BELLA

BELLA
wedding day



''Hari yang di nanti telah tiba hari yang seharus nya terjadi lima tahun lalu,, lio tampak gagah dengan balutan kemeja putih dan jas hitam ditam yang di padukan dengan dasi kupu kupu nya,, meski setiap hari lio sudah gagah dengan setelan itu. tapi kali ini berbeda,


''Sedang bella mua sedang merias nya, rambut nya yang pendek tampak di sanggul rapi,


''Bel mommy tidak punya hadiah apa apa, tapi mommy punya sesuatu yang harus kamu jaga, ini adalah perhiasan warisan turun temurun dari keluarga suami mu, mommy dulu mendapat kan nya dari mertua mommy, mendiang mama rissa..? terang zahra mengeluarkan kotak bludru berbentuk hati,


''Mom, kenapa harus bella, masih ada ella dan juga nanti istri dari ello'' yang lebih layak menerima ini, ucap bella ragu untuk menerima perhiasan warisan itu.


''Bel mommy tau kamu bisa menjaga nya, dan lagi karna kamu menantu sulung keluarga ini, terimalah, mohon zahra,


''Bella menatap sang suami, tampak memintak persetujuan,


''Dengan senyum tipis lio mengaguk pelan,


''Bella pun menatap sang mertua sambil tersenyum lalu mengaguk


''Zahra tampak tersenyum senang,


''Ahirnya perhiasan ini menemui pemilik selanjut nya ujar zahra sembari memakai kan perhiasan itu ke leher bella,


''Sudah waktunya kalian turun di bawah tamu juga sudah banyak yang datang, zahra membantu menantunya itu merapikan gaun nya, dan di bantu pihak mua.


''Sesampai nya di bawah, hamparan kelopak bunga mawar putih tersebar di lantai menuju pelaminan, lio dan bella perlahan berjalan menuju pelaminan di iringi sorot lampu camera yang mengabadikan momen bahagia itu.



''Bi jannah tampak menitikan air matanya, tidak pernah menyangka, pernikahan putrinya di gelar dengan begitu megah dan mewah,


''Bella bak princess cantik luar biasa, tak sedikit yang memuji kecantikan menantu sulung keluarga wirayudha,,


''satu persatu para tamu undangan mulai menaiki pelaminan mengucap kan selamat pada mempelai berdua,


'' di temani kedua orang tua masing masing,


''Para tamu memandang seperti ada kenjanggalan, munculnya anak kecil di antara mereka, menjadi pertanya an di benak para tamu,


''Apa putra sulung keluarga wirayudha itu menikahi seorang janda,


''setelah pelaminan agak sepi dengan tamu yang bersalaman, mengucap kan selamat, lio meminta mickofon pada salah satu mc..


''Sedari tadi lio tahan mendengar slentingan desas desus, yang mengganggu pikiran nya, mengenai siapa siapa bella wanita yang ia peristri,


''Selamat malam semua, tuan dan nyonya, adik kakak terimakasih saya ucap kan, atas kehadiran nya menerima undangan saya dan istri saya tentunya, sekali lagi saya ucap kan terimakasih tepukan gemuruh mengiringi uapan lio''


''Dengan ini juga saya ingin menyampaikan sesuatu, yang sedari tadi mengganggu pendengaran saya, mengenai siapa istri saya, apakah saya menikahi seorang janda beranak satu, tegas lio menjeda sebentar ucapan nya mengambil waktu untuk mengatur pernafasan nya sebelum melanjut kan ucapan nya,


membuat semua yang sedari tadi tertanya tanya, menanti ucapan lio selanjut nya,


''Secara resmi saya perkenal kan istri saya, namanya BELLA lio mengulurkan tangan nya bella menyambut uluran tangan sang suami,



''Dia bukan janda yang sudah punya anak, dia seorang gadis yang amat baik hati yang saya nikahi lima tahun yang lalu,


''Mendengar ucapan lio yang telah menikah sejak lima tahun yang lalu, membuat semua yang penasaran saling menatap tak percaya,


''Dan ini, lio mengulur kan tangan nya pada sang putra, zahra membawa cucu nya menghampiri, papa nya


''Dia adalah putraku, darah dagingku, namanya REAL saya tidak bisa menjelaskan secara detil disini, kenapa saya baru menggelar resepsi pernikahan kami hari ini setelah lima tahun, karna itu privasi, poin penting nya saya tidak menikahi janda beranak satu, terang lio..!


"Bisa di lihat di sini, tanggal dan tahun nya, ini buku nikah kami. semua tamu melihat layar besar yang menpil kan buku nikah lio dan bella dan tanggal dan tahun nya terpampang nyata,


"Saya harap dengan ini tidak ada lagi yang bertanya tanya, dan membuat opini sendiri mengenai siapa istri saya,


"Terimakasih..! dan silah kan nikmati pestanya lio mengahiri ucapan nya,


"Tampak mata bu jannah berkaca kaca, mendengar pengakuan menantunya,


"Bu..! caca mengulur kan tisu pada ibunya,


''Ibu bahagia cha, lirih bu jannah, senyum dan tangis menghiasi wajah nya bersama'an,


''Caca juga bahagia bu, ucap caca pelan,,


Sudah nangis nya, sekarang kita nikmati acaranya,, caca membawa ibunya menghampiri sang kakak, untuk berfoto


''tampak beberapa pelayan hitel mendorong cake pengantin yang lumayan tinggi menjulang,


selanjut nya acara potong cake pun di mulai,,!



''Acara demi acara berjalan lancar, kebahagian jelas tergambar di wajah orang orang yang menyayangi lio dan bella, menunggu antrian untuk berfoto dengan kedua mempelai,


''Bella tampak duduk dan memijat pelan betis nya,


''Kenapa bel, capek tanya lio pelan,


''Bella nengaguk pelan


''Capek ples lapar bisik bella sedikit malu,, lio terkekeh,


''Tunggulah disini sebentar biar ku ambil kan, makanan untuk mu,


''Lio tampak berjalan mengambil makanan untuk istrinya dan dirinya, tampak pelayan hotel menghampiri lio da. me.ghentikan langkah nya,


''Tuan ma'af meja anda di sebelah sini, dan kami aka. menyajikan makanan untuk anda, pelayan itu berkata sembari menujuk kan. meja yang ada tulisa nya resave,,!


''Oh terimakasih, ucap lio lalu kembali ke pelaminan menghampiri bella,


''Bel kita makan di sana, lio berkata sembari berjongkok membenarkan sepatu bella,


''Kalian mau kemana tanya zia,,


''Aku dan bella lapar bun. kita mau makan dulu, ucap lio


''Oh ya sudah cepat makan lah dulu, bel kamu bisa ganti sepatumu, bunda tau kamu pasti capek, zia meminta phak mua membantu bella mengganti sepatunya, rupa nya mereka sigap tanggap cepat, menghadapi situasi seperti ini,,


''Kaki bella seakan bisa bernafas lega,


''Kenapa,,! tanya lio pada bella,


''Ini sangat nyaman sekali, mereka benar benar mengerti, jawab bella pelan setelah memakai sepatu cat nya,,


''Mereka sudah terbiasa menangi acara seperti ini, jadi mereka sangat faham dan mengerti situasimu, yang pasti kecapean, lio berkata sembari menarik kursi untuk istrinya,


''Pelayan datang sengan hidangan yang baru di masak,


''Ini apa, cuma ikan sepotong mana bisa aku kenyang, mereka ini apa tidak tau aku sangat lapar, batin bella merutuki hidangan yang tersaji di depan nya,


''Kenapa bel, tanya lio heran bella hanya memandang makanan nya,,


''Apa tidak ada nasi, ucap bella pelan,


''Kamu mau makan nasi,


''Bella mengaguk, pelan,,


''Lio memanggil pelayan, yang tadi memintanya untuk menyajikan nasi,


''Setelah beberapa sa'at pelayan itu kembali dengan nasi dan kawan kawan nya,, bella tampak tersenyum kecil,


''terimakasih,,ucap bella pada pelayan itu,,





bersambung