BELLA

BELLA
welcome home



Bella belum benar benar tertidur ia masih memikir kan semua. rasa nya seperti tak percaya ia bisa bertemu kembali dengan sosok yang dulu menjadi majikan nya hingga kejadian malam itu berahir dengan majikan menikahi pembantunya,


''Sedang lio di kamar sebelah pun sama, setelah putra nya terlelap lio pindah kekamar sebelah bersama kevin, ia tak ingin terburu, meski hatinya sebenar nya masih ingin bersama putra dan istrinya. biarlah malam ini ia tidur terpisah, memberikan ruang untuk bella bernafas, rasa canggung itu pasti ada, perlahan tarlelap menjemput mimpinya.


'Ke esokan harinya pagi ini bella sudah bersiap dengan putra nya, bu jannah sibuk berkutat di dapur menyiap kan sarapan untuk menantu dan asisten nya, sedang kevin dan lio bergantian membersihkan diri di kamar mandi karna kamar mandi di rumah bella hanya satu,


''Bel kamu sudah siap, tanya bu jannah yang melihat putri sulung nya.


''Sudah bu, bella begini saja tuan melarang membawa apa apa, bella berkata sambil membawa piring makanan ke saung belakang,


''Nenek selamat pagi, sapa adek sambil tersenyum,


''Pagi cucu nenek. jawab bu jannah sambil menirukan suara anak kecil,,


''Nenek tau papa tadi malam sudah memberiku nama, ucap nya sambil sedikit berbisik,


''Oh ya.. siapa nama nya,, bu jannah juga penasaran nama cucunya.


''The real wirayudha.. nenek bisa memanggil adek real.! ucap nya sembari berjijit berbisik pada nenek nya,,


''Siapa tadi adek aril.. tanya bu jannah tidak bisikan sang cuvu tidakbegitu jelas,


''Real bu. bella menjawab,


''hah..! nama nya siapa mbak tanya caca juga penasaran,


"The real wirayudha..! jelas bella, caca terbahak,


''Kenapa ada the di depan nya..! ucap caca sedikit keras, bella mencubit pinggang adik nya.


''Jangan keras keras, cha nanti tuan mendengar tidak enak, ucap bellasambil melotot..!


''Real.. boy..! panggil lio pada putranya membuat caca kembali terbahak...!


''Kak lio semua orang sudah tau putra kak lio itu lelaki sejati, ucap caca sambil menahan tawanya...


''Caca.. mulut mu, bella menatap tajam adik nya,,


''Tidak apa apa bel.. ucap lio sambil tersenyum,


''Tidak salah bel, memang benar adik mu bilang, nama nya aneh.. kevin berkata sambil mendahului lio''


''Tidak apa apa, mungkin nak lio punya alasan kenapa memilih nama itu untuk putra nya, pak harun menengahi masalah nama pagi itu, lio mengaguk sambil tersenyum, membenarkan ucapan mertua nya,


''Sarapan pagi itu di penuhi canda dan tawa, perdebatan berselisih paham tentang nama yang lio semat kan pada putra nya, menjadi topik hangat pagi ini..!


''Setelah selesai sarapan lio berpamitan kepada kedua ayah dan ibu mertuanya, untuk membawa istri dan anak nya pulang kerumah di mana bella seharus nya berada,


''Sekali lagi ayah titip bella, sekarang dia tanggung jawab mu. pak harun berkata sembari mengusap sudut matanya yang basah,


''Lio juga minta ma'af yah. lio terlambat meminta ijin ayah. sekarang lio akan perbaiki semua. lio berjanji akan membahagiakan putri ayah, bella hanya diam sembari menatap pria yang kini benar benar meng inginkan nya.


''Real. nanti disana tidak boleh nakal, harus nurut apa kata papa, ya..! pesan bu jannah pada cucunya, real mengaguk pelan,


"Nak lio ibu titip bella sama cucu ibu, jaga dan sayingi mereka. ucap bu jannah sendu,, seakan tak rela melepas putri dan cucu nya, lio mengaguk sambil mengusap air mata di pipi mertuanya,


"Momen pamit yang mengharu biru. pagi itu mengiringi langkah bella mengikuti suaminya.


"sedang di kediaman lio sudah heboh, pagi ini seluruh pelayan, menantikan kedatangan nyonya rumah itu, setelah pagi ini nyonya besar zahra mengatakan bahwa bella dan putranya sudah di ketemukan,,


"On the way mom ella sudah berkirim pesan dengan kakak nya, menanyakan sudah sampai mana, zahra mondar mandir di teras rumah di temani bik rima yang juga tak sabar menanti kedatangan nona muda nya.


'Tak berapa lama tampak mobil lio sudah memasuki pintu gerbang, perlahan mendekati teras rumah,


''lio keluar dengan menggendong putranya lalu membuka pintu belakang tampak bella juga turun dari mobil,,


''Bel..! greb.. zahra langsung memeluk menantunya dengan erat. jelas kerinduan yang terpendam menyelimuti hatinya,,


''Nyonya..! ucap bella pelan,,!


''sett.. zahra meletak kan satu jari telunjuk nya di bibir,


''Aku ibu dari suamimu bukan ibu dari majikan mu, jadi panggil aku seperti suamimu memanggil ku, zahra berkata sembari mencium kening menantunya,,


''mom.. lio menujuk kan putra nya..


''Cucu oma' zahra mencoba mengambil real dari gendongan lio' tetapi bocah empat tahun itu semakin mengeratkan pelukan nya pada sang papa, menyembunyikan wajah nya di ceruk leher papa nya.


''Biarkan dulu sayang cucumu masih malu, ega berbisik pada istrinya,,


''Ayok masuk.. ucap lio lembut sembari menggandeng tangan bella, perlahan bella melangkah kan kakinya mengikuti langkah suaminya,


''Lio menghentikan sejenak langkah nya, menatap bella lekat.!


''Bel dengarkan aku, kali ini kamu datang kerumah ini bukan sebagai pelayan, kamu nyonya rumah ini tempat mu di sisiku, selalu ingat itu, kita mulai dari awal rumah tangga kita, lio berkata lembut, mengingat kan bella posisinya kini,


''Zahra dan yang lain semakin di buat terharu. perlahan lio membawa bella masuk kerumahnya sebagai istri,


''Welcome hom... kakak ipar, ucap ella sambil memeluk kakak iparnya,,


''Terimakasih nona..!


''Adik ipar.. ucap ella mengingat kan posisi bella kini, bella tersenyum dan mengaguk..


''Mana keponakan ku kak, kenapa ini sedari tadi sembunyi,, ella mencoba meraih putra kakak nya dari gendongan nya,,


''Nanti saja dek ini masih malu, lio merasakan pelukan putranya semakin erat, sedari tadi putranya menyembunyikan wajah..


''Nona bella, bik rima tersenyum menyambut kembalinya bella kerumah ini,,


''Bik rima,, bella menghambur memeluk bik rima tangis haru pun tak bisa di elak kan lagi,


''Selamat datang kembali, jangan pergi lagi ya kasian tuan muda, ucap bik rima pelan, bella tidak.bisa berkata apa apa lagi. hanya mampu tersenyum dan mengaguk sambutan hangat semuanya membuat bella bernafas lega tidak seperti yang ia bayang kan, jika suaminya hanya akan mengambil putra nya,


''Bawa bella langsung ke kamar mu, yakin kan dia jika kamu bemar nenar menerimanya bisik zahra pada putra nya,


''Kita ke atas ke kamar kita, bella terdiam mendengar kamar kita apa dia akan tidur di kamar utama rumah ini, batin bella bertanya,,


''benar saja sa'at lio membuka pintu kamar nya,, bella terdia melihat sekeliling tidak ada yang berubah masih sama, seperti lima tahun yang lalu,,


''Tidak ada yang berubah bel semua masih sama. lio berkata pelan sambil menurunkan putra nya,


''Tidak ada orang hanya ada papa sama bunda disini, lio berbisik agar putranyasu turun dan melepas pelukan nya,,


''Tuan terima kasih tuan sudah menerima saya, ucap bella pelan,,


bersambung