ALENA

ALENA
PERTEMUAN PAHIT



Raka masih berdiri mematung di depan pintu setelah kedatangan Alena.


"Raka...kenapa kamu kaget seperti itu? aah ini aku membawakan makanan kesukaanmu ayo kita makan bersama"


Alena berjalan masuk dan menuju ruang makan, namun...


"siapa kamu?" Alena terkejut melihat seorang wanita yang sedang duduk menikmati makanan di meja makan, di meja tersebut juga terdapat dua piring yang menandakan bahwa Raka juga sarapan bersama dengan wanita tersebut.


Pikiran Alena mendadak kacau melihat apa yang terjadi saat ini.


"Alen kenalkan dia Ametha rekan kerjaku" Ametha terkejut karena tunangan kekasihnya datang tiba-tiba sata dirinya sedang berada di apartemen Raka.


Alena enggan berjabat tangan dengan Ametha, padahal Ametha sudah mengulurkan tangannya.


Melihat Raka yang sepertinya sudah sarapan bersama Ametha, Alena lebih memilih duduk dan menikmati nasi goreng yang ia bawa sambil menatap tajam wajah wanita yang ada di depannya.


"apa kau masih akan di sini setelah kedatanganku?" tanya alena yang membuat Ametha ketakutan hingga seluruh badannya bergetar.


"sangat mengganggu" Alena mengucapkan dengan nada lirih namun Ametha dan Raka bisa mendengarnya.


"Alen jaga sikapmu" ucap Raka


"kenapa? apa aku salah? dan kau Ametha, kau tak merasa bersalah?"


Alena menggebrak meja, amarahnya tak tertahankan membuat Ametha yang duduk di depannya beranjak pergi sambil menitihkan air mata.


"Met..Metha tunggu" Raka mengejar Ametha yang pergi menuju pintu keluar apartemennya. Alena curiga bahwa raka mempunyai hubungan spesial dengan wanita itu sehingga Alena menghampiri Raka yang berdiri di depan pintu menatap kepergian Ametha.


"siapa wanita tadi?" tanya Alena dengan nada yang sedikit lembut dari sebelumnya.


"sudah ku bilang dia Ametha rekan kerjaku, dia perawat di rumah sakit milik keluargamu. apa kamu puas?" Raka terlihat emosi dengan Alena


"apa seperti ini pertemuan kita setelah empat tahun? wajar aku kesal karna kamu tunanganku, kamu sarapan berdua dengan wanita lain di belakangku" Alena kesal, tubuhnya terasa bergetar dan berusaha menahan air matanya yang sebentar lagi keluar membasahi pipinya.


"Alen tolonglah jangan salah paham"


"baiklah maafkan aku Raka, aku akan pulang untuk menenangkan diri" Alena mengambil tasnya yang masih berada di kursi makan


"mari ku antar" Raka merasa bersalah terhadap Alena.


"maafkan aku karena sudah mengkhianatimu Alen" ucap Raka dalam hati.


____________________________________________


setelah pertemuannya kemarin dengan Raka, Alena merasa tidak tenang. Fikiran Alena berkata bahwa Raka sudah mengkhianatinya, namun Alena berusaha menepis fikiran buruknya tersebut.


"sayang ada apa kau menangis?"


Alena terkejut melihat Mama yang sudah berdiri di depannya, kemudian ia berusaha mengusap air matanya


"aah ini aku sedang terbayang adegan drama korea yang menyedihkan ma"


Alena mengutuk dirinya, mengapa dia beralasan tak masuk akal seperti itu.


"apa kau juga menyukai drama korea? aah Mama tidak menyangka akhirnya Mama bisa menemukan teman untuk berbagi cerita drama korea"


diluar dugaan, ternyata Mama sangat antusias mendengar perkataan Alena.


"sial, padahal aku saja tidak tertarik dengan drama korea" Alena berkata lirih


"apa sayang?"


"aah tidak ma, lupakan" Alena menggaruk kepalanya kebingungan karena Mama mulai bercerita panjang lebar tentang drama


sekanjutnya apa yang akan terjadi diantara hubungan Alena dengan Raka?


**Hai teman-teman terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca novel ini.


penulis berharap saran dari teman-teman semua demi membangun cerita yang lebih baik lagi untuk selanjutnya🤗**