
setelah dua hari beristirahat di rumah nya bella memutuskan untuk kembali ke rumah lio' besok pagi,, sore itu bik rima datang mihat keada'an bella,,
'asalam mualaikum, ucap bik rima memberi salam
''walaikumsalam jawab ibj bla dari dalam,,
oh.. bik rima masuk bik,, ucap ibu bella ramah,,
''ini buk janah aku kesini mau lihat kada'an bella, ucap bik rima lagi
''bella ada di kamar nya,, ucap ibu bella lagi,, bella yang mendengar suara bik rima keluar dafi kamarnya,
''bibik, sapa bella pelan ke ada'an nya sedikit masih lemah,,
''bel gimana ke ada'an mu, tanya bik rima sedikit kuatir,,
''aku sudah tidak apa apa bik hanya masih sedikit lemah, ucap bella pelan,,
''bel tuan muda bilang kamu di suruh istirahat disana, itu karna kamu tanggung jawab tuan muda, ucap bik rima hati hati,,
''iya bik rencananya bella besok pagi akan mulai masuk kerja lagi, ucap bella,
''tapi kamu tidak apa apa kan bel, tanya bik rima lagi,
''tidak apa apa bik, bella baik baik saja,, ucap bella meyakinkan bik rima ya sudah kalau begitu,,
''bibik permisi dulu ya bel,, ucap bik rima pamit undur diri,,
''iya bik silah kan hati hati di jalan ,, ucap bella,,
''bel beneran besok kamu kembali bekerja, tanya ibu bella,,
''iya bu bella akan menjaga diri dan ini,, ucap bella sambil mengusap perutnya yang masih rata,
''terserah kamu saja bel nanti kalau ada apa apa cepat hubungi adek mu atau ayah,, tanya cap ibu bella lagi,
di lain tempat
dua hari ini lio tidak melihat keberada'an bella seperti ada yang kurang sa'at ia pulang kerumah,, apa mungkin lio mulai ada rasa terhadap bella, tapi lio' masih tidak menyadarinya,, dan tidak tau harus berbuat apa,, satu satunya orang yang bisa memahami lio hanya wanita yang melahir kan nya,, perceraian nya dengan clara, masih dalam proses, nyatanya tidak terjadi apa apa itu artinya gertakan papanya clara selama ini hanya bualan semata,,
matanya madih setia terbuka, pikiran nya berharap besok pagi bella datang membangun kan dari tidur malam nya,, dan menyiap kan airmandinya dan semua keperluan nya,, lio perlahan memejkan matanya lalu memjemput mimpi indahnya berdama bella,,,
''pagi telah menampak kan sinarnya, seperti rencana bella kemarin bahwa hari ini bella kembali kerumah tuan mudanya majikan sekaligus suaminya,,
''bel nanti di hantar ayah saja ya sekalian ayah mau berangkat kerja,? ucap ayah bella
''apa tidak merepotkan ayah, jika harus mengantar bella, dulu kerumah tuan,, ucap bella''
''tidak apa nak, kita bisa berangkat lebih pagi supaya ayah tidak terlambat sedang adik mu kan harus sekolah,, ucap ayah bellagi, lalu bella mengaguk dan tersenyum,
''bu bella berangkat dulu ya, pamit bella pada ibunya,,
''jaga kesehatan, jangan capek capak ingat pesan dokter, supasa dia tetap sehat dan kuat, ucap ibu bella sambil mengsap perut bella yang masih rata,
''ayah berangkat ya bu, pamit ayah bella juga,,
''hati hati yah, nasehat ibu bella kepada dua orang tersayang nya,,
''tunggu,,? teriak caca dari dalam rumah, aku kan juga belum pamitan sama ini, dan kakak ku, ucap caca sambil mencium pipi bella,
''sama ayah gak pamitan cha,, ucap ayah bella,,
''iya, caca mencium tangan ayah nya, lalu bella dan ayahnya siap berangkat,,
tiga puluh menit kemudian bella dan ayahnya sudah sampai di depan pintu gerbang rumah mewah lio'',
''selamat pagi neng bella ucap darko rama,,
''selamat pagi juga pak belum pulang ya, tanya bella,
''belum neng, sebentar lagi, ucap darko,,
''ini, calon mertua gagal ucap budi sa'at melihat ayah bella,
''diam lah but, kali ini bukan seperti uler itu, nanti kalau tuan dengar, bisa di sunat kita,,bisik darko,, pada budi,
''yah,, bella masuk dulu ya, pamit bella pada ayah nya sambil mencium tangan ayah nya,,
''bella berjalan memasuki rumah, di sambut hangat dengan yang lain,,
''neng bella, sudah sehat, tanya bik inah sa'at melihat bella datang,,
''sudah bik, ucap bella pelan,,
''iya mbak tina tidak apa apa aku sudah baik kan, mungkin karna kemarin banyak tidur,, ucap bella
oh.. iya..mbak apa bik rima sudah datang, tanya bella,
''sepertinya belum bel bik rima gak tentu datang nya jam berapa, ucap tina,,
''ya sudah mbak aku mau naik dulu, bangunin tuan,, ucap bella sambil berjalan menuju tangga untuk naik keatas, menuju kamar tuan mudanya,
perlahan bella membuka pintu kamar tuan mudanya mengingat disinilsh kesucian nya terenggut hingga membuahkan janin di perutnya, bela mengusap perut nya yang rata,,
pintu kamar lio perlahan bella buka menampilkan pria sempurna sedang terlelap dalam tidurnya sempurna dalam segala hal,, siapa yang tidak ingin bersanding dengan putra sulung keluarga wirayudha ini,,
good atittude
good looking
good rekening
''bella menghela nagasnya pelan, sambil mengusap perutnya lagi,,
perlahan bella membangun kan tuan mudanya sekaligus ayah dari bayi yang ia kandung,,
''tuan, ucap bella pelan
''tuan bangun lah namun lio masih menikmati suara bella di alam bawah sadarnya,,
''tuan, tangan bella sambil menggoyangkan lengan kuat lio''
'tuan bella mengeras kan sedikit suaranya, lio masih memejamkan matanya,,
''tuan bangun lah, ucap bella lagi
''hemm.. jawab lio namun matanya masih terpejam,, berfikir ini hanya mimpi lio dapat mendengar kembali suara bella yang sudah dua hari ini tidak di dengarnya,, bella masih berdiri di samping ranjang lio''
''tuan suara lembut bella mampu membuat lio terlelap kembali,, bella menghele nafasnya pelan,,
''tuan bella sedikit mengeraskan suara nya di dekat telinga lio'' membuat lio seketika membuka matanya,
''bel kamu sudah datang,, 'cap lio pelan entah mengapa hatinya tiba tiba di slimuti rasa hangt dan bahagia, melihag sosok bella kembali memangunkan nya d o waktu pagi,,
''iya tuan ini saya, ucap bella pelan sambil berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air mandi nya,
lio mengekor di belakang bella mengikuti langkah kaki bella menuju kamar mandi namun lio hanya sampai di depan pintu saja,
memperhati kan setiap gerak bella dari belakang,,
''tuan,, bella sedikit kaget dengan lio' yang berdiri di belakang nya sa'at bella berbalik badan,,
''sudah siap tuan silahkan mandi, bella segera keluar dan membiarkan tuan nya mandi,,
tiga puluh menit kemudian l i o dudah keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti,,
lio' tersenyum kecil sa'at melihat baju gantinya hari ini lio' memakai pilihan bella lagi, hal sepele saja sudah membuat lio senang,,
setelah selesai lio menghampiri bella yang menunggunya di kursi sofa,,
''tuan, apakah perceraian kita sudah anda daftarkan di pengadilan, ucap bella memberanikan diri bertanya tentang perceraian nya,,
''apakah kamu ingin sekali bercerai dariku bel,, kenapa kamu tidak memikirkan dirimu sendiri kedepan nya setelah kita bercerai,, tanya lio''
''saya sudah memikirkan nya tuan, lalu untuk apa kita menjalani pernikahan seperti ini,, kita tak ubah nya pelayan dan majikan, bukan nya saya mengharap sesuatu yang lebih, memang ini kenyata'an nya, awal kita bertemu dan bubungan kita memang sebatas pelayan dan majikan,
saya tidak melihat adanya hubungan pernikahan yang semestinya lalu untuk apa kita menunda perceraian kita,, ucap bella lagi,,
''jadi kamu memang ingin segera bercerai dariku,, apa kamu tida ingin jatuh cinta dengan ku,, ucap lio''
''jatuh cinta bukan ke inginan, juga bukan paksa'an,, ia datang dengan sendirinya, tanpa di paksa dan inginkan,, jika tuan menginkan saya jatuh cinta dengan tuan,, bagai mana kalau saya juga meng ingin kan hal yang sama, tuan jatuh cinga dengan saya,, bagai mana jika nantinya hanya saya yang jatuh cinta dan tuan tidak dan sebalik nya, ucapan bella membuat lio' terdiam,
''kita bahas ini nanti kita turun kebawah sku sudah terlambat, ucap lio tanpa menjawab ucapan bella,
'kenapa dengan gadis ini, kenapa dia seperti menolak ku, hanya gadis bodoh saja yang menolak pesona seorang lio batin lio tidak mengerti jalan pikiran bella, nyatanya pria sepandai lio' bisa jadi bodoh dalam masalah perasa'an cinta,,
''bel ini sarapan untuk tuan muda kamu layani dia di meja makan,, bibik tidak sempat menyajikan nya,, ucap bik inah,,
''tidak apa apa bik biar bella yang menyajikan nya ucap bella,,
''terimakasih ya neng bella ucap bik inah lagi,,
''bersambung