BELLA

BELLA
morning kiss



''Pagi ini bella seperti biasa membangunkan sang suami tapi tampak berbeda dengan biasanya, meski ragu dan malu masih menguasai perasa'an bella, tapi bella harus melakukan nya, manggil suaminya sayang dengan penuh kelembutan,


''Sayang bangun lah ini sudah pagi, dengan ragu bella membangun kan sang suami.


''Bukan nya bangun lio makin memeluk bella erat, bibir nya menyunggingkan senyum tipis nya,


''sayang apa kamu tidak kekantor, ucap bella sedikit kaku,


''Hem sebentar lima menit biarkan seperti ini dulu, ucap lio pelan dengan suara serak nya.


''Atau kasi aku morning kiss.. lio berkata sambil sedikit membuka matanya mengintip bella,


''Morning kiss, apa itu, tanya bella polos


''Ciuman di pagi hari, ucap lio lagi,


''hah.. memang harus..!


''Hem..!


''Bella terdiam tampak bergikir,


''Panggilan sayang saja masih kaku, sekarang ada lagi gerutu bella pelan, yang masih dapat di dengar oleh lio,


''yang mana yang mau di cium, tanya bella lagi, lio tampak menahan senyum nya, dengan mata masih terpejam,


''Terserah yang mana semua milik mu punyamu, alangkah baik nya yang ini, lio menujuk bibir nya dengan jari telunjuk nya,


''ini saja ya' tolak bella memilih mencium pipi lio dengan ragu,


''Lio mengaguk setuju, membiarkan istrinya terbiasa, paling tidak sudah tidak ada rasa canggung, meski sedikit rasa ragu dan malu malu,


''Lio membuka matanya melepas bella dari pelukan nya. bella segera berlari menuju kamar mandi, menetral kan degub jantung nya yang berdetak tak beraturan, lalu membersihkan diri,,


''sedang lio menikmati pagi nya yang manis,


''Tok..tok..


Dengan malas lio bangun dari ranjang nya berjalan membuka pintu kamar nya yang di ketuk dari luar,


''menampil kan miniatur dirinya yang tampan, bukan dirinya lebih tepat nya miniatur bella berbeda jenis kelamin nya,


''Papa selamat pagi, ucap nya pelan sambil tersenyum,,


''Lio membawa putranya masuk, wangi khas bayi menusuk hidung lio''


''Anak papa sudah mandi, real menaguk, pelan


''Siapa yang mandi'in, tanya lio lagi


''Mbak caca, jawab nya


''Biasanyabak caca yang mandi'in,


''Real mengaguk kembali,


''Bella keluar dari kamar mandi, dengan penampilan nya yang sudah segar,


''Real, kamu sudah mandi tanya bella pada putra nya


''Real mengaguk pelan,,


''Sini sama bunda, papa biar mandi dulu, ucap bella menghampiri putra dan suaminya,


''lio segera masuk kekamar mandi dan membersihkan diri,


''bella membawa putranya masuk kedalam ruang ganti, menduduk kan nya di kursi bulat yang ada di tengah ruangan itu,


''Perlahan bella memilih jas dan kemeja untuk suaminya, setelah selesai bella segera keluar dan menyiap lan yang lain,


''Lio keluar dari kamar mandi dan masuk keruang ganti,


''Bella dan real menunggu di kursi sofa, membuka pintu kaca selebar mungkin membiarkan sinar pagi masuk menyinari kamar mewah itu,


''Real kamu tidak main sama kak alif, tanya bella


''Real menggelang pelan,


''Bel.. hari ini aku ke kantor sebentar. akan ku usahakan secepat nya pulang sebelum acara ulang tahun real, kamu di rumah bersiap lah.


''Kita turun sekarang. lio membawa anak dan istrinya turun kebawah untuk sarapan di mana kedua orang tua bella sudah menunggunya,


''Ayah selamat pagi sapa lio ramah,


''Pagi juga nak, jawab pak harun,


''Pagi ini lio sarapan di temani mertua nya dan juga yang lain, sedikit berbincang hangat, sebelum berangkat ke kantor,


''Setelah kepergian suaminya bella bercengkrama dengan kedua orang tuanya dan juga maria' dan sasa tentunya. sambil mengawasi kedua bocah yang sudah seminggu ini tidak bertemu,


''Tak hentinya maria memandang takjub pada bella, gadis sederhana menjelma bak putri setelah seminggu tidak bertemu, gadis sederhana yang beruntung di peristri pria kaya dan mencintai nya, ada rasa iri di hati maria, ketika melihat sang putra maria segera sadar. putra nya butuh sosok ibu yang bisa membibing nya menjadi manusia berguna kelak,


''Bel, kenapa suami mu masih kekantor bukan kah hari ini acara ulang tahun real, tanya maria,


''Iya mbak, suamiku ada kiting penting pagi ini, nanti dia usahakan segera pulang, sebelum acara, jawab bella jujur,


''Bel, apa kamu dulu sempat mengenal clara, ma'af setauku suamimu dulu sempat menikah dengan clara, tanya maria hati hati,


''Bella tersenyum dan mengaguk


''Karna jebakan nya suamiku jadi.menikahiku, waktu itu, terang bella, maria mengingat dahulu bella pernah bercerita,


''Apabak maria juga mengenal nona clara, tanya bella balik,


''Hem..! aku mengenal nya dulu karna aku pernah bekerja di perusaha'an papanya clara, jelas maria,


''Bella tampak mengaguk,


''beruntung kamu bel, bisa menenangkan hati tuan wirayudha, dan menjadi istri yang sangat di cintainya, tampak dari bagaimana cara suamimu memperlakukan mu dan keluargamu, ucap maria


''Bella hanya tersenyum


''Gadis baik akan bertemu dengan pria yang baik, ucap zahra tiba tiba,


''Mommy, sapa bella


''nyonya ma'af ucap maria tidak enak hati.


'' Tidak usah mintak ma'af, anda tidak bersalah apa apa, ucap zahra


''Kalian lanjut kan mengobrol, bell mommy akan menemui orang tuamu dulu,


''Zahra berjalan menuju taman belakang, di mana kedua orang tua bella sedang berbincang dengan bik rima.


'' pak' buk' sapa zahra ramah,


''nyonya, sapa bu jannah canggung,


''Jangan panggil saya nyonya, rasanya sangat tidak pas dan tidak cocok, kita adalah keluarga panggil nama saja, tolak zahra,


''Saya mintak ma'af karna terlambat menemukan bella, dan juga bapak dan ibu tentunya, kami sudah berusaha mencari keberada'an bella di mana mana tapi tuhan masih belum mengijinkan, terang zahra,,


''Kami juga minta ma'af karna pergi tanpa pamit. ucap bu jannah tidak enak hati,


''Kami semua memaklumi, kenapa bella membuat keputusan untuk pergi, takut kami tidak menerima putri ibuk' dan bapak, dan hanya akan mengambil anak nya saja, apa lagi sa'at itu bella hanya memikir kan tentang perceraian, jelas zahra,


''Tapi sekarang biarlah semua sudah berlalu kita sebagai orang tua tinggal mendoakan yang terbaik untuk keduanya kebahagian lio dan bella,,,? dan juga cucu kita lanjut zahra,,,


''Siapa tau kita bisa segera nambah cucu. ucap pak harun,


''Ya itu benar, tapi mungkin kita tunda dulu pak, soal nya lio berencana memasuk kan bella ke universitas, melanjutkan pendidikan bela yang tertunda, tarang zahra,


''bu jannah terdiam, mengingat bella memang hanya tamatan sma, setelah itu bella bekerja membantu ekonomi keluarganya, kala itu pak harun juga sedang sakit,


''Apa tidak merepotkan bu, ucap bu jannah, merasa tidak enak,


''Apa yang merepotkan bu' tidak ada, itu semua sudah tanggung jawab dan kuwajiban lio sebagai suami bella, jelas zahra,,


''Saya sebagai orang tua bella sangat berterimakasih, bu zahra dan keluarga mau menerima putri kami. ucap pak harun,


''Memang seharusnya saya menerima bella dan menyayanginya, dan seharusnya kami yang terimakasih karna sudah mmema'af kan segalai kesalahan yang putra saya lakukan. ucap zahra,,



bersambung