
bella dan tina membuka pintu garasi yang ternyata mobil tuan nya lio belum datang,, lalu berjalan menuju kamar tuan nya untuk meletak kan jas dan kemeja tuan nya,,
''bel kamu masuk sendiri ya. aku tunggu di luar aku mau ke kamar mandi dulu ini sudah kebelet, ucap tina sambil menahan kebelet pipis
''jangan lama lama ya mbak,, ucap bella lalu masuk kekamar tuan nya,,
tak berapa lama kevin datang membawa tubuh lio yang hampir tak sadarkan diri masuk kekamarnya,,
''masuk dulu yo dan kunci pintunya aku akan ambil esbatu sebentar, kevin menyuruh lio' mengunci pintunya takut jika clara datang dan memafa'at kan keada'an lio''
''cepat vin suara lio parau hampir tak jelas,, hanya gumaman,, kevin turun kebawah untuk mengambil es batu di kulkas,
''lio sudah membuka seluruh pakaian nya menyisakan celana boxer nya.
'jeduk..suara kaki lio yang sedang tersandung meja karna jalan nya sudah sempoyongan,, mengagetkan bella
''tuan suara bella juga mengagetkan lio''
''tolong aku ucap lio pelan,,
''tolong apa tuan,, ucap bella menuduk tidak berani menatap atau melihat keada'an tuan nya yang nyaris tanpa busana,,
'tolong aku ucap lio' sambil memeluk tiba tiba tubuh mungil bella,,
''iya tuan saya akan menolong tuan tapi lepaskan dulu,, bella mencoba lepas dari pelukan tuan nya, namun pergerakan bella membuat tubuh lio merasakan gelanyar aneh, rasa yang sedari tadi sudah menyiksa lio' tanpa lio sadari sa'at tubuh nya bersentuhan dengan tubuh bella seakan dia sudah menemukan obat penghilang rasa panas yang melanda tubuh nya
''semakin lio mengeratkan pelukan nya semakin tubuhnya merespon,, dengan cepat lio' menggendong tubuh bella yang meronta membawa nya ke ranjang dan segera menghilangkan rasa panas yang melanda..
''tuan lepaskan tuan,, bella meronta ronta, mbak tina tolong,, teriak bella,
''lio yang sudah di buru hawa nafsu tidak mengendahkan teriakan bella yang minta tolong,,
''dengan sekali sentak daster lusuh bella sudah terlepas dari tempatnya,,
''lio segera meraub bibir mungil bella membuat bella tidak lagi bisa berteriak tangan nya meraih kain putih yang melapisi tempat tidur lio' dengan sekali tarik lio sudah melepas penutup yang menutupi inti bella, membuat bella melototkan matanya,, bibirnya masih di lahap rakus oleh lio' tangan nya berusaha mencakar punggung kokoh lio'
berharap lio kesakitan dan melepaskan dirinya,,
sedang di luar kamar tina menunggu bella sambil sedikit memejamkan matanya menahan kantuk tiba tiba suara bariton kevin mengagetkan tina,,
''bik tina ngapain di sini tanya kevin, yang juga sama kagetnya,,
''bibik nungguin bella den kevin,, ucap bik tina suaranya sedikit serak,,
''memangnya bella di mana tanya kevin lagi,
bella lagi di kamar tuan muda,, lagi naroh baju tuan muda tapi kok lama sekali,, ucap bik tina lagi,,
''den kevin malam malam bawa es batu buat apa banyak lagi,, tanya tina tiba tiba,
''ya tuhan bik, bella di dalam teriak kevin tiba tiba panik dan langsung membuang esbatu di tangan nya, lalu menggedor gedor pintu kamar lio''
''yo.. bukak yo... dor..dor...yo..kamu dengar aku kan yo..
bel...buka..bel...dor..dor..
''bik apa ada kunci lain bik,, tanya kevin mukanya sudah panik sampai terlihat pucat,,
''tidak ada den, hanya bella yang pegang kunci kamar den lio,, ucap tina masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi,, kevin hanya bisa berusaha menggedor pintu kamar lio'' berharap segera di buka dari dalam dan tidak terjadi apa apa, pada bella maupun lio'' mereka tidak dapat mendengar teriakan bella karna memang kamar lio' kedap udara,,
''bella yang mendengar gedoran pintu segera berteriak sa'at ciuman lio' terlepas,,
namun sesa'at kemudian bella merasakan sakit di intinya,, sesuatu telah menerobos masuk kedalam meski lio' melakukan nya dengan perlahan nyatanya itu sangat menyakit kan bagi bella, suara bella tertahan di tenggorokan hanya cucuran air matanya yang mengalir deras, sesekali terdengar suara lio yang minta ma'af,,
gedoran tangan kevin mulai melemah,, lalu terduduk di depan pintu kamar lio' kevin mengusap wajah nya kasar air matanya mulai menetes dia sudah gagal menjaga bos sekaligus sahabatnya,, pernikahan lio yang berdasar jebakan belum bisa di selesaikan haruskah lio kembali menikah atas dasar jebaka untuk kedua kalinya,,
''den kevin kenapa menangis tanya tina karna memang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi,,
''bella, bik,, suara kevin terhenti oleh tangisnya,,
''ada apa dengan bella den dia hanya di kamar den lio' ucap bik tina lagi,,
''bella bersama lio di dalam bik lio dalam pengaruh obat perangsang, aku takut dia melakukan nya dengan bella, terang kevin
''maksudnya apa ya den bibik kok gak ngerti,, ucap bik tina lagi yang ikut duduk di lantai, bersama kevin,,
''bik seseorang telah memasuk kan obat perangsang kedalam minuman lio', bik tina mengingat jika obat perangsang menjadikan orang yang minum jadi kepanasan dan kepengen begituan,,
''ya...alloh bella,, tolongin bella den bella masih di dalam,, teriak bik tina,, sambil menggedor pintu kamar lio''
''sudah terlambat bik ucap kevin pelan,, bik tina menutup mulut nya tidak percaya, tuan mudanya yang begitu baik harus terjebak untuk kedua kalinya, meski kali ini bukan wanita uler itu,, bagai mana nasib bella,,
kevin mengeluarkan poncelnya mihat jam di poncelnya sudah menujuk kan jam dua dini hari,,
kevin mencoba menghubungi ega, tanpa menungu lama sambungan kevin langsung terangkat oleh ega yang memang tidak tidur sadari tadi,,
'vin bagai mana tanya ega pelan,, kevin terdiam suaranya seakan tersangkut di tenggorokan,,
''om,,, lama kevin terdiam
''semua baik baik saja kan vin tanya ega lagi,, kevin hanya diam dan menggelengkan kepalanya yang sudah pasti ega tidak bisa melihat gelengan kevin,,
''om.. lio' lio'.. ucapan kevin terhenti,,
''vin tenangkan dirimu lalu bicara dengan perlahan ucap ega' yang sudah bisa menebak semua tidsk bsik baik saja,,
''om.. lio.. menodai gadis yang baru kerja di rumah nya, terang kevin,, ega menghembuskan nafas nya perlahan,
''vin kita bicarakan ini besok ya.. ega menutup sambungan telefon nya,,
lalu duduk di samping istrinya yang terlelap,, air matanya menetes di wajah nya yang mulai keriput,,
''bagai mana kalau kamu dengar kabar ini besok sayang,, ega tidak bisa membayangkan reaksi istrinya besok,,
dengan kabar yang pernah menghantam istrinya untuk kedua kali,,
ega' perlahan ikut berbaring di samping zahra air mata ega masih setia menetes,,
''sedang kevin dan bik tina masih setia munugu di depan pintu kamar lio'' dengan air mata yang masih menetes di kedua pipi masing masing,,
''tubuh bella membeku seperti mayat hidup, untuk yang kesekian kalinya lio' menyemburkan benih nya kedalam rahim bella'' untuk kesekian kalinya juga kata ma'af dari bibir lio' terdengar begitu menyakit kan di telinga bella,,
terlihat pegangan pintu yang begerak menandakan masih ada orang di luar,,
''bik tina melihat kevin begitu terpukul,,, kevin sama sama ikut merasakan dengan apa yang lio dan bella rasakan terpukul pastinya,, kevin tidak mperdulikan lagi tubuhnya yang menggil kedinginan karna duduk di lantai, bik tina yang menyadari itu mengambil kan selimut untuk menghangat kan tubuh kevin
''den kevin pakailah ini supaya lebih hangat ucap bik tina
kevin menerima selimut dari tangan bik tina,,
''terima kasih bik.. ucsp kevin pelan...
'''jempolnyaana gengss..
bersambung