
Bella tersenyum melihat adik nya bersanding di pelaminan, kebahagian jelas tampak di matanya, senyum tak pudar menghiasi wajah nya, begitu juga dengan lio satu persatu dia sudah melihat kebahagian adik adik nya, meski caca adik iparnya, tingal nania yang sebentar lagi akan menyusul dan Ello tentunya,
''Lio sedari tadi menatap makanan yang ada di hadapan nya, tangan nya memegang garbu, rasanya ingin makan tetapi perut nya merasa tak nyaman,
''Hah,, Sayang sekali begitu banyak makanan enak akan tetapi perut nya tidak bisa berdiskusi, sedari tadi lio hanya melihat dengan tatapan lapar.
''Hela'an nafas terdengar lio memegangi perut nya yang terasa perih, semenjak bella hamil lio tidak pernah merasakan lagi enak nya makanan, ia akan mengeluarkan nya lagi makanan yang ia makan lewat muntahan, sebenarnya tubuh nya terasa lemah, berusaha terlihat baik baik saja demi istri tercinta, tak ingin membuat Bella kuatir akan keada'an nya,,
''Lagi dan lagi aku hanya bisa minum air gumam nya dalam hati,
''Nak lio, sapa bu jannah pelan,
''Ibu kenapa turun, masih banyak tamu yang belum bersalaman, ibu tidak nemenin caca, ucap lio
''Ibu tinggal sebentar tidak apa apa, Ibu hanya ingin memberikan ini pada mu, caca bilang tempo hari Kamu menghabis kan bekal makanan nak Kevin yang caca bawa, ujar bu jannah sembari menyodorkan kota makanan berisi cumi asin sambal petai,
''Hah..! ini petai lho Sayang kamu yakin ingin memakankan nya. ujar Bella sedikit tak percaya,
"Lio menggaruk rambut nya yang tidak gatal,
"Biarkan suamimu makan dulu bel, ucap bu jannah, kemudian meninggal kan anak dan menantunya, lalu kembali.ke pelaminan menemani putri bungsu nya.
"Sayang temani aku makan di mobil ya. pinta lio pada Bella,
"Kamu yakin ingin makan ini, tanya bella lagi seakan tak percaya.
"Kenapa tidak, ucap lio yakin
"Tapi kamu kan tidak pernah makan ini sayang, sedangkan di sana banyak makanan enak enak ucap bela lagi,
"Apa menurutmu masakan ibumu ini tidak enak, ucap lio lagi,
"Bukan masakan nya tapi ini lho. petai nya. ucap bela menunjuk petai di dalam kotak itu.
"Sudah ayok ikut aku ke mobil, tapi sebentar ambil kan aku nasi dulu, ucap lio sembari mengedarkan pandangan nya,
"Bik, lio menghampiri bik rima yang duduk bersama ella,
"Ya tuan muda ada apa. tanya bik rima,
Bik tolong ambil kan nasi putih saja, aku tunggu di mobil ya, ucap lio lalu pergi tanpa menunggu jawaban bik rima,
"Kak lio kenapa bik, tanya ella heran,
"Entah lah non, bibik hanya di suruh ambil nasi putih, dan membawanya ke mobil jawab bik rima ella yang penasaran dengan kakak nya mengikuti langkah kaki bik rima,
"tuan muda ini nasi nya, bik rima menyodorkan sepiring nasi, ella melihat apa yang di lakukan kakak nya tanpa di sadari lio",,
"Kak lio, seru ella,
"Apa'an sih bikin kaget saja, ucap lio cuek dengan santainya ia menyendok nasi dengan sambal cumi asin dengan petai,
''Sejak kapan kak lio suka petai, tanya ella lagi,
''Entah lah sejak kakak iparmu hamil mungkin, ucap lio cuek ia meneruskan makan nya dengan lahap membuat Bella dan Ella meneguk ludah teringin mencicipi juga,
''Sayang itu masih ada satu kotak lagi, tolong bukain apa isinya, tunjuk lio pada kotak makanan yang belum terbuka,
''Isinya semur jengkol mau juga, ucap Bella,
''Tanpa menjawab lio mengambil jengkol dan memakan nya dengan lahap,
''Membuat Bella tidak tahan untuk tidak mencicipinya,
''Kak Bell, enak ya,,! tanya ella,
''Aaaa,,,! bella berkata sembari menyuapi adik iparnya,
''Enak kak, ucap ella yang juga ikut makan satu piring bertiga,
''Nasi nya kurang dek, ambil lagi sana, ucap lio menyuruh adik nya mengambil nasi lagi karna dia juga belum merasa kenyang,
''Bik tolong ambil kan nasi lagi yang banyak, seru ella yang melihat bik rima masih belum beranjak dari tempat nya.
''bik rima mengernyit kan dahinya heran, apa sih yang di.makan di dalam mobil sampai mintak tambah nasi, tadi bik rima tidak melihat tuan mudanya makan pakai apa.
''bik rima berjalan masuk kedalam acara, untuk mengambil nasi piring lumayan banyak
''Ini nyonya, den lio mintak di bawain nasi ke mobil, jawab bik rima jujur,
''Ke mobil, kenapa makan di mobil kenapa tidak disini, gumam zahra heran lalu mengikuti bik rima.
''non, ini nasi nya, bik rima menyodorkan sepiring nasi penuh dan di sambut oleh ella,
''Makan apa sih. ! suara zahra di belakang bik rima,
''Mommy, Ella dan lio menoleh bersama'an dan juga Bella
''Mommy mau, ucap lio menyuap kan nasi dengan tangan nya ke mulut mommy nya,
''Tunggu,,! kalian makan apa sih. tanya zahra lagi,
''Ini makan dulu nanti mommy juga tau, ini tu ke suka'an mommy, ucap lio lagi, zahra menerima suapan dari tangan putranya.
''Bagaimana,, tanya lio,
''Sejak kapan kamu suka makan ini kak, biasanya juga tidak mau, ucap zahra lagi,
''Sejak menantu mommy hamil, ucap lio cuek,
''Baby what are you doing here,
''suara bariton kenzio, mengget kan semua orang,
'' Baby kamu makan apa ini, iyuuuhh...! ini sangat bau, ucap kenzio menutup hidung nya, mendengar ucapan kenzio'' lio'' tersenyum jahat,
''Dengan sengaja lio makan petai saja tanpa nasi. kemudian mendekat kan kepalanya ke depan wajah kenzio dan menyemburkan aroma mulut nya yang berbau khas,
''Apa yang kamu lakukan, teriak kenzio mengibaskan tangan nya di depan hidung nya,,
''kakak, jahil sekali sih, seru Ella,
''Biarkan saja suami mu itu sok, kaya, ucap lio
''Ya emang aku kaya, ucap kenzio bangga,
''Aku juga tidak kalah kaya dari mu, Aku bahkan cari sendiri. tidak mengandalkan kan kekaya'an orang tuaku, tapi aku tidak gengsi makan makanan seperti ini, ujar lio lagi,
''Kamu tau semenjak istri ku hamil aku suka makan makanan yang aneh aneh, kemarin aku makan rujak mangga muda, rasanya seger, lanjut lio,
''Mana ada mangga muda seger, yang ada asem, ngaco saja, ucap kenzio sinis,
''Sekarang kamu bilang asem, nanti kalau istrimu hamil, aku doakan semaga kamu makan mangga muda di atas pohon nya biar kayak monyet sekalian, ucap lio dengan senyum mengejek,
''Tidak mungkin, yang hamil perempuan yang ngidam ya pasti perempuan juga, mana ada laki laki ikut ngidam, ucap kenzio,
''jangan sumbar dulu kamu. belum tau rasa dia, ucap lio lagi.
''Memangnya kamu tidak mau ngidam untuk istrimu, tanya lio lagi.
''Tidak.. ! jawab kenzio enteng dan lugas,
''Apa maksud nya tidak mau. Aku yang hamil, tapi kan anak kamu juga, jika tidak mau ngidam tidak usah punya anak, ancam ella geram,,
''ma'af bukan begitu maksud ku, ucap kenzio serba salah,
''Lalu apa, Ella mendengkur kesal lalu pergi,
''sepertinya ada yang tidur di luar kamar nanti malam, ucap lio tersenyum mengejek,
''Apa'an sih gara gara kamu ini, ucap kenzio juga kesal,
''Sayang kenapa sih jail sekali, ucap bella
''Mana ada aku jahil, sudah lah ayok kita kedalam lagi, ujar lio membantu istrinya keluar dari mobil,,
''Pak salim bersih kan mobil nya, titah lio
''Siap tuan muda, jawab pak salim, pelan,,
''Terima kasih pak, ucap lio
''bersambung