BELLA

BELLA
terpuruk rasa sesal



''Hari berganti minggu berlalu kehamilan bella sudah memasuki usia enam bulan, bella juga jarang keluar rumah, beruntung warga desa tidak begitu kepo tentang kehidupan pribadi keluarga bella, semua masih aman terkendali, berbeda dengan lio' di rumah lio selalu terpuruk oleh rasa bersalah nya setiap kali mengingat semua tulisan bella di buku diary bella.. berbeda sa'at lio sedang di kantor kesibukan membuat nya melupakan sejenak masalah pribadi nya,


'Lio duduk di kursi sofa kamarnya, memandang langit biru yang begitu cerah, tapi kenyata'an nya tak secerah hati dan perasa'an lio yang selalu di selimuti awan mendung yang tak sudah, entah sampai kapan,


tangan nya membawa buku diary bella dan foto hitam putih calon bayinya, membawanya kedada dan memeluk nya erat,


''Sayang..! lio menoleh ke sumber suara,


''Mom...! hati dan perasa'an zahra terenyuh melihat putranya terpuruk oleh rasa bersalah pada bella istrinya,,


''Lio ingin mencari nya mom tapi di mana, zahra menghela nafas nya pelan,


''Kita berdoa saja semomaga bella cepat kembali, bersama kita lagi, ucap zahra mencoba menguat kan putra nya,


''Jika kembali jika tidak, yang lio sesal kan bella pergi dalam keada'an hamil, itu semua karna lio yang tidak peka tentang perasa'an nya, lio sudah banyak menyakiti nya, tapi bella hanya diam, masih bisa meminta ma'af sama pria bodoh sepertiku ini mom,,


'Air mata zahra mengalir begitu saja dia bisa memahami perasa'an putra nya, begitu juga lio cairan bening itu menetes di sudut matanya,


''Bulan ini genap enam bulan usia kandungan bella, lio tidak tau sekarang sebesar apa perut nya, anak lio juga sudah ada tangan dan kakinya, aku adalah pria bodoh yang tidak pernah tau tumbuh kembang calon anak ku, ucap lio lagi,


'Air mata zahra semakin mengalir deras, mendengar ucapan putranya itu, zahra membawa lio tidur di pangkuan nya, sama sama tidak tau harus berbuat apa mencari keberada'an menantu dan calon cucunya di mana. hanya bisa berdoa semoga tuhan membawa bella kembali,


''Yang sabar kuat kan hatimu. percayakan semua pada tuhan, jika kalian memang berjodoh pasti nanti akan bertemu kembali,, ucap zahra untuk kesekian kali nya, mencoba menguat kan putranya,


''Lio tau mom, lio hanya tidak bisa membayang kan, jika bella harus bekerja dalam ksada'an sedang hamil untuk menghidupi dirinya. dan anak ku, lio benar benar akan menjadi pria tidak berguna di dunia ini, lio takut itu terjadi, ucap lio dalam tangis nya,


''Masih ada ayah bella dan ibunya mereka sangat menyayangi bella, sudah pasti mereka akan melindungi istri dan anak mu nanti, ucap zahra lagi,


''Lio tau, itu juga menambah sesal di hati lio' karna seharus nya itu tanggung jawab dan tugasku sebagai searang ayah dan juga suami, tapi lio membebankan tanggung jawab dan tugas itu di pundak ayah nya bella, zahra mendesah pelan,


''Ya tuhan berat nya coba'an yang engkau turunkan pada putraku, batin zahra,,


''Apa perlu kita menyebar foto bella, ke daftar orang hilang, aku cap zahra memberi saran putra nya.


''Jangan..! itu akan mempermalukan bella dan keluarganya, ucap lio pelan,


''Lalu apa kita harus ke catatan sipil, untuk bertanya alamat bella, ucap zahra lagi..


''Lio rasa tidak perlu, ya kalau mereka pindah alamat, kalau tidak sama saja, catatan sipil tidak akan mbagi alamat orang sesuka hati, zahra terdiam tidak tau lagi harus berbuat apa, rupanya uang suami nya yang banyak itu tidak mampu membuat menantu dan calon cucunya kembali, kini mereka hanya bisa menunggu takdir dari author untuk bertemu kembali,


''Istirahat lah mommy akan pulang, nanti minta lah bik rima membawa makanan mu ke mari, mommy tau ini berat tapi yakin lah cintamu pasti membawa istri dan anak mu kembali, ucap zahra pada putra nya, lio hanya mengaguk,


'Zahra melangkah kan kakinya keluar dari kamar putranya, dengan perasa'an berat meninggal kan putranya dalam keada'an seperti itu,


'Tanpa tujuan tanpa arah hingga lio sampai di tepi danau yang pernah ia datangi,


''Yo..! lio menoleh ke sumbersuara lalu menunduk kembali,


''Aku tadi mau ke rumah mu, tapi aku melihat mobil mu keluar, jadi aku ikuti mobil mu sampai kemari, ucap kevin sambil menjatuhkan bobot tubuh nya di batu di samping lio,,


''Kenapa kita tidak mencoba mencari bella yo' ucap Kevin,


''Mau di cari di mana vin, aku gak tau harus mencarinya di mana. bella pergi benar benar tidak meninggal kan jejak, ucap lio sambil menunduk lesu,


''Kejadian malam itu membuat bella hamil vin,, kevin terprangah mendengar ucapan lio' menatap lekat lio tak percaya, lio tidak pernah cerita tentang kehamilan bella' yang kevin tau bella hanya pergi meningg kan sahabat nya ini,


''ini calon anak ku, lio menujuk kan foto hitam putih yang selalu menemani harinya semejak kepergian bella,


''Kenapa bella tidak bilang dan malah pergi, ucap kevin pelan sangat menyayang kan keputusan bella,


''Berapa bulan usia kandungan bella sekarang yo, tanya kevin,


''Enam bulan, sekarang mungkin sudah sebesar orang itu, ucap lio sambil menujuk wanita yang sedang hamil, yang duduk dengan suaminya tak jauh dari mereka,


''Aku yang salah vin, aku tidak peka dengan perasa'an bella. seandainya aku tidak terlambat ingin. menerima pernikahan ini. mungkin bella tidak pergi, ucap lio sendu,


''Kamu tidak salah yo' hubungan kalian bermula dari pelayan dan majikan, hingga kejadian yang tidak di sengaja itu. menurut ku kamu sudah benar dari bertanggung jawab menikahinya, lalu mencoba menerimanya, hingga tanpa kamu sadari sebenarnya kamu sudah jatuh cinta padanya, ucap kevin,


''Memang aku yang bodoh, aku yang tidak pernah jatuh cinta,


apa lagi dekat dengan wanita, karna itu aku tidak menyadari perasa'an ku pada bella' seandainya aku cepat menyadarinya mungkin bella tidak akan pernah pergi, ucap lio sendu,


'Lio terus menatap wanita yang sedang hamil itu. membayangkan mungkin perut bella sebesar wanita itu, terlihat kesusahan sa'at bangun dan duduk,


''Kamu sudah makan, tanya kevin lio hanya menggeleng pelan,


''Tunggulah di sini, kevin pergi mencari makanan untuk lio, tak berapa lama kevin datang dengan kantong makanan di tangan nya,,


''Makan lah. kamu juga harus tetap sehat, jangan larut oleh rasa sedih mu, ucap kevin,


''terimakasih,, ucap lio''



bersambung