
''Hampir setiap hari, lio mendatangi kediaman mertuanya, hanya sekedar makan, masakan ibu mertuanya rupanya mampu menyihir perut lio, cocok di lidah nya meski hanya masakan sederhana,
''Yo di rumah mu gak peran masak ya, kenapa setiap mau makan datang kesini, ucap kevin
''Lio menghela nafas nya pelan,
''Dengar yang pertama, panggil aku kakak ipar, karna aku menantu tertua, yang kedua ini rumah mertuaku, orang tua dari istri ku, jawab lio,
''Iya aku tau, aku cuma ngomong, ucap kevin cuek,
''Sudah jangan berdebat, di kantor sebagai patner kerja, di rumah sebagai ipar, harus saling mendukung satu sama lain, seru caca,
''suamimu itu yang mulai duluan, ucap lio tak terima,
''Waktunya makan, no debat, di sini bukan gedung DPR seru bella,
''Pak harun dan bu jannah hanya tersenyum menanggapi kedua menantu lelaki nya itu,
''Padahal di rumah nya pelayan banyak, tinggal minta di masakin kayak gini aja, juga pasti di masakin, kenapa mau makan saja masih repot repot kesini, ucap kevin lagi mencibir,
''Mentang mentang seratus kita sama di sini, kamu berani sekali sama aku ya, aku menantu tertua di sini, ucap lio tak terima,
''Sudah, semua sama. mau makan ya tinggal makan saja, tidak apa apa nak lio mau akan di sini, ayah sama ibu justru senang, ucap pak harun menengahi,
''Aku cuma bercanda yah, lio saja yang naperan, ucap kevin lagi lio hanya mendengkur kesal,
''Menu sambal penyet terong dan ikan penyet menjadi santapan malam ini,
''Lio makan dengan lahap, tidak lagi mengunakan sendok dan garpu, langsung menggunakan tangan nya,
''Sejak kapan tuan muda kaya ini makan pakai tangan, gumam kevin.
''Sejak menikah dengan kakak istrimu, ucap lio santai yang mendengar gumaman kevin.
''makan menggunakan tangan seperti ini lebih nikmat dan terasa, apa lagi kalau menunya seperti ini, ucap lio lagi.
''tapi aku tidak pernah melihat ayah dan ibu makan menggunakan tangan, ucap kevin lagi,
''Iya biasanya ayah dan ibu makan seperti ini ada kamu saja, pakai sendok dan garpu, ucap lio lagi,
''Masak sih, ucap kevin tidak percaya,
''Sudah makan dulu, jangan banyak bicara, seru bella
''Makan malam hari ini terasa nikmat meski menu seadanya, lio sangat suka, masakan ibu mertuanya memang juara,
''meski begitu masakan mommy nya juga tak kalah enak, zahra masak sudah menyesuekankan lidah suami dan anak anak nya, Sudah jarang masak ala kadar nya,
''Kenyang sekali aku, ucap lio sembari duduk santai di ruang keluarga, mengusap perut nya yang sedikit membuncit,
"Kita pulang ucap bella pelan
"Aku malas mau pulang kita nginep di sini saja ya, ucap lio tampak memohon,
"Bella mengaguk pelan,
"Ibu besok kita ke pasar lagi ya. seru lio, beringin lagi pergi ke pasar.
"Ngapain ke pasar, tanya kevin heran, seorang lio pergi ke pasar sangat tidak mungkin, batin kevin
"Ngapain ke pasar belanja lah, ucap lio cuek,
"Sayang buat kan aku kopi, bisik lio pada istrinya,
"Tadi aku masih di dapur, diam saja, aku baru duduk minta kopi, ucap bella kesal karna dia kharis berdiri lagi.
"Duduk saja mbak biar aku yang bikin, seru caca,
"buatin sekalian kak lio ya dek, ucap bella,
''Vin minggu depan kamu harus kembali lagi ke malaysia, bawalah caca ikut bersamamu. titah lio,
''Kenapa mendadak, tanya kevin kaget,
''Selesaikan dulu semua pekerja'an di sana, jangan ambil job baru lagi, setelah selesai pulang lah, dan urus perusaha'an mu sendiri, jelas lio,
''Maksud mu, tanya kevin tidak mengerti.
''Apa kamu tidak ingin berdiri di kakimu sendiri, sudah cukup, sekarang waktunya kamu punya perusaha'an mu sendiri, kamu sudah punya tanggung jawab dengan menikahi putri orang sebentar lagi kalian punya anak, berkembang lah vin, ucap lio lagi,
''Lalu bagai mana dengan mu, siapa yang menggantikan ku, ucap kevin,
''Jangan pikirkan aku, aku sudah pikirkan semuanya, biar monic menggantikan posisimu di perusaha'an, nita yang akan menggantikan monic. jelas lio lagi,
''Tidak, daddy sudah memikir kan anak perusaha'an yang akan di pegang diego, nania adalah putri deddy ku juga sebentar lagi mereka akan segera menikah. ucap lio lagi,
''Apa kamu yakin yo, kevin masih tidak percaya dengan apa yang di dengar nya,
''Kamu meragukan ku vin, kamu tau sendiri aku tidak pernah main main dengan ucapan ku, ucap lio lagi,
''Kevin terdiam, sebenarnya kevin berat lepas dari perusaha'an lio. tapi hati kecil nya juga ingin punya perusaha'an nya sendiri.
''Dimana perusaha'an ku akan berdiri nanti nya yo, tanya kevin lagi,
''Aku sudah siap kan untuk mu, sekarang masih tahap renovasi, setelah kamu pulang dari malaysia nanti. Aku yakin sudah selesai, karna itu selesaikan dulu pekerja'an yang di sana dulu, ucap lio lagi,
''Kevin mengaguk,
''Segera ku laksanakan titah mu.
''Caca mendengar obrolan kakak ipar dan suami nya, menitiskan air mata terharu, kakak ipar nya memang orang yang baik beruntung caca dan keluarganya mengenal lio' dan kevin.
bukan hanya caca, tapi pak harun dan bu jannah juga terharu,
''Sedang bella memang sudah mendengar langsung dari suaminya hari itu ketika ia masih di negri jiran,
''Sayang kopi nya mana, tanya lio pada bella,
''Cha kopi nya mana, teriak bella,
''Sebentar mbak, jawab caca,
''Caca menghapus dulu air mata yang menitis, di pipi nya, sebelum keluar membawa nampan berisi kopi,
''Lama sekali cha, ucap lio begitu melihat caca,
''Ma'af, ucap caca sabil nyengir,
''Kevin masih terdiam mencerna ucapan lio tadi,
''ponsel lio bergetar di saku celana nya, tertera nama Ello,
''📲
''Ada apa dek, tanya lio,
''Kakak di mana, aku sekarang di rumah kakak, real minta pulang, ucap Ello dari seberang,
''Kakak di rumah mertua kakak dek, kalau tidak keberatan anterin real kesini, kakak ipar mu, ingin nginep di sini, terdengar hela'an nafas berat dari seberang telepon,
''Baik lah, ucap Ello, mengakhiri telfon nya,
''Ada apa tanya Bella,
''Putra mu ke rumah, jawab lio,
''Terus bagai mana kita di sini, ucap bella kuatir,
''Aku sudah meminta Ello untuk membawa nya kesini,
''Apa cucu ibu mau kesini Bell, tanya bu jannah,
''Iya bu, jawab bella.
''Ibu kangen, hampir dua minggu tidak kesini, ucap bu jannah lagi,
''Tak berapa lama, real dan Ello sudah datang,
''Bocah empat tahun itu berlari memeluk kakek nya erat, melepas rasa kangen nya,
''Real, kenapa peluk kakek dulu, kenapa bukan papa, ucap lio sedikit cemburu,
''Real kangen sama kakek, besok kita main ya kek, ucap real semangat,
''Kak aku langsung pulang ya, real aku tinggal di sini, ucap Ello,
''Gk minum kopi dulu, dek, ucap bella,
''Sudah kak terima kasih, jawa. Ello,
''Hati hati bawa mobil dek, ucap lio
''Terimakasih ya dek, sudah bawa real kesini, ucap bella,,