
Ray melangkahkan kaki keluar kamarnya,
"Bel ikut gue yuk?..."ajak Ray.
Bella bangkit dari duduknya,
"Yaudah yuk?..."jawab Bella.
Ray menuntun Bella menuju atap villa itu.
Mata Bella berbinar-binar saat melihat pemandangan nan sangat memanjakan mata dari atas villa Ray, pemandangan yang asri. Menyejukkan dan menenangkan.
"Pantesan lo suka kesini, disini enak banget buat nenangin diri, adem..."puji Bella.
Ray tersenyum lalu mengajak Bella duduk disampingnya. Disana terdapat sebuah kursi yang cukup panjang dan satu buah meja.
Hamparan bintang dilangit dan indahnya bulan menambah keindahan malam itu.
"Dulu gue pernah bilang sama nyokap gue, suatu saat gue bakalan ajak seorang wanita kesini, gue bakalan bawa seorang wanita yang berharga di hidup gue, anggap aja orang yang spesial..."tegas Ray.
Bella terpaku mencerna perkataan Ray,
"Kenapa gue?..."pertanyaan Bella barusan membuat Ray tertawa kecil.
"Karena bagi gue, lo berharga buat gue..."jawab Ray.
"Tapi kita bahkan baru kenal Ray..."jawab Bella ragu-ragu dan tak ingin menyinggung perasaan Ray.
"Gue sebenernya udah lama suka sama lo Bel, waktu gue masih kelas XI, tapi gue gak punya keberanian buat deketin lo, bukan gak berani sih. Cuman gue mau ngeyakinin hati gue..."jawab Ray sambil menatap manik mata Bella.
"Tapi gue..."ucapan Bella terpotong saat Ray melanjutkan perkataannya.
"Gue gak maksa lo buat suka sama gue Bel, ada disamping lo seperti sekarang, walaupun sebagai teman, gue bahagia Bel..."ucap Ray sambil menggenggam tangan Bella.
"Makasih ya Ray, lo selalu ada saat gue lagi banyak masalah gini..."ucap Bella.
"Perlu pundak gak Bel?, Bukan apa-apa sih. Seenggaknya bisa ngurangin beban pikiran lo..."ucap Ray sambil menepuk-nepuk pundaknya.
Bella tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ray. Membuat senyuman merekah dibibir Ray.
Hening... keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing,
Bohong jika Bella mengatakan ia tak nyaman dengan keberadaan Ray, orang yang baru masuk kedalam hidupnya beberapa hari itu sudah berhasil membuat Bella merasa nyaman saat didekatnya. Membuat Bella mulai bisa melupakan sosok Aldi.
Bella bingung pada dirinya sendiri, Ia sangat susah dalam hal jatuh cinta. Tapi kali ini berbeda. Ray punya daya tarik tersendiri bagi Bella. Ray punya kenyamanan dan itu membuat Bella tenang.
"Kalau ada masalah jangan dipendam sendiri Bel, gue ada disini buat lo. Kapan pun lo perlu gue, gue selalu ada buat lo..."ucap Ray.
Bella tersenyum lalu mengangguk, masih diposisi bersandar.
Bella yang merasa sangat lelah, ditemani dengan udara yang sejuk dan nyaman nya pundak Ray, membuat Bella memejamkan matanya terlelap dalam tidurnya.
Ray tersenyum melihat wajah polos Bella yang tertidur dengan damai di bahunya.
"Gue sayang banget sama lo Bel, gue bakalan jagain lo, gue gak bakalan biarin lo sendiri hadapin dunia yang jahat ini..."lirih Ray sambil menyelipkan rambut Bella yang menutupi wajah cantik Bella.
Cukup lama Ray membiarkan Bella terlelap, walaupun bahunya sudah terasa pegal tapi ia tak mempermasalahkan hal itu. Ia sudah sangat senang menikmati kecantikan wanita disampingnya ini.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, Ray rasanya tak tega membangunkan Bella, tapi ia tak ingin Bella kedinginan karena udara malam yang sudah semakin dingin.
Rey menepuk tangan Bella pelan,
"Bel bangun..."ucap Ray.
Bella pun mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Astaga gue ketiduran, pasti pundak lo sakit ya, maaf ya..."ucap Bella panik.
"Ngga sakit ko, biasa aja kali. Kasian gue liat lo kelelahan banget kayanya. Cuman ini udah malam banget. Kita masuk ya..."bohong Ray lalu menuntun Bella turun.
"Ini udah malam banget Bel, lo mau pulang atau gimana? Biar gue anterin..."tawar Ray.
Bella nampak ragu-ragu
"Boleh nggak kalau gue nginep disini satu malam aja, gue lagi gak pengen pulang. Gue mau nenangin diri dulu. Itupun kalau lo gak keberatan..."ucap Bella.
Ray tersenyum lebar,
"Boleh dong Bel, ayo ikut gue..."ucap Ray meraih tangan Bella menuju kamarnya. Bella mengambil tasnya lalu mengikuti Ray.
"Bel disini cuman ada satu kamar, jadi lo bisa tidur di kasur gue. Biar gue tidur disofa ini..."jawab Ray.
"Gue disofa aja deh, gak papa ko..."
Ray terkekeh melihat tingkah Bella,
"Masa cewe cantik kaya gini tidur disofa, gak masalah ko Bel, lo tidur aja..."bujuk Ray.
Bella pun menurut, ia berjalan menuju kasur. Sedangkan Ray mengambil bantal yang ada dalam lemarinya.
"Lo langsung tidur aja Bel, tenang aja gue gak bakal macam-macam ko sama lo, kalau lo mau pintu kamarnya dibuka aja, bi Ratna juga ada ko kalau kamu perlu sesuatu..."pesan Ray.
Bella duduk dikasur Ray, serata tersenyum
"Gue percaya sama lo Ray..."jawab Bella.
Ray merasa lega
"Kemarin gue cuman bisa ucapin lewat surat, sekarang bisa langsung..."goda Ray.
Bella mengerutkan keningnya,
"Ucapin apa Ray..."
"Good night Bella..."ucap Ray.
Bella tertawa kecil,
"Too, gue tidur duluan ya. Ngantuk..."rengek Bella.
Ray tersenyum lalu mengangguk.
Bella mulai terlelap dalam tidurnya, begitu juga Ray yang sudah mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
Bella terbangun dari tidurnya. Ia menatap jam tangannya masih jam 3 pagi tapi Bella merasa sangat haus. Akhirnya Bella bangkit dari tidurnya.
Bella menatap kearah Ray yang tidur disofa, Ray nampak kedinginan karena udara disini sangat dingin.
Bella tersenyum, pria dihadapannya ini Rela tidur kedinginan demi Bella.
Bella meraih selimut tebal diatas kasur Ray lalu menyelimuti tubuh Ray.
Bella menatap wajah Ray yang lelap dalam tidurnya.
Senyum terbit di bibir Bella, ia mengusap lembut kepala Ray lalu berjalan menuju dapur.
Bella menuang air kedalam gelas lalu meneguknya hingga tandas.
Bella kembali lagi ke kamarnya. Ray nampak masih nyenyak dalam tidurnya.
Bella akhirnya memutuskan untuk melanjutkan tidurnya. Ia yang mengenakan celana panjang dan memasang jaket agar tidak terlalu dingin.
Kini sudah sampai waktu subuh. Bella sudah mandi dan membersihkan dirinya, sedangkan Ray masih lelap dalam tidurnya.
Setelah selesai mandi dan memakai seragam Bella menuju ke dapur. Disana sudah ada bi Ratna yang sedang memasak.
"Bi Ratna..."panggil Bella.
"Eh ia non Bella..."jawab bi Ratna sedikit terkejut.
"Maaf ya bi Bella tidur disini tadi malam, tapi Bella gak ngapa-ngapain ko..."ucap Bella panik.
Bi Ratna tersenyum.
"Tenang saja non, saya percaya sama non dan den Ray..."jawab bi Ratna.
Bella menghembuskan nafasnya lega.
"Bibi masak apa nih?..."tanya Bella.
"Bibi mau bikin nasi goreng buat den Ray, dia suka nasi goreng non..."jawab bi Ratna.
"Boleh gak kalau Bella aja yang masakin buat Ray, bibi kerjain yang lain aja..."bujuk Bella.
Bi Ratna tersenyum,
"Ya sudah non, bahan-bahan nya ada disana. Sekalian latihan jadi istri yang baik ya non..."goda bi Ranta.
Bella tertawa kecil,
"Si bibi bisa aja..."jawab Bella lalu mulai memasak.