
Lio terus mengecupi wajah cantik istrinya, mengajak nya bicara, sementara tim dokter sedang berusaha mengeluarkan calon bayi mereka,
''Ini pengalaman pertama bagi lio menemani istri nya melahirkan meski ini kehamilan kedua Bella,
''Sementara di luar ruang oprasi tampak zahra dan besan nya bu jannah sedang menunggu dengan cemas, kelahiran cucu keduanya,
''Hampir satu jam kemudian lio keluar dari ruang oprasi, dengan mengembangkan senyum nya.
''Mom, putraku sudah lahir, lio menghambur memeluk mommy nya, kemudian berganti memeluk ibu mertuanya,
''Selamat nak, pak harun juga memeluk menantunya.
''Setelah mengabarkan berita gembira itu lio kembali masuk menemani istrinya,
''Sayang putra kita tampan sekali, dia mirip aku, lio percaya diri sekali putra keduanya akan mirip dengan nya,
''Laki laki, tanya bella, lio mengaguk dan tersenyum,
''Tak berapa lama bella di bawa ke ruang rawat nya.
''Tuan bayi anda kami letak kan dulu di ruang khusus bayi, perawat itu memberi tau kan,
''Kenapa tidak di sini saja sus. di sini juga ada box bayi, lio tidak sabar ingin menggendong putra nya,
''Tunggu beberapa jam dulu tuan, biarkan bayi anda beradap tasi dengan suhu ruangan terlebih dulu. jelas suster itu,
'lio tampak psrah, harus menunggu beberapa jam lagi, ingin segera menggendong putra nya,
''bella tampak masih lemah, di atas ranjang rumah sakit,
''Lio terus mondar mandir di depan ruang bayi tak puas melihat putranya, dari balik kaca, ia ingin segera menggendong dan mencium putra nya,
''Papa, triak real menghampiri lio.
''Di mana adik, tanya real juga tampak tidak sabar, lio menujuk box bayi dengan kain bedong berwarna biru tertera nama sang istri di box itu, real tidak bisa memahami box yang di tunjuk papa nya, baginya semua bayi berwajah sama,
''Suster apakah masih lama putraku di dalam sana, tanya lio dengan tidak sabar
''Ini sudah hampir tiga jam, ucap lio lagi,
''Sebaik nya ruan tunggu di ruang rawat nyonya Bella, biar kami yang membawa nya, perawat itu menyarankan agar lio lembali ke ruang rawat istrinya,
''Lio menggendong putra nya real kembali ke ruang rawat istrinya, menunggu dengan tidak sabar kedatangan putra jedua nya,
''duduk lah sebentar lagi juga di bawa kesini, ucap zahra yang melihat putranya terus menatap pintu yang tertutup,
''Tak lama kemudian pintu terbuka menampil kan dua perawat mendorong box bayi milik Bella,
''Lio dengan tidak sabar, bersiap duduk di sofa, meminta suster meletak kan bayinya ke gendongan nya,
''Bella dan yang lsin sangat mengerti antusiasme lio, mengingat ini penalaman pertama nya. menggendong bayi,
''Begitu bayinya berada dalam gendongan, lio tampak menitiskan air matanya,, menatap haru bayi yang masih merah itu,
''Nama adek siapa pah, tanya real, mewakili yang lain,
''Leonard wirayudha, ucap lio melihat putra nya tersenyum,,
''Leon,, gumam lio
''Baby leon, seru ella di ambang pintu yang mendengar nama keponakan barunya
''zahra dan bu jannah juga tak sabar ingin segera menggendong cucu keduanya itu, akan tetapi lio tak mau melepas nya.
''papah, apa setelah ini real boleh pulang kerumah, adik kan sudah lahir, tanya real polos,
''Tentu boleh sayang, ucap lio pada putra nya,
''Tak hanya para keluarga, para pelayan juga tak sabar menyambut tuan muda kecil nya yang baru lahir pulang kerumah,
''Suasana riuh, mewarnai kedatangan bella dan baby leon,
''Bella juga melihat adik nya caca yang ikut menyambut kedatangan nya, beverapa bulan tidak bertemu perut sang adik juga sudah tampak membuncit,
''Sudah tampak saja perut mu dek, Bella mengusap
lembut perut adik nya,
''Iya nih, aku juga pengen seperti mbak Bella, biar tambah bahagia pernikahan ku, caca tersenyum bahagia,
''rumah mewah itu di hias sedimikian rupa, acara sukuran menyambut kelahiran putra kedua lio dan Bella, di laksanakan hari itu juga,
''Tidak mengundang tamu, hanya keluarga inti saja, meski hegitu rumah lio tampak sangat ramai.
''Cucu oma, zia tampak bahagia menyambut cucunya, meski lio bukan putra kandung nya, tetapi lio lah harapan zia sa'at itu, lio lah yang pertama memanggil nya ibu, sebelum adik adik nya yang lai di lahir kan, dapat di lihat betapa zia sangat menyayangi lio,
''Sebentar lagi kita juga punya mbak zia, ucap siska yang baru datang bersama menantunya nola, perut nola juga sudah tampak membuncit,
''Coba nanti siapa dulu yang lahir, ucap zia melihat ada tiga bumil di tengah mereka,
''Yang pastinya Ella dulu, ucap Ella karna perut nya yang paling besar di antara nola dan caca,
''Caca berapa bulan usia kandungan mu sayang, tanya siska,
''Jalan empat tante, jawab caca seadanya,
''Kalau begitu aku dulu karna aku jalan lima bulan, sela nola,
Kenapa tidak ada yang bertanya pada ku, seru nania yang baru datang bersama suaminya diego,
''Tanya kapan lahiran, hamil juga belom, coba bilang sama suami mu itu kencengin dikit bercocok tanam nya, ucap dafa mencibir adik ipar nya.
''Apa kamu pikir aku kurang kenceng. coba lihat ini kita baru saja menemui dokter obigin, adik mu di nyatakan hamil, diego memperlihat kan taspac ke semua orang,
''Ini beneran, tanya siska tidak percaya, nania mengaguk cepat
''Alhamdulillah, ucap semua orang bersama'an,
''Sementara lio terus menatap putra keduanya yang sekarang berada di gendongan bu jannah, begitu banyak yang ingin menggendong putra keduanya setiap kali lio mengalih kan pandangan, dan menatap nya kembali putra nya itu sudah berganti tangan,
''Ya Allah terimakasih, engkau telah memberikan putri putriku limpahan kebahagia'an, orang orang yang tulus menyayangi nya, suami yang begitu tulus mencintai kedua putri ku, serta limpahan materi yang tak terhitung jumblsh nya, pak harun menyeka sudut matanya,
''Juna datang dengan membawa seorang gadis cantik, ia perkenal kan pada semua, seluruh anggota keluarganya,
''Adam tampak kaget mendengar penuturan gadis yang di perkenalkan putranya,
''gadis ini rupanya masih kerabat dekat mendiang istrinya adam aliya,
''Ello adik mu juna sudah memperkenalkan calonya pada kita, lalu kapan dirimu akan membawa seorang gadis dan memperkenal kan pada kami. ello menanggapi santai perkata'an adam,
''Tidak perlu buru buru, menikah bukan hal yang bisa kita lakukan berkali kali, jadi seleksinya juga harus ketat, jawab nya santai.
''Semua menanggapi santai kaena memang ello terkesan cuek soal asmaranya.
''Lio terus menatap istrinya penuh cinta. rasa bahagia yang ia rasakan tidak lagi bisa di ungkap dengan kata,
''ada apa,, tanya Bela,
''Tidak ada sayang, aku sangat bahagia, terimakasih, atas semuanya ucap lio,,
baby leon
''bersambung