
keputusan lio yang ingin menerima bella sebagai istri yang sesungguh nya dan mencoba mencintai bella apa ada nya di sambut baik oleh anggota keluarganya, mencoba lebih baik dari pada tidak sama sekali,,
''pagi ini semyum tak hentinya menghiasi wajah tampan lio' ketika di membuka mata yang pertama dia lihat adalah wajah cantik bella yang tertunduk ketika menatap nya,,
pagi ini lio sudah rapi dengan setelan kantor nya, bersiap hendak turun kebawah sa'at lio keluar dari kamar nya,, bik rima tersenyum ke arah nya,, sumua tampak senang dan gembira,
''selamat pagi tuan mudanya bik rima ucap bik rima sedikit menggoda anak majikan nya yang bik rima asuh semenjak bayi itu,
''pagi juga bik,, ucap lio sambil mengembangkan senyum nya, senyum yang jarang sekali terlihat bahkan nyaris langka,,, membuat bik rima semakin yakin tuan mudanya ini telah menemukan sesuatu yang belum pernah ia dapat kan,,
''bik bisa ke ruang kerja ku sebentar, ucap lio' bik rima mengaguk sambil tersenyum,
''duduk lah bik, ucap lio sambil duduk juga di kursi kebesaran nya,,
'' ik bagai mana, kemarin mommy sudah kesini kan ucap lio mengawali pembicara'an,,
''sudah tuan muda, nyonya besar kemarin datang dan menyuruh semua pelayan mengganti panggilan nya ke nona bella,, terang bik rima,
''bagus lah,,?
bik aku ingin memulai hubungan ku dengan bella dari awal,,! di mulai dari yang terkecil ya seperti ini contoh nya,, Supaya bella bisa beradap tasi dengan dirinya dulu aku tidak mau bella merasa canggung, nanti malah membuat bella tidak myaman,, makanya kemarin aku menyuruh mommy,
terang lio'
''alhamdulilah, kalau seperti bibik ikut senang mendengarnya, semoga ini awal yang baik untuk tuan dan juga bella tentunya,, ucap bik rima,,
''karna itu bik' lio ingin bibik membantu lio bibik yang sehari hari di rumah kasi pengertian sedikit sama bella, agar tidak selalu mempertanyakan tentang perceraian, dan satu lagi jangan menyuruh nya melakukan pekerja'an yang lain, cukup melayaniku itu saja panggil yang lain untuk membersihkan kamar ku, ucap lio lagi
''bagai mana dengan gaji nona bella tuan muda, apa masih seperti biasa,, tanya bik rima,,
''gaji bella tetap
berikan seperti biasanya bik, cuma nanti ada tambahn dari ku,ucap lio lagi,,
''biasanya bella akan bertanya kenapa banyak sekali, ucap bik rima,
''bilang saja bonus dari mommy, nanti bulan depan biar aku sendiri, yang kasi,, ucap lio sambil menulis nominal di di cek kosong lalu di berikan pada bik rima,,
''ini bik nanti masukkan di amplop gaji nya bella, ucap lio''
''baik tuan nanti bibik berikan pada bella, ucap bik rima,,
''apa itu kurang bik, tanya lio''
''sepertinya cukup tuan, nanti kalau di tambah lagi takut nya bella tidak mau menerimanya,, ucap bik rima,,
''iya bibik benar,,?
ya sudah bik, aku mau langsung pergi saja
hari ini aku tidak usah sarapan ucap lio sambil melihat jam di pergelangan tangan nya,,
''oh iya,, tuan bibik lupa den kevin sudah menunggu di bawah,, ucap bik rima
''iya bik,, jawab lio singkat,, sambil berlalu keluar dari ruang kerjanya,,
lalu bergegas turun ke bawah di ikuti bik rima ri belakang nya,,
''vin kita pergi sekarang ucap lio sesa'at sudah sampai di bawah,,
''tuan..? panggil bella, lio menghentikan langkah kakinya, lalu berbalik badan menatap bella samb tersenyu,,
''ma'af tuan, tadi pak kevin bilang tuan buru buru mau ke kota b'' dan tidak sempat untuk sarapan jadi ini saya bawakan bekal roti, bisa di makan sa'at dalam perjalanan di mobil,, ucap bella pelan seperti biasa bella tidak berani menatap wajah pria di depan nya yang sudah menjadi suami nya itu,,,?
'lio mengembangkan senyum nya rasanya ingin mencium kening istrinya, lio hanya mengambil kotak makan itu dari tangan bella"
"terima kadih ucap lio lembut,
"Ayok vin..? kita sudah terlambat lio melangkah kan kakinya kembali, kevin melihat tas kerja lio yang masih di tangan bik rima menghampiri bik rima hendak mengambil tas kerja lio' namun bik rima melarang nya,, dan memberi isarat biar bella saja, kevin mengaguk mengerti,
''nona, panggil bik rima skali lagi..
''I.I..iya bik..? ucap bella tergagap, membuat bik rima dan yang lain tersenyum..
bella berjalan menuju teras rumah di mana lio sedang menunggu kevin namun yang keluar bella dengan membawa tas kerjanya,,
"tuan ini tas kerja anda,, ucap bella pelan masih seperti biasa menunduk kan kepalanya,,
"angkat wajahmu sa'at bicara dentan ku, bella''...? bella mengakat wajah nya namun pandangan nya masih menunduk,,
''bel,, tatap mataku,, ucap lio lagi,,
perlahan bella menatap manik mata lio' lekat sedetik kemudian
lio meniup mata bella yang bulat itu sambil tersenyum lalu pergi,,
''awal yang bagus bro ucap kevin sambil berlalu pergi,,
''semua pelayan rumah itu merasa sangat bahagia melihat tuan mudanya mudanya sering terseyum tidak seperti biasanya yang bermuka datar dan dingin, apa lagi sa'at masih ada clara, wanita uler itu,,
''nona ayok masuk, suami anda baru pergi untuk kembali masih lama masih nanti malam ucap bik rima sedikit menggoda bella,,
''bik rima apa'an sih, gak lucu ucap bella sabil berglayut di lengan bik rima,,
''tuan memang suami bella bik tapi kan hanya di atas kertas, dan sebentar lagi kita akan bercerai,, ucap bella pelan,,
''jangan ngomongin perceraian atu neng, seandainya alloh tidak mengijin kan bagai mana, ucap bik rima,,
manusia hanya berencana balik lagi hanya alloh yang bisa menentukan,, ucap bik rima lagi,,
''bukan seperti itu bik, hanya saja bella cukup tau diri siapa bella' yang sangat tidak pantas untuk bersanding dengan tuan muda,, ucap bella pelan,,
'lalu menurut mu siapa yang pantas untuk bersanding dengan tuan muda,, tanya bik rima,,
''ya.. iya yang dari kalangan tuan muda, lah ucap bella enteng,,
''lalu bagaimana dengan mu bel,, tanya bik rima lagi,,
''ya tidak bagaimana bik, seperti kesepakatan awal bella sama tuan muda akan bercerai dengan begitu bella bisa melanjut kan hidup bella tanpa bella berbohong dengan siapapun, kelak jika ada orang yang ingin menikah dengan bella,,
''kamu memang anak yang baik, tidak salah jika tuan muda memperjuangkan mu,, batin bik rima,,,
''nona mari kita sarapan dulu, bibik sudah lapar,, ucap bik rima,,
''bik barusan sudah panggil nama kenapa nona lagi, ucap bella sambil cemberut,,
''supaya sepadan dengan tuan muda, dan nona muda,,? ucap bik rima sambil menoel hidung mancung bella..
''nona makan di sini ucap tina, yang melihat bella ikut duduk dengan mereka,, di meja makan belakang,, bik rima memberi isarat untuk membiarkan bella makan betsama mereka seperti biasanya,,
''sa'at bella hendak mengambil makanan tina sudah mengambilkan nya terlebih dulu,,
''nona ini makanan anda, ucap tina ramah sambil tersenyu,,
''mbak tina tolong jangan seperti itu,, ucap bella melarang tina bicara formal pada bella,
''tidak apa apa nona ini minum nya,,
''bik warni, kenapa ikut ikutan, sih,, ucap bella sedikit cemberut,,
''sudah sudah, cepat di makan keburu dingin,, ucap bik rima,,
''ini sendok nya bel,, ucap bik rima yang melihat bella mencari sendok,,
''terima kasih bik,, ucap bella pelan,,,
bersambung