BELLA

BELLA
empat tahun kemudian



Bella tersenyum melihat putranya tumbuh menjadi anak yang sehat dan juga cerdas, di usia nya yang ke empat tahun bicara nya sudah sangat lancar, seminggu lagi ulang tahun putranya yang ke empat. bella sudah berjanji akan membawa putranya ke taman bermain ahir pekan ini,


''Mbak bell sudah belum, cepetan nanti kita terlambat. seru caca di atas motor nya.


''Bella keluar dengan putra nya, bersiap pergi untuk bekerja,


''Ibu kami pergi dulu ya, seru bella sambil mengenakan jaket pada putra nya, bu jannah datang dari arah dapur sambil tersenyum,


''Abang salim dulu sama nenek, ucap bella pada putra nya.


''Belajar yang rajin jangan nakal di sekolah ya, ucap bu jannah pada cucu nya,


''Daa..! nek adek pergi dulu, ucap nya sambil melambaikan tangan nya,,


''Cha hati hati bawa motor nya. seru bu jannah, lagi,


''Asiap buk bos, ucap caca sambil memberi hormat kepada ibunya, bu jannah hanya menggeleng kan kepalanya,,


''Caca melajukan motor nya menuju cafe tempat bella bekerja. setelah itu caca lanjut menuju sekolah tempat nya mengajar


''Ayok adek turun, kita sudah sampai, ucap caca sambil melepas helem nya.


''Cha kamu sudah datang, langsung saja ke kantor ada miting sebentar, kepala sekolah mau memberi tau kan sesuatu ucap karin,


''Ada apa sih tanya caca penasaran,


''Entah lah denger denger ada orang yang msu merenovasi sekolah ini. imbuh karina lagi,,


''Oh.. ya..! ucap caca,,


''Sebentar aku anterin bocil ini dulu masuk kelas nya, abang ayok cepat, ucap caca lalu berjalan menuju kelas keponakan nya,


''Tk tempat putra nya bella belajar,,


satu tempat dengan tempat caca mengajar menjadi guru, meski lulusan terbaik sa'at kuliah caca memutus kan menjadi guru dan mengajar di sekolah SD hanya karna tidak rela meninggal kan keluarganya jika harus berkerja di perusaha'an dan tinggal di kota,


''Abang pergilah ke kelasmu jangan nakal ya..! sana,, nanti mbak caca kesini jemput kamu kalu sudah selesai, ucap caca,, abang hanya mengaguk dan patuh,


……………


"Sedang di tempat lain


Lio tampak sibuk pagi ini, segera menyelesaikan pekerja'an nya di kantor,


''Yo sudah belum, ucap kevin, sambil menjatuh kan bobot tubuh nya,,


''Ini tinggal sedikit vin, ucap lio tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar leptop nya,,


''vin kamu sudah dapat sekolah yang mau kita renovasi, tanya lio sambil menutup leptop nya.


''Sudah ada beberapa, ini tempat paling dekat dengan hotel di mana kamu pernah melihat bella dulu, dan lokasi ini juga dekat dengan proyek yang kita akan tinjau sekarang,


''Bagus lah kita bisa pergi sekali jalan, ucap lio sambil bangun dari duduk nya.


''Kita pergi sekarang vin, ucap lio meninggal kan kevin, palu kevin segera menyusul langkah kaki bos nya yang melangkah di depan nya,,


''Kevin dan lio pergi melihat tempat yang akan di bangun sebuah resot di sebuah desa di pinggiran kota, sekaligus melihat sekolah yang akan di renovasi,,


''Kenapa memih sekolah, biasanya kamu mencari panti asuhan, tanya kevin sambil gokus sama kemudi nya.


''Kamu tau seminggu lagi ulang tahun anak ku vin, yang ke empat mungkin dia sudah sekolah. anggap saja ini sebagai kado ulang tahun nya ucap lio pelan, jika tahun tahun sebelum nya lio merayakan ulang tahun anak nya dengan berbagi bersama anak anak panti asuhan kali ini lio ingin merenovasi sebuah sekolah dan memberi fasilitas, yang layak,


''Kita ke sekolah dulu ya, baru setelah itu kita lihat proyek itu, ucap kevin sambil melirik bos nya itu,,


''Hem..! terserah kamu,, jawab lio singkat,,


''Tak berapa lama, lio dan kevin sudah sampai di sebuah sekolah SD, kedatangan mereka sudah di sambut dengan beberapa murid dan juga para guru, tak terkecuali caca,,


''selamat datang di sekolah kami, ucap kepala sekolah memberi sambutan,


''Terima kasih, ucap kevin ramah sedang lio matanya sibuk memindai setiap murit yang ia lihat,


''Sedang caca tak percaya dengan apa yang dia lihat. suami kakak nya ini ada di hadapan nya sa'at ini, apa..! caca sama sekali tidak bisa berfikir,


"Yo' fokus lah. bisik kevin.


''Mari silah kan pak, ucap kepala sekolah itu memper silahkan tamu nya ke ruang tamu sekolah,


''ma'af sebelum nya ibu dan bapak guru di sini sudah tau kan maksut kedatangan kami, ucap kevin memulai pembicara'an,


''Iya kami sudah tau, dan kami sangat berterimakasih anda memilih sekolah kami. ini akan sangat membantu, untuk anak bisa belajar dengan lebih nyaman, jika tempat nya sudah bagus nanti. jawab kepala sekolah itu.


''boleh kami berkeliling melihat sekolah ini, bu tanya kevin sama ibu kepala sekolah itu,


''Oh.. mari silahkan.. kevin dan lio berkeliling melihat keada'an sekolah


''Ini semua harus di ganti vin, lihat lah banyak bangku yang sudah rusak dan usang, kamu urus semua, atap nya juga semua sudah banyak yang bolong,


''mbak cacaaaa....!


"Bugh.. auw...!


"Kamu tidak apa apa dik, ucap lio' sambil mengakat bahu abang yang baru saja menabrak dirinya,,


''Abang hati hati jangan berlari, ucap caca menghampiri keponakan nya,,


''Ma'af kan keponakan saya. ucap caca, takut ragu dan kuatir menjadi satu,,


''Tidak apa apa biarkan saja dia hanya anak kecil,


''Kamu tidak apa apa tanya lio sekali lagi namun abang masih tidak menjawab dan menunduk,


''Tidak apa apa, ma'af adek tadi tidak hati hati, ucap nya sambil mendongak menatap wajah lio lekat,,


''Mata bulat ini tidak asing bantin lio, seketika dada nya bergemuruh,


''Nama nya siapa. tanya lio lembut.


''Adek, jawab nya polos,


''Adek siapa, tanya lio lagi


''Adek saja, terkadang bunda juga memanggil abang, jawab nya lagi


''Jadi abang apa adek. tanya lio lagi sambil tersenyum tipis,,


''Terserah om' mau panggil apa adek juga bisa abang juga boleh, lio terkekeh mendengar jawaban polos anak itu,,


''Jadi yang benar namanya siapa, tanya lio lagi,


''Abang sini sama mbak caca' ucap caca sambil menarik tangan keponakan nya, dan menyembunyi kan nya di belakang punggung nya,


''Biarkan saya bicara sama dia sebentar nona, ucap lio pelan, caca terdiam tidak bisa menolak dan mencegah nya,


''Saya hanya penasaran nama nya siapa tanya lio pada caca,


''Dia tidak punya nama. anda bisa memanggil nya abang apa adek, ucap caca cepat, lio mengkerut kan kening nya, aneh kenapa bocah sebesar itu tidak punya nama,


''kenapa tidak memberinya nama, tanya lio lagi,


''Bunda bilang nungguin, aya..! caca menutup mulut keponakan nya dengan tangan nya,


''Ma'af kan keponakan saya tuan, ucap caca cepat,,


lalu dengan cepat membawa nya pergi, dada caca berdetak cepat. setelah sampai di tempat sepi caca memeluk keponakan nya erat,


''Abang dengarin mbak caca jangan bicara lagi sama orang asing, orang yang abang tidak kenal, nanti bunda marah, ucap caca abang hanya mengaguk patuh,,


setelah berkeling melihat keada'an sekolah itu lio dan kevin pamit undur diri,


''saya sudah melihat semuanya, sementara kelas di renovasi, anda urus tempat belajar anak anak sementara, ucap kevin ramah,,


''Soal itu jangan kuatir tuan, saya sangat berterima kasih atas kunjungan anda dan kebaikan anda merenovasi sekolah kami, ucap kepala sekolah itu,,


''Sama sama bu, saya juga ber terimakasih anda sudah menerima kedatangan kami, ucap kevin,


bersambung,,