BELLA

BELLA
berkunjung



Bella tampak tercengang membuka satu persatu kado yang di dapat putranya, kado dari orang orang yang menyayanginya, dari para istri rekan bisnis suaminya. tidak ada kado yang murah, semua mahal,


''Bayi sekecil ini sudah pakai baju bermerek, batin bella,


''Lio sudah menyiap kan kamar khusus, untuk putra keduanya itu,


''Letak kan semua di lemari nya ya bik, susun menurut merek nya, titah bella,


''Sayang, baby leon mau susu dia nangis, lio menghampiri istrinya, nya,


''Biar saya yang buat kan susu nya tuan, bik jumi bergegas membuat susu untuk tuan muda kecil nya.


''Kenapa di tinggal anak nya dia sendirian, bella berdecak kesal,


''Ada nenek rima nya, tidak usah kuatir, jawab lio,


''Lio membantu istrinya berdiri.


''Pelan pelan, tidak usah buru buru. Bella mengaguk


''Bunda sudah datang, anak pinter minum susu, bik rima menirukan suara anak kecil.


''Sini bik biar sama lio, bik rima meletak kan baby leon di pangkuan papa nya,


''Ini nih,, si pinter yang selalu bikin papa muntah muntah hem,, lio mencium gemas pipi lembut putra nya,,


''Bik rima tersenyum melihat tuan mudanya begitu bahagia, menjalani kehidupan rumah tangganya, saling mencintai dan mengsihi, membawa'an bella yang lemah lembut mampu menginbangi sikap suaminya yang terkesan dingin, bersikap hangat hanya dengan orang orang yang di kasihinya,


''Sayang kamu gak ke kantor, tanya bella yang melihat suaminya masih asik memangku putra nya,


''Sebentar sayang, jawab lio


''Bundaaa,,,! teriak putra sulung Bella,


''Ya sayang ada apa, jawab bella lembut,,


''Real berangkat sekolah, ucap nya seraya mencium punggung tangan bundanya hangat,


''Bella mencium pipi gembul putra sulung nya itu,


''Papah, belum bersiap, real pergi sama pak salim saja, ucap nya seraya mencium punggung tangan papa nya.


''Jangan nakal, belajar yang yang rajin, lio mencium pucuk kepala putra nya,,


''Sayang aku agak siangan saja pergi ke kantor nya. hari ini tidak begitu banyak pekerja'an, lio sedikit tidak rela untuk meninggal kan putra keduanya, tidak ingin melewat kan setiap momen membesarkan putra nya,


*******


Di kantor monik, menghendel kantor seorang diri di bantu nita, monok mengirim kan hasil meeting pagi ini melalui imel ke ponsel bos nya,,


''Mbak monik, panggil nita.


''Ya ada apa nit, jawab monik tanpa mengalih kan pandangan nya, dari layar komputer nya,


''Aku dan teman tenan ku yang lain, berencana ingin melihat baby leon dan nona bella, monik melepas kacamata baca yang bertengger di hidung nya,,


Sebaik nya kamu tanya dulu minta ijin sama pak bos, jangan asal datang ke rumah nya, monik memberi saran,


''Sudah, pak bos mengijin kan, jawab nita seadanya,,


''Hem pergilah, kapan tanya monik.


''Rencananya hari ini setelah jam kantor pulang, mbak monic mau ikut. tanya nita,


''Sebenar nya aku juga belum melihat baby leon dan nona bella, boleh deh kalau begitu, aku ikut ucap monik, nita mengembangkan senyum nya, jika monic ikut nita beserta kawan kawan nya, paling tidak nita tidak begitu merasa canggung.


''Hari semakin sore, nita sudah bersiap membereskan meja kerja nya. begitu juga dengan monic,


''Hari ini ahir pekan, pekerjaan tidak begitu banyak pak bos juga tdak kekantor,


''Nita menghampiri ruang kerja monik, yang dulu ruangan kevin,


''Mbak monic sudah siap, tanya nita di ambang pintu


''Sudah ayok, monik mengembangkan senyum nya.


''Mereka sudah di lobi mbak, jawab nita seadanya,,


''Nita dan kawan kawan nya, sedang monic sendiri mengendarai mobil nya, mereka menuju kediaman presdir nya,,


''begitu memasuki area komplek, tita dan kawan kawan nya tampak terpana, melihat rumah rumah orang kaya,


''Ini rumah apa istana, seru sindi dan sandra,


''Ini rumah ku istanaku, timpal nala,


''Kalian norak, balas nita, fokus dengan kemudi mobil nya mengikuti mobil monic di depan nya,


''Wajar saja aku kita norak, biasanya hanya bisa melihat rumah seperti ini di tv, ini dunia nyata, ucap sandra,


''Rumah nya yang mana sih, perasan kita sudah banyak melewati rumah mewah,


''Wah coba lihat rumah ini, jauh lebih besar dan mewah, berbanding yang depan tadi, seru nala,


''Kali ini nita tertegun, melihat bangunan yang di sebut rumah, di samping kiri dan kanan nya,,


''Tak berapa lama, mobil monic mulai memasuki gerbang tinggi menjulang, tampak beberapa penjaga keamanan, berjajar di sana,


''Turun lah, ucap nita, satu persatu mereka turun mengikuti langkah monic,


''Mbak monic tunggu. nita berlari kecil mengejar langkah monic,


''Selamat sore bik, sapa monic ramar,


''Langsung naik saja ke atas non, nona bella sudah menunggu, bik jumi membawa tamu majikan nya itu menuju lif,


''Hah, sandra dan nala melongo, mengetahui ada lif di dalam rumah, sedang monic hanya tersenyum geli, melihat tingkah sahabat nita,


''Selamat sore mari silahkan kan, nona Bella sudah menunggu, bik rima, menyambut tamu majikan nya di depan pintu lif,


''Selamat sore bik, sapa monic ramah di ikuti yang lain nya,,


''Bik rima menujuk kan jalan menuju kamar baby leon,


''Nona bella,


''Masuk lah, silahkan duduk, maaf aku tidak bisa menyambut kedatangan kalian di bawah. ucap belka,


''Tidak apa apa nona, kami mengerti, monic sendiri ersenyum ramah,


''Terimakasih sudah menyempat kan waktunya datang ke sini di sela sela kesibukan kalian, ucap bella tidak enak hati,


''Kalian sudah datang, ucap lio yang berada di ambang pintu. sembari memasuk kan kedua tangan nya ke saku celana pendek nya,


''Tidak sulit kan mencari rumah ku, tanya lio lagi,


''Tidak tuan, kami tidak kesulitan, jawab monic seadanya,


''bik jumi datang membawa minuman dan juga camilan, untuk menjamu tamu majikan nya,


''Bik jum, tolong bilang bik inah suruh bik inah masak banyak, ucap bella,


''Asiaap non, bik jumi memberi hormat,, bella tersenyum


''Baby leon. pulas dalam box bayi. setelah tadi puas bermain dengan tamu bundanya,


''Nona maaf kami tidak bawa apa apa, untuk baby leon, hanya ini dari kami, ucap sandra menyerah kan bingkisan,


''Tidak usah merasa tidak enak hati karna tidak membawa apa apa, bagiku kehadiran kalian sudah cukup aku sangat senang, ucap bella,


''Sedang bagi nita dan teman teman nya. bella sekarang sudah berbeda, bukan lagi bella yang dulu meski mereka satu kelas,


''Boleh aku membuka nya, tanya bella,


''Sandra dan yang lain mengaguk,


''Sebuah baju rajutan satu stel, lengkap sengan sepatu dan topinya,


''Wah ini bagus sekali, aku sangat menyukainya, terimakasih ya ucap bella,