
lio' dan kedua orang tuanya ega' dan zahra'.tentunya terlihat
mendatangi kediaman sederhana bella, yang tak jauh dari kediaman bik rima, rencana hari ini yang ingin melamar bella,, mobil mewah lio sudah terparkir di depan rumah bella,, lio' turun di ikuti ega dan juga zahra,, kedatangan mereka tak luput dari pandangan mata para tentangga bella,
''asalam mualaikum ucap zahra, sa'at hendak memaduki rumah bella,,
''walaikum salam,, ucap ibu dan ayah bella dari dalam rumah,,
''mari silahkan masuk tuan dan nyonya,, ucap ayah bella sopan,,
''panggil nama saja pak, nama saya zahra dan ini suami saya airlangga,, dan ini putraku lio' ucap zahra memperkenal kan diri ramah,,
''sebelum nya saya minta ma'af pak' kedatangan kami kemari mungkin mengejutkan bapak dan ibu, saya sebagai ibu dari putra saya sekali lagi saya minta ma'af atas kejadian yang menimpa putri bapak bella, yang perlu bapak tau kejadian Ini bukan di sengaja pak, sekali lagi saya minta ma'af,, ucap zahra,,
''niat kedatangan kami kemari, putraku akan bertanggung jawab atas perbuatan nya. terhadap putri bapak,, dengan melamar bella sebagai istrinya,, kedua orang tua bella hanya diam, sebelum nya bella sudah menceritakan semuanya, termasuk rencana perceraian nya,
''kami serah kan semuanya kepada anda saja nyonya,, ucap pak harun ayahnya bella,,
''baiklah pak dua hari lagi kita laksanakan akadnya, nanti akan kami kirim kemari semua keperluan bella termasuk gaun pengantin nya, ucap zahra lagi,,
'tidak perlu gaun nyonya saya sudah ada baju sendiri, sela bella yang baru datang dengan membawa nampan dan gelas teh,,
''zahra hanya diam,, melihat pemandangan di wajah wajah keluarga bella tiada raut kebahagia'an, menyambut pernikahan putri mereka seperti pernikahan pada umum nya,, ibu bella yang sedari tadi juga hanya diam, sesekali hanya tersenyum seperti terpaksa,, membuat dada zahra semakin sesak di hantam rasa bersalah,,
tak berapa lama zahra suami dan putanya pamit undur diri,, setelah kepergian keluarga wirayudha bella terduduk di kursi kayu usang menatap nanar kearah luar cendela,, entahlah apa yang di pikirkan bella,
''setelah dari rumah bella, zahra terlihat mendatangi rumah zia'' sendiri tanpa ega dan putranya,,
''minum lah dulu ra'' ucap zia sambil meletak kan minuman dingin di hadapan zahra,,
''aku tadi sudsh kerumah bella mbak,, ucap zahra
''lalu bagai mana keputusan nya,, tanya zia''
''zahra terlihat meneteskan airmatanya,,
''aku sebenarnya tidak tega melihat keluarga bella mbak, mereka jadi seperti ini karna putraku,, seharus nya mereka bisa mengantar bella ke pernikahan nya dengan suka cita dan kebahagia'an, tapi aku tidak melihat itu yang kulihat hanya raut kesedihan, pernikahan ini hanya sekedar sarat lalu bercerai,, aku harus apa mbka'' tangis zahra pecah di hadapan zia''
''mereka bisa menjalani pernikahan ini dulu ra' siapa tau nanti cinta bisa tumbuh di hati keduanya,, ucap zia,,
''aku tau mbak, jika tumbuh,, jika tidak,, belum lagi jika hanya tumbuh satu,, maka akan terjadi lagi kisah mbak zia dan ega'' ucap zahra zia terdiam, benar apa yang di katakan zahra,,
''mungkin kita bisa memberikan konpensasi setelah bercerai untuk bella buka usaha ra'' ucap zia memberi saran,,
''mereka bukan orang seperti itu mbak,, ketika gadis lain berusaha merebut hati putraku dan ingin sekali menjadi istrinya sampai menggunakan cara yang kotor,, tapi bella memilih bercerai setelah menikah,, mereka memang keluarga sederhana,, dan bukan nya memanfa'at kan keada'an,, itulah kenapa hatiku terasa sangat sedih dan sakit,
aku pernah merasakan di posisi bella sebelum aku punya butik hidup sederhana bekerja kesana kemari untuk bertahan hidup,, terang zahra,
nola yang mendengar pembicara'an mamanya dan tantenya, berpikir kembali lio orang yang sangat dingin, orang yang tidak mudah untuk jatuh cinta, jika nola tidak mengubur perasa'an nya mulai sekarang,, itu akan menyiksa dirinya sendiri nanti,
jika tuhan sang pemilik hati menakdirkan lio' dan istrinya bella saling mencintai,,
''ra aku jadi ingin bertemu denga sosoknya bella' ucap zia,,
......................
dua hari kemudian lio dan kedua orang tuanya, sudah berada di masjid di area pemukiman bella'' seperti ke inginan bella yang ingin akad pernikahan nya di lakukan di masjid saja,, turut hadir zia' dan suaminya adam' yang ikut menyaksikan pernikahan kedu putra sulung nya lio''
''sementara dari pihak bella yang pasti kedua orang tuanya dan adik bella, serta ketua RT RW sebagai saksi dan juga imam masjid, pernikahan yang cukup sederhana, tiada gaun indah, tiada riasan, sebagaimana layaknya pengantin, bella hanya merias dirinya sendiri,, baju juga kebaya lama ibunya,, zahra hanya bisa menbunduk tidak berani menatap wajah bella dan kedua orang tuanya,,
''sedang zia merasakan seperti yang zahra katakan dua hari yang lalu, benar saja tiada raut kebahagia'an mewarnai wajah keluarga bella, bahkan untuk tersenyum pun mereka seperti terpaksa,,
''lio' dengan lantang nya mengikrarkan ijab qobul lantang sa'at saksi berkata sah, ibu bella menitiskan airmatanya,, tinggal selangkah tanda tangan surat perceraian,, maka setstus putrinya akan menjadi janda di usia sangat muda,, bella tersenyum getir dalam tunduk nya,, selanjut nya bella keluar dari masjid dengan kedua orang tuanya, dan akan kbali kerumah nya,,
''bel kamu tidak ikut dengan kami,, tanya zahra lembut nyonya besar nya yang kini menjadi mertua sementara bella,,
''tidak nyonya biarkan bella di rumah dulu,, jawab ibunya bella bu jannah,,
''ya sudah bedok biar supir yang menjemput mu, ya, ucap zahra lagi,
''eh..bella...? jadi benar kamu menikah, tadi bu rt yang bilang katanya kamu meniksh hari ini, kenapa tidak mengundang kami bel, tanya tetangga bella,,
''iya bu.. ma'af karna tidak mengundang,, ucap bella pelan,,
''ya jelas kamu tidak mengundang para tetangga bel orang kamu menikah karna kecelaka'an kan,, atau kamu sudah hamil dulua, ma'af ya bel kamu itu cantik lho,, pemuda di sini banyak yang kepincut sama kamu bel tapi sayang kelakuan mu tak secantik wajahmu,, ucap tetangga bella lagi yang supeer pedas,,,
''ma'af buk kelakuan bella seperti apa ya maksudnya,, tanya zahra yang sedikit emosi dengan ucapan tetangga bella,,
''memang ibu ini siapa tanya tetangga bella,,
''saya mertuanya buk,, ucap zahra lagi,,
-'oh.. anda mertuanya, kelihatan nya orang kaya,, hati hati punya menantu bella buk,
bella pasti manjat ranjang anak anda ya, terus ngaku hamil mintak di nikahin demi hidup biar seperti orang kaya ucap nya lagi tambah pedas,
''buk anda kalau tidak tau apa apa tidak usah banyak bicara,, disini saya pengacara. anda bisa saya laporkon atas pencemaran nama baik dan juga fitnah,, ucap adam,, tiba tiba menyela,,
''alah orang kaya memang seperti itu dikit dikit lapor, mentang mentang banyak uang nya,, ucap tetangga bella lagi,, bella dan kedua orang tuanya hanya diam saja menghadapi orang semacam itu ya harus diam biarkan mereka membuat opininya sendiri, masa bodoh,, bella dan keluarganya sudah biasa dengan orang seperti itu,,
lio dan keluarganya sudah pergi.meninggal kan masjid tempat akad di laksanakan,, sedang bella dan keluarganya juga segera pulang kerumah nya.
di dalam mobil zahra hanya diam saja, membayangkan bagai mana kehidupan bella nantinya jika perceraian itu terjadi dan bella menjadi janda di usia muda,, sekarang saja sudah banyak tetangganya yang mulai nyinyir, zahra teringat ucapan bella seminggu yang lalu,, lebih baik menjadi janda dari pada stetus gadis tapi sudah tidak suci lagi,, yang pastinya itu akan lebih memalukan, bukan hanya bella yang malu kedua orang tuanya juga pasti akan lebih malu karna di nilai tidak bisa mendidik anak nya,,
''zahra menghela nafasnya berat,,
''sayang ega menggegam tangan istrinya erat,,
''aku memikirkan kehidupan gadis itu lang,, ucap zahra pelan
''tinggal di lingkungan bella memang seperti itu sayang, ucsp ega
''aku tau lang,, jika tuhan membuat putraku bisa membuka hatinya untuk gadis seperti bella aku sangat bersukur dan terimakasih lang karna bella gadis yang baik, ucap zahra
''bersambung