BELLA

BELLA
~Bella 11~




Ray mengerjap-ngerjapkan matanya, ia tidur saat lelap tadi malam. Ia menatap jam diatas mejanya menunjukkan jam 6 lewat.


Senyum terukir indah dibibir Ray saat menatap selimut yang ada diatas tubuhnya.


"Bella..."gumam Ray.


Ray bangkit dari sofa menuju kamar mandi, lalu membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Ray mengenakan seragam sekolahnya. Senyum Ray sedari tadi selalu merekah di bibirnya. Entah kenapa moodnya sangat bagus pagi ini. Ray nampak sangat bersemangat.


Perut Ray terasa lapar saat aroma makanan menyeruak memasuki hidungnya. Ia pun bergegas keluar kamar menuju ke dapur.


Ray tersenyum lagi saat melihat Bella nampak sibuk memasak.


Ray menghampiri Bella, ia berdiri tepat dibelakang Bella.


"Cewek cantik lagi masak apa nih..."goda Ray.


Bella kaget dengan kehadiran Ray yang tiba-tiba,


"Nih nasi goreng, kata bi Ratna lo suka..."jawab Bella dengan senyuman.


Ray tersenyum lalu duduk di bangku menunggu Bella selesai memasak, Bella dengan telaten menyiapkan makanan Ray dan untuk dirinya sendiri.


Ray menyendok nasi goreng buatan Bella kemulutnya.


"Emm enak banget masakan lo Bel..."puji Ray.


Bella tersenyum menanggapi perkataan Ray.


Bella memang pandai memasak, ia sering memasak dirumahnya.


"Nih gue buatin teh hangat buat lo..."ucap Bella lalu menyodorkan air itu kearah Ray.


"Baik banget calon istri gue..."goda Ray.


Bella tertawa kecil


"Ngarep..."jawabnya singkat.


Bi Ratna tersenyum melihat interaksi Bella dan Ray.


"Serasi banget kalian mah..."ucap bi Ratna.


Pipi Bella rasanya sudah memerah mendengar perkataan bi Ratna.


Ray tersenyum


"Doa in ya bi, semoga jodoh..."goda Ray.


Bi Ratna tertawa melihat Bella yang nampak malu-malu.


Interaksi Ratna dan Ray sudah seperti ibu dan anak. Ray memang anak yang baik dan ramah.


"Gue udah selesai Bel, kita berangkat sekarang?..."ajak Ray.


"Gue juga udah, tunggu bentar gue beresin ini dulu, mau nyuci piring bentar..."ucap Bella.


Ray tersenyum melihat Bella.


Bella tengah sibuk mencuci piring tanpa sadar sedari tadi Ray menatapnya sambil tersenyum.


"Udah nih Ray, yuk berangkat..."ucap Bella.


Ray menggenggam tangan Bella menariknya pelan menuju keluar Villa. Tidak ada penolakan dari Bella. Ray dan Bella menaiki motornya masing-masing dan melajukan motor mereka.



Sekitar 30menit mereka sudah sampai di parkiran sekolah.


"Bel lo mau gue antar ke kelas gak?..."tanya Ray.


"Enggak Ray, gue sendiri aja. Makasih ya lo udah bantuin gue..."ucap Bella dengan senyuman tulus.


"Santai aja kali Bel, kapanpun lo perlu gue, atau perlu tempat buat nenangin diri. Lo datang aja ke villa gue..."tawar Ray.


Bella tersenyum senang,


"Pasti..."jawabnya singkat.


Mereka berdua pun berjalan berpisah menuju kelas masing-masing.


Bella memasuki kelasnya, matanya mencari keberadaan Amel yang masih belum masuk sekolah.


"Hai, ngapain nih pagi-pagi udah ngumpul aja..."


"Eh Bella, ini loh gue sama Ethan lupa ngerjain PR jadinya nyontek dulu sama Jeny yang cantik ini..."puji Rafael.


"Iya nih Bel, si Jeny baik banget..."ucap Ethan cengengesan.


"Alah giliran lagi butuh aja muji-muji gue, rese lo pada..."gerutu Jeny.


Bella tertawa kecil


"Buruan deh, nanti bu Iren masuk lagi, bisa diomelin lo berdua..."ketus Jeny. Jeny memang terkesan jutek tapi ia peduli.


"Siap komandan..."jawab Rafael dan Ethan berbarengan.


Bella tersenyum melihat kelakuan teman-temannya ini.


Tanpa terasa bu Iren sudah masuk kekelas itu.


"Anak-anak segera kumpulkan tugas kemarin..."ucap bu Iren.


Seluruh siswa-siswi mulai maju satu persatu mengumpulkan tugas mereka masing-masing.


"Hari ini ibu ada rapat dengan guru-guru lainnya. Kalian tolong kerjakan latihan halaman 46 sampai 49. Kumpulkan minggu depan. Ibu tinggal dulu..."pamit bu Iren.


"Baik bu..."jawab semuanya serempak.


Siswa-siswi nampak sibuk mengerjakan tugas, tanpa terasa sudah sampai waktu istirahat.


"Heran gue sama bu Iren, gak cape apa ngasih tugas mulu..."gerutu Ethan.


"Ye itu mah lo aja yang malas..."ejek Jeny.


"Udah-udah ngapain sih ribut, mending ke kantin aja. Nih udah istirahat..."ajak Bella.


"Nah gue setuju, Ayo..."ajak Rafael.


Mereka berempat melangkahkan kaki menuju kantin.


"Bi pesan kaya biasa buat Bella dan teman-teman Bella..."ucap Bella.


"Baik neng..."jawab ibu kantin itu.


Mereka pun duduk di satu meja.


"Ekhem, boleh gabung ngga?..."sapa Ray dan kedua temannya.


Bella dan teman-temannya saling bertatapan.


"Duduk aja Ray..."sahut Ethan.


Ethan cukup mengenal Ray.


"Gue to the point aja ya, maksud kedatangan gue kesini gue mau ngajak kalian berempat buat gabung ke geng Raystracck..."ucap Ray mengutarakan maksudnya.


"Seriusan di ajak gabung nih kita..."tanya Jeny senang. Ia tahu betul tak mudah jika ingin bergabung geng Raystracck tapi kali ini ketuanya sendiri yang mengajak langsung, sebuah kehormatan.


"Iya kita serius..."sambung William meyakinkan.


"Kalau kalian gak keberatan, kami bertiga ngundang kalian berempat buat datang ke cafe dekat sekolah kita. Kalian bisa pikir-pikir dulu. Kalau kalian bersedia bergabung silahkan temui kami dan anggota Raystracck lainnya disana..."ucap Ray sopan.


"Kalau kita mikir-mikir dulu, gimana?..."jawab Rafael.


"Tentu, silahkan kalian pikir-pikir dulu, kalau gitu kita permisi dulu..."sambung Ray.


Ray dan kedua temannya kembali kemeja mereka.


"Ini neng pesanannya..."ucap ibu Kantin itu.


"Makasih bi..."jawab Bella sopan.


Ibu kantin itu tersenyum dan mengangguk.


Mereka berempat kini sibuk memakan makanan masing-masing.


"Jadi gimana, sama tawaran Ray tadi..."tanya Rafael.


Ethan menatap kearah Rafael,


"Kalau gue sih oke-oke aja, gue juga cukup kenal sama Ray. Dia anak yang baik. Disekolah juga gak pernah bikin masalah. Gue denger Raystracck juga gak punya musuh. Solidaritas mereka tinggi banget..."sahut Ethan.


"Bener tuh, kita semua kan tau gak mudah buat gabung ke geng itu, sampai sekarang pun Raystracck cuman punya 8 anggota. Tapi sekarang kita diajak langsung loh, sebuah kehormatan buat kita..."jawab Jeny sangat antusias.


"Kalau lo gimana Bel?..."tanya Rafael memecahkan lamunan Bella.


Bella sedang memikirkan kesehatan Amel, kenapa ia belum masuk sekolah juga.


"Gue terserah kalian aja sih, gue ikut-ikut kalian aja..."jawab Bella sekenanya.


"Oke kalau gitu malam ini, kita kumpul di cafe dekat sekolah sesuai undangan Ray..."putus Rafael.


"Oke gue setuju..."jawab Jeny senang.


"Jangan telat ya guys, gak enak sama anggota Raystracck yang lain..."pesan Ethan.


"Iya gue juga tau kali Han..."jawab Rafael.


"Gue juga gak akan telat..."sambung Bella.


Mereka pun melanjutkan makannya.