
Bella tersenyum melihat ketiga buah hatinya, bermain di halaman rumah ibunya. meski bik rima sudah tidak lagi bekerja nyatanya mereka masih bisa bermain di ahir pekan seperti ini,
''Kellen, kamu tidak mau bermain sayang, tanya bella lembut.
''tidak menjawab bocah itu menghambur memeluk, bella,
''Kenapa kamu tidak enak badan, tanya bella lagi.
''lagi lagi bocah itu tidak menjawab, hanya menggelengkan kepalanya,
''Terus kenapa coba cerita sama bunda. ucap bella lagi,
''Kemarin kak real nakal, adunya pada bella,
''Kakak nakal, kelen mengaguk lagi,
''Emang kak real ngapain, tanya bella lagi.
'' kellen gak di ajak main bola kakak mai. sendiri sama leon, kellen di tinggalin, adunya lagi.
''Main sama papa saja ya, lio menimpali obrolan istri dan keponakan nya,,
''kelen kembali menggeleng kan kepalanya,,
''Dek kellen main yuk, real menghampiri kellen mengajak nya bermain, bocah itu melipat kedua tangan nya di dada dan membuang muka tak mau, lio menghisaratkan putranya agar tidak memaksa,
''Sini cerita sama papa kenapa tidak mau bermain dengan kaka real, tanya lio lembut,
''Kemarin kakak real, tidak mau mengajak kellen, bermain sepak bola adunya,
''Oh,, ya kenapa. tanya lio serius,
''Kellen abis jatoh pah, ujung kuku jempol nya terklupas dan berdarah, kakak takut kellen jatoh lagi, sela real memberi penjelasan,
''lio melihat kebawah benar saja jempol di balik sandal itu tertutup plester,
''Ini sakit tidak, tanya lio lagi,
''Sakit,, lirih nya pelan,,
''kalau di pakai jalan sakit tidak, tanya lio lagi, kellen mengaguk pelan,
''Jika dipakai jalan sakit, bagai mana kalau berlari, tanya lio lagi,
''Tambah sakit, ucap kellen pelan
''Kalau di pakai lari kan tambah sakit, sekarang ngerti kan maksud kak real kenapa tidak di perboleh kan ikut main bola, ucap lio pelan kellen mengguk mengerti,
''Duduk sini, lio menarik pelan tangan putra sulung nya,
''Dengerin papa, kakak sebagai sodara tertua harus bisa menjaga adik adik. bukan hanya leon dan cella, tapi juga dek kellen, kemora, masih ada kiano, rafael, naina semua adik kakak, seperti papa dulu, lio mencoba memberi pengertian pada putra sulungnya, tugasnya sebagai sodara tertua, bocah sepuluh tahun itu mengaguk mengerti,
meski putra dan putra nola dan nania tidak ada ikatan darah di antara mereka, karna hubungan orang tua yang terjalin erat. mengajarkan keturunan nya, saling menyayangi, hidup rukun layak nya sodara kandung.
''Sudah main nya kita masuk yuk, seru caca yang datang dengan putri kecil nya kemora,,
''Bibik pulang dulu ya, besok main lagi, bik rima melambaikan tangan berjalan pulang menuju kediaman nya, yang tak jauh dari kediaman ayah dan ibu bella,
''Kevin belum pulang cha, tanya lio pada adik ipar nya,
''Belum kak, mungkin sebentar lagi, jawab caca seadanya,,
''begitu sampai di halaman rumah aroma masakan bu jannah menyeruak memenuhi rongga hidung semua orang,
''Wanginya masakan ibu, seru lio mengisap perut nya,,
''Kita pulang setelah makan malam sayang, ucap lio melirik istrinya,,
'' coba ingat kapan pulang dari sini dengan perut kosong, tidak pernah kan, ucap bella, balas melirik suaminya,,
''Ibu masak apa, menantu ibu sudah kelaperan, seru bella menghampiri ibunya,,
''Lalapan nya mana bu, biar bella yang bersihin, bella menggulung lengan kemejanya bersiap membantu sang ibu,
''Non bella biar bibik saja, ucap art di rumah bu jannah,
''ya sudah, ibu jangan lupa goreng terong juga ya, ucap nya lagi, lalu meninggal kan dapur,
''Bella lanjut bermain dengan putra putri nya,
''Sayang sini, lio menepuk sofa di sampingnya. bella menghampiri sang suami lalu duduk di samping nya,
''Ada apa, tanya bella sembari menjatuh kan berat tubuh nya
''Tidak ada apa apa, memang nya jika mau duduk di sampingku harus ada apa apa dulu, ucap lio sembari memain kan ujung ranbut istrinya, rambut yang dulu pendek sekarang sudah panjang, membuat bella tampak lebih matang di usianya yang menginjak dua puluh delapan tahun, berbanding dengan rambut nya yang pendek, yang selalu tampak seperti anak remaja,
''Sayang terimakasih, karnamu aku mendapat semua kebahagia'an ini, anak anak yang lucu, cerdas dan sehat tentunya. ucap lio pelan, matanya mengawasi putra putrinya dari kejauhan,
''Aku juga berterimakasih padamu, karna mu aku dan keluargaku bisa menikmati hidup seperti ini, tak lagi kekurangan tak lagi di cemoh semua orang, ucap bella pelan,
''Lio hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya,
''Bukan itu maksudku, poin utama adalah anak anak, yang membuat kebahagia'an tersendiri untuk ku, istriku yang selalu sederhana, meski punya suami kaya raya, kamu persis seperti mommy, ucap lio lagi,,
''papah,,!
''Ya,,,!
''Liburan ahir tahun ini, kita mau kemana, tanya real tiba tiba,
''Terserah, mau kemana, papa ikut saja, jawab lio pasrah,
''Kakak, ingin bermain salju, bisakah kita pergi ke negara yang ada salju nya, mohon real pada sang papa,
''boleh juga, kita akan pergi nanti, jawab lio,,
''Di negara kita juga ada salju, kalau cuma ingin bermain salju kenapa harus jauh jauh ke luar negri kakak kan sering kesana ya kan, ucap bella memberi pendapat nya,,
''Itu kan salju buatan, bukan asli, jawab real seadanya,
''sama saja, itu es kan, ucap bella lagi,
''suasananya beda sayang, tidak apa apa lah kita bawa anak anak nanti pergi kesana, ucap lio lembut,
''Terserah, ucap bella, sebenarnya malas jika harus di pesawat berjam jam, bella suka mabuk di perjalanan,
''I know, bunda takut mabuk celetuk real, mengingat bundanya selalu teler setelah turun dari pesawat, sedang lio hanya tersenyum,
''Makan malam sudah siap, kita makan dulu yuk, seru caca,
''Tidak tunggu kevin dulu cha, sepertinya suamimu belum datang, ucap bella
''Kevin on the way mbak, bentar lagi juga sampai, jawab caca seadanya,
''Biar anak anak makan dulu, kita tunggu kevin pulang, sela lio dari belakang bella,
''Tak berapa lama tampak kevin sudah datang, hari ini sedikut terlambat banyak sekali pekerja'an di kantor, beberapa tahun ini perusaha'an kevin berkembang pesat. tak jarang dia pulang terlambat,
''Vin mandilah dulu, setelah ini kita bisa makan malam bareng, ucap lio, kevin mengaguk dan segera naik keatas,
''Sayang di habisin ya makanan nya. bella di bantu para pengasuh, melayani anak anak di meja makan,
''Bunda leon mau itu, aku juga mau seru leon dan sang kakak bersama'an,
''ini makan lah,
''Terimakasih bunda, ucap real dan sang adik barengan
''Gengss terimakasih, yang mssih setia di cerita receh author, bismilah, author sudah mulai sehat kembali setelah beberapa hari kesehatan author sempat tumbang, bisa kita lanjut cerita receh ini, love you all
''versambung