BELLA

BELLA
bertukar cerita



Wajah tampan namun terlihat kuyu dan lesu tampak kantung mata yang mulai menghitam akibat kurang tidur di waktu malam, tak seperti se orang lioniel wirayudha yang biasa nya selalu terlihat sempurna.


'Kevin memarkirkan mobilnya, di lihat nya lio yang sedang terlelap di samping nya..?


''Yo..! bangun lah kita sudah sampai, kevin menggoyangkan pundak lio pelan membangunkan bos nya itu,


''Lio mengerjap ngerjap kan matanya. sambil melihat sekitar,


''Kita sudah sampai vin' ucap lio sambil membuka pintu mobil nya, aroma khas laut menyeruak memenuhi rongga hidung lio' mereka berada di salah satu rumah klien nya yang baru saja selesai di bangun, meninjau kembali hasil tangan dingin seorang lioniel wirayudha, rumah mewah di tepi pantai bergaya klasik modern..!


''Hi tuan selamat datang sapa pemilik rumah yang bernama willie,,


''panggil nama saja tuan, ucap lio sungkan,


''Baik lah, ucap willie


''Bagai mana apa anda suka dengan hasil nya. tanya lio sambil memindai setiap sudut rumah yang tampak sangat mewah dengan segala perabot yang di datangkan khas dari luar negri,,


''Suka sekali, sangat puas apa lagi istriku sangat menyukai nya. ucap willie,


''Cuma karna istriku sa'at ini sedang hamil dan mengingat rumah ini tidak ada lif, jadi saya ingin merenovasi ruangan ini menjadi kamar sementara, sampai istriku melahirkan nanti. ucap willie lagi sambil menujuk kan satu ruangan kosong, lio mengaguk dan mengerti, ekor matanya menangkap sosok wanita dengan perut membuncit, datang menghampiri ketiganya.


''Hi..! anda sudah datang, rumah nya sangat bagus saya suka sekali, ucap maya istri dari willie,,


''Apa ada yang lain lagi yang ingin di rubah, tanya lio'


''Tidak ada hanya kamar itu saja mengingat kehamilan saya sudah mulai besar saya sudah tidak sanggup jika harus naik turun,, jawab maya,,


''Boleh saya tau, berapa bulan usia kandungan anda sekarang tanya lio penasaran,


''Ini sudah tuju bulan jalan, jawab maya,,


'Sekeketika itu juga lio langsung teringat dengan bella mungkin perut nya juga sudah sebesar itu, batin lio..


''Maya yang hendak berdiri tampak kesusahan, dengan sigap suaminya membantu dengan menarik kedua tangan nya untuk berdiri, lio terenyuh dadanya sesak, sa'at bella membutuh kan nya lio tak bisa di sampingnya dan membantunya buru buru lio menyeka air matanya yang hampir saja menetes, kevin melihat hal itu, seakan ikut merasakan apa yang bos nya rasakan,


''Lio berjalan melihat lagi, ruangan yang mau di renovasi, dengan kevin di belakang mengekor nya,


''Yo' kamu gak papa tanya kevin,


''Hem aku gak papa, ucap lio pelan,


''Ada sesuatu kaah.! tanya willie..?


"Oh..tidak apa apa..! jawab kevin.!


"Sudah cukup kamu melihat nya yo' jika sudah bisa kita pulang, ucap kevin,


'Tak ingin lio berlama lama di rumah willie karna hanya akan mengingat kan lio' pada istrinya bella yang entah di mana keberada'an nya. jika melihat istrinya willie..."


"Hem...! jawab lio singkat.


"Baik lah tuan willie kami sudah cukup melihat nya. dan kami mohon pamit masih ada proyek lain yang ingin kita tinjau, ucap kevin pamit pulang,


"Kenapa cepat sekali, ku pikir kita masih bisa duduk dan minum teh, ucap willie,,


"Sepertinya lain kali saja tuan, kami masih sibuk. ma'af, ucap lio sopan,


''Baik lah.. terserah, hati hati di jalan, ucap willie dan istrinya bersama'an,,


'Kevin dan lio pergi meninggal kan kediaman willie. kevin melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang


"Bisa tepikan mobil nya vin, ucap lio tiba tiba,


"Hah..iya..! kevin segera menepikan mobil nya tidak jauh dari kediaman willie, masih di tepi pantai,,


"Lio turun dari mobil nya dan berjalan mendekati bibir pantai, tangan nya ia masuk kan di saku celana bahan nya,, pandangan nya kosong menatap lautan luas,, air matanya perlahan menetes, membayang kan bella melalu hari hari nya yang sedang hamil tanpa dirinya, pria itu gagah benar benar rapuh dalam diam,


"kevin hanya berdiam diri di dalam mobil membiarkan sahabat nya itu sendiri memberi ruang dan waktu menata hati,


''bella keluar dari rumah nya melalui pintu belakang yang langsung tembus dengan sawah dan padang rumput yang luas, di jam sore sebelum matahari tenggelam tampak anak anak kecil berlarian bermain layang layang tak terkecuali caca, yang ikut turut serta merasakan serunya menerbang kan layang layang, tampak juga sasa menemani alif bergabung dengan mereka, bella duduk sendiri di padang rumput menyak sikan keseruan anak anak itu, meski perut buncit bella tertutup hodi besarnya tak lantas membuat bella tak tampak sedang hamil, sa'at bella hendak duduk jelas bella sangat kesusahan, maria tersenyum melihat bella lalu menghampirinya,


''Bel..! sapa maria ramah, bella menoleh ke sumbersuara dan tersenyu hangat..


''Kenapa tidak di sana memilih duduk di sini sendiri,, ucap maria basa basi, bella hanya tersenyum, menanggapi ucapan maria,,


''Sudah berapa bulan ini bel, tanya maria sambil mengusap perut buncit bella di balik hodi nya,,


''Jalan tuju mbak,, ucap bella pelan,,


''Pasti nendang nya sudah kencang nanti kalau masuk delapan bulan tambah kencang bel,, ucap maria lagi,,


''Iya mbak terkadang sampai sakit ucap bella,


''Tapi kehamilan mu tampak biasa ya bel, tidak terasa mual pusing atau nyidam khas nya orang hamil, ucap maria lagi.


''Iya mbak pernah mual di awal hamil tapi cuma sebentar. ucap bella,,


''Kalau boleh tau di mana suamimu bel,, tanya maria yang sebenarnya tak enak hati,, berlla terdiam tidak menjawab pertanya'an maria, lalu tertunduk,,


''Ma'af tidak seharusnya aku bertanya soal itu, ucap maria sambil tersenyum penuh sesal,


''Tidak apa apa mbak, bukan mbak maria saja yang bertanya soal itu, ucap bella pelan,


''Kamu tau bel, aku pernah di posisimu sekarang hamil sendiri tanpa suami, ucap maria pelan pandangan nya menatap putra nya alif, bella menoleh menatap maria lekat,


''Lalu...? tanya bella,,


''Aku di usir orang tuaku karna hamil di luar nikah, tiga bulan kemudian aku bertemu sasa, dia juga sebatang kara, hidup di jalan menjadi pengamen, aku membawa sasa di kos ku tinggal bersamaku aku juga bekerja sa'at hamil, sampai aku melahirkan, sasa yang menjaga alif dari bayi aku yang mencari uang, terang maria,


''Ayah nya alif di mana mbak, ma'af ucap bella pelan,


''Sa'at dia tau aku hamil dia pergi dan tidak mau bertanggung jawab, amarah dendam menyelimuti hatiku, mencari uang dengan cara instan, hingga aku jatuh ke lumpur dosa, mengencani om om yang kaya raya dan banyak uang, lama kelama'an aku sadar ada malaikat yang harus ku didik dengan benar dan baik, karna itu aku memutuskan tinggal disini, dan mencari pekerja'an yang sewajarnya, biarlah itu menjadi masa laluku, hal kelam yang tak pantas ku ceritakan pada putraku, pastinya dia akan malu mempunyai ibu seperti ku,, lanjut maria,,


''Waktu itu ayah ku sakit, sedang ibu samb merawat ayah sambil bekerja, sedang caca butuh biayaya untuk sekolah, aku memutuskan untuk mencari pekerja'an, sampai tetanggaku menawariku bekerja di rumah orang kaya, menjadi pelayan di sana, sampai malam kelam itu terjadi seminggu kemudian dia bertanggungjawab menikahiku, lalu kami menikah, ucap bella maria terdiam mendengar cerita bella, di tatap nya wajah bella yang menunduk,


''Lalu..tanya maria bella menghela nafasnya pelan, melanjutkan ceritanya,,


''Sebulan dua minggu tepatnya aku positif hamil, aku tidak memberitau tentang kehamilanku, karna kesepakatan kami kita akan bercerai setelah menikah. aku takut mereka akan mengambil bayiku dan tidak mengijin kan ku bertemu dengan anak ku nanti, karna itu aku pergi,


''Lalu keluarga suami mu bagaimana bel, tanya maria,


''Mereka sebenarnya orang baik mbak, bahkan nyonya besar menerimaku dengan baik, ucap bea lagi,


''Tapi kenapa kamu pergi bel,, tanya maria,,


''Aku sadar, siapa aku mbak, aku tidak pantas bersanding dengan nya, ucap bella sendu,


''Yang sabar bel, semua coba'an pasti ada hikmah nya,, ucap maria bella tersenyum dan mengaguk,


''Bel aku lupa. ada pekerja'an biasa cuma sehari kamu mau. tanya maria,,


''Mau mbak, di mana tanya bella antusias.


''agak jauh sedikit dari sini bel, ini peresmian hotel baru, dan mereka mengadakan jamuan, kamu bisa bantu di belakang cuci piring seperti biasa, sepertinya dua hari lagi, nanti aku kasi kabar lagi. ucap maria..!


''Iya mbak aku mau,, ucap bella sambil tersenyum,


''Ya sudah, kita pulang yuk, lihat mereka juga sudah selesai, ucap maria sambil berdiri sedang bella terlihat sedikit kesusahan, maria mengulurkan tangan nya


''Mari aku bantu...ucap nya sambil terseyum,,


''Terimakasih ucap bella...


bersambung