BELLA

BELLA
tetangga baru



Hampir dua jam perjalanan, bella dan ayah nya mengendarai motor metic menuju tempat tinggal mereka yang baru,, sesa'at bella di buat takjub dengan indah nya pemandangan di seppanjang jalan menuju rumah barunya nya. perlehan bella merentang kan tangan nya. merasakan udara sejuk yang menerpa wajah nya, pak.harun ayah bella tersenyum melihat putrinya menyukai udara disini,, tak berapa lama pak harun membelok kan motor nya menuju rumah sederhana berpagar besi,,


'Tampak bu jannah dan caca, menyambut kedatangan bella, pak harun menghentikan laju motor nya. dan mematikan mesin motornya ,


''bel, panggil ibu bella bahagia dan bersukur putri sulungna sampai dengan selamat,,


''Ayok masuk dulu, ucap caca sambil menggandeng tangan kakak nya,,


''bella duduk di kursi sofa, sebentaru berdiriagi melihat libat empat tinggal barunya,


''rumah nya luas bu' ucap bella sambil berjalan menuju belakang,,


''Kamar nya ada tiga mbak kita tak lagi berbagi kamar. tapi aku tetap ingin tidur sama mbak bella, ucap caca,


'Bella tak mennanggapi ucapan adik nya sa'at bella membuka pintu kecil di belakang di samping jemuran, mata bella terpana sama pemandangan di belakang rumah nya,, hamparan padi menghijau yang sangan luas, di belakang rumah bella juga terdapat sungai kecil air nya sangat jernih,


''Cha ini indah sekali, ucap bella,


''di ujung sana ada sungai besar mbak, air nya sangat jernih, aku kemarin baru dari sana sama ayah, terang caca,,


''biarkan kakak mu istirahat dulu cha, ucap bu jannah dari arah dapur,, bella lalu berjalan menghampiri ibu nya,


''bu bagaimana di rumah lama. barang barang kita dan para tetangga tanya bella,


''Barang barang di sana sudah habis bel, karna ayah mu setiap hari kesini membawa nya sedikit sedikit, menggunakan mobil bak terbuka yang biasa ayah mu pakai mengantar barang, dan utuk tetangga kita ibu yakin tidak ada yang tau, terang bu jannah,


''jadi ayah pinjam mobil bos ayah. tanya bella,


''hem..jawab ibu jannah,


''terus apa tetangga tidak curiga, sa'at ayah mengakut barang kita bu, tanya bella lagi,


''kita melakukan nya sa'at pagi hari, sa'at tetangga belum bangun. ucap bu janah lagi,


''bagus lah kalau begitu bu, terus caca rencanya sekolah di mana, tanya bella lagi,


''ayah mendaftarkan adik mu di dekat sini bel, tadi pas kita mau kesini di ujung sana kan ada persimpangan, kalau kekiri kepasar kalau lurus ke pusat kota, nah dekat persimpangan itu kan ada sekolah, terang pak harun, bella hanya mengaguk angguk kan kepalanya,,


''kamu sendiri di rumah tuan muda tidak ada yang curiga kan bel, tanya bu jannah kuatir,


''Tidak ada bu, semua aman terkendali, ucap bella, membayangkan kembali tuan mudanya seminggu ini sikap nya sangat manis, jika tidak ingat itu hanya suruhan nyonya besar zahra mungkin bella bisa terlena. tanpa bella sadari sebenarnya bella sudah menaruh rasa,


''sini, caca menarik tangan kakak nya tiba tiba membawanya kekamar,


''ada apa sih cha' tanya bella heran,


''mbak bella tidak menaruh rasa sama tuan tanya caca' tanpa basa basi,,


''Ngaco kamu, mbak sama tuan bagai bumi dan langit cha, mana berani mbak menaruh rasa pada tuan, ucap bella


''Beneran tuan muda tampan sekali lho' opa opa korea aja lewat, ucap caca tak percaya,,


''Terserah kamu cha, mbak capek pengen tidur semalam mbak gak bisa tidur,, ucap bella,


''Jangan tidur mbak kita beli jajanan yuk, pengen nyemil nih. ucap caca, lagi,,


''kamu aja yang beli cha' ucap bella,


''mbak yang kasi uang nya. ucap caca sambil tersenyum nakal,,


''Yaaa..! ucap bella sbil mengamb dompet nya,


''Nih...! ucap bella memberikan uang pada adik nya caca,


''Mbak bella yakin tidak mau ikut, tanya caca lagi


''tidak jawab bea singkat


''Ini banyak sekali gumam bella,


''uang dari mana ini mbak tanya caca, penasaran..


''ini uang gaji mbak cha, tapi tidak seperti biasanya ucap bella' sambil menghitung jumblah uang itu,


''sepuluh juta gumam bella. ini banyak sekali. mata caca menangkap cek yang tergeletak di pangkuan bella,


''mata caca membulat sempurna. melihat nominal yang tertera di cek tersebut,,


''Lima puluh juta. seru caca,, bella langsung mengabil cek itu dari tangan adik nya, memastikan bella gak salah dengar soal nya tadi bella melihat seperti limajuta saja kenapa jadi lima puluh juta,


''Bella menutup mulut nya tak percaya,


''Tadi seperti lima juta gumam bella, belum habis keterkejutan nya, dengan uang di amplop tadi, sekarang cek yang nominalnya bikin bella dan caca tercengang,


''ini uang siapa mbak tanya caca' penasaran,


''Mbak tidak tau cha' tadi pagi bik rima memberi kan ini pada mbak, karna memang ini gaji mbak bulan ini, tapi bik rima tadi sempat bilang jika ada lebih itu bonus dari nyonya besar zahra, terang bella'


''ya itu berati uang mbak bella. ucap caca girang,


''tidak cha' jika kita mencairkan cek ini mereka bisa melacak nya di bank mana kita mencairkan nya,, ucap bella,


''kamu benar nak, ucap kedua orang tua bella, tiba tiba karna sedari tadi mereka mendengarkan pembicara'an adik kakak itu,,


''simpan saja cek itu, nanti sa'at kita menhurus perceraian mu kita bisa kembalikan cek itu. ucap pak harun,


''ayah mu benar bel, lanjut bu jannah,


'Bella memasuk kan kembali cek itu kedalam amplop nya semula dan menyimpan nya,,


''semua atas suruhan nyonya besar zahra, aku tidak salah mengambil keputusan menyembunyikan kehamilan ku, batin bella sambil menguzap perjt nya uang masih rata,,


'tok..tok..asalamualaikum..


'tiba tiba pintu rumah bela ada yang mengetuk dari luar.


''coba liat yah siapa yang datang ucap bella,


''walaikumsalam jawab pak harun sambil membuka pintu,,


''ma'af mengganggu, kenyamanan ibuk dan bapak dan keluarga, perkensl kan nama saya sasa, ucap sasa,


'kami baru pindah ke sini seminggu yang lalu. dan saya lihat hanya rumah ibu dan bapak yang dekat dengan rumah kami, yang lain ada di ujung sana. terang sasa''


''oh, tapi ya kami juga baru pindah, ucap pak harun,


''oh ya,, sebelum nya tinggal di mana tanya sasa,


''sebelum nya kami tinggal di surabaya jawab bu jannah cepat, surabaya adalah tempat kelahiran ayah nya bella,


''kami dari bandung, sasa pun sama bohong nya dengan bu jannah,


''berapa orang yang tinggal mbak tanya bella. sambil menoel pipi gembul balita yang ada di pangkuan sasa,


''kami hanya tiga orang dengan keponakan saya ini dan ini anak kakak saya, ucap sasa,


''sekali lagi ma'af saya mengganggu saya hanya memberi kan ini sedikit oleh oleh, sebagai salam perkenalan, ucap sasa sambil meldtak kan bingkisan di atas meja,


''iya sama sama terimakasih oleh oleh nya, ucap pak harun..


bersambung