BELLA

BELLA
~Bella 8~




Jam pulang sekolah pun tiba, siswa-siswi mulai berhamburan meninggalkan sekolah.


Seperti biasa Bella dan teman-temannya juga pulang kerumah masing-masing. Tapi kali ini Bella tak langsung pulang. Saat meninggalkan sekolah Bella melajukan motornya ke arah rumah Amelia. Perasaan nya yang khawatir membuatnya menuju kesana dengan tergesa-gesa.


Hanya perlu beberapa menit Bella sudah menghentikan motornya tepat didepan kos Amel. Orang tua Amel sudah meninggal saat pertama Amel memasuki jenjang SMA. Di sanalah Amel mulai bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya.


Tatapan Bella terhenti saat ada seorang ibu yang tengah memarahi Amel. Bella pun berlari menuju tempat itu.


"Iya nanti saya bayar bu, kalau sekarang saya belum ada uangnya bu..."ucap Amel masih menunduk.


"Ahh ngga ada waktu lagi, kamu udah nunggak pembayaran 2 bulan, ayo bayar sekarang atau angkat kaki dari kos ini..."bentak ibu itu.


"Maaf bu ini ada apa ya..."tanya Bella.


Amel kaget saat mendengar suara Bella,


"Bella, lo ko disini?..."tanya Amel bingung.


"Oh ini temennya, ini loh Amel udah nunggak bayar kos selama 2 bulan, saya juga perlu uangnya..."ucap ibu itu dengan suara tinggi.


"Gue gak ada uang Bel, cuman ada buat gue makan..."jawab Amel mulai melemah ditengah tangisnya yang pecah.


"Mel lo masuk dulu deh, kayanya lo lagi sakit. Lo masuk sekarang, istirahat! Biar gue yang beresin ini..."suruh Bella.


Amel yang merasa kepalanya sudah sangat pusing pun mengikuti suruhan Bella.


"Bu mohon maaf sebelumnya karena keterlambatan pembayaran kos teman saya, sekarang biar saya aja yang bayar bu..."ucap Bella sambil membuka tasnya, mengambil uang yang cukup banyak disana.


Bella memang membawa uang ces dalam tasnya, takutnya bila sewaktu-waktu diperlukan.


"Ini bu, saya rasa cukup untuk 6 bulan kedepan..."Bella menyodorkan uang itu.


Ibu itu tersenyum menerimanya,


"Nah kalau gini kan enak, kita sama-sama nyaman gitu. Yaudah saya permisi dulu..."jawab ibu itu lalu meninggalkan Bella.


Bella termasuk cewek yang tidak suka menghambur-hamburkan uang. Uang bulanan yang diberikan orang tuanya, selalu ia simpan. Entah itu untuk keperluan mendesak atau membantu orang-orang yang membutuhkan.


Bella menghembuskan nafasnya pelan, mendorong pintu kos Amel.


Disana hatinya terasa sakit saat melihat temannya Amel nampak menangis sesenggukan sambil memeluk lututnya.


Bella menyentuh pundak Amel pelan,


"Lo gak papa Mel, gue udah lunasin uang kos lo..."ucap Bella.


Amel langsung menghambur pelukan kearah Bella.


"Gue cape Bel, gue gak punya siapa-siapa lagi. Gue harus berjuang sendiri. Makasih lo udah selalu bantuin gue Bel, maafin gue hiks hiks..."tangis Amel semakin kencang.


Bella menepuk-nepuk punggung Amel pelan mencoba menenangkan,


"Gue udah maafin lo ko, udah ya! Gue gak marah ko! Maafnya kalau perkataan gue tempo hari nyakitin perasaan lo, gue cuman kaget aja pas denger Aldi suka sama lo..."ucap Bella lembut.


Amel melepas pelukannya,


"Kenapa lo sebaik ini sama gue Bel, gue udah khianatin lo Bella..."ucap Amel histeris.


Bella tersenyum,


"Gue gak papa ko Mel, kan lebih baik gue tau kaya sekarang. Percuma kan gue tetap ngejalanin hubungan sama Aldi kalau hatinya buat lo..."bujuk Bella.


"Hiks hiks lo baik banget Bel sama gue, makasih banyak ya Bel, lo selalu ada buat gue..."ucap Amel ditengah tangisnya.


"Lo kenapa gak masuk sekolah?..."tanya Bella penasaran.


Amel menoleh menatap Bella,


"Gue gak enak badan Bel?..."


"Udah makan? Udah minum obat belum Mel?..."tanya Bella.


Amel tersenyum melihat kekhawatiran Bella,


"Udah ko Bel, tenang aja..."


"Lo udah jadian sama Aldi..."tanya Bella ragu.


Amel nampak ragu menjawab pertanyaan Bella barusan,


"Maaf ya Bel, tapi udah..."jawabnya pelan.


Bella tersenyum,


Tak bisa dipungkiri sebenarnya hati Bella terasa sedikit sesak, tapi ia berusaha tersenyum. Ia berusaha menguatkan hatinya untuk segera melupakan Aldi.


"Makasih ya Bel, sekali lagi maafin gue..."lirih Amel pelan.


"Udah ah minta maaf mulu, udah dimaafin ko. Oh iya gue gak bisa lama-lama nih. Soalnya ini aja masih pakai baju sekolah gue. Abis pulang sekolah tadi langsung kesini..."ucap Bella sambil tertawa kecil.


Amel tersenyum,


"Lo mau pulang sekarang?..."tanyanya.


"Ia gue pulang dulu ya, lo cepat sembuh. Jangan lupa makan sama minum obatnya juga, masa teman aku yang cantik ini sakit sih..."hibur Bella.


Amel tertawa kecil,


"Ia Bel, gue inget ko..."


Bella mengambil beberapa lembar uang ratusan lagi dalam tasnya,


"Nih Mel, mungkin gak banyak. Tapi setidaknya bisa bantu lo..."lirih Bella pelan.


Amel merasa terharu karena kebaikan Bella, Ia langsung memeluk Bella erat sekali.


"Makasih ya Bel, lo selalu bantuin gue, lo selalu ada buat gue. Suatu saat kalau gue ada uang, pasti gue ganti semuanya..."


"Udah gak usah mikirin itu, gue ikhlas ko..."ucap Bella sambil melerai pelukannya.


"Gue pulang dulu ya, lo cepet sembuh..."ucap Bella.


Dibalas anggukan dan senyuman manis oleh Amel.



Disisi lain, Raymond, Stefan, dan William nampak berkumpul di basecamp Raystracck.


"Gue pengen Bella sama temen-temennya gabung geng kita..."ucap Ray mengutarakan maksudnya.


Stefan menganggukkan kepalanya


"Gue sih terserah lo aja Ray, gue liat Bella sama temen-temennya juga anak baik kayanya..."jawab Stefan.


"Lo yakin Bella mau gabung sama kita?..."sambung William.


Raymond tersenyum,


"Ajak aja dulu, gak ada salahnya kan?..."


"Terserah lo aja sih Ray, gue oke-oke aja..."jawab Stefan.


"Gue juga mau Bella jadi wakil gue..."sambung Ray.


William nampak kaget


"Lo yakin Ray, dia kan cewe Ray. Gak cowok aja? kalau kita berdua sih gak mau. Mungkin Reno atau Riski?..."


"Iya bener tuh..."sambung Stefan.


Ray tersenyum singkat,


"Gue yakin sama Bella, dia emang cewe, tapi dia pantas jadi wakil gue..."jawab Ray penuh keyakinan.


"Gimana sama Shintia, dia kan udah lama pengen banget jadi wakil Raystracck, dia pasti protes lah kalau seandainya orang baru diangkat jadi wakil..."jelas Stefan.


William nampak berpikir,


"Bener juga sih lo Stef..."jawabnya.


"Gue bakal buktiin sama kalian kalau Bella pantes buat jadi wakil gue, gue juga gak bakal sembarangan pilih orang kali. Kita bakal bandingin Bella sama Shintia. Siapa yang pantas diantara mereka berdua..."ucap Ray.


"Okey gue setuju..."jawab Stefan.


Begitu juga dengan William,


"Gue juga, kayanya Bella sih yang lebih pantas dari pada Shintia, manja banget tuh anak..."ledek William.


Ray tertawa mendengar itu,


"Oh jelas..."jawab Ray.


"Jadi kapan mau ngajak Bella dan temen-temennya gabung geng kita, kan bakalan seru tuh, jadi rame..."jawan William antusias.


"Besok..."jawab Ray singkat.


lalu dibalas anggukan oleh kedua temannya.