
''Hari berganti minggu berlalu, kehamilan bella sudah tampak sedikit membuncit, bella tidak pernah merasakan apa apa, sehat dan semangat menjalani kehidupan nya sebagai ibu muda, di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun ia sudah hamil anak kedua,
''Sedang sang suami, seperti biasa, masih mengalami mual dan muntah, tak jarang lio takut menyentuh makanan, di karenakan lio juga takut jika sudah muntah badan dan otot nya terasa lemas, kepala pusing, seperti pagi ini lio terduduk lemas di balkon kamar nya mengambil udara segar menetralkan kan keada'an nya setelah berjuang mengeluarkan isi perut nya,
''Bella menghampiri sang suami, dengan segelas air jeruk nipis hangat yang baru ia buat untuk sang suami,
'' Sayang kamu tidak apa apa ucap bella kuatir, sembari meletak kan gelas berisi air jeruk nipis di atas meja,,
''Aku tidak apa apa sayang, biarkan seperti ini sebentar saja, ucap lio meyakinkan istrinya untuk tidak kuatir,
''Bell, kita kerumah ibu, aku ingin makan masakan ibu, entahlah kenapa ahir ahir ini lio lebih suka masakan ibu mertuanya, lebih nyaman ke perut nya,
''Apa kamu tidak ke kantor, tanya bella,
''Agak siang, aku sudah menghubungi kevin, jawab lio,
''Kita berangkat sekarang, lio mengaguk,
''Papa, panggil real kala memasuki kamar orang tuanya,
''Real, sama siapa kamu, lio menangkap putranya, dan memangangkunya.
''Sama uncle Ello, jawab real dengan senyum nya
''Kangen gak sama bunda, tanya bella seraya mengusap lembut pipi gembul putra nya,
''Kangen, tapi oma bilang perut bunda ada adik nya. ucap real polos,
''Perut bunda ada adik nya real, sementara tinggal di rumah oma dulu tidak apa apa kan. nanti kalau adik sudah keluar tinggal di sini lagi sama bunda dan papa ya, ucap lio memberi pengertian pada putra nya. Real mengaguk pelan lio mencium putra nya, ia sebenarnya sangat rindu, mengingat keada'an bella sedang hamil dan juga dirinya yang sering muntah membuat keada'an nya kurang fit. terpaksa real di ungsikan kerumah oma nya,
'' Real sudah belum, seru Ello di ambang pintu.
''Pergilah belajar yang rajin jangan nakal, kak alif juga sekolah di sana kan, tanya bella,
''Iya bunda, tapi kelasnya beda, real jarang ketemu, terang real,
''Les't go boy, uncle udah kesiangan, seru Ello,
''Sudah sana, pergi uncle kesiangan, ucap lio sembari menepuk bokong putra nya,
''Hati hati bawa mobil nya dek, ucap bella pada Ello,
''Setelah putranya pergi lio dan bella juga bersiap menuju kediaman orang tua bella.
''Pak salim dengan tenang membawa mobil nya menuju kediaman orang tua bella, tak jauh dari rumah lio hanya tiga puluh menit perjalanan,,
''Turun lah sudah sampai ucap bella membangun kan suaminya yang bersandar di pundak nya.
''lio segera turun lalu membantu bella turun dari.mobil bu jannah menunggu kedatangan putri dan menantunya di teras rumah,
''Ibu, lio mencium tangan mertuanya dengan hangat,
''Ayah dan yang lain sudah berangkat, tadi nak kevin bilang sama ibu nak lio mungkin tidak ke ksntor, karna sedikit kurang enak badan. ucap bu jannah.
''Gak tau nih, cucu ibuk manja, ucap lio,
''Apa dulu waktu bella hamil real nak lio juga seperti ini, tanya bu jannah lio menggeleng,
''Bu jannah merasa bersalah dengan pertanya'an nya, seharusnya ia tak bertanya seperti itu,
''Ma'af, lirih bella merasa bersalah dengan apa yang udah suaminya alami tempo dulu,
''Jangan mintak ma'af, semua bukan salah mu, salah ku yang tidak bisa berkomunikasi dengan mu waktu itu, menimbulkan salah faham di antara kita, bella terdiam mendengarkan ucapan suaminya.
''Nak lio mau makan apa. tanya Bu jannah, setelah bella berbisik pada ibunya tadi,
''Entah lah bu lio tidak tau mau makan apa, sebenarnya apa saja yang terpenting lio tidak memuntahkan nya kembali, mendengar ucapan menantunya bu jannah berfikir mau masak apa, sedang bu jannah tidak pandai masak ala ala orang kaya, yang ia tau masakan sederhana seperti biasanya meski hidupnya kini tidak lagi seperti dulu, namun bu jannah tetap memasak masakan sederhana nya,, bahkan kevin menyukai masakan ibu mertuanya itu,
''kalian tunggulah disini ibu akan ke pasar dulu sebentar, ucap bu jannah,
''Mendengar kata pasar, entah lah tiba tiba lio bersemangat untuk ikut,
''Biar lio yang antar bu, lio bangun dari rebahan nya di sofa,
''Apa tidak merepotkan kamu nak, tanya. Bu jannah tidak enak hati,
'' Iya apa kamu tidak apa apa sayang. ucap bella
''Tidak,,,! sepertinya memang aku butuh suasana baru, ucap lio sembari memakai jaket nya kembali,
"Jadilah lio membawa ibu mertuanya dan juga istrinya pergi ke pasar di antar pak salim, bayangan pasar yang becek dan bau tidak lio mensahkan dia hanya ingin merasakan suasana baru.
"Tak membutuhkan waktu lama pak salim sudah memarkirkan mobil nya tepat di depan pasar,
"Kita turun nak lio, ujar Bu jannah lio membantu istrinya turun dari mobil.
"Baru menapak kan kaki dari luar suasana hiruk pikuk sudah terasa banyak kuli panggul yang membawa barang berat di pundak nya, bayangan becek di benak lio rupanya tidak ada. sekarang pasar sudah lumayan bersih dan nyaman namun untuk bau khas pasar basah masih kerasa tercium di rongga hidung lio,
"Kita mau beli apa bu, tanya lio yang melihat banyak nya pedagang sayur berjajar menjual sayur yang sama,
"Ibu aku ingin ibu bikin terancam, bisik bela pada ibunya.
"iya kita beli bahan nya, ucap bu jannah, memilih beberapa timun yang masih segar, kacang panjang, daun kemangi, dan bahan lain nya, tidak lupa kelapa parut, Dan sayur lain nya juga,
"Setelah dari pedagang sayur bu jannah beralih ke penjual ikan, teringat menantunya suka gulai ikan asap, bu jannah membelinya,
''Ini ikan apa bu. tanya lio penasaran,
''Ini bahan ikan untuk masak gulai ikan asap kesuka'an mu, jawab Bella sedikit berbisik, lio mengaguk anggun kan kepalanya,
''Melihat belanja'an ibu mertuanya yang tampak berat lio menawarkan diri untuk membawanya.
''Nak lio, biar ibu saja yang bawa, tolak bu jannah,
''Tidak apa apa bu, ini berat sekali biar lio yang bawa. ucap lio kekeh,
''Bu jannah membiarkan lio bawa keranjang belanja'an nya yang lumayan berat, meski sebenarnya tidak enak hati,
''Terimakasih nak, ucap bu jannah
''Bersambung