BELLA

BELLA
pelukan hangat seorang ayah,



''Kakak,,! bella kakak mu, jadi dia putraku,,! ucap lio pelan, tubuh kekar nya serasa lemas tak bertulang, lio terduduk lemas bertumpu pada kedua lutut nya, air matanya mengalir begitu saja. tangan nya mencoba meraih tangan kecil di samping caca,


''Caca menepis kasar tangan lio yang hendak meraih tangan keponakan nya, lio mendongak menatap menghiba pada caca''


''Dia putra ku, aku selama ini sudah berusaha mencari keberada'an nya, bukan salah ku kenapa selama ini kita terpisah, bella yang mengambil keputusan sepihak. ini hanya masalah salah faham, ijin kan aku memeluk nya aku sangat merindukan nya, ucap lio menghiba, caca terdiam tidak bisa berkata apa apa, sedang mari menutup mulut nya tak percaya, sedang kevin asik mengabadikan momen haru pertemuan antara ayah dan anak itu,


''Ada apa ini' semua menoleh ke sumbersuara. perlahan lio bangun dan menghampiri bella.


''Sama hal nya bella menatap tak percaya, ayah dari putra nya sudah datang,


''Bel..! panggil lio pelan suara nya hampir tak terdengar,


''Tuan muda...! ucap bella namun hanya gerak bibir saja, suaranya seakan tersangkut di tenggorokan,


''Bel..! dia putraku kan, ucap lio lagi, bella mengaguk air mata nya perlahan juga mengalir,


''Boleh aku memeluk nya, bella mengaguk pelan,


''Lio kembali duduk bertumpu pada kedua lutut nya mensejajar kan tinggi badan nya, perlahan lio membawa putranya kedalam pelukan nya, rasa hangat yang selama ini tertahan. lio menangis tersedu, biarlah sa'at ini orang mengatai nya cengeng menangis di depan orang lio tidak perduli, bukan hanya lio dan bella yang menangis, tapi semu caca' kebin pun tampak menitikan air matanya, juga maria dan sasa, bahkan maria tak percaya ternyata suami bella adalah orang yang maria kenal dan bukan orang sembarangan.


''Bel, bawa suami mu pulang dulu kerumah bicarakan ini di rumah, ucap maria pelan, bella mengaguk,


''Sedang lio masih tak bergeming rasa rindu itu belum sepenuh nya hilang, sedang putranya hanya diam,


''Bunda'' panggil putranya pelan, seakan ingin bertanya siapa yang telah memeluk nya erat sambil menangis.


''Ini ayah sayang, ucap lio pelan, tangan kecil itu mencoba menghapus air mata di pipi ayah nya..


''Ini ayah adek, tanya nya polos, lio mengaguk pelan,,


''Sebaik nya kita pulang dulu, ucap bella pelan, lio kembali mengguk,


''Abang ajak ayah pulang kerumah abang dulu ya. ucap bella lagi, pada putra nya,,


''Lio berjalan mengikuti tangan kecil yang menuntun nya menuju sebuah rumah dengan mata sembab nya, tak sedikit mata yang memandang, dua sosok pria kota datang kerumah bella, mereka semua sudah menduganya apakah itu suami bella,


''Nenek ini ayah abang sudah datang, ucap nya polos,


''Bel..! ucap bu jannah seakan meminta penjelasan, bella mengaguk pelan,,


''Tuan jangan bawa cucu saya. kasianilah putri saya, ucap bu jannah memohon,


''Jangan pagil saya tuan bu, saya menantu ibu suami dari putri ibu. ayah dari cucu ibu, jika saya ingin membawa putra ku,, saya juga akan membawa putri ibu, karna dia adalah istri ku, ucap lio meyakinkan ibu mertuanya.


''Apa nak lio sudah menerima putri ayah, sela pak harun cepat,


''Dari dulu saya sudah menerima putri ayah, hanya saja waktu itu saya masih mencoba, tetapi putri ayah membuat keputusan sepihak, tanpa ingin tau perasa'an saya seperti apa, ucap lio sambil melirik ke arah bella, yang menunduk,


''Ma'af..! ucap bella pelan, bukan maksut saya ingin meninggal kan tuan muda, hanya saja saya merasa saya tidak pantas untuk tuan muda, ucap bella lagi.


''Ayah..! kalau di ijin kan aku ingin membawa anak dan istri ku pulang kerumah ku, mereka tanggung jawa ku, ucap lio meminta ijin kepada ayah mertuanya,


''Ayah tidak bisa memutus kan, semua keputusan ada pada bella, ucap pak harun, bella hanya tertunduk dan terdiam. perlahan lio menghampiri bella,


''Bel, kita mulai dari awal rumah tangga kita, akan ku perbaiki semua kesalahan ku, semua demi dia bel, apa kamu tidak ingin melihat nya bahagia bel, ucap lio sambil membelai lembut pucuk kepala putranya, bu jannah membelai lembut pundak bella. seakan memberi dukungan apa pun keputusan nya,,


''Kamu mau kan bel. tanya lio lagi, Perlahan bella mengaguk, tanda setuju, lio menghembuskan nafas nya lega.


''Ayah putri ayah sudah setuju, sekali lagi aku meminta ijin ayah, ucap lio lagi,


''Bella sudah setuju, restu ayah dan ibu selalu menyertai kalian, ayah titip bella karna dia tanggung jawab mu sekarang, ucap pak harun, sambil tersenyum,


''Kalian tidak pergi sekarang juga kan, tanya bu jannah,


''Tidak bu kita pergi besok pagi, ibu dan ayah dan juga caca, tunggulah di sini nanti aku sama bella akan menjemput kalian, ucap lio lagi,


''Tidak perlu memikirkan kami, yang terpenting anak dan istrimu terlebih dahulu, ucap pak harun lagi.


''Kalau begitu malam ini menginap lah disini, ma'af tempat nya ya seperti ini. ucap pak harun tidak enak hati,


''Tidak apa apa yah,, ucap lio sambil tersenyum,


''Kak lio' itu di luar siapa, tanya caca, lio menoleh mencari keberada'an kevin,


''Itu kevin, jawab lio cepat,


''Kenapa sedari tadi tidak di suruh masuk malah duduk di luar. ucap pak harun bangun dari duduk nya dan menghampiri kevin,


''Nak kevin masuk lah, ma'af tempat nya ya seperti ini, kevin tersenyum,


''Tidak apa apa, tidak usah sungkan, ucap kevin lalu melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah bella,


''Vin kita pulang besok, kamu ambil mobil nya bawa kesini, kevin mengernyit kan dahinya.


''Aku ambil mobil, dari tempat tadi kesini, ucap kevin sambil menujuk dirinya lio mengaguk,


''Hem..! jawab lio


''Gila kamu, apa kamu tidak lihat ini sudah malam yo' ini desa bukan kota, mana jalan nya gelap lagi. gerutu kevin tak terima.


'Nanti biar ayah anterin nak kevin, ucap pak harun,,


''Terima kasih pak jadi merepitkan bapak ucap kevin tidak enak hati sedang lio cuek, dia asik memeluk putra nya.


''gengss, sudah ketemu bang lio nya sama neng bella, selanjut nya tinggal bang lio bucin bucin nya, BE TE WE apa pun itu terimakasih atas dukungan nya, tanpa kalian author bukan siapa siapa, terima kasih semua love you all..


bersambung