
Dua hari menanti tiga hari tidak datang empat hari masih sama lima hari tanpa kabar enam hari bik rima selalu datang namun rumah bella sepi seperti tiada kehidupan, tujuh hari genap satu minggu bella pergi tanpa jejak, lio gelisah menunggu kepulangan bella yang pergi tiada berpamitan, perlahan di bukanya pintu kamar yang seminggu sebelum pergi bella tempati tepat di samping kamar nya, perlahan lio masuk melihat kamar itu rapi tak berpenghuni, dua bulan menikah dengan bella atas dasar kecelaka'an yang tidak di sengaja, masih dengan setelan kantor nya lio berharap sa'at pulang bella menyambutnya seperti biasa,
'Lio duduk di tepi ranjang melihat bantal putih ada helaian rambut bella yang tertinggal, rambut pendek di atas bahu mata bulat yang selalu menunduk perlahan lio mengakat bantal tersebut mencium nya lembut meresapi sisa aroma yang tertinggal, lalu lio meletak kan bantal tersebut di pangkuan nya,,
''kamu kemana, kenapa lama sekali dan tidak pamit, lio mendesah pelan dan bergumam cepat kembali dan pulanglah aku merindukan mu, aku pria yang tidak pandai mengukap kan perasa'an, pulang lah aku janji akan membuat mu bahagia, kita mulai rumah tangga ini dari awal
'Perlahan lio meletak kan bantal itu kembali, ekor matanya menangkap sesuatu, sebuah buku, perlahan lio mengambil nya,,
''Buku apa ini, buku tentang kehamilan, untuk apa bella membaca buku ini, perlahan lio membacanya dari halaman pertama,
''Nama nabilla sintia siapa lio bertanya tanya, umur alamat tertulis di buku itu, kembali mengingat sa'at ijabqobul nabilla sintia, billa bella, lalu membuka halaman berikut nya sebuah foto persegi hitam putih,
''Foto apa ini, lio terus tertanya tanya, lalu kembali membuka buku satunya perlahan lio membuka halaman terahir yang masih ada penanya,,
''Dear diary......
hari ini dan malam ini hari terahir ku, apa kah kamu tau seminggu ini sikap tuan begitu manis, membuatku semakin takut dan berat untuk melangkah meninggal kan nya*,,
''Meninggal kan nya apa bella memang berencana untuk pergi,, gumam lio dan kembali melanjutkan membaca buku bella,
''ma'af kan aku tuan jika aku pergi membawa sesuatu yang belum pernah tuan ketahui,
''Apa apa yang tidak aku ketahui gumam lio lagi, perlahan lio kembali membaca buku bella namun membuka halaman sebelum nya.
''*Dear diary....
hari ini aku mengetahui hal yang sangat aku takut kan dan tidak pernak aku bayangkan, apakah kamu tau kejadian malam itu telah menghancurkan ku dan juga keluargaku,
'Dada lio seakan di hantam rasa bersalah, tiba tiba terasa sesak seakan sulit untuk bernafas, ternyata bella tidak sekuat yang terlihat, gadis itu hancur dalam diam,
''Ku pikir kejadian malam itu sudah cukup menghancur kan ku, tapi ternyata aku salah hari ini jiwaku kembali terguncang kala mengetahui sesuatu menghuni dan sedang tumbuh di rahim ku, kamu tau diary kejadian malam itulah penyebab nya,,
''sedang tumbuh di rahimku malam itu penyebab nya, lio tampak kebingungan membaca tulisan bella,
''Buku ini apa maksudnya lio tampak menggaruk rambut nya,, perlahan bangun dari duduk nya dan membawa buku bella ke kamar nya, lalu lio mengbil poncel nya mencari sesuatu di iternet
mbah Google.. lio mengetik
BUKU KIA lio sedikit mengernyit kan dahinya melihat hasil dari buku tersebut. buku pemriksa'an kehamilan, lio kembali melihat buku tersebut dengan nama nabila sintia, dada lio berdetak sangat cepat
''Tidak tidak ini tidak mungkin, kenapa bella diam dan tidak bilang kenapa bella malah pergi,, lio menyambar kunci mobilnya dan segera turun menuju mobil lio melajukan mobil nya dengan ke cepatan tinggi dan menuju rumah bella,
'Tak sampai dua puluh menit lio sudah sampai di depan rumah bella, lio turun dari mobil nya dan sedikit terburu buru,, perlahan lio mengetuk pintu rumsh balla,
namun tidak ada yang menjawab rumah itu tampak sepi meski lampu di dalam menyala
''Ma'af cari siapa ya, tanya seseorang yang kebetualan lewat,
''Cariiii.. pak harun lio sedikit bingung,
''Oh..! pak harun, entah lah sudah seminggu lebih tidak pernah nampak, ada yang bilang sudah pindah, kerumah suami bella, suami bella orang kaya, ucap orang itu,,
''Pindah gumam lio''
''Oh..bik rima, jalan ini lurus saja ada pertiga'an di depan belok kiri rumah ketiga dari belok'an itu, terang orang itu,,
''terimakasih ucap lio lalu segera meninggal kan rumah bella dan mencari rumah bik rima,,
''Bik rima yang sedang santai menonton acara tv sambil rebahan mengernyit kan dahinya kala mendengar suara mesin mobil yang sangat ia kenal berhenti di depan rumsh nya,,
''Bagas coba lihat siapa yang datang lalu putra bik rima membuka pintu rumah nya sedikit melihat siapa yang datang,,
''Ibu itu sepertinya tuan muda yang datang, ucap bagas memanggil ibu nya,,
''Buka pintunya, ucap bik rima sambil bangun dari tidur nya,, benar saja lio sudah berada di depan pintu rumah nya,,
''Tuan muda mari masuk ucap bik rima, lio masuk lalu duduk di kursi sofa tanpa di suruh,
''Tuan muda, panggil bik rima pelan,, lio menarik nafas nya dan menghempaskan nya pelan
''Bik rima tau buku apa ini, lio menyodorkan buku KIA itu di hadapan bik rima tanpa membukanya bik rima sudah tau
''Ini buku pemriksa'an kehamilan tuan, ucap bik rima lalu membuka buku itu
''Bella. ucap bik rima sambil melihat ke arah lio''
''Ini punya bella' tuan muda jadi bella hamil, ucap bik rima lagi tak percaya,
''Seperinya bella sudah merencanakan kepergian nya bik, ucap lio tertunduk lesu,
''Pantesan belakangan dia sedikit pucat, bibik sering tanya dia bilang tidak apa apa. ucap bik rima sedikit menyesal kenpa sampai gidak tau bella serang hamil,,
''Kenapa bella tidak bilang bik kenapa tidak memintak pertanggung jawaban ku, bukan nya malah pergi, ucap lio menyayang kan keputusan bella.
'Kira kira pergi kemana ya bik, tanya lio''
''Bibik tidak tau tuan, apa mungkin pergi ke tempat asal ayah nya bella, ucap bik rima menduga,
''Di mana ayah bella berasal bik, tanya lio lagi,,
'kalau tidak salah surabaya, tuan muda, terang bik rima.
''Bibik tau dimana bella memriksakan kehamilan nya dan ini,, tanya lio lagi,,
''Kalau tidak salah, ini di depan jalan sebelum masuk kekawasan sini tuan di situ ada klinik kandungan, terang bik rima lagi. lio menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan nya kasar,
''Ya sudah bik aku pulang dulu kita bicarakan ini besok lagi, dengan mommy, ucap lio, lalu keluar dari rumah bik rima, lio berjalan lesu menuju mobil nya di ikuti bik rima di belakang nya,,
''aku pulang dulu bik ma'af sudah mengganggu istirahat bibik. terimakasih selamat malam ucap lio
bersambung
a