
lio' dengan peralatan lengkap selain penyadap kevin juga melengkapi camera kecil yang hampir tak terlihat di kancing baju, lio' kevin bisa melihat lio dari mobil nya karna restoran itu, lumayan dekat tempat kevin parkir mobil nya, bisa kevin lihat gerak gerik lio' untung saja jimi mau menyetujui bertemu di restoran tempat biasa dan bukan vip,,
''hotel ini adalah impian ku, tuan aku membangun nya untuk mendiang istriku, jadi aku serah kan semua kepadamu anda adalah salah satu arsitek muda berbakat, sudah banyak buktinya, puluhan gedung hotel' resort' rumah yang luar biasa hasilnya berkat tangan dingin anda, ucap jimi, dalam pikiran jimi dia hanya sekedar berbasa basi, tapi kenyata'anya benar adanya lio'' memang arsitek muda berbakat.
''tidak usah berlebihan tuan, bagi ku kepuasan klien ku adalah yang utama, sepadan dengan uang yang sudah mereka keluarkan,, ucap lio lagi,,
''silahkan di minum tuan sedari tadi hanya lihat saja,, atau amda tidak suka dengan minuman nya biar pelayan menggantinya, ucap jimi,
''ma'af saya memang tidak minum,,? minuman seperti ini,, ucap lio yang memang tidak ingin menenggak minuman keras tersebut,,
''ma'af saya tidak tai kalau anda tidsk bisa minum, rata rata rekan bisnisku sangat menyukai minuman seperti ini,, ucap jimi lagi,, lalu memanggil pelayan untuk mengganti minuman lio' yang memang orang yang berada di tempat minuman adalah orang nya jimi,,
''lio' menyesap sedikit demi sedikit minuman nya hingga hampir setengah nya habis, lio selalu ingat pesan daddy nya untuk selalu menjaga kesadaran nya di waktu setengah jam, setelah menengak minuman nya,, karna makanan yang lio makan tadi aman aman saja,,
''masih aman batin lio,, minuman barusan tidak mengandung apa apa, lio sebisa mungkin masih terlihat biasa,, supaya tidak mencurigakan kevin yang memantau pun harap harap cemas, semoga tidak terjadi apa apa, ada kode tersendiri yang lio kirim kan kepada kevin berdehem.misalnya menandakan lio baik baik saja,,
sedang clara tengah berbaring manja sambil bermain poncelnya,, menunggu mangsa datang pikiran nya melang lang buana, jika nanti dia hamil, itu anak siapa, seandainya rencana jebakan ini berhasil, dan clara hamil, dia bingung sendiri itu anak siapa,, karna sudah hampir sebulan ini clara berhenti mengkomsumsi obat pencegah kehamilan, dan selama dia tidak mekomsumsi obat itu,, ada tiga pria yang sering menidurinya ya itu vero, budi sekuriti di rumah lio'' dan yang tadi jimi,, dan yang paling sering adalah budi,, rasanya hampir setiap malam, budi si penjaga itu telah mengancnya menggunakan vidio''
......................
di tempat lain,,
bella siang tadi sudah membeli poncel baru,, dia begitu senang, sampai lupa hari sudah malam,
'bel kenapa belum tidur, ucap tina suaranya sudah lumayan serak,,
''ma'af mbak aku terlalu bahagia, dengan poncel ini, adik ku pun sama mbak, dia sangat senang, ucap bella, tina hanya tersenyum,,
''sebelum nya kamu punya poncel apa bel, tanya tina lagi,,
''poncel biasa saja mbak, tidak secanggih ini, jika aku kerja di luar mana bisa aku beli poncel sebagus ini mbak, ucap bella lagi,,
'buat akun istgram dan juga face bok bel nanti kita salingengikuti, ya, ucap tina lagi
''iya mbak,, besok saja ya, ucap bella lalu meletak kan poncelnya di atas meja di samping tempat tidurnya,, dan melihat jas tuan mudanya, masih di tempatnya semenjak tadi pagi,,
''mbak tina, mbak sudah tidur ya,, tanya bella,,
''ada apa lagi bell, ucap tina malas,,
''mbak anterin bella yuk, ke kamar tuan muda,, ucap bella,
''ngapain bel, yanya tina,,
''ini aku lupa naroh jas tuan muda, katanya besok pagi mau ada miting,, ucap bella,
''apa besok pagi saja tidak bisa bel, sekalian kamu pas bangunin, tuan muda,, ucap tina lagi
''iya sih mbak, tapi biasanya tuan muda bangun duluan, ucap bella lagi,,
ini jam berapa bel tuan muda pasti sudah pulang,,ucap tina lagi,,
kita lihat mobilnya dulu mbak kalau mobil tuan muda tidak ada itu artinya tuan belum datang, ? bella mberi saran untuk melihat mobil lio terlebih dulu ,
''baik lah,, ucap tina malas karna memang sudah sangat mengantuk,,
''ma'af ya mbak, rumah nya besar sekali aku jadi takut, kalau pas sepi,, ucap bella tidak enak hati
''tidak apa apa bel,, tapi sebentar aku mau ganti baju dulu,, ucap tina, berdiri dengan malas,, bella hanya tersenyum merutuki dirinya karna hari ini terlalu senang untuk pertama kalinya baru punya poncel bagus,,
......................
kembali ke restoran tempat pertemuan lio dengan jimi,,
''anda ingin tambah minuman tuan minuman anda sudah habis sedang makanan kita masih banyak,, ucap jimi,,
'' tidak usah tuan ini sudah ada air putih,, ucap lio menolak,, lio lebih memilih air mineral di hadapan nya, yang sudah pasti aman karna masih bersegel,
''baik lah ucap jimi sambil tersenyum,,,
''pelayan datang membawa puding yang terlihat sangat lezat,
''apa ini yang terahir atau masih ada lagi,, tanya jimi pada pelayan itu,
''sepertinya masih ada satu lagi tuan ucap pelayan itu memberi tau bahwa masih ada satu lagi makanan yang belum keluar,,
''baik lah kita akan menunggu lagian masih banyak yang perlu kita bicarakan bukan kah begitu tuan wiraydha,,
''lio' hanya tersenyum tipis sambil menikmati puding yang baru saja di bawa pelayan,, perlahan namun pasti lio merasa ada suatu yang aneh dengan tubuhnya rasanya panas, dan mulai gerah,, jimi yang sadar obat itu sudah mulai berreaksi diam saja seakan tidak ada apa apa,,
''silah kan tuan, saya akan menunggu anda disini,, ucap jimi, yang tidak curiga sama sekali, dia pikir lio tidak tau dirinya sudah masuk perangkap jimi,,
lio segera ke kamar mandi
kevin yang mengetahui lio' sedang ke toelet pun, langsung bergerak cepat dengan menyamar sebagai pelayan,,
''vin tolong aku, ucap lio' berharap kevin mendengar suaranya,, namun lio' tidak tau bahwa kevin sudah menghampiri dirinya,,
''yo.. panggil kevin,,
''vin bawa aku pergi cepat,, ucap lio yang sudah mulai kepanasan,
''lewat sini, kevin membawa lio segera pergi dari restoran melalui pintu belakang,,
''jimi tak henti hentinya mengebangkan senyum nya,, dia pikir mangsa sudah masuk kedalam perangkap,,
''ada apa dengan tubuh ku vin kenapa rasanya panas sekali,, ucap lio yang sudah tidak tahan dengan rasa panas di tubuhnya,,
-nyalakan ac nya vin, teriak lio'
''kurang ajar, umpat kevin,, sambil mengemudi mobilnya membawa lio segera pergi dari restoran,,
''obat apa yang mereka kasi ke aku vin,, tanya lio sambil merasa kan panas tubuh nya,,
''obat perangsang, ucap kevin
''apa fungsinya,, tanya lio nafasnya memburu sambil melepar jas nya,,
''mereka ingin kamu meniduri perempuan, ucap kevin cepat,,
'sialan,, bedebah jimiii akan kupastika aku akan menghancurkan mu,, teriak lio''
''poncel kevin sedari tadi berdering, ega terus menghubungi kevin tapi kali ini kevin tidak menjawab nya,
''sebentar yo,, kita hampir sampai aku akan merendam mu dengan air dingin,, ucap kevin,,
cepat lah vin aku sudah tidak tahan,, teriak lio lagi,
'bersabarlah sebentar, jaga terus kesadaranmu yo, lio sudah membuka satu persatu kancing kemejanya,,
''poncel kevin berdering kembali,, ega menelfon
''halo om ucap kevin,
''vin tidak terjadi apa apa kan, tanya ega suaranya terdengar kuatir,
''lio bersamaku om, kami dalam perjalanan pulang,, ucap kevin
''oh.. tuhan sukurlah,, ucap ega.
''tapi om lio dalam pengaruh obat perangsang,, ucap kevin lagi,,
''ega mengusap wajahnya kasar,,
''vin segera bawa pulang, putraku, rendam dia dengan air es,, untuk menetral kan sedikit rasa panas di tubuh nya,,
''baik om ucap kevin,
''terima kasih vin kamu sudah menyelamat kan putraku dari tangan mereka, jaga dia vin ucap ega lagi ...
''sedang di restoran jimi mulai panik karna mangsanya tak kunjung kembali, anak buah nya pun tidak melihat kepergian lio'' anak buah jimi mencari lio' kesana kemari,, namun nihil lio tidak ada,
'kenapa bisa lolos kerja'an kalian semua tidak pecus,, dianaata kalian, teriak jimi marah marah,, rencananya yang ingin menjebak lio' putranya ega'' gagal
sedang clara menggu di atas dia sudah bosan namun mangsa tak kunjung datang,,
di kamar sebelah hendro menikmati hidupnya dengan di temani dua daun muda,,
''sayang sayangku,, kalian berdua luar biasa, ucap hendro tersenyum puas, kala dua wanita itu secara bergantian memanjakan nya,,
''bagai mana om sevis kami ucapnya manja,
''kalian luar bisa, termakasih servis nya malam ini, ucap hedro sambil tersenyum puas,,
''bersambung