BELLA

BELLA
ulang tahun



Kediaman lio sudah tampak ramai dengan kehadiran zia dan keluarga , dan juga siska selain anak yatim dari panti asuhan hanya keluarga terdekat saja yang di undang, bella tampak anggun dengan balutan dres hitap selutur rambut pendek nya di sanggul rapi,


''Lagi maria terpana, melihat keluarga besar suami bella begitu akrap dan menerima bella apa ada nya, tidak tampak kecanggungan atau rasa tidak suka, begitu juga dengan keluarga bella pak harun bu jannah, dan juga caca mereka di perlakukan sama, meski sejatinya bella adalah mantan pelayan mereka, sudah jelas kasta mereka sangat lah jauh berbeda,


''Bukan hanya maria yang terpana, bella sendiri merasa tidak percaya, semua hadih yang putra nya dapat kan bukan hadiah biasa, semua bermerek dengan harga selangit, yang paling mencuri perhatian bella sa'at sang paman ello mberikan sebuah miniatur mobil sport yang tidak lah murah harganya, bahkan bella bisa menaikinya,


''Real ini untuk mu, kamu bisa berkeliling rumah menggunakan ini, seru ello..


''Bel di mana lio kenapa sedari tadi tidak kelihatan, tanya zia yang tidak melihat putra sulung nya,


''Putramu masih ada miting mbak, ujar zahra menjawab pertanya'an mantan madunya itu,


''Hah,,! sudah tau acara penting putranya masih saja memikirkan kerja'an, zia berkata sedikit kesal,


''Aku tidak terlambat kan bunda, mana mungkin aku melawatkan nya. ujar lio tiba tiba,


''Bunda kira kamu hanya memikirkan pekerja'an, zia berkata sambil memukul lengan putra sulung nya.


''Kamu lihat kak, cucu mommy tampak sangat bahagia, ujar zahra


''Cucu ku juga ra' ujar zia tidak mau kalah,


''taman belakang sore itu tampak di penuhi anak yatim dari panti asuhan, hati dan perasa'an lio menghangat, sekian tahun hari ini yang ia tunggu dapat merayakan ulang tahun putra nya dengan kehadiran putranya, tidak seperti tahun sebelum nya. hanya ada kue yang ia tiup sendiri, setelah itu lio berdiam diri dikamar nya,


''Perlahan sudut mata nya merembes caoran bening itu jatuh juga. zahra mengusap lembut lengan putra sulung nya,


''Hari ini tiba juga mom, ujar lio pelan,


''Zia memeluk erat bella,


''Terimakasih bel kamu telah mengembalikan senyum putraku, kamu mengbalikan kebahagian'an kami, zia berkata sambil menyeka air matanya,,


''Temani putra kalian meniup lilin nya ujar zahra mendorong pelan putra dan menantunya,


''Bukan hanya lio yang menantikan hari ini tapi seluruh orang yang menyayangi lio', dapat merayakan ulang tahun real yang sesungguh nya,


''Bella dan suaminya tampak menemani putranya meniup lilin ulang tahun yang ke empat nya, setelah itu di iringi doa dari anak anak yatim dari panti asuhan,


''Acara demi acara berjalan lancar, hingga acara pemberian bingkisan dan santunan,


''hari menjelang gelap, tinggal keluarga inti saja, tampak para bapak bapak berbincang hangat,


''Sedang yang lain menemani real membuka satu persatu kado dari paman bibik dan juga nenek kakek nya. orang orang yang menyayangi nya,


''Mumpung semua di sini aku mau minta pendapat, lio datang membawa beberapa contoh undangan,


''Aku memilih sendiri bingung, minta pendapat bella bilang nya terserah,


''Semua tampak melihat memilah dan memilih pendapat masing masing membuat lio semakin pusing,


''Aku suka yang ini, tunjuk bella tiba tiba,,


''Weddings pasport, gumam lio..


''Ini memang bagus sih kak, cuman menurutku kurang elegance ujar ella memberi pendapat nya,


''Tapi ini unik, bella berkata sambil membuka undangan yang dia pegang,


''Jika kamu suka yang itu, kita pakai saja pilihan mu, nanti kita bisa menambahi disain nya agar tampak lebih elegance, ujar lio menyetujui pilahan istrinya,


"Semua mengaguk setuju, meski pilihan bella tidak ada kesan elegance apa lagi mewah, hanya bagus dan unik, lio menuruti saja pilihan sang istri, bagi lio yang terpenting istrinya suka dan bahagia,


"Pilihan ku jelek ya, bella berkata karna melihat suaminya yang seakan menghentikan nania yang ingin berkata,


"Hus..! sembarangan mana ada pesawat di dalam gedung, siska berkata sambil menyuruh putrinya diam,


''Bella tampak berfikir mungkin pilihan nya tidak sesuai standard orang kaya,


''Semua diam tidak ada lagi yang membahas soal undangan,


''Malam semakin larut, satu persatu orang terdekat lio sudah meninggal kan rumah nya, tinggal keluarga bella dan maria mereka pun segera naik ke atas dan bersiap untuk beristirahat,


''Real kamu tidur di mana sama bunda apa di kamar mu sama mbak caca, tanya abella pada putranya,


''real biar tidur sama aku saja mbak, aku masih kangen, ujar caca lio di belakang bella tampak mengacung kan jempol nya pada adik ipar nya,


''Ya sudah,, tolong sekalian bersih kan real ya cha, bella berkata sembari masuk kekamar nya,


''Tampak suaminya sudah bersih bersih dan sibuk dengan tablet nya di sofa,,


''Bella masuk ke kamar mandi bersih bersih dan mengganti bajunya dengan piyama tidur, lalu menghampiri suaminya yang duduk di kursi sofa,


''Tidur lah bel apa kamu tidak capek, ujar lio sembari melirik istrinya sekilas,


''Mengenai undangan aku serah kan padamu saja, ucap bella pelan,


''Kenapa,, apa kamu tidak suka, tanya lio pelan,


''Bukan tidak suka tapi mungkin kurang cocok, ucap bella pelan,,!


''Apa nya yang kurang cocok tanya lio balik sedikit menggoda istrinya.


''Benar kata nania, kurang cocok dengan temanya. ucap bella lagi,


''lio tersenyum tipis,,


''Sini,,! lio menarik bella untuk duduk lebih dekat,, lalu memperlihat kan beberapa disain undangan yang ada di tablet nya,


''Ini ada beberapa undangan yang cocok dengan tema resepsi kita,


''Kamu pilih salah satu, yang kamu suka, ujar lio pada istrinya,


''Bella tampak bingung, semua terlihat bagus disain nya sangat mewah dan elegance,


''Yang ini bagai mana, tanya bella tampak bingung..!


''Aku suka dua ini bel, ini menurut ku, ucap lio sedikit memberi saran,


''Yang ini saja ada nuansa emas dan bunga, bella veekata sembari bersandar di sada bidang sang suami,


''Lio tersenyum bukan karna pilihan undangan bella, tapi karna bella berinisiatif bersandar di dada nya,,


''Terserah kamu kali ini pilahan mu bagus, dan cocok untuk tema resepsi kita, lio berkata sembari mengecup pucuk kepala istrinya,,


''seminggu lagi semua orang akan tau kita sudah menikah, kamu adalah istriku, bella terdiam ada resepsi atau pun tidak bella sudah menjadi istri dari majikan nya sejak lima tahun yang lalu,


''Terimakasih sudah menerimaku menjadi pendamping hidup mu, bella berkata pelan,,



geng dukung juga novel author yang ini,, ya terimakasih



bersambung