
''Lio terkapar di lantai kamar mandi nya, setelah berjuang mengeluarkan seluruh isi perut nya, beberapa kali ke dokter dan dokter sudah memberinya obat namun apa semua obat yang di telan nya seakan tidak bisa menyembuhkan lio dari rasa mual nya,
''Kita ke dokter ya, ucap bella lembut mengusap surai tebal sang suami.
''Percuma ke dokter sayang, sudah berapa dokter kita datangi, tapi semua sama, aku masih seperti ini, ucap lio pelan suaranya terdengar lemah,
''Kita pindah keranjang ya. di sini dingin, ucap bella lagi,
''Sebentar biarkan seperti ini dulu, lio menenggelamkan kan kepalanya di pangkuan sang istri. mencium dengan mesra perut buncit Bella,
''Kenapa nakal sekali, kenapa suka menyiksa papa hem, lio bicara di depan perut bella mengajak calon bayinya bicara,
''Apa nendang nendang, mau main bola. lio merasakan sang calon bayi menendang wajah nya,
''Den lio, bik rima datang membawa pesanan bella, air jeruk nipis hangat,
''Bik tolong, bantu lio berdiri, bella berkata sa'at melihat bik rima yang berdiri di ambang pintu kamar mandi,
''Dengan malas lio duduk dan mencoba berdiri, di bantu istrinya dan bik rima,
''Dulu tuan besar juga pernah mengalami hal ini, tapi tidak separah den lio, terang bik rima.
''Lio berbaring di ranjang king size nya. meringkuk mencari tempat ternyaman.
''Di minum dulu air jeruk nipis nya den, selagi masih anget, ucap bik rima,
''Perlahan lio bangun kembali, dan menerima gelas dari tangan bik rima dan menyesap isinya, rasa lega sedikit memenuhi mulut dan kerongkongan nya,
''Den lio mau makan apa, biar bibik masak kan, tanya bik rima lagi,
''Aku tidak tau bik. ucap lio pelan,
''jika tidak makan tidak ada isinya perut mu. sela bella,
''Nanti saja sayang, ucap lio lagi perlahan memejamkan matanya,
''Apa mau masakan bu biar aku telfon ibu, ucap bella lagi. lio menggeleng, tubuh nya benar benar lemah,
''Ya sudah tidur lah, bella menarik selimut menutupi tubuh suaminya.
''Bella berniat turun meninggal kan suaminya di dalam kamar, membiarkan nya beristirahat dulu, perut bella juga sudah sangat lapar,
''Bik, bibik masak apa pagi ini aku sangat lapar, ucap bella pelan sembari duduk di meja makan belakang,
''Non kenapa duduk disini, duduk lah di dalam ucap bik inah, tidak enak hati,
''Duduk disini saja ya non, sama bik jumi, asik seru, ucap bik jumi,
''Iya benar, duduk disini enak bik, makan bersama bibik semua. ucap bella
''Sayang,, suara lio terdengar mencari keberada'an istrinya,
'' Iya, teriak bella dari arah dapur,
'' Sudah bangun. Bella berdiri menghampiri suaminya,
''Kamu makan apa tanya lio ikut menjatuhkan kon bobot tubuh nya, di samping sang istri.
'' Aku sarapan ini sayang, kamu mau. ucap bella lembut,
''Suapi, ucap lio manja.
''Lio membuka mulut nya menunggu sang istri menyuapi nya,
''Para pelayan yang terlanjur duduk di meja yang sama dengan Bella langsung berdiri begitu lio ikut duduk serta,
''Mau ke mana bik, tanya lio pada pelayan di rumah nya,
''Ma'af tuan muda, ucap bik jumi mewakili yang lain,
''Duduk saja bik, mari kita makan sama sama tidak usah sungkan ucap lio lagi,
''Bil inah menatap, bik rima seakan meminta saran, bik rima tampak mengaguk,
''Pagi ini lio bisa makan meski cuma sedikit di meja makan n
''Setelah sarapan sedikit lio kembali merasa mual, tetapi tidak sampai muntah. ia sudah bersiap pergi ke kantor,
''Sayang sudah belum ucap lio pelan,
''Sudah, kita bisa pergi sekarang, pak salim sudah menunggu di depan, berdiam membuka pintu mobil untuk kedua majikan nya,
''Langsung ke kantor ya pak, ucap lio lagi, pak salim mengaguk, dan menjalankan mobil nya perlahan,
''Sebenarnya keada'an lio masih, lemah, tapi pekerja'an juga sangat membutuh kan nya meski di kantor banyak orang, akan tetapi juga lio harus turun tangan,
''Pak salim menghentikan mobil nya tepat di depan lobi kantor, lalu turun membuka pintu mobil untuk kedua majikan nya,
''Terimakasih pak, ucap bella pelan,
''Sama sama nona, jawab pak salim ramah.
''Sepanjang jalan menuju ruangan nya lio menggenggam tangan bella, sambil tersenyum ramah pada karyawan yang menyapa nya,
''Pelan pelan jangan cepat cepat, ujar Bella, sedikit tidak bisa mengimbangi langkah jenjang suaminya,
''Yo' Langsung ke ruang meeting, semua sudah siap, suara kevin tiba tiba terdengar dari samping,
''Aku tunggu di ruangan mu saja, tolak bella sa'at lio menarik serta tangan istrinya
''Ikut saja, ucap lio tidak ingin jauh dari istrinya.
''Lio membawa serta bella masuk ke ruangan meeting, duduk di samping nya, semua pembahasan di dalam ruang meeting itu tak satupun yang bella pahami, bella hanya duduk menunduk sembari menatap layar ponsel nya menonton video boyband asal korea bts, sesekali bella tersenyum tipis. ibu muda itu sangat mengidolakan boyband asal negri ginseng itu,
''Lio melirik apa yang di lihat istrinya, jika tidak mengingat sedang ada di ruangan meeting, lio ingin sekali merampas ponsel istri nya,
'' Sayang, bisik lio namun bella tak memperdulikan nya. Bella masih fokus dengan layar ponsel nya,
''Sayang, suara lio lagi terdengar, namun bella masih sama tak. mendengar suara sang suami karna ia memakai earphone,
''Lio mengambil earphone sebelah bella,
''Ada apa,,! tanya bella polos,
''Matikan ponsel mu. ucap lio pelan, berbisik di telinga istrinya,
''Bella menatap suaminya. mengerti tatapan sang suami lalu mematikan ponsel nya,
''Lio tersenyum dengan lembut menatap istrinya penuh cinta.
''Di akhir meeting, lio menahan monic dan nita, menyampaikan maksudnya,
''Baik lah monic dan nita apa kalian tau kenapa aku menahan kalian berdua tanya lio,,
''Tidak tuan, jawab monic dan nita bersama'an.
''Baik lah dengar kan aku baik baik, besok kevin dan istrinya caca, dia akan kembali ke malaysia, menyelesaikan pekerja'an di sana, dan setelah kembali dia tidak akan kembali lagi ke kantor ini, kevin akan mengurus perusaha'an nya sendiri. terang lio, masih monic dan nita masih fokus mendengar penjelasan bos nya.
''karna itu, monik akan menggantikan posisi kevin di perusaha'an ini, dan kamu nita menggantikan posisi monik, lanjut lio,
''Saya tuan, menggantikan pak kevin, monik menunjuk dirinya sendiri memastikan dia tidak salah dengar,
''Lio mengaguk, dan tersenyum,
''Terimakasih tuan, ucap monik penuh sukur,
''Bekerjalah dengan giat, ucap lio lagi.
''Sedang nita entah merasa senang atau sebaliknya,,
''Kenapa bukan aku sih yang menggantingkan posisi pak kevin, dan si caca itu enak sekali, dia dan kakak nya dapat menikahi pria tajir tajir, mana sebentar lagi punya perusaha'an sendiri. batin nita,
''Ya sudah kaliAn boleh keluar. ucap kevin,
''Sekali lagi terimakasih tuan, ucap monik,,
'Bersambung