sama rt setempat seperti duga'an saya. mereka semua pergi ke surabaya, ucap bik rima sedikit menyesal dan tak enak hati, karna sudah dapat di pastikan tidak ada yang tau alamat ayah bella di surabaya,,


'Lio berjalan lesu kembali kekamarnya,, dan langsung masuk kekamar mandi dan berendam air dingin tanpa melepas piyama tidur nya, lio benar benar tidak bisa berfikir jernih lagi, mengetahui fakta bella pergi dengan kada'an dia sedang hamil, lio memejamkan matanya lalu menenggelamkan dirinya di bak mandi,, sedetik duadetik satu dua lalu lio mengakat kepalanya kepermuka'an air dan segera melakukan ritual mandinya.


'Setelah selesai lio segera bersiap rencananya ingin mencari bella tapi entah lah tidak tau harus kemana, lio menyambar kunci mobil nya dan bergegas pergi, lio membawa mobil nya tanpa tujuan, di lihat nya buku kia itu kembali, lio melajukan mobil nya menuju klinik tempat bella periksa kandungan nya,,


'Lio turun dari mobil nya ragu ragu memasuki klinik tersebut,


''Selamat siang tuan ada yang bisa saya bantu, ucap seorang perawat ramah,


''Saya bisa bertemu dengan dokter laila ucap lio sambil menunjuk nama laila yang tertera di buku kia yang ia bawa,


''Oh..silah kan masuk saja


kebetulan sedang tidak ada pasien, ucap perawat itu sopan, lio masuk keruangan dokter laila,


''Selamat siang mari silah kan duduk ada yang bisa saya bantu ucap dokter itu ramah,


''Ehem...e.iya. ucap lio ragu lalu menujuk kan buku yang ia bawa,,


''Saya hanya ingin bertanya apa benar istri saya periksa kandungan nya di sini, tanya lio'


''sebentar coba saya lihat dulu, ucap dokter itu samb membukw buku kia milik bella,


''Oh. iya benar ini saya sendiri.yang meriksanya, ucap dokter itu lagi,


''Kalau boleh saya tau berapa bulan usia kandungan nya sekarang tanya lio,


''Kalau dilihat dari tanggal periksa ini sudah masuk delapan minggu terang dokter laila, lio kemejamkan matanya


''Dua bulan batin nya,


''Ini foto apa ya dok, tanya lio sambil mengeluarkan foto hitam putih dari, saku jaketnya,


''Ini foto janin anda tuan, ucap dokter itu


''Hah..janin saya apa itu, tanya lio tidak mengerti,


''Janin adalah calon bayi anda tuan, terang dokter laila


''Hah..calon bayi saya maksud nya anak begitu, tanya lio lagi dokter laila mengaguk dan tersenyum,


''Yang mana anak saya, ini cuma gambar hitam putih tidak jelas, tanya lio lagi,


''Yang ini tuan calon bayi anda masih berbentuk janin sebesar kacang polong, terang dokter laila sambil menujuk kan, pada lio yang mana gambar janin nya,, lio terdiam di pandang nya lekat foto hitam putih itu, hatinya seperti membeku harus bahagia atau sebalik nya,


''Kalau begitu saya permisi dok terimakasih atas waktunya, ucap lio..


''Sama sama tuan, ucap dokter laila sambil tersenyum,


'Perlahan lio melajukan mobil nya menuju rumah bella, tampak sepi tak berpenghuni,


''Kamu kemana, kenapa tidak bilang, aku juga berhak tau, gumam lio pelan sambil kembali menghidup kan mesin mobil nya, lio menyetir tanpa arah tujuan, hingga sampai di tepi danau.


''Perlahan lio turun dari mobil nya, dan dan duduk di sebuah bangku, termenung meresapi semua nya. rasanya begitu cepat, lama lio duduk di tepi danau


tiba tiba terdengar suara poncel nya, lio mengambil dari saku celananya, tertera nama kevin,


''Halo vin..


''Kamu di mana dari tadi aku menghubungi kenapa tidak di angkat. terocos kevin,


''Kamu hendel dulu kantor vin, aku ada urusan nanti aku cerita sama kamu, ucap lio lalu menutup sambungan nya, membuat kevin di sebrang sana mengernyit kan dahinya heran, sampai hari menjelang sore, lio baru pergi membawa mobil nya ke rumah utama,


''Mobil lio di belakang mobil ega yang juga baru datang dari kantor bersama adik nya ello'


''Kakak.. sapa ello'


''Boy.. kenapa, ucap ega heran melihat putranya,


''Dad..ucap lio lesu,


''Masuk dulu ucap ega membawa kedua putranya masuk kerumah,


''Kak.. sapa zahra pada putranya lio'' ega memberi isarat untuk mengajak putra nya naik keatas firasat nya ada sesuatu yang tidak baik baik saja,


''Kita ke kamar mommy ya, ucap zahra lio hanya mengaguk, zahra membawa putranya naik keatas, di ikuti ega dan ello, lalu ella yang baru keluar dari kamar nya juga terlihat heran melihat kakak sulung nya,,


''Ada apa..bisik ella pada kakak keduanya, ello mengakat kedua bahunya tanda tidak tau,,


''Duduk sini, ucap zahra membawa putranya duduk di sofa di ikuti yang lain,,


''She gone mom...!


"Who..!


"My wife bella..!


"Ya tuhaan gumam ega pelan,,


"Why did he leave..!


"I do not know..! she is olso pregnant..! zahra menatap suami nya lekat, sedang ella menutup mulut nya tak percaya,


''Kamu sudah mencari kerumah nya, tanya ega


''Sudah rumah nya sudah kosong, dan tenangganya bilang dia pergi kesurabaya, ketempat asal ayah nya,


''Apa orang dirumah mu tidak ada yang tau dia sedang hamil, tanya zahra,, lio menggeleng,,


''Aku juga baru tau tadi malam, lio mengeluarkan buku kia punya bella,


''Ini tertinggal di bawah bantal nya, dan juga ini, lio mengeluarkan buku diary bella, ella langsung menyambar buku diary itu dan membacanya, matanya berkaca kaca setiap membaca baris demi baris tulisan yang menggambarkan isi hati bella,


''Kakak sudah membacanya, tanya ella lio menggeleng,


''Hanya sedikit ucap nya lagi,,


''Aku pria bodoh yang tak pandai mengukap kan perasa'an ku, ucap lio sendu,


''Kamu mencintai nya. tanya zahra..


''Lio hanya mengaguk pelan,,


''Percayalah dengan takdir jika dia jodoh mu bella pasti akan kembali, ucap zahra,


''Ya dia akan kembali satu tahun lagi setelah melahir kan bayi nya. untuk mengurus perceraian nya dengan kakak, ucap ella,,


''Bukan nya meminta pertanggung jawaban ku kenapa bella malah pergi, ucap lio matanya sedikit meneteskan airmata,


''Kakak bacalah diary nya nanti kakak akan tau kenapa dia menyembunyikan kehamilan nya, ucap ella'


''Beberapa tahun silam ini pernah terjadi sama daddy, ucap ega yang mengingat istrinya dua kali menyembunyikan kehamilan nya,


''Maksud daddy, tanya ello'


''Ya mommy mu pernah melakukan yang istri kakamu lalukan, minta cerai dari daddy menyembunyikan kehamilan nya dan pergi, ucap ega sambil melirik istrinya,


''Hah..serius dad' seru ello dan ella bersama'an,


''kehamilan siapa yang mommy sembunyikan,, tanya ella'


''semuanya,, ucap ega''


''Apa'an sih, ucap zahra tak terima suaminya menceritakan kisah dulu,


''Maksud daddy semuanya,, tanya ello sakin penasaran,,


''Waktu hamil kakak kalian, mommy mu selalu memakai baju besar untuk menutupi perutnya, sampai hampir enam bulan usia kandungan mommy kalian, daddy baru tau, sedang waktu hamil kalian berdua daddy dapat surat pengadilan dan mommy mu pergi, ucap ega menceritakan kisah nya dulu,


''Dan sekarang ini menimpa kak lio', ucap ello''


''Entah lah dosa apa yang dulu kita perbuat lang, sampai karmanya menimpa putraku, tutur zahra,


''Tidak ada dosa apa apa mom, ini memang sudah kehendak author yang iri melihat ku bahagia, ucap lio sendu,


''yakin lah author senyum senyum sendiri, gengss, dan maaf terlambat updete bocil author dua duanya lagi demam,


''Kamu benar boy, tidak ada dosa apa apa, daddy sudah membayar dosanya. dengan bulian pembaca dulu,


''Kruukk.. terdengar bunyi nyaring dari perut lio',


''Kamu lapar kak' apa kamu belum makan, tanya zahra,, lio menggeleng,,


''Ya tuhan kak, ella sayang ambkan kakak mu makan bawa kesini cepat gak pakek lama, ucap zahra lagi


''Siap nyonya boss.. ucap ella dan segera berlari mengambil kan kakak nya makanan, tak berapa lama kemudian ella datang membawa nampan berisi makanan,


''Kak makan lah dulu ucap ella sambil meletak kan nampan itu di meja,,


''Terimakasih ucap lio


bersambung,,